Tampilkan postingan dengan label (15) Mei 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (15) Mei 2017. Tampilkan semua postingan

Ahli Bangunan


31-Mei-2017



Ibrani 3:4 

Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.



Diri kita bagaikan sebuah rumah yang sedang dibangun dan dibentuk oleh Allah yang bertindak sebagai AHLI BANGUNAN



Proses pembentukan kita belum selesai. Itulah sebabnya kita masih memiliki kelemahan dan pergumulan. Kita masih memiliki persoalan hidup. Terkadang masih saja keakuan dan aslinya kita muncul. 



Hendaknya kita tidak memakai kelemahan dalam hal tertentu sebagai alasan pembenaran diri, tetapi melalui itu kita semakin mengenal siapa diri kita dan dengan rendah hati kita merasakan bahwa kita sungguh membutuhkan pertolongan Tuhan membentuk kita.



Oleh sebab itu biarlah semakin nyata proses perubahan hidup kita ke arah yang Tuhan kehendaki, sehingga kita menjadi rumah yang semakin indah sebagai tempat Allah bersemayam.



Mungkin kita hanyalah sebuah rumah yang kecil mungil saja. Tetapi jika kita rela dibentuk Allah, kita pasti akan menjadi rumah yang menarik. Allah akan betah tinggal di dalamnya.



1 Korintus 6:19a 

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu...



Para sahabat, mari kita terus hidup di dalam proses pembentukan Tuhan.  Biarlah setiap saat dengan pertolongan-Nya diri kita sebagai rumah Allah tetap dibersihkan-Nya sebagaimana Dia mau.

Biarlah juga semua bagian hidup kita tersentuh oleh bentukan-Nya... semoga...



Selamat bekerja dan selamat beraktifitas.

Selamat melayani.



Tuhan memberkati kita. Amin.



Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,
Alamta Singarimbun - Bandung

Takut Akan Tuhan


30-Mei-2017



Amsal 15:33 

Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.



Salah satu kebutuhan manusia adalah merasa diterima dan dihargai. Sejalan dengan itu, salah satu keinginan manusia adalah dihormati. Adanya keinginan diterima, dihargai dan dihormati adalah wajar sebab itulah kodrat kita. 



Hanya saja sering orang mencari kehormatan dengan cara tidak hormat. Ada orang mencari hormat dengan menjatuhkan dan merendahkan orang lain. Ada juga yang berjuang mati-matian sekedar ingin dihormati. Bagi mereka pujian adalah segala-galanya. Jika tidak dipuji, kemungkinan dia marah atau memberi respons yang tak menyenangkan. Ada orang ingin dihormati berlebihan.



Amsal memberi resep yang harus ditempuh bagi setiap orang yang merindukan kehormatan yaitu takut akan Allah. Salah satu makna takut akan Tuhan adalah menghormati Tuhan, mau dididik oleh Tuhan dengan cara-Nya. itulah kehormatan sejati.



Setiap orang yang merindukan kehormatan haruslah terlebih dahulu siap merendahkan hatinya. Tanpa kerendahan hati, kehormatan dan pujian justru dapat menghancurkan kepribadian orang. Orang dapat menjadi sombong dan congkak. Orang dapat menjadi haus dan gila hormat.



Marilah kita hidup takut akan Tuhan! Tidak usah dan tak perlu mengejar-ngejar kehormatan diri dari manusia. Biarlah kita taat kepada apa yang diajarkan Yesus. 

Rajin belajar. 

Tekun bekerja. 

Fokus pada tujuan hidup.

Hidup mengabdi.

Lakukan segala sesuatu dengan cara terbaik.

Jalani perintah-Nya dengan setia. Itu saja....simpel



Kehormatan itu akan datang sendiri. Kalaupun tidak dihormati manusia tak apalah, kalau disayang Tuhan... itu LEBIH dari CUKUP melebihi penghormatan manusia... kok repot-repot?



Mari kita saling merendahkan hati dan saling membangun dalam Kristus. Marilah juga kita beri pujian yang wajar bagi orang-orang yang memang sepatutnyalah dipuji, agar mereka juga tetap dibangun dan bertumbuh di dalam Yesus. Puji Tuhan.



Selamat bekerja dan selamat beraktifitas.

Selamat melayani.



Tuhan memberkati kita. Amin.



Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,

Alamta Singarimbun – Bandung

Lakukanlah Itu


29-Mei-2017



Filipi 4:9

Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.



