Memberi Yang Terbaik

8 Maret 2019

Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Kristus datang ke dunia untuk kita... agar kita hidup. Demi kita Yesus meninggalkan Takhta-Nya di Surga Mulia.

Demi apa kita hidup?

Pastilah lebih banyak kita ingin berlama-lama hidup. Tentu hal ini adalah wajar. Hanya saja apa alasan kita ingin panjang usia?

Apakah kita mau hidup demi Dia? Bila ada sesuatu yang mungkin sangat berharga bagi kita, tetapi Dia mau kita persembahkan itu kepada-Nya... bersediakah kita?

Tuhan tidak akan meminta lebih dari apa yang kita mampu, namun alangkah indahnya jika kita sendiri ada suatu kerinduan untuk ingin memberi apa yang terbaik bagi Tuhan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan membeekati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kebahagiaan Melayani

7 Maret 2019

1 Tesalonika 2:19-20
Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Rasul Paulus mengungkapkan adanya upah berupa mahkota kemegahan yang akan dia terima ketika Yesus nanti datang kembali. Mahkota kemegahannya itu adalah berdasarkan apa yang telah dia bangun untuk para jemaat, dalam hal ini adalah jemaat Tesalonika.

Allah kelak akan menganugerahkan mahkota kepada orang yang sungguh-sungguh dengan segenap hati melayani Dia, dalam bentuk apa yang telah dilakukannya kepada banyak orang.

Tentulah kita tidak perlu menghitung jasa-jasa kita akan apa yang telah kita perbuat. Semua bergantung kepada Tuhan saja. Apa yang masih dapat kita perbuat dan lakukan adalah anugerah-Nya semata-mata. 

Hanya saja kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah kalah memberi. Janji-Nya akan digenapi sepenuhnya bagi setiap orang yang mengasihi Dia.

Oleh sebab itu, tanpa henti-hentinya, mari kita tetap semangat membangun diri kita untuk tetap melakukan apa yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Setialah melayani dalam membangun orang-orang untuk takut dan hormat kepada Tuhan.

Alangkah indahnya bila kita berbagi hidup mempersembahkan diri sesuai kapasitas dan tenaga yang diberikan-Nya; untuk kita dapat membuat orang mengenal dan mencintai Yesus Kristus.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita untuk dapat membangun manusia untuk mencintai Kristus Tuhan.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Mengenal Tuhan Dengan Benar

6 Maret 2019

Yesaya 1:3
Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.

Nabi Yesaya mencetuskan isi hati Tuhan terhadap bangsa Israel... bahwa bangsa Israel tidak mengenal Tuhan yang telah memilih mereka menjadi umat-Nya. Sampai-sampai kiasan lembu dan keledai dipakai Tuhan untuk menegur bangsa Israel agar bangsa ini dapat mengenal Tuhan.

Pengenalan akan Allah sangatlah penting dan merupakan proses yang panjang... tidak berhenti di sebuah titik lalu selesai... tidak !.

Oleh karena itu marilah kita terus bertumbuh semakin mengenal Allah, agar kiasan yang tidak elok seperti nabi Yesaya sampaikan ke umat Israel tidak terjadi atas kita.

Pengenalan akan Allah yang benar adalah di dalam Yesus Kristus... bukan yang lain.

Efesus 1:17
dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita untuk dapat semakin mengenal Dia.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pekerja Sedikit, Mari Ikut

5 Maret 2019

Lukas 10:2
Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Panggilan setiap orang percaya yang harus terus-menerus diingatkan adalah untuk ikut ambil bagian dalam menuai... mengabarkan Injil.

Tuhan Yesus katakan bahwa tuaian banyak, namun penuai sedikit... sangat tidak seimbang.

Masalahnya sering adalah:
1. Banyak anak-anak Tuhan merasa cukup sudah diselamatkan saja, dan tidak ada kerinduan lagi untuk menyaksikan Kristus.

2. Banyak anak-anak Tuhan yang visinya bergeser, dulu semangat, sekarang tidak lagi.

3. Dalam hal yang sangat halus adalah: anak-anak Tuhan berkata cukup melalui perbuatan baik saja. Hal ini membuat mereka jadi statis tidak bergerak bersaksi.

4. Ada ketakutan dan keraguan untuk bersaksi dalam berbagai bentuk.

5. Mungkin merasa ada alternatif jalan  keselamatan di luar Yesus, sehingga mereka merasa tidak perlu memberitakan Injil.

6. Pengajaran sangat sedikit tentang penginjilan di dalam gereja/persekutuan, bahkan ada yang tidak mengajarkannya sama sekali... lebih parah lagi; anti.

7. Hidup yang tak seimbang... terlalu asik dengan dunia yang akan ditinggalkan ini, sehingga lupa akan Amanat Agung Kristus (Matius 28:19-20).

8. .. ... ... ? ?  (mungkin masih banyak alasan lain).

Apa yang mestinya kita lakukan?

Paling tidak, marilah kita berdoa agar Tuhan mengirimkan para penuai.

Mungkin juga diri kita adalah jawaban dari doa kita sendiri, sebab itu bergerak dan berbuatlah ! 

