Tampilkan postingan dengan label (39a) Okt 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (39a) Okt 2019. Tampilkan semua postingan

FirmanMU Hidup Dalam Jiwaku


31 Oktober 2019

Mazmur 119:175  
Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

Jiwa kita, yang mati sebelumnya dalam dosa, sudah hidup kembali oleh karena Kristus. Karena itu kita dapat memuji-muji Tuhan. 

Pujian dari orang yang telah deselamatkan jiwanya menyentuh hati Allah. Tuhan rindukan itu.

Bagi siapa saja yang  meyakini jiwanya telah diselamatkan Tuhan... adakah pujian dan penyembahan kita kepada-Nya? 
Ataukah protes dan ketidakpuasan yang terus kita lontarkan kepada Dia?

Mari kita memuji-muji Tuhan melalui kata-kata kita, dan juga tentunya yang tak kalah penting adalah melalui sikap hidup dan perilaku kita.

Bagaimana kita dapat memuji dan menyembah Allah? 
Hal ini hanya mungkin kalau pengenalan kita akan Dia bertumbuh. Pertumbuhan itu hanya mungkin kalau kita dipandu dan ditolong oleh firman-Nya yang tertulis yaitu Alkitab... Injil.

Karena itu bacalah Alkitab!
Pelajari Alkitab! 
Sediakan waktu khusus mendalami dan merenungkan firman Tuhan!
Tanpa panduan firman Tuhan, rasanya mustahil bagi kita mengenal Dia dengan benar. 

Karena itu, marilah kita muji-muji Allah. Teruslah sediakan dan adakan waktu untuk membaca firman-Nya... untuk berdoa... untuk berkomunikasi dengan Allah.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Buah Hidup


30 Oktober 2019

Matius 13:8 
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Dalam illustrasi Tuhan Yesus tentang penabur yang menaburkan benih, ada beberapa tipe tanah tempat jatuhnya benih itu;
1. Ada yang jatuh di pinggir jalan
2. Ada jatuh di tanah yang tipis berbatu-batu
3. Ada yang jatuh di semak-semak berduri
4. Ada yang jatuh di tanah subur.

Kita tahu akhir dari benih itu, bahwa yang jatuh di tanah subur (4) yang berbuah berlipat ganda.

Bagaimana dengan kita?

Kita berharap agar kita menjadi tipe nomor 4; berbuah berlipat ganda. Itulah harapan Tuhan bagi kita.

Biarlah diri kita... hati kita menjadi tempat bersemainya dan bertumbuhnya benih firman Allah sehingga hidup kita berbuah ranum berlipat ganda. 

Biarlah buah hidup kita dapat dinikmati orang... dengan buah itulah kita dikenal. Buah hidup kita menjadi puji-pujian bagi Allah.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Allah menyertai kita dan menjadikan hidup kita berbuah lebat.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Rumus Hidup


29 Oktober 2019

Amsal 20:13
Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.

Tidur adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Dengan tidur, kita beristirahat dari semua aktifitas. Tidur yang cukup dan berkualitas akan membuat kita lebih sehat dan segar.

Namun penulis kitab Amsal mengatakan agar tidur tidak menjadi hobby kita. Hal ini berhubungan dengan sifat kita yang seharusnya gigih, rajin, tekun dan ulet.

Pada umumnya, orang yang kita lihat sukses dalam bidangnya adalah orang yang rajin dan antusias. 

Ada orang-orang yang acapkali kita salah sangka, dimana nampaknya tidak prospek, tetapi karena dia rajin, membuat dia berhasil... hebat !!

Ada juga orang yang rajin bekerja, tetapi hidupnya biasa-biasa saja... cukup-cukup saja... tidak apa-apa. Terus sajalah semangat bekerja dan berkarya! Paling tidak, dengan cara seperti ini, kita sudah menunjukkan karakter dan teladan yang baik, dan kita telah menyebarkan aroma positif ke orang lain. Tuhan berkenan akan hal ini.

Orang yang tekun bekerja, akan dicukupkan Tuhan, dapat makan sampai kenyang... begitu kata penulis Amsal. 
Ini adalah RUMUS HIDUP.