Ada seorang bapak yang mengatakan bahwa dia telah percaya kepada Kristus. Lantas dia ditanya beberapa hal berkisar soal pengetahuannya oleh Penetua gerejanya. Bapak itu tidak bisa menjawab dengan baik. Terasa sulit baginya memberi jawaban.



Penetua meragukan keyakinan bapak itu, kemudian bertanya, "Kalau begitu apa yang saudara tahu?" 



Bapak itu menjawab, "Tadinya saya sering tidak cocok dengan istri, soal-soal yang kecil dapat membuat kami bertengkar. Sekarang setelah percaya kepada Yesus, kami sudah berdamai. Tadinya anak-anak terasa jauh, sekarang kami sudah dekat dan akrab. Tadinya saya selalu bepikir buruk dan ada banyak tipu-tipu dalam usaha, sekarang saya dimampukan berpikir positif terhadap orang serta termotivasi belajar jujur dalam usaha. Sampai saat ini baru itulah yang saya tahu."



Penetua itupun mengangguk tanda setuju atas jawaban bapak itu.



Tentu kita haruslah terus belajar untuk mengetahui dan mendalami dasar-dasar dan pokok iman kita dari firman Tuhan. Dan apa yang kita ketahui itu akan semakin sempurna jika kita melakukannya. 



Jemaat Filipi diajak untuk melakukan apa yang mereka dengar, ketahui, pahami dan lihat dari kehidupan Rasul Paulus. Ajakan itu juga ditujukan kepada kita yang mengaku telah percaya dan menerima Kristus. 



Kita akan selalu dinilai orang dari apa yang kita lakukan, bukan dari apa yang kita tahu



Dengan demikian kitapun dapat merasa damai, tidak ada perasaan bersalah sebab kita menghidupi apa yang kita tahu dan yakini. 



Ingatlah selalu kata-kata: "Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan serta melakukannya"



Para sahabat... meski kita banyak gagalnya... jangan putus asa. Marilah kita bangkit lagi untuk melakukan kebenaran firman-Nya. Bersama Dia pasti kita bisa.



Selamat bekerja... selamat berkarya.

Selamat melayani.



Tuhan memberkati kita senantiasa. Amin.



Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,

Alamta Singarimbun – Bandung

Mengandalkan Tuhan


28-Mei-2017



Amsal 3:26 

Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.



Apa yang kita harapkan menjadi andalan hidup kita? Mungkin kita memiliki berbagai hal sebagai sandaran hidup.



Andalan dan sandaran utama kita adalah Tuhan. Mengandalkan Tuhan artinya mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Dia, serta yakin bahwa perbuatan dan tindakan-Nya senantiasa bertujuan membuat kita menjadi lebih baik.



Mengandalkan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan, meski kita merasa ada banyak ujian ketika kita bertahan untuk mengandalkan Dia. 



Halangan dan kegagalan kita mengandalkan Tuhan adalah bila kita merasa Allah itu abstrak. Kita membatasi Dia dalam keterbatasan kita dalam banyak hal. Kita lebih sering meyakini apa yang dapat dilihat dan dirasakan nyata secara fisik. Diri kita lebih sering cocok dengan apa yang dapat dirasa panca indra. Berbicara tentang Allah sering terasa itu terlalu ideal dan tidak nyata. Kita merasa lebih nyaman mengatur diri dengan kekuatan sendiri.



Sahabat yang kekasih, mari kita terus belajar mengimani bahwa pertolongan Tuhan nyata. Dia memang tidak kasat mata terlihat oleh mata jasmani kita karena Dia di atas itu. Perlu kita melatih diri untuk melihat dan meyakini melebihi jangkauan panca indra kita.



Selamat hari minggu dan selamat beribadah.



Tuhan Yesus sandaran hidup kita senantiasa melimpahkan kasih dan rahmat-Nya. Amin.



Salam dan doa,

Alamta Singarimbun - Bandung.

Sudah Dibenarkan


27-Mei-2017



Mazmur 37:25-27 

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya.



Menjadi tua adalah kodrat setiap manusia. Siapapun kita suatu saat akan menjadi tua. Atau mungkin sudah berada dalam posisi itu saat ini?



Alangkah indahnya bila kita mengalami seperti Daud katakan yaitu menjadi orang benar



Semua kita yang telah percaya dan menerima Yesus sudah dibenarkan. Kita tidak mampu melakukan kebenaran oleh kekuatan sendiri. Kebenaran mutlak datang dari Tuhan. 



