Tampilkan postingan dengan label (39) Sep 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (39) Sep 2019. Tampilkan semua postingan

Hidup Memuliakan Allah


30 September 2019

Efesus 2:10 
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Seandainya kita bisa menciptakan apa saja yang kita mau, apa yang akan kita ciptakan?

Pertanyaan lanjutan adalah untuk apa hal itu kita ciptakan?

Pastilah yang kita ciptakan itu bertujuan untuk menyenangkan hati kita. Kita ciptakan untuk kebanggaan kita.

Untuk apa kita dibuat dan diciptakan Allah?

Seorang penulis terkenal dengan bukunya yang laris terjual mengatakan bahwa kita diciptakan untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Rasul Paulus mengatakan bahwa kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik. Keinginan Allah adalah agar kita hidup di dalam tujuan untuk apa kita diciptakan. Allah mau itu.

Sebab itu marilah kita senantiasa memuliakan Allah dengan berbuat apa yang baik berupa:
• melayani dengan sungguh-sungguh,
• bekerja dengan tekun dalam profesi masing-masing, dapat dipercaya dalam tanggung jawab yang diberikan, apapun itu, bila memungkinkan ada prestasi-prestasi kerja yang bermakna bagi banyak orang,
• dalam konteks khusus, kita bertujuan menolong orang percaya untuk berfokus kepada Kristus, 
• dalam masyarakat umum yang heterogen, kita berperan menghadirkan Kerajaan Allah... menolong orang bahwa ada Allah yang harus kita taati, dan bila keadaan sudah memungkinkan bawalah mereka untuk percaya dan menerima Kristus.

Mari kita fokuskan hidup kita untuk melakukan apa yang baik sebagai wujud dari tujuan untuk apa kita diciptakan Allah. Jangan tunda-tunda, lakukanlah hari ini juga sesuai kapasitas dan peran yang Tuhan beri.

Selamat belajar.
Selamat betaktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Hadir Menjadi Berkat


29 September 2019

Kejadian 13:6-7  
Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.
Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

Terkadang adanya ketidaksepahaman atau perselisihan dalam keluarga, atau antara sesama, bahkan dalam gereja/persekutuan... bukanlah karena kekurangan, tetapi justru dalam kelimpahan, atau malah disebabkan kelebihan.

Begitulah yang terjadi antara gembala Abraham dengan gembala Lot. 

Ternak mereka luar biasa banyaknya, sehingga bersaing berebut padang rumput. Akibatnya; Abraham dan Lot tidak dapat lagi berdampingan diam rukun bersama.

Mirip-mirip kisah ini bisa terjadi dalam hidup kita; bersaing dalam dunia usaha, sikut-sikutan beroleh jabatan, tak mau mengalah dalam pembagian warisan... banyak lagi...
Ironinya: juga perselihan berebut pengaruh dalam pelayanan, dan sebagainya... ini sungguh menyedihkan.

Marilah kita mengoreksi dan menilik hati kita. Biarlah berkat yang kita terima dari Tuhan, membuat hidup kita memberkati sebanyak mungkin orang. 

Pakailah kelebihan kita dalam hal tertentu untuk melengkapi apa yang masih kurang.

Gunakanlah hikmat yang Tuhan beri untuk menjadi solusi hidup bagi banyak orang.

Hadirlah untuk membawa angin segar dan menyejukkan.

Meski kita juga rasanya banyak kekurangan, tapi berilah semangat dan dorongan agar orang-orang sekitar kita menjadi optimis.

Meski hak kita diselewengkan dan kita tidak dihargai orang, dan mungkin jerih lelah kita tidak mendapat sambutan,  orang-orang bersikap dingin kepada kita... tak apa-apa. Tuhan Maha Tahu. Serahkan saja kepada Dia. 

Tetaplah konsisten dan semangat dan antusias dengan apa yang kita yakini dalam Kristus. Itu sajalah kita lakukan. Dari Tuhan upah kita. 

Pintu yang kita harapkan mungkin tertutup, tapi pasti ada pintu lain Tuhan bukakan. 

Kalaupun bukan pintu yang Tuhan bukakan, mungkin hanyalah jendela sempit saja. Bersyukurlah! 

Kalaupun bukan jendela yang terbuka, mungkin hanyalah celah kecil saja. Itupun tak mengapa. Asalkan melalui celah kecil itu ada mengalir SINAR ILAHI... itu sudah amat memuaskan dan lebih dari cukup! 

Puji Tuhan !
Muliakanlah Tuhan Yesus !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita untuk menjadi berkat bagi sesama kita.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Memberi Yang Terbaik Bagi Kita


28 September 2019

Matius 7:9-11   
“Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Seorang ayah akan selalu memberi apa yang baik kepada anak-anaknya.