Tentu kita haruslah berdoa kepada Tuhan agar Dia membuka pintu rejeki, sebab semua anugerah semata, namun bagian penting kita adalah mencatat, menghafal dan melakukan serta menyebarkan RUMUS HIDUP AMSAL 20:13
M a r i  ! !
S e m a n g a t  ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selsmat melayani.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Kejadianku Ajaib


28 Oktober 2019

Mazmur 139:13-14
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Apakah kita merasa puas dengan tubuh dan diri kita? Mungkin iya... mungkin tidak.

Entahkah kita puas atau tidak dengan diri kita, namun terbentuknya kita adalah sebuah kejadian yang dahsyat luar biasa dalam kandungan ibu kita. Hal inilah yang diungkapkan Daud dalam mazmurnya.

Oleh karena itu kita harus berterima kasih kepada ibu kita, karena oleh ibu kitalah kita ada. Berilah penghormatan dan penghargaan kepada ibu kita.

Dan yang luar biasa pula tentunya adalah kelahiran kita kembali di dalam Kristus. Oleh kelahiran ini, maka kita diselamatkan. Kita menjadi anak-anak Allah.

Mari kita memuji-muji Tuhan Allah Yang Maha Besar. Oleh kuasa dan kasih-Nya kita menjadi ada sebagaimana kita ada. 

Meski kita melihat ada banyak kekurangan kita, tapi ingatlah bahwa kita diciptakan Allah secara ajaib. Bersyukurlah dan terimalah diri kita sebagaimana kita ada sebagai karya ciptaan Allah.
P u j i  T u h a n !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berpadanan Dengan Panggilan


27 Oktober 2019

Efesus 4:1
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Oleh anugerah Allah kita diselamatkan. 

Dasar keselamatan kita bukan karena kita berjasa, bukan karena kita lebih baik, dan bukan karena perbuatan kita. Kita dipilih dan dipanggil Allah untuk diselamatkan di dalam Kristus. 

Yang tidak kalah indah adalah: kita tidak hanya dipanggil untuk diselamatkan, tetapi kita juga dipanggil menjadi saksi Kristus. Kita dipanggil menjadi kawan sekerja Allah. Kita dipanggil melakukan sesuatu bagi Dia. Dalam hal ini kita diingatkan kembali agar hidup kita berpadanan dengan status kita sebagai orang yang telah diselamatkan.

Meski kita diselamatkan bukan oleh perbuatan, namun mestinya kita berpikir dan berprinsip bahwa setelah diselamatkan kita disuruh berbuat kebaikan dengan tulus. 

Semestinya kita berbuat jauh lebih baik dalam semua hal melebihi perbuatan orang-orang yang masih saja menganggap dan meyakini bahwa dirinya diselamatkan oleh karena dia berbuat baik. 

Allah memberi kesempatan dan ajakan, bahkan tantangan bagi kita untuk hidup sesuai status kita.
Mari kita lakukan hal ini bersama dan di dalam kasih serta kemurahan Kristus.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Jangan Kendor


26 Oktober 2019

Roma 12:11  
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Salah satu kegunaan karet adalah untuk mengikat sesuatu agar terkumpul dengan kuat dan rapi. Karet bersifat elastis, dan sifat inilah yang digunakan.

Jika kendor, maka karet itu tak dapat lagi digunakan sebagaimana seharusnya. Kendor artinya berubah sifat.

Dalam pelayanan, apapun bentuk pelayanan kita, kita akan tetap dapat dipakai Tuhan. Namun bila kita kendor, maka kita tidak dapat lagi digunakan Allah sebagaimana mestinya.

Kendor dapat berarti: kehilangan semangat, malas, prioritas berubah, visi yang menjadi samar-samar, dan sebagainya. Penyebabnya banyak.

Sahabat... 
Tuhan sungguh-sungguh ingin melibatkan kita sebaik-baiknya, semaksimum mungkin, dan seefektif mungkin untuk melayani. 

Waktu berjalan kencang dan ngebut. Oleh sebab itu jangan kendor! Tetaplah semangat melayani sebagaimana mestinya. Sebisanya... jangan buang waktu percuma. Sangatlah berharga waktu kita untuk dipakai melakukan apa yang Tuhan suruh.

Melayani melayani lebih sungguh
Melayani melayani lebih sungguh
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku
Melayani melayani lebih sungguh

Mengasihi mengasihi lebih sungguh
Mengasihi mengasihi lebih sungguh
Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku
Mengasihi mengasihi lebih sungguh

πŸŽ΅πŸŽΆπŸŽ™πŸŽΈπŸŽΊπŸŽ»πŸŽ·πŸŽΉ

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menjadi Agen-Agen Allah


25 Oktober 2019

Efesus 4:11-12
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.