Bagi semua orang yang telah dibenarkan hendaklah senantiasa melihat dam memeriksa diri agar tidak hanya secara status saja dibenarkan, tetapi betul-betul nampak oleh dunia ini bahwa dia adalah pelaku kebenaran, sehingga kebenaran itu dapat merambat ke orang-orang sekitarnya. Dengan demikian kita bersama-sama semakin merasa dan semakin menikmati janji dan berkat Tuhan.



Selamat beraktifitas.

Selamat berlibur.



Tuhan memberkati kita. Amin.



Salam dan doa,

Alamta Singarimbun – Bandung

Sumber Terang


26-Mei-2017



Amsal 4:18 

Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.



Proses hidup kita merupakan sebuah lintasan atau jalan searah, tidak dapat kembali. Angka usia kita bertambah terus... tidak dapat berkurang. Kita tidak dapat mengulang ke waktu yang sudah lewat dimana mungkin kita merasa gagal di situ.



Kita bersyukur kepada Tuhan Yesus oleh sebab anugerah-Nya kita diampuni dari dosa-dosa dan kegagalan masa lalu kita. Kalau bukan oleh anugerah-Nya kita habis dan binasa



Oleh anugerah-Nya itu kita dibenarkan dan bahkan dimuliakan.  



Oleh karena status kita sudah dibenarkan, maka marilah kita senantiasa hidup sesuai dengan status tersebut. Dengan demikian jalan kita semakin terang seperti fajar di pagi hari... terus bertambah terang. Hal ini akan terjadi bila kita berada dalam SUMBER TERANG.



Para sahabat, mari kita terus merindukan firman-Nya serta berkomitmen melakukannya. Apapun dan bagaimanapun situasi kita saat ini, jangan lewatkan saat indah bersekutu secara pribadi dengan SUMBER TERANG. itu.



Selamat bekerja... selamat berkarya.

Selamat melayani.



Tuhan memberkati kita senantiasa. Amin.



Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,

Alamta Singarimbun – Bandung

Pesan yang Sangat Penting


25-Mei-2017



Kisah Para Rasul 1:6-11 

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."



Dodorong oleh semangat nasionalisme yang tinggi, murid-murid Yesus bertanya  apakah Yesus mau mengembalikan dan memulihkan kerajaan Israel sebagai bangsa yang berdaulat. Sampai detik-detik terakhir mereka berharap akan hal itu, dan harapan itu mereka letakkan di dalam Yesus.



Tetapi Yesus berkata lain, sebab kedatangan Yesus bukanlah mengembalikan kejayaan kerajaan Israel, tetapi lebih dari itu... Yesus membangun KERAJAAN KEKAL DAN ABADI



Oleh sebab itu para murid disuruh menyaksikan dan mengumandangkan tentang KERAJAAN ALLAH itu sebagai saksi.



Ketika mereka berbicara, tanpa diduga Yesus terangkat ke Sorga. Pastilah murid-murid tak menyangka dan kaget. Mereka terus saja menyaksikan peristiwa luar biasa itu hingga Yesus tak kelihatan lagi karena awan menutupinya... SUNGGUH AMAT LUAR BIASA



Begitulah Tuhan Yesus Kristus naik ke SORGA... RUMAH DIA. yang sebenarnya, dan RUMAH SEBENARNYA bagi setiap orang yang percaya dan menerima Yesus.



Ketika murid-murid Yesus terpaku memandang Yesus yang tak kelihatan lagi oleh mata fisik mereka, para malaikatpun datang dan menyatakan bahwa Yesus akan datang kembali tak disangka-sangka seperti kenaikan-Nya ke sorga itu... Puji Tuhan



Para sahabat... kita bersyukur hari ini kita memperingati hari besar kenaikan Yesus ke RUMAHNYA yang sesungguhnya. Kita bersyukur bahwa Dia akan datang kembali lagi. Yakinkan dan pastikanlah keyakinan kita akan hal ini. Keyakinan inilah yang paling penting dan NOMOR 1 dalam hidup ini melebihi semua kepentingan kita, maupun kepentingan orang lain atas kita... bagi kita yang merasa diri kita penting.



Di dalam hal itu... sebelum Dia datang... mari kita terus menjadi saksi-Nya... sebab inilah pesan terakhirnya sebelum Dia naik ke sorga. Pesan ini sangat penting.



Para sahabat... selamat beribadah.



Tuhan Yesus yang telah naik ke sorga menyertai dan memberkati kita sebagai saksi-Nya. Amin.