Ketika ayah tidak memberi kepada anaknya, mungkin ada 3 hal utama penyebabnya, yaitu:
1. Apa yang diminta, tidak sesuai atau tidak cocok dalam pandangan sang ayah, mungkin ada bahaya-bahaya tertentu jika permintaan sang anak dikabulkan.
2. Sang ayah sedang menunda, dengan maksud untuk menguji kesabaran anaknya, sebab hal ini sangat penting untuk karakter sang anak, terutama dalam hal kesabaran.
3. Apa yang diminta memang tidak/belum ada, artinya mungkin situasi dan kondisi membuat sang ayah belum memungkinkan untuk memberi.

Di luar ketiga hal tersebut, pastilah seorang ayah akan memberikan apapun yang diminta anaknya, meskipun ayah tersebut dinilai orang kurang baik. Apalagi kalau ayah yang baik, pasti dia ingin selalu memberi yang terbaik kepada anak-anaknya.

Allah adalah Bapa kita. Allah sungguh baik dan sungguh mengasihi kita. Kita percaya itu, dan memang itu benar!

Dalam hal memberi, dari 3 hal yang disebutkan di atas, yang ke-3 (nomor 3), tidak berlaku bagi Allah, sebab Dia sanggup berbuat apa saja kepada kita sesuai sifat-Nya.

Oleh sebab itu kita bersyukur dan memuji Tuhan, sebab Dia sungguh baik, dan Dia akan selalu memberi apa yang terbaik bagi kita.
P u j i  T u h a n   ! ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bertumbuh Dalam Firman Untuk Berbuah


27 September 2019
Lukas 8:15 
“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang penabur yang menabur benih, ada berbagai tipe tanah tempat jatuhnya benih itu.

Dalam Lukas 8:1, disebutkan tipe tanah yang baik. Dalam tipe ini, benih tumbuh dengan baik dan normal. Dengan pertumbuhan yang baik, akhirnya keluar buah. Inilah hasil yang ditunggu.

Bagaimana dengan kita?

Apakah kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus?

Apakah firman yang kita dengar dan pelajari terus bekerja dalam hidup kita, sehingga terus-menerus ada perubahan dalam karakter kita menjadi semakin serupa dengan Kristus? 

Hal tersebut, wujudnya terlihat dalam karakter kita.

Biarlah hati kita menjadi tipe tanah yang subur untuk bertumbuhnya firman Allah. Karakter Kristus adalah idealisme kita sebagai anak-anak Allah. Biarlah itu menjadi semakin nyata dalam keseharian kita.

Untuk itu, kita sungguh butuh penyertaan Kristus. Kita bergantung kepada Dia. Beri diri kita dipimpin Roh Kudus melalui ketaatan... kita mau bayar harga. Kita harus saling membangun. 

Walau buah-buah hidup kita belumlah banyak, bahkan ibarat pohon... sedang belajar berbuah, bertekunlah... teruslah bertumbuh... bertumbuhlah terus.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita untuk terus bertumbuh semakin mengenal Dia dan hidup kita menuju berbuah banyak.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pertolongan Tuhanlah yang Kita Butuh


26 September 2019

Yohanes 5:5-9 
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Ada seorang yang sakit sudah cukup lama di tepi kolam Betesda. Dia menantikan air kolam itu bergoncang, tetapi sayangnya, dia tidak mampu masuk ke dalam kolam itu. Sudah selama 38 tahun dia seperti itu menunggu. 

Persoalan utamanya adalah tidak ada yang menolong... dia butuh bantuan untuk dipapah ke dalam kolam. Mungkin rasa sakitnyapun semakin parah jadinya.

Saat Tuhan Yesus bertanya kepadanya apakah dia mau sembuh, orang tersebut tidak menjawab secara eksplisit keinginannya untuk sembuh. Dia langsung menjawab kepada apa yang dia pikirkan sebagai kebutuhannya, yaitu adanya orang yang bersedia mengangkat dan memasukkan dia ke dalam kolam. 

Boleh jadi, ketika Tuhan Yesus menyapa dia, dia berharap Yesus mungkin akan bersedia menemani dan mendampingi dia. Ketika nantinya air kolam bergoncang, Tuhan Yesus yang akan mengangkat dia ke kolam. Pikiran dia seperti itu.

Akan tetapi Tuhan Yesus tidak perlu mendampingi dia menanti air kolam itu bergoncang. Dengan kuasa-Nya, langsung saja Tuhan Yesus menyembuhkan dengan cara-Nya. Tuhan Yesus berkuasa.