Tuhan yang menetapkan apa panggilan kita masing-masing. Apapun itu, semua baik. Semua orang yang telah percaya kepada Kristus dirindukan-Nya menjadi pembangun manusia.

Yang penting yang harus kita sadari dan yakini adalah bahwa peran kita untuk memperlengkapi dan membangun manusia.

Tentu saja, kitapun haruslah dalam proses diperlengkapi dan dibangun, dan proses itu terus berlangsung seumur hidup.

Biarlah kita mau, rela dan siap dibentuk oleh Tuhan, agar hidup kita yang bertujuan untuk membagun manusia tetap terus berlangsung dan terpelihara. 

Janganlah kiranya kita hanya sukses dalam pandangan manusia dengan status sosial yang tinggi, tetapi dalam pandangan Allah sebetulnya kita gagal karena tak berdampak apa-apa terhadap orang-orang di sekeliling kita.

Sahabat... mari kita hidup mengenal dan memperkenalkan Yesus Kristus. Mari kita menjadi agen-agen Allah untuk suatu tujuan yaitu membangun dan memperlengkapi orang-orang sebagai tubuh Kristus sesuai panggilan dan kapasitas kita.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Kesatuan Roh


24 Oktober 2019

Efesus 4:3
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.

Ada banyak grup atau kumpulan yang dibuat manusia. Ada dalam bentuk marga, profesi, kampung, keahlian, dan sebagainya. Masing-masing memiliki tujuan tertentu.

Kita yang telah percaya kepada Yesus, juga memiliki ikatan yang sangat kuat. 

Ikatan seseorang di dunia ini berakhir setelah orang tersebut tidak ada lagi... telah dipanggil Tuhan. Akan tetapi Ikatan kita di dalam Kristus akan kekal. Akan berlanjut di SEBERANG SANA dalam bentuk yang lebih indah. 
Puji Tuhan !

Oleh karena itu, mari kita jaga dan pelihara kesatuan hati kita dalam kebersamaan. Kita diikat dan dijalin dalam kesatuan Roh yang membuat kita damai sejahtera. 

Ada bagian-bagian kita agar ikatan damai sejahtera kita terpelihara... 
Lakukanlah itu !

Ada juga sering potensi kita yang dapat membuat ikatan kita menjadi tawar...
Jangan lakukan itu !

Mazmur 16:3
Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan kiranya meneguhkan dan mengokohkan kebersamaan di antara kita di dalam Kristus.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Allah Tetap Baik


23 Oktober 2019

Mazmur 13:6 
Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Ungkapan hati sering dinyatakan melalui sebuah lagu atau nyanyian.

Apa ungkapan hati kita setiap hari... setiap saat?

Daud ungkapkan hatinya merespons kebaikan Tuhan. Dia sungguh rasakan kebaikan Tuhan. Sebab itu Daud memuji-muji Tuhan... dia bernyanyi dan bermazmur bagi Allah.

Apakah kita merasakan sentuhan kasih sayang Tuhan?
Mestinya kita mengatakan: iya, sebab Dia begitu baik kepada kita semua. 

Sering sekali memang ada hal-hal tertentu yang tidak kita sukai, yang tidak kita harapkan, dan yang tidak kita duga terjadi dalam hidup kita... dan hal itu sangat mengganggu kita... menguras tenaga dan pikiran. Oleh karena itu kita absen memuji Tuhan.

Sahabat, mari kita tidak berfokus kepada kesulitan yang sedang ada dalam hidup kita, tetapi marilah kita memandang Tuhan. Apapun situasi dan masalah kita saat ini, Allah tetap baik.

Oleh sebab itu janganlah kiranya hari-hari kita terlewat begitu saja tanpa ucapan syukur dari hati terdalam kita.

Pujilah Tuhan!, sebab Dia sungguh baik dan teramat baik.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Maha Baik menjaga dan menaungi kita setiap saat.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bulatkanlah Hatimu


22 Oktober 2019

Mazmur 86:11 
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

Seruan Daud dalam doanya adalah agar Tuhan menunjukkan jalan kepadanya. Dengan demikian, Daud dapat hidup menurut standar kebenaran Tuhan.