Teriring salam dan doa,

Alamta Singarimbun – Bandung

Jawaban Jitu


24-Mei-2017



Yohanes 6:66-69 

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"

Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."



Karena merasa perkataan Yesus keras, maka banyak murid-murid Yesus yang mengundurkan diri. Mereka tidak lagi mengikut Yesus. 



Melihat itu, Yesus tidak merasa gusar. Malah Yesus menantang murid-murid lain yang masih bertahan apakah mereka tidak berniat mengundurkan diri dari Dia.



Petrus memberi sebuah JAWABAN JITU atas tantangan Yesus dengan menyatakan keyakinannya, "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi....."



Pengakuan dan pernyataan Petrus sungguh luar biasa. Dia tetap bersama Yesus. Dia mengatakan tidak ada pribadi lain yang lebih baik dari Yesus. Dia benar-benar memilih Yesus. Sebab memang benar bahwa hanya dalam Yesus ada jaminan, meski sering perkataan-Nya keras. 



Ada banyak hal yang menantang kita setiap saat. Kita harus memilih jalan Yesus atau jalan dunia... tetap percaya atau ragu kepada-Nya... tetap melakukan atau enggan ikut kehendak-Nya... tetap hangat atau dingin hubungan kita dengan Dia... tetap semangat atau sekedarnya saja kita mengikut Dia?



Mari kita teladani keputusan Petrus dengan memberi JAWABAN JITU atas setiap tantangan hidup. 



Hanya dalam Yesus ada hidup, sebab DIA KEHIDUPAN. Di luar Yesus kita tidak menjadi apa-apa. Sesulit apapun dan sepelik apapun situasi kita... tetaplah keluarkan dari perbendaharaan hati kita JAWABAN JITU... pilih dan ikut Yesus.



Para sahabat,

Selamat bekerja... selamat berkarya.

Selamat melayani.



Tuhan memberkati kita senantiasa. Amin.



Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,

Alamta Singarimbun – Bandung

Mendapatkan Jauh Daripada yang DIbayangkan


23-Mei-2017



1 Korintus 2:9 

Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."



Andaikan kita menceritakan warna merah kepada seorang buta sejak lahir yang tidak pernah melihat apapun, kira-kira apa dalam pikirannya tentang warna merah itu? 



Atau kita menceritakan pemandangan  laut dan gunung yang indah, seperti apa akan mereka bayangkan cerita kita? Pasti sangat terbatas gambaran mereka. 



Sekarang misalkan mata mereka dicelikkan... barulah mereka sadar apa itu warna merah... warna biru... dan warna-warna lain. Mungkin mereka perlu latihan khusus tentang warna. Mereka juga akan takjub melihat laut dan gunung yang indah. 



Orang buta yang disembuhkan itu amat kagum melihat detail dari objek cerita kita yang mereka dengar ketika mereka masih buta. Mereka akan sadar bahwa bayangan mereka sangat terbatas, banyak distorsinya... bahkan sama sekali salah. Pemahaman mereka sangat tidak lengkap akibat mata yang buta. Mereka bersukacita tiada taranya setelah melihat langsung dengan mata yang sudah terbuka dan berfungsi.



Rasul Paulus membukakan tentang rahasia kekayaan Allah yang akan kita lihat dan rasakan nanti. Saat ini kita belum mampu melihatnya oleh karena keterbatasan kita dalam banyak hal. 



Saat ini kita ibarat orang buta itu. Namun pada saatnya kita akan mendapatkan jauh di atas apa yang kita harapkan... apa yang kita bayangkan... apa yang kita cita-citakan. Allah memberi jauh lebih tinggi dan mulia melampaui ekspektasi kita... Puji Tuhan... luar biasa...!



Oleh sebab itu... marilah kita semangat hidup dan tetaplah setia kepada Tuhan. Taatlah kepada apa yang Dia suruh. Hendaklah dengan segenap hati kita melakukan apa yang terbaik. Rugi besar dan kita akan sangat menyesal jika kita mengabaikan suara dan perintah-Nya.



Para sahabat...

Selamat bekerja dan selamat berkarya.

Selamat melayani.



Tuhan memberkati kita senantiasa. Amin.



Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,

Alamta Singarimbun – Bandung

Buta Melihat Niat Baik


22-Mei-2017



Markus 3:1-2 

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.