Tuhan mengenal kita. Dia menawarkan pertolongan dalam menghadapi kehidupan ini. Namun dalam mengatasi masalah, kita sering menghadapinya dengan cara kita. Mungkin sudah lama kita seperti itu. Atau kita sedang berharap ada orang-orang yang akan memberi pertolongan. 

Kita berharap sesuatu sesuai konsep yang kita bangun dalam pikiran. Kita berharap dan bergantung kepada sesuatu yang tidak pasti.

Memang kita dapat dan haruslah berupaya untuk memanfaatkan kebolehan dan kemampuan kita plus bantuan orang-orang tertentu untuk menghadapi masalah. Tetapi bila itu saja... tidaklah cukup. Kita butuh pertolongan Tuhan.

Oleh karena itu, mari kita percayakan hidup ini kepada Yesus sepenuhnya. Yesus PEMIMPIN kita.

Tuhan Yesus akan bertindak dan berbuat melebihi apa yang mampu kita pikirkan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Amin

Salam dan doa,
AlamtaSingarimbun-Bandung

Meneladani Kristus dan Menjadi Teladan


25 September 2019

1 Korintus 4:16 
Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Istimewa dan indah sekali kehidupan Paulus yang dapat mengatakan kepada orang-orang Korintus, "Turutilah teladanku!"

Pastilah berat sekali dapat mengatakan seperti itu, dan memang faktanya demikian perjuangan Paulus.

Bagaimana dengan kita?

Semua tentu adalah proses. Butuh waktu. Tapi jika waktu lebih cepat... akan lebih baik.

Paling tidak, biarlah kita dapat berkata-kata dengan tutur kata yang baik, hangat dan santun. Kata-kata kita berisi. Biarlah kata-kata kita selalu bertujuan membangun dan menguatkan orang lain... sambil kitapun terus berproses menuju apa yang kita ucapkan. 

Kitapun teruslah berjuang di dalam dan bersama Kristus agar hidup kita dapat menuju seperti Paulus, dimana tanpa kata-katapun, orang melihat dan terdorong melakukan apa yang orang lihat yang sedang kita lakukan. 

Kuncinya adalah mari kita taat mulai dari hal-hal sederhana. Pegang janji-janji Allah. Teladani kehidupan Yesus, dan juga tempuhlah jalan-jalan kehidupan orang-orang yang hidup mengasihi Kristus. 

"Tuhan Yesus, mampukanlah kami yang lemah tak berdaya apa-apa ini untuk taat dan meneladani Engkau, sehingga kamipun dimampukan hidup menjadi teladan bagi orang lain. Ampunilah kami dalam banyaknya kami gagal menjadi teladan bagi orang sekitar kami. Walau tak seberapa, biarlah hari inipun ada yang dapat kami lakukan sebagai wujud teladan yang baik bagi sesama kami. Amin"

Selamat belajar. 
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menolong kita menjadi teladan yang baik bagi sesama. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berdoa Kepada Tuhan Bagi Kotamu


24 September 2019

Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Dalam status bangsa Israel yang akan terbuang, nabi Yeremia berpesan dan menasihati bangsanya agar melakukan paling tidak dua hal, yaitu:
1. Agar di tempat pembuanganpun, bangsanya tetap berpikir dan berusaha untuk sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera.
2. Agar di tempat pembuanganpun, bangsanya berdoa untuk terwujudnya damai sejahtera.

Sebagai bangsa yang terbuang, bangsa Israel pastilah mengalami derita. Bangsa ini akan menjadi warga kelas bawah. 

Secara manusia, mereka wajar berpikir susun strategi dan berjuang untuk membebaskan diri. Segala cara haruslah dilakukan untuk mengubah status mereka sebagai bangsa terbuang untuk kembali ke negeri mereka. Namun di tengah-tengah situasi seperti itu, nabi Yeremia menyerukan sesuatu yang sangat menyejukkan; berupaya dan berdoa untuk sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera di negeri pembuangan.

Di negeri ini, kita bukanlah suku atau bangsa yang terbuang, tetapi kita ditempatkan Allah menjadi warga negara yang sama dan sederajat. Oleh sebab itu... sudahkah kita berupaya dan berdoa untuk kedamaian dan kesejahteraan bangsa kita?

Beragam tentunya upaya yang dapat kita lakukan bagi negara dan bangsa kita. Bila diambil skala 1 hingga 10, kita berada di angka berapa? Maksimumkanlah angka kita, sesuai peran masing-masing.