Semangatlah... kabarkanlah Injil dan tetaplah bertumbuh menjadi murid Yesus yang setia. Marilah kita tetap produktif melipatgandakan murid-murid Kristus yang hatinya terbeban bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus.
S e m o g a  ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita dalam menyaksikan Nama-Nya dan melipatgandakan murid-murid-Nya.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Dengartkanla Apa Kata Yesus

4 Maret 2019

Lukas 9:35
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

Ayat di atas adalah bagian dari peristiwa ketika Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung. Dalam peristiwa tersebut ada beberapa hal yang menarik. 

Apa yang menarik bagi kita? 

• Apakah kemuliaan Yesus?
• Apakah makna hadirnya Musa dan Elia di sisi Yesus?
• Apakah kekagetan murid Yesus melihat pemandangan itu?
• Apakah spontanitas Petrus yang mengatakan mau mendirikan kemah?
• ... ... ... ?

Barangkali diubah pertanyaannya: "Apa yang terpenting dalam peritiwa itu?"

Yang terpenting sesungguhnya adalah suara yang terdengar dalam ayat 35 tersebut di atas yang berkata, "... ... ... ..., dengarkanlah Dia"

Ya... mari kita dengarkan apa kata Yesus. Mari kita buka telinga fisik dan telinga hati kita untuk mendengar apa kata Yesus. 

Setelah dengar-dengaran akan kata Yesus, mari kita lakukan itu. Dengan demikian, maka kekaguman dan apa yang menarik bagi kita dalam peristiwa di atas gunung itu akan terjadi juga atas kita. 

Sebagaimana Yesus adalah MULIA dan dimuliakan di atas gunung, maka kitapun kelak akan beroleh kemuliaan dari Kristus jika kita mendengarkan Dia, serta melakukan apa yang kita dengar itu.
Terpujilah Tuhan Yesus ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati serta menyertai kita dalam semua perjuangan kita mendengar dan melakukan apa kata Yesus .
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menaruh Kepercayaan Penuh

3 Maret 2019

Mazmur 40:4
Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!

Banyak cara dan jalan yang dipikirkan dan dibuat orang untuk berbahagia. Namun kebahagiaan sejati adalah jika kita menaruh atau meletakkan kepercayaan dan pengharapan kita di dalam Tuhan.

Sejalan degan itu kita diajak oleh pemazmur agar tidak berpaling atau tidak berubah mengikuti orang-orang angkuh... apalagi menjadi orang angkuh... JANGAN ! 

Menaruh kepercayaan kepada Tuhan artinya: dengan sadar dan keyakinan penuh berserah kepada Tuhan. 

Tuhan senantiasa menolong dan memperhatikan kita, tetapi persoalan besar kita sering adalah tidak percaya. Sering seolah kita merasa Tuhan jauh dan tidak memahami kita. Sering kita merasa Tuhan tidak peduli kepada kita. Hal ini membuat banyak orang berpaling

Bila kita naik pesawat terbang, kita tidak akan pernah mendatangi pilot untuk mengajari bagaimana cara menerbangkan pesawat. Juga kita tidak akan mengajari pilot; rute mana yang harus ditempuh. Kita duduk tenang sajalah. Ikuti seluruh petunjuk sebagai penumpang yang baik. Yang penting ingat tujuan kita ke mana. Kalau tujuan kita ke Lampung, janganlah naik pesawak yang tujuannya ke Lombok... repot nantinya.

Allah lebih dari sekedar seorang pilot. Dia adalah Tuhan yang membawa kita ke tujuan yang pasti: SURGA. Sebelum ke SANA, kita masih hidup di dunia ini yang penuh lika-liku dan luka juga. Kita perlu dituntun oleh Tuhan yang mutlak penuh harus kita percaya.

Sebab itu marilah kita senantiasa meletakkan pengharapan dan keyakinan kita di dalam-Nya. Tunduklah kepada-Nya. Jauhi keangkuhan. Jangan menyimpang dari jalan-jalan Tuhan. Dengan demikian kita akan berbahagia penuh.

Puji Tuhan!!

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan memimpin hidup kita senantiasa.
Amin.

Salam dan doa, 
Alamta Singarimbun-Bandung

Mengutamakan Apa Yang Benar

2 Maret 2019

Mazmur 37:16
Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik;

Ukuran atau nilai sesuatu dapat dilihat dari sisi jumlah dan kualitas.

Manusia sering mengutamakan apapun yang penting banyak. Manusia berlomba mencari jumlah, dan lupa akan kualitas.

Pemazmur mengatakan lebih baik walau sedikit pada orang benar dibandingkan dengan yang melimpah pada orang fasik.

Tuhan dapat melipatgandakan yang sedikit pada kita. Atau paling tidak; kita bisa hidup dengan apa yang nampaknya sedikit pada kita. Namun persoalan besar jika seseorang memiliki kelimpahan, tetapi prinsip hidupnya tidak benar di hadapan Tuhan.

Oleh karena itu, dalam semua hal, mari kita mengutamakan apa yang benar terlebih dahulu, bukan dari segi jumlah. 

Kita meyakini bahwa ketika kita melakukan apa yang benar di hadapan Allah, maka Dia juga akan memberi kelimpahan berkat. Jadi kita tidak perlu ragu dan bimbang akan perhatian dan kebaikan Allah.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menuntun kita untuk melakukan apa yang benar dan berkenan kepada-Nya, 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...