Dalam pelayanan-Nya, orang-orang Farisi  selalu saja mencari-cari perkara dengan Yesus. Mereka ingin mempersalahkan Yesus agar dengan cara itu mereka ada alasan untuk menangkap dan menyingkirkan Yesus. Salah satu adalah persoalan waktu, dimana Tuhan Yesus sering menyembuhkan pada waktu hari sabat. 



Semestinya orang Farisi itu lega dan bersukacita jika ada orang sakit disembuhkan. Tetapi karena mereka terlalu kaku dengan aturan dan terlebih mereka ingin menangkap Yesus, pikiran mereka menjadi tertutup dan hati mereka degil.



Oleh karena Yesus mengalami penolakan luar biasa dari orang-orang Yahudi, maka kitapun sering berada di tengah-tengah keadaan seperti itu. Orang tidak lagi melihat tujuan dan niat baik kita. Oleh sebab itu marilah kita menjaga diri dan seluruh sikap kita agar jangan sampai ada hal-hal tertentu yang orang lain gunakan sebagai senjata untuk menjebak dan mempersalahkan kita. 



Namun bila kita sudah menjaga diri sebaik-baiknya dan tetap saja ada orang tertentu menunjukkan penolakannya, maka terimalah itu sebagai perkenan Tuhan untuk kita alami dan Dia akan memberi kakuatan sehingga kita dimampukan menghadapinya.  Dan tetaplah bersabar dan berbesar hati menerima setiap situasi yang tidak sesuai dengan harapan kita. Tuhan Yesus akan senantiasa mendampingi kita. Yang jelas tetaplah berdoa dan berusaha membawa damai Tuhan dimanapun kita berada. 



Para sahabat...

Selamat bekerja dan selamat beraktifitas.

Selamat melayani.



Tuhan memberkati kita senantiasa. Amin.



Salam dan doa,

Alamta Singarimbun – Bandung

Doa Tuhan Yesus Supaya Kita Bersatu


21-Mei-2017



Yohanes 17:21

Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.



Beberapa waktu lampau ada beberapa jemaat sebuah gereja yang sedang bertikai. Lalu masing-masing kelompok yang sedang bertikai itu mengadu ke pihak polisi. Masing-masing pihak mengklaim merekalah yang benar dan berhak atas gereja mereka. 



Polisi mengatakan, "Bukankah agama kalian dikenal sebagai agama yang penuh kasih. Selesaikan saja masalah kalian dengan kasih yang kalian ajarkan!"



Rasanya sebuah teguran keras apa yang disampaikan pihak kepolisian itu. 



 Salah satu isi doa Yesus adalah agar murid-muridnya bersatu. Meski perangai dan sifat murid-murid Yesus beragam, tapi mereka didoakan Yesus agar menjadi satu. 



Kita sebagai murid Yesus yang sangat beragam dari berbagai latar belakang hendaknya bersatu. Dengan demikian maka doa Yesus terpenuhi oleh kita.



Kebersatuan dalam keberagaman kita akan menjadi kesaksian bagi dunia ini bahwa kita murid Yesus. Dengan demikian dunia semakin percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah... Yesus adalah inkarnasi Allah yang telah datang ke dunia ini.



Para sahabat, marilah kita mewujudkan dan menggenapi doa Yesus dengan semangat kebersamaan dan kebersatuan kita. Marilah kita terus bertumbuh dalam kasih Yesus yang menjadi perekat kekeluargaan kita dalam Yesus. 



Dengan demikian visi dan misi Tuhan atas dunia ini akan segera tercapai dan hal itu akan mempercepat kedatangan-Nya untuk membawa kita ke dalam Kerajaan-Nya yang kekal. Puji Tuhan.



Selamat hari minggu dan selamat beribadah.



Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.



Salam dan doa,

Alamta Singarimbun - Bandung.

Cukuplah Kasih Karunia Tuhan



20-Mei-2017

2 Korintus 12:7-9 
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Rasul Paulus dipakai Tuhan sungguh luar biasa. Kalau kita membaca tulisannya, takjublah kita bagaimana Allah memakai Paulus meletakkan dasar dan pokok-pokok iman dan pengenalan kita akan Allah dalam pribadi Yesus. Teladan hidup dan kasihnya kepada jemaat, serta keyakinan dan ketaataannya kepada Tuhan sungguh tak terbantahkan bersuara keras memotivasi dan mengajak kita setia kepada Allah.

Akan tetapi Paulus tetaplah manusia biasa sama seperti kita dalam pergumulannya. Bahkan mungkin deritanya lebih parah. Dia juga tidak luput dari getirnya masalah hidup.  Allah mengijinkan Paulus mengalami kesakitan yang disebutkannya sebagai duri dalam tubuhnya.