Di tengah-tengah maraknya beban bangsa kita, dan tingginya cita-cita serta banyaknya permintaan kita dalam doa, adakah di situ terisi doa bagi negara dan bangsa kita?

Marilah kita menjadi bagian dari orang-orang di negeri ini yang senantiasa berkeinginan, berdoa dan berupaya untuk kesejahteraan kita bersama.
M a r i  ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan memperlengkapi kita untuk membawa damai dan sejahtera di manapun kita berada.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bermegah Dalam Nama Tuhan


23 September 2019

Mazmur 20:7 
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Pada zaman Daud yang menulis ayat Mazmur di atas, juga pada zaman sebelumnya, atau beberapa saat setelah itu, kuda dan keretanya sangat berperan, terutama pada saat perang. Kereta dan kuda adalah lambang kekuatan dan kegagahan. Kereta dan kuda adalah sarana vital untuk menang dalam arena tempur.

Pada saat ini, mungkin sudah bukan lagi jamannya kereta atau kuda jadi simbol power. Ada kekuatan lain yang lebih canggih berupa kecerdasan, asset, kedudukan, dan sebagainya. Kekuatan itu mungkin kita tulis dan kita ekspresikan dalam bentuk kata-kata, atau gambar, dan sebagainya. Mungkin manusia bangga dan sungguh mengandalkannya.

Tetapi bagi kita, kekuatan kita adalah Tuhan. Kemegahan utama kita adalah Allah Pencipta Alam semesta ini beserta segala isinya.
Puji Tuhan !!

Mari kita sungguh bersyukur karena kita adalah anak-anak Allah Maha Tinggi. Walau kita orang biasa-biasa saja dan masih terus saja memiliki pergumulan dan berbagai kesulitan, namun hati kita lega karena kemegahan kita adalah Allah Bapa yang dapat diandalkan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus memberkati.
Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menghormati dan Memuji Tuhan


22 September 2019

1 Timotius 1:17   
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Salah satu obat manjur yang dapat kita rasakan adalah ketika kita menghormati dan memuji- muji Tuhan. 

Bentuk kehormatan dan kemuliaan bagi Tuhan dapat diekspresikan melalui doa, pujian, dan ketaatan kita.

Dalam doa-doa kita, sering porsi permintaan lebih besar dan lebih banyak daripada kerinduan kita untuk menyembah Dia.

Dengan menyembah Tuhan, kita dengan sadar merendahkan dan memperkecil diri kita di hadapan Tuhan... dan memang kita rendah dan kecil adanya di hadapan-Nya.

Ketika kita meninggikan diri merasa diri besar di hadapan Tuhan, dan ketika kita merasa berjasa... maka itulah awal lemah dan kandasnya hubungan baik kita dengan Tuhan. Tentu saja hal ini harus dihindari.

Sahabat...
Sudahkah kita menyembah Dia sepenuhnya?

Hormat bagi Allah Bapa
Hormat bagi Anak-Nya
Hormat bagi Rohul Kudus
Ketiganya Yang Esa
Haleluya Haleluya Haleluya
Ketiganya Yang Esa
🎵🎶🎵🎶🎙🎹

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberi kekuatan bagi kita untuk senantiasa menyembah dan meninggikan Dia.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bekerja Karena Yakin Tuhan Penuhi


21 September 2019

Filipi 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Salah satu yang menjadi sumber kekhawatiran kita adalah kekurangan, utamanya khawatir dalam finansial. 

Oleh sebab itu betapa sering kita terlalu hitung-hitungan dan mungkin juga bekerja berlebih dari semestinya.

Karena begitu  beratnya kita rasakan beban terhadap keuangan, maka apa yang sebetulnya ada pada kita, tidak dapat kita nikmati lagi.

Firman Tuhan ingatkan agar kita percaya kepada Tuhan; bahwa Dia akan memenuhi apa yang kita perlu dan butuhkan. 

Tidak berarti bahwa kita malas-malasan bekerja atau tidak berupaya apa-apa... kita memang harus tekun bekerja. Tetapi ,di atas itu semua, Tuhan yang memberi rejeki kepada kita. Allah memenuhi segala apa yang kita butuhkan. Kita harus ingat dan yakin hal ini, agar kita tidak takut kekurangan. Tuhan akan selalu menjaga dan memelihara hidup kita.

Mari kita bekerja dengan sebaik kita bisa, tetapi di atas itu yakinlah akan kasih sayang dan pemeliharaan Allah atas hidup kita.

Biarlah seimbang antara kita bekerja dengan penyerahan kita kepada Allah.

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati kita berdasarkan kasih sayang-Nya.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun.