Apa seruan dan permintaan utama kita kepada Allah?
Tentu beragam dan banyak jenisnya, banyak behubungan dengan apa yang kita rasa nikmat, enak, dan nyaman. Permintaan kita merupakan bagian dari rencana dan tujuan besar kita. Ini tak masalah tentunya. Tuhan mampu memberi itu semuanya. Tidak masalah bagi-Nya.

Hanya saja, siapkah kita jika apa yang kita idam-idamkan... Tuhan berkata: Tidak?
Ini pasti berat, tetapi itulah salah satu ujian sebagai tanda kedewasaan seseorang.

Mari kita baca dan cermati Mazmur 86:11, agar kita dapat membulatkan hati untuk hidup dalam kebenaran dengan takut dan hormat kepada Tuhan melebihi dan melampaui apa yang kita inginkan sebagai kenyaman hidup!

Selamat belajar...
Selamat bekerja...
Selamat melayani...

Tuhan beserta kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Panggil Namaku, Aku Milik-NYA


21 Oktober 2019

Yesaya 43:1
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

Teks ayat firman Tuhan di atas ingatkan lagi kita untuk tidak takut

Ada banyak penyebab yang membuat kita takut, namun ada alasan kita yang lebih kuat untuk tidak takut, yaitu karena ada jaminan... kita telah ditebus di dalam Kristus. Kita kepunyaan Allah. 

Kita dipanggil dengan nama kita, apapun nama kita, bahkan boleh jadi kitapun tidak suka dengan nama kita dengan alasan tertentu. Namun nama kita indah di hadirat Tuhan.
Puji Tuhan !

Terima kasih Tuhan, karena aku sudah Engkau panggil dengan namaku. Berilah aku terus kesempatan untuk menikmati panggilan-Mu dengan hati yang teguh menyampaikan maksud dan rencana-Mu di dunia ini. Beserta-Mu aku tidak takut dan tidak gentar.
Amin.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan senantiasa meneguhkan dan mengokohkan kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Rahasia Disenangi Tuhan


20 Oktober 2019

Mazmur 147:11
TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

Cobalah merenung sejenak; bagaimana sikap kita... apa yang kita lakukan dan apa yang akan kita berikan kepada orang yang kita senangi?

Satu hal yang pasti adalah kita akan dekat dan ingin selalu membuat orang yang kita senangi merasa aman dan nyaman. 

Kalau kita normal, tidaklah mungkin kita berpikir akan menyakiti orang yang kita senangi, apalagi melakukannya... tidaklah... jauhlah itu!

Cobalah juga renungkan apabila Tuhan senang kepada kita! 
Luar biasa! 
Kita yakini dan rasakankah itu?
Semoga saja kita alami itu setiap saat.

Mazmur 147:11 mengingatkan bahwa rahasia untuk disenangi Tuhan adalah takut akan Dia, dan berharap kepada-Nya. Sederhana sebetulnya.

Karena itu, mari kita lakukan itu, biarlah kita takut dan hormat akan Tuhan serta senantiasa penuh harap kepada-Nya! 
Itu pesan khusus kepada saya dan kepada para sahabatku semua.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Kiranya kemurahan dan kesetiaan Allah menaungi kita.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Senantia Berkecukupan, Mau?


19 Oktober 2019

2 Korintus 9:8  
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Hal yang paling sering kita takuti adalah kekurangan. Naluri kita mungkin begitu. Sulit mengatakan kepada diri sendiri: Cukup!

Dari sisi lain, mungkin ada baiknya juga ada perasaan takut kekurangan, sebab hal itu membuat orang bersiap, kerja keras, gigih berusaha, selalu melakukan perubahan-perubahan postif, dan sebagainya.

Tapi betapa banyak orang stres karena rasa takut akan kekurangan itu.

Yang paling baik adalah orang gigih berusaha dan bekerja, tapi dasarnya bukan karena takut kekurangan, sebab Tuhan sanggup membuat kita tidak kekurangan, bahkan  melimpah dan berlebih. 

Marilah kita bersikap wajar terhadap diri kita, perlakukanlah  dengan baik diri kita dengan berprinsip:
• Meyakini bahwa Allah mampu menolong kita, Dia sanggup memenuhi kebutuhan kita.
• Kita tetap bekerja sebaik mungkin, gigih berusaha melakukan apa yang bisa kita lakukan; karena memang harusnya seperti itu.
• Jangan takut dan jangan khawatir berlebihan

Allah sanggup melimpahkan kasih karunia-Nya melimpah atas kita.