Saya beberapa kali mengalami terkena duri... minggu lalu terkena duri rimbang. Apapun yang sedang saya lakukan tetap saja perhatian ke situ. Sakitnya luar biasa. Apalagi kalau sudah bernanah. Ingin segera duri itu dicabut. Begitulah kalau ada duri dalam tubuh. Dan itulah yang dialami Paulus. 

Paulus sudah berdoa agar duri itu dicabut. Tapi keluar jawaban Tuhan, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu..." Artinya duri itu tidak dicabut Tuhan.

Apa yang dialami Paulus yang disebutnya sebagai duri?
Mengapa Tuhan tidak mencabutnya?
Bukankah kalau duri itu dicabut akan membuat Paulus lebih sehat dan dia bisa labih kuat dan semangat melayani?

Ada banyak lagi pertanyaan kita tentang Paulus ini seolah kita membela Paulus, dan seolah bertanya-tanya seperti itukah Allah kita?

Namun disinilah diuji salah satu keunggulan pribadi Paulus yang sudah diubahkan yang harus kita teladani. Paulus menerima putusan Allah dengan bulat. Sama sekali dia tidak protes dan tidak demonstrasi kepada Allah. Malah Paulus berkata justru dia bermegah dalam kelemahannya dengan hadirnya duri ini. Dia merasa dengan demikian dia akan mengalami kekuatan Tuhan Yesus menaungi dia. Dan dari awalnya diapun berkata supaya dia tidak meninggikan dirinya... Sungguh ini luar biasa.

Apa duri-duri hidup kita?
Sehebat-hebatnya kita, pastilah ada duri-duri hidup kita.
Ada banyak bentuk duri-duri hidup yang sering menyita pikiran kita yang menyakitkan... duri memang memberi rasa sakit.
Tapi maukah kita menjadi luar biasa seperti Paulus dengan mengatakan, "Cukuplah kasih karunia Tuhan bagiku. Dengan duri ini aku akan semakin merasakan dan menikmati kasih-Nya"

Menjadi luar biasa tidak selalu diukir dengan banyaknya prestasi walau itu penting bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita mampu... tidak!
Namun luar biasa seseorang dari kacamata iman kita adalah ketika seseorang tetap bertahan dan setia kepada Tuhan di tengah-tengah adanya duri ujian hidupnya. Dia tidak protes kepada Allah meski pergumulan hidup banyak. 

Para sahabat yang kekasih... walau ada duri-duri hidup... mari kita tetap semangat... semangat... semangat !!!

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Apakah Permintaanmu Kepada Tuhan?



18-Mei-2017

Mazmur 27:4 
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Andaikan ada orang bertanya kepada kita apa permintaan kita dan apapun yang kita minta pasti dia berikan... apa permintaan kita?

Andaikan Tuhan saat ini curhat dengan kita dan Dia bertanya apa permintaan kita, apa yang mau kita minta? Tentulah banyak... segudang lebih permintaan akan terucap. Tapi Tuhan tanyakan apa yang menjadi nomor 1?  Pasti sulit menjawabnya.

Daud menginginkan dan meminta satu hal yang amat penting dan terpenting yaitu diam di rumah Tuhan seumur hidupnya... dekat dengan Tuhan dan berada di dalam hadirat Tuhan.

Keinginan Daud ini menjadi evaluasi kita dalam setiap doa-doa dan permohonan kita... apakah isi doa kita lebih cenderung disebut sebagai permintaan? ataukah doa yang kita naikkan menunjukkan hubungan baik dengan Dia dan  mengarahkan kita semakin dekat dengan Dia?

Tuhan memang mengajarkan kita untuk meminta kepada-Nya apa yang kita butuh. Namun sebagai anak-Nya, Dia terlebih ingin hati kita dekat dan menyatu serta berpadu dengan hati-Nya. 

Apakah keinginan hati kita terhadap Allah sama dengan keinginan-Nya terhadap kita? 
Bila iya... maka damai dan berbahagialah kita, karena beresonansi dan berpadulah cinta kasih mesra antara Allah dengan kita. Sebab sesungguhnya yang paling kita butuh bukan pemberian-Nya atas apa yang kita minta, tetapi yang paling kita butuh adalah Allah itu sendiri.. diri-Nya... Puji Tuhan... Haleluya... Amin...

Para sahabat...
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...