Hidup Dalam Kebenaran


20 September 2019

Yesaya 32:17 
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Dalam Yesaya 32:17 di atas ada beberapa kata-kata kunci positif, dan kata-kata itu saling berhubungan, yang dimulai dari kata kebenaran.

Tuhan Yesus tidak hanya berbicara tentang kebenaran, tetapi Dia adalah kebenaran itu sendiri. Dia adalah sumber kebenaran.

Oleh sebab itu, yang amat penting kita lakukan adalah mari kita hidup di dalam terang kasih Yesus. 

Mari berdoa agar kita dikuatkan Tuhan untuk selalu merindukan apa yang benar, memikirkan apa yang benar, melakukan apa yang benar, berjuang untuk apa yang benar, dan mendukung orang-orang yang melakukan apa yang benar. 

Bila hal itu kita lakukan, meski kita orang sederhana yang biasa-biasa saja, Tuhan akan berkenan. 

Walau kita tidak berkapasitas besar, namun pengaruh kita yang mungkin kita merasa tak seberapa akan merambat. Artinya adalah bahwa sesungguhnya semua kita berperan sebagai agen-agen kebenaran yang dapat dipakai Tuhan melengkapi dan menggenapi Yesaya 32:17.

Mari kita berjuang di dalam kuasa dan kasih Yesus untuk hidup dalam kebenaran.

Selamat belajar.
Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menolong kita hidup dalam suasana Yesaya 32:17.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menjadikan Diri Sebagai Hamba


19 September 2019

1 Korintus 9:19
Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Rasul Paulus menjadikan dirinya hamba terhadap semua orang dengan maksud dan tujuan agar orang-orang percaya kepada Kristus.

Menjadikan diri sebagai hamba dapat dipahami dalam beberapa pengertian, misalnya:
• Tidak memandang dan tidak menganggap diri lebih baik dari orang lain,
• Bersikap hormat dan sopan terhadap orang lain,
• Bersedia dan siap sebagai penolong, bukan membebani orang,
• Lebih memilih sikap menundukkan diri mengalah dari pada merasa menang sendiri,
• Tidak bersikap penuntut, tetapi berlapang hati,
• Tulus hati,
• Tak berlebihan dalam penampilan... sederhana,
• Tidak keras kepala,
• Dan sebagainya.

Hal seperti itulah dilakukan Paulus, seolah dia tidak berhak atas haknya. Dia berkomitmen hidupnya untuk orang lain. Semua itu demi kemajuan Injil.

Walau sulit melakukan apa yang dilakukan Rasul Paulus, namun begitulah semestinya hidup kita. Begitulah mestinya idealisme dan prinsip tertanam kuat dalam hidup kita.

Mari kita berdoa dan mendekatkan diri serta membuat hati terpaut kepada Allah, agar Dia menolong dan memberi kemudahan untuk berprinsip seperti Rasul Paulus. 

Semua itu bukanlah agar kita populer dan bercokol dalam hati ingin dipuji-puji... jauhlah ! Akan tetapi agar Injil Kerajaan Allah menyebar dan muncul banyak murid-murid Yesus. 

Alangkah indahnya jika kita menjadi murid-murid Yesus yang hidup meneladani Rasul Paulus hamba-Nya terkasih.

Selamat belajar.
Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Allah adalah Pemimpin Kita


18 September 2019

1 Korintus 3:6-7 
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan

Kita sungguh bersyukur karena Allah berkenan melibatkan kita dalam rencana-Nya atas dunia ini. 

Apapun peran kita, tidaklah masalah, asalkan itu memang benar-benar panggilan hidup kita. 

Rasul Paulus mengatakan ada yang menanam, ada yang menyiram. Atau dua-duanya. 

Boleh jadi kita menolong yang menyiram atau mendukung yang menanam. 

Atau kita yang ditolong dalam menanam dan dibantu untuk menyiram.

Bayangkanlah kita dalam sebuah pertempuran. Ada pasukan infantri di front depan, didukung bantuan tempur artileri dari belakang. Juga ada pasukan kaveleri dengan kuda, panser dan tanknya mendukung. Ada pasukan Angkatan Udara dengan pesawatnya yang canggih menolong. Ada Angkatan Laut yang membela kita dengan kapal perangnya yang tangguh. Sebelumnya ada pasukan khusus mendahului. Ada intel mencari informasi. Dan sebagainya. 

Semua itu penting dan harus bersatu. Harus ada komando dari seorang pimpinan agar koordinasi jelas. Tujuannya adalah kemenangan. 

Begitulah kita. Apapun peran kita dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan, kita sama-sama berjuang melayani. 

Mari kita lakukan pelayanan kita dengan baik dan penuh dedikasi kepada Allah yang kita kenal dalam Yesus.