Selamat belajar.
Selamat Berakfitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa, 
Alamta Singarimbun-Bandung.

Kristus Yang Hidup Di dalam Aku


18 Oktober 2019

Galatia 2:20
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Siapapun kita, sesungguhnya diri kita bukan milik kita, tetapi milik Sang Pencipta. Kita milik Kristus. Kita hidup untuk Yesus Kristus. Kristus hidup di dalam kita.

Siapakah kita, sehingga Kristus mau hidup di dalam kita? 

Apakah karena kita lebih baik dari orang lain?
Tidak!

Apakah karena kita pernah berjasa kepada Tuhan, dan karena itu Tuhan behutang budi kepada kita?
Tidak!

Apakah karena kita lebih cerdas?
Tidak!

Alasan pemilihan Tuhan atas kita adalah misteri bagi diri kita sendiri, sehingga kita hanya mampu dengan berkata, "Semua itu karena kasih karunia Tuhan semata" 

Karena itu mari kita besyukur dan memuji-muji Tuhan atas pilihannya terhadap kita. 

Biarlah kita merasakan betul bahwa penyertaan Allah sempurna atas kita. 

Dan terlebih penting adalah agar hidup kita bersesuaian dengan  kerinduan-Nya atas kita, dengan cara taat dan tunduk kepada Dia yang ada di dalam hati kita.
Puji Tuhan !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani

Kiranya Tuhan menguatkan dan menolong kita untuk berkata seperti Galatia 2:20.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Dekat Dengan Tuhan


17 Oktober 2019

Mazmur 13:5-6
Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Salah satu bukti yang menunjukkan kedekatan dan keeratan kita dengan orang lain adalah dalam keterbukaan kita kepadanya... bahwa kita percaya kepadanya.

Apakah kita terbuka kepada Tuhan? 
Apakah kita merasa bebas membuka diri dan menceritakan diri kita apa adanya kepada Allah?
Apakah kita meyakini bahwa Allah dalam kemurahan-Nya mengasihi kita?

Dalam kelebihan dan kekurangannya, Daud dekat dengan Allah. Dia begitu merindukan hadirat Tuhan. Daud bernyanyi bagi Tuhan.

Dalam konteks hubungan antara sepasang muda-mudi, kerinduannya sering diekspresikan lewat lagu, atau bagi yang bisa... berpuisi. Meski lagu atau puisi itu nuansanya cengeng, tapi itu adalah ungkapan isi hati sesungguhnya... tulus...

Di tengah berbagai situasi kita, mungkin sedang ada kemelut atau perasaan gundah... mari kita datang mendekat kepada Allah Tuhan kita. Itulah hal paling baik dan terbaik yang dapat kita lakukan.

Hatiku siap
Ya Allah hatiku siap
Aku mau bernyanyi
Aku mau bermazmur

Bangunlah wahai jiwaku
Bangunlah gambus dan kecapi
Aku mau membangunkan fajar
🎼🎡🎢🎹🎷🎻🎺🎸

Selamat belajar
Selamat bekerja
Selamat melayani

Tuhan mengasihi kita.
Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pasti Adil Pemberian Tuhan


16 Oktober 2019

Matius 20:15  
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

Kita tahu latar belakang ayat di atas, yaitu ada seorang tuan pemilik kebun anggur mencari para pekerja. Telah disepakati berapa upah pekerja tersebut. 

Waktu memulai bekerjanya berbeda. Ada yang mulai dari pagi, ada yang dari siang, dan ada yang dari sore saat pekerjaan nyaris selesai.

Upah yang diberikan ke mereka sama besar secara kuantitas... tetapi tetap sesuai kesepakatan. Tidak ada perjanjian yang dilanggar oleh tuan kebun anggur. 

Hanya saja kemudian timbul rasa iri bagi yang merasa lebih berat bekerja sejak pagi. Ada pemikiran rasa tidak adil. Mereka protes. Lantas tuan berkata seperti ayat di atas.

Begitulah sering bagi kita yang bekerja dalam melayani Tuhan. Bisa jadi orang yang sudah lama melayani, merasa Tuhan tidak adil dalam memberi, lalu bertanya,  "Mengapa cuma segini bagian saya?" Lalu dibanding-bandingkanlah bagian kita dengan apa yang menjadi bagian orang lain... muncullah kata: tidak adil.