Allah adalah PEMIMPIN kita. 
Allah yang terpenting dalam pelayanan kita. 
Allah yang utama. 
Allah yang memberi pertumbuhan.  
Allah yang harus kita dengar dalam pelayanan kita. 
Orientasi dan fokus dalam pelayanan kita adalah DIA

Yang penting ajaran kita jangan melenceng dari ajaran Yesus. Periksa dan kontrol apa yang kita ajarkan berdasarkan kebenaran Injil. Harus seperti itu!

Dengan setia dan semangat serta penuh keyakinan didasarkan kasih kita kepada Allah, marilah kita kosisten hidup melayani dalam panggilan kita.

Selamat belajar 
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita dalam panggilan-Nya.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Terus Dibangun dan Dilengkapi Oleh Allah


17 September 2019

1 Petrus 5:10   
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Seseorang yang telah membangun rumah dan menempatinya, dia akan terus merawat rumahnya. Dia berusaha memperlengkapi dan memperindah rumahnya, agar dapat tinggal di dalamnya lebih nyaman dan aman serta hangat.

Bagi kita yang telah menerima Kristus, kita seumpama bangunan rumah tersebut. Kita jangan telah merasa selesai!  Akan tetapi  teruslah bertumbuh dan diperlengkapi untuk siap melakukan apa yang menjadi kerinduan Tuhan Yesus atas diri kita. 

Biarlah diri kita menjadi bangunan dan rumah yang didiami oleh Roh Allah; dimana Roh Allah betah tinggal di dalam diri kita.
1 Korintus 3:16
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Bila kita rasa-rasakan... betahkah Roh Allah berdiam dalam diri kita?

Orang-orang pintar dan ahli mungkin bangga karena dalam dirinya tinggal ilmu pengetahuan... dan agak-agak sombong karena merasa berpengetahuan dan bergengsi oleh gelar-gelarnya... wajar jugalah ya... sebab itu hasil jerih payahnya yang harus kita hargai.

Namun sesungguhnya, bila kita sadar bahwa diri kita menjadi bejana tempat tinggal Roh Allah, sesungguhnya kita melebihi orang-orang pintar dan ahli. Bayangkanlah Allah menyatu dan bersekutu dengan diri kita. 
Luar biasa !
Tetapi tentu hal itu bukan untuk disombongkan, tetapi untuk disyukuri karena kita telah dilayakkan oleh Allah Sumber Anugerah.

Para sahabat, marilah kita terus dibangun dan dilengkapi oleh Allah dengan kebenaran firman-Nya. Allah mau itu.

Biarlah diri kita sedang terus-menerus tanpa henti diteguhkan, dikuatkan, dan dikokohkan menjadi wadah tempat berdiamnya Roh Allah. Dan tentunya kitapun sebagai anak-anak Allah wajib saling membangun dan saling meneguhkan.
S e m o g a  ! ! !

Selamat belajar 
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita dalam saling membangun menjadi rumah dan bait-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menyelaraskan Jalan Hidup


16 September 2019

Amsal 16:2  
Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Agar hidup kita lebih baik ke depan, maka kita haruslah berencana. Harus ada strategi hidup. Kita harus menggunakan pikiran kita.

Dalam hal itulah, betapa banyak orang menganggap bahwa apa yang dia lakukan baik. Kita memang harus memiliki percaya diri

Akan tetapi percaya diri saja tidak cukup. Kita haruslah terbuka kepada pimpinan Tuhan. Kita mungkin merasa bahwa jalan yang kita tempuh adalah baik dan bersih adanya. Semua akan baik-baik saja. Namun bagi kita haruslah Tuhan terlibat, agar apa yang kita bangun teruji atau tahan uji oleh kebenaran Tuhan.

Apabila kita melibatkan dan menyerahkan segala rencana dan tujuan hidup kita kepada Tuhan, maka Dia akan dipermuliakan... dan Dia akan memberi kekuatan dan memberkati.

Oleh sebab itu, mari kita selaraskan jalan hidup kita ke masa depan dengan mewujudkan kerinduan Allah atas kita. Tempuh dan berjalanlah dalam koridor dan kehendak-Nya. Itulah hal terbaik yang semestinya kita lakukan.

Selamat belajar 
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati.
Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Mengutamakan Yesus


15 September 2019

Kolose 1:18-19
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia

Tuhan Yesus lebih utama dalam segala sesuatu. Oleh sebab itu, semestinyalah apa yang menjadi rencana dan keputusan kita, semuanya menyatakan kemuliaan-Nya.