Marilah kita berhenti berpikir tentang upah dalam melayani. Yakinlah bahwa Allah Maha Adil. Semua kasih karunia. Kita yang tidak layak ini diberi kesempatan melayani, sungguh itu anugerah semata.

Tentang hal ini, Rasul Paulus berkata dalam
1 Korintus 9:18
Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Karena itu mari kita fokuskan hati kita untuk melayani. Profesi kita juga adalah pelayanan. Karir dan jabatan kita yang tinggi adalah tanggung jawab pelayanan. Kaum ibu yang sibuk di rumah mengurus rumah tangga adalah pelayanan. Rendahpun kedudukan kita di kantor, itu adalah pelayanan. Bisnis kita adalah pelayanan. Semua aktifitas yang kita lakukan adalah pelayanan. Bagi kita mestinya bekerja bukanlah sekuler... pekerjaan dan melayani Tuhan menjadi satu paket

Kita diingatkan bahwa dasar kita bekerja bukanlah apa yang akan kita peroleh, meski memang itupun penting. Utamanya adalah keseriusan kita... kualitas kerja kita. 

Pandangan kitalah yang sering error dalam memandang profesi dan pelayanan yang sering dilihat dan dikaitkan hanya dari sisi upah dan apa kata orang, padahal bagi Tuhan: seorang sopir bus adalah sama saja mulianya dengan direktur perusahaan bus itu... asalkan serius dan sungguh-sungguh dalam bagiannya masing-masing.
Puji Tuhan !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita dalam profesi dan dalam seluruh aktifitas kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Sepakat Dalam Tuhan


15 Oktober 2019

Matius 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Di dalam kebersamaan dan kebersatuan kita menjadi kuat. Firman Tuhan katakan, jika kita sepakat meminta kepada Bapa di Surga, maka Tuhan akan kabulkan permintaan kita. Ini tentu luar biasa.

Di sisi lain yang saya pikirkan dan renungkan dari ayat ini adalah bukanlah soal apakah permintaan kita dikabulkan atau tidak, sebab semua tentunya haruslah bergantung kehendak-Nya... namun kata kunci adalah sepakat. Artinya adalah kita sehati... kompak. Adakah kata lain yang lebih mengena?

Mendengar dan membaca apa kata Tuhan Yesus, maka bagi setiap orang percaya... dalam beragam dan berbagai latar belakang kita, marilah kita berupaya ke arah sepakat  di dalam Kristus. Itu rahasia kekuatan kita.

Ada perbedaan sangatlah wajar. Tapi semua itu jangan menghalangi kita dalam menjalin kebersamaan untuk ikut dipakai Tuhan menggenapi apa yang menjadi kehendak-Nya di bumi ini.

Sebelum kita meminta apa yang menjadi kerinduan hati kita, maka marilah kita membina kesepakatan dan hubungan baik di antara kita.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita senantiasa.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Nilai Dunia dan Nilai Nyawa Kita


14 Oktober 2019

Matius 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Berapakah harganya planet bumi ini?

Mungkin pertanyaan ini serasa tak berguna... buat apa? Apakah ada yang mau membeli? 
Siapa yang mau membeli?

Tetapi kalau masih saja kita coba menghitungnya secara biasa dengan melihat nilai materialnya, mungkin kita akan menemukannya juga... dan angka itu pastilah amat tinggi.

Tingginya nilai dunia ini, serasa tak berharga apa-apa dibandingkan dengan nilai nyawa kita. Itu kata Yesus yang menciptakan nyawa kita dan menciptakan dunia ini. Pastilah Yesus benar dalam membandingkan nilai nyawa kita dan nilai dunia ini.

Logikanya adalah bila nyawa seseorang hilang... meninggal dunia, tentu dia tidak bisa lagi menikmati atau merasakan apa yang ada di dunia ini. Dia sudah berada di alam lain. Tubuh fisiknya akan menyatu dengan material dunia ini menjadi unsur O, H, C, Ca, N, P, dan sebagainya. Sudah menjadi unsur bumi. Syukur-syukur kalau tubuh manusia menjadi fosil yang akan disimpan di museum dan akan digunakan para ahli kelak menjadi data penelitiannya. 
Hanya itukah?
Atau menjadi abu bagi yang dikremasi.

Lantas bagaimana dengan jiwanya? 
Ke mana itu?


Kita bersyukur bahwa di dalam Yesus Kristus jiwa kita aman. Kita telah ditebus oleh darah-Nya. Ada satu jaminan dan kepastian keselamatan bagi orang-orang yang telah percaya dan menerima Kristus. Kita nanti akan berada bersama Yesus dalam keabadian. Kita sedang menantikan saat yang indah itu.
Puji Tuhan!

Oleh sebab itu, tanpa bermaksud untuk mengurangi semangat kita untuk bekerja demi sesuatu... apapun itu di dunia ini, janganlah lupa untuk berpikir dan bekerja untuk hal-hal yang kekal sifatnya, karena semua kita akan ke SANA
Jangan abaikan ini!

Sahabat, sebelum tiba HARI BESAR itu, mari kita semangat bekerja, semangat berkarya, semangat belajar untuk mencapai cita-cita, dan semangat melayani. 

Biarlah totalitas hidup kita abdikan untuk Tuhan melalui profesi dan panggilan kita masing-masing.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Cara dan Jalan Hidup


13 Oktober 2019

Mazmur 16:11
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Tuhan yang tahu akan seluruh hidup kita. Jalan yang akan kita ketahui, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Hanya saja kita yang sering tidak menuruti jalan yang Dia ingin kita tempuh.

Bila kita turuti jalan-Nya, maka sesungguhnya kita akan bersukacita. Kita akan kuat dan diteguhkan. 

Pemazmur mengatakan berlimpah-limpah nikmat itu di dalam Tuhan. Oleh sebab itu mari kita berguru kepada Tuhan. Mari kita pegang erat firman-Nya dan lakukan itu. Itulah cara dan jalan hidup yang harusnya kita lalui, dan itulah yang terbaik.

Jadi bila kita ingin bersukacita yang sesungguhnya, bila kita ingin menikmati hidup yang sebenar-benarnya, belajarlah dan dengar-dengaranlah akan suara-Nya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Selesai Dengan Diri Sendiri


12 Oktober 2019

Kisah Para Rasul 9:15-16
Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.

Tuhan berkata kepada Ananias tentang Paulus yang telah bertobat, bahwa Paulus adalah orang yang telah dipilih menjadi alat bagi Tuhan untuk memberitakan nama-Nya.

Khusus bagi Paulus dalam panggilannya, dia akan menanggung banyak derita.

Tentu kita tidak harus sama dengan Paulus dalam hal deritanya dalam melayani Tuhan. Tapi kalaupun mirip-mirip, terimalah bahwa memang Allah ijinkan, atau suatu ketetapan Allah atas kita. 

Hal ini mengingatkan kita bahwa dibalik panggilan kita, sering akan ada harga yang harus rela kita bayar...
• mungkin kita ditolak,
• mungkin kita rela tidak sepenuhnya mendapat apa yang dulu menjadi cita-cita besar kita,
• mungkin kita dianggap aneh,
• mungkin kita harus memilih ikhlas dan merelakan karir kita tidak setinggi orang lain di dunia kerja,
• mungkin ... ... ...

Ada banyak kemungkinan yang kita belum tahu. Tapi tempuhlah... jalani saja. Tak perlu khawatir! Penyertaan Allah tetap.

Bila kita lebih utamakan panggilan kita dengan segala konsekwensinya daripada segala nikmat-nikmat dunia ini, itu artinya kita sudah selesai dengan diri kita di dunia ini. 

Tentu ini sering tidak otomatis, tetapi sebuah proses sebagai fungsi waktu bersifat asimtot, semakin lama semakin mendekat tergenapi.

Pertanyaannya adalah: apakah kita sedang dalam proses menuju selesai dengan diri kita di dunia ini?

Kitalah yang bisa dan berhak menjawab pertanyaan ini atas diri kita, bukan orang lain. Bahkan kitapun jangan berupaya menjawab selesainya orang lain dengan dirinya di hadapan Allah. Itu urusan masing-masing dengan Tuhan.

"Tuhan, ajarlah aku dan bawalah aku dalam proses hidupku untuk menjadi selesai dengan diriku di dunia ini... agar apapun yang Engkau tetapkan menjadi bagianku atas diriku, aku terima itu sebagai ketetapan-Mu. Bersama-Mu... aku tak akan goyah. Amin."

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menguatkan dan meneguhkan kita dalam panggilan masing-masing sesuai ketetapan-Nya.
Amin... Amin... Amin...

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...