Mungkin dalam menjalani apa yang menjadi komitmen kita, kita tidak diuntungkan, seolah tak beroleh apa-apa, bahkan merugi. Namun kalau melalui itu Tuhan Yesus diutamakan dan ditinggikan, jangan pernah ragu... teruslah!

Apa yang kita perbuat demi kemuliaan dan keutamaan Kristus, sekarang saja rasanya berat, habis-habiskan waktu dan tenaga saja, serta serasa tertinggal dari orang-orang. Tenang sajalah, sebab sesungguhnya tidak ada yang sia-sia dengan semua hal yang kita lakukan untuk kemuliaan, kehormatan dan keutamaan Kristus.

Apapun yang kita terima dan apapun bagian kita, asalkan kita hidup mengutamakan Yesus... berbahagialah!

Jika kita menyadari hidup kita tidak menjadikan Dia yang utama... berubahlah! Datanglah kepada Tuhan! Ubahlah pandangan kita! Bila kita lakukan ini, pastilah Tuhan senang. Seumpama Tuhan menulis "WA" ke kita, Dia akan dahului dengan: 
👍👌👏💓💞💖😊😍

Betapa senangnya !
*P u j i   T u h a n  ! !*

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberi kekuatan dan semangat bagi kita untuk menjadikan Dia yang *UTAMA* dalam hidup kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Jangan Tersesat


14 September 2019

Mazmur 119:176 
Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.

Kita dahulu tersesat oleh dosa-dosa kita, tetapi ketika kita percaya dan menerima Kristus, maka kita sudah dipulihkan dan diselamatkan.

Walau demikian, masih ada kemungkinan kesesatan-kesesatan lain yang kita lakukan. 

Mungkin pikiran kita belum sepenuhnya benar. 

Atau kebiasaan-kebiasaan lama belum terkikis secara keseluruhan... belum tuntas 

Mungkin pula ajaran-ajaran lain yang tidak sesuai dengan firman Tuhan mempengaruhi. 

Kita juga mungkin belum sepenuhnya berada dalam panggilan Tuhan yang semestinya kita tempuh. 

Banyak lagi... sehingga kita berada dalam kondisi tersesat.

Dalam hal ini, yang terbaik yang kita lakukan adalah menyerahkan diri dan berserah kepadaTuhan. 

Kita berharap dan meminta kepada Tuhan agar jika kita berada dalam kondisi-kondisi tidak benar, Allah dengan cara-Nya mencari kita... mengingatkan kita untuk kembali.

Untuk itu kita harus memiliki sikap terbuka kepada Tuhan melalui firman-Nya. Itulah sebabnya mengapa kita sungguh butuh mendengar, membaca, mempelajari dan merenungkan firman-Nya. Juga kita perlu menghafalkan firman Tuhan.

Sejalan dengan itu, kita juga butuh terbuka mendengar nasihat orang-orang yang mengasihi Tuhan.

Jangan abaikan dan jangan anggap remeh dengan kesesatan, walaupun nampak kecil. Hal itu dapat membesar dan dapat berdampak buruk dan fatal ke depan bagaikan illustrasi rumus sederhana:
∆E = R x ∆e
dimana; 
∆E: simpangan, aktualisasi kita
R: radius; mencerminkan jarak yang kita tempuh  seiring berjalannya waktu... yang kita tempuh setiap hari dalam hidup ini
∆e: kesalahan awal

Sebab itu mari kita jaga dan cermati ∆e masing-masing. Jagalah dan kontrol itu... selalu kembalikan ke angka sedemikian sehingga totalnya NOL, sehingga kita selamat sentosa sampai tujuan akhir sesuai kehendak dan rancangan Allah bagi kita masing-masing.

Mari kita lanjutkan pertumbuhan iman kita dengan belajar firman-Nya dan memiliki sahabat-sahabat iman.

Dengan demikian kesesatan-kesesatan dapat kita hindari. Hidup kita terpelihara dengan aman di jalan Tuhan.

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memelihara serta menuntun kita untuk hidup dalam kebenaran sesuai firman-Nya.
Amin.

Teriring salam dan doa, 
Alamta Singarimbin-Bandung

Kemuliaan Allah


13 September 2019

Kisah Para Rasul 6:15
Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

Ketika Stefanus dihadapkan ke Mahkamah Agama, orang-orang yang hadir di situ melihat muka Stefanus seperti muka seorang malaikat.

Tidak jelas bagaimana sesungguhnya wajah seorang malaikat, sebab tidak pernah bertemu malaikat, walau kita yakin ada banyak malaikat Tuhan mengeliling orang-orang percaya yang takut akan Tuhan;
Mazmur 34:7
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Walau akhirnya Stefanus meninggal dengan cara dilempari orang-orang karena kesaksiannya tentang Yesus, namun sesungguhnya kematiannya adalah sebuah kemuliaan. Wajahnya seperti malaikat... 
Luar biasa!

Upayakan dan dapatkanlah kemuliaan dan kemegahan dunia ini kalau memang masih bisa, tetapi harus dengan cara yang benar dan tujuan mulia. Akan tetapi ingatlah, semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan dari Allah.

Tentu juga tidak harus kita mengalami persis seperti pengalaman Stefanus, kalau bisa kiranya Tuhan meluputkan kita dari siksaan berat. Namun kemuliaan seperti Stefanus merupakan kerinduan kita, dimana kita bertahan dalam iman walau situasi sulit, bahkan mungkin di bawah tekanan berat.

Dan tentu yang sangat disayangkan adalah kebalikan dari pengalaman Stefanus, dimana ada orang  meninggalkan kemuliaan Allah dalam Kristus demi kemuliaan dunia yang akan binasa ini. Janganlah!

Berilah kemuliaan bagi Tuhan, dan biarlah kemuliaan-Nya nyata dalam hidup kita

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Warisanku dan Pialaku


12 September 2019

Mazmur 16:5
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Warisan sangatlah berharga. Bagi orang-orang tertentu warisan  memiliki nilai histori dan menjadi kenangan. Banyak orang yang sampai bertengkar dan berperkara karena soal warisan. 

Bagi para olahragawan atau orang-orang yang ikut dalam perlombaan, tujuan mereka adalah beroleh piala. 

Piala adalah sebagai tanda juara menunjukkan kemenangan. Begitu memperoleh piala, para juara sering menciumnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi diiringi oleh tepuk tangan yang meriah oleh para penonton yang menyaksikannya.

Apa warisan yang akan kita terima?
Apa piala yang akan kita cium dan mengangkatnya tinggi- tinggi?

Mungkin di dunia ini, tidak semua kita mendapat warisan melimpah. Tidak semua kita beroleh kesempatan mendapat piala kemenangan. Namun kita sesungguhnya akan mendapat warisan dan piala kekal dari Tuhan yang jauh lebih indah dan mulia. Bahkan warisan dan piala yang akan Allah beri kelak tidak perlu diperbandingkan karena memang sangat berbeda. Bagaimana kita perbandingkan antara fana dan kekal? 
Tidak bisa! 

Allah akan memberi kita warisan dan piala yang kekal.

Allah akan memberi kita warisan dan piala yang mulia.

Allah akan memberi kita warisan dan piala NOMOR SATU.

Bahkan Tuhan Yesus telah memberi diri-Nya bagi kita melebihi warisan dan piala yang sedang kita bicarakan.
Wow.... Puji Tuhan!

Sudahkah kita yakin dan sudahkah kita melihat dengan iman akan warisan dan piala itu?
Semoga sudah! 

Dengan keyakinan iman yang teguh bahwa kita akan bertemu Kristus dan Dia akan memberi warisan dan piala kekal, mari kita semakin mengenal Tuhan Yesus yang akan memberikannya. 

Terimalah Yesus dan ikut serta taatlah kepada-Nya.

M a r i... ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita untuk mengisi hidup kita dengan bekerja sungguh-sungguh, dan melayani dengan setia menjelang hari-H, dimana Dia akan berikan warisan dan piala itu.
Amin... Amin... Amin...

Teriring dalam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Model Hidup Yang Membangun


11 September

2 Korintus 6:3   
Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

Rasul Paulus sangat menjaga dirinya dalam semua hal agar tidak ada orang yang tersandung. Sebaliknya Paulus selalu berupaya agar apapun yang dia perbuat, hal itu membuat orang-orang diteguhkan dan dibangun imannya.

Kita wajib menjaga diri, agar orang lain melihat Kristus dalam hidup kita. 

Jagalah seluruh perkataan dan tindakan agar orang-orang tidak ragu dan tidak bimbang dengan keyakinan yang kita miliki. 

Walau sedang sulit jalan yang kita hadapi dan banyak rintangan yang menghambat, tetaplah setia kepada Tuhan dan lakukanlah ajaran-Nya dengan tekun. Dengan demikian setiap orang yang belum percaya, tertarik kepada Kristus yang sudah kita terima. 

Biarlah keteguhan hati dan sentuhan teladan hidup kita... membuat orang yang telah percaya diteguhkan dan disemangati oleh model hidup yang kita sedang perjuangkan.

Besar atau kecil peran kita, tidaklah masalah... tetaplah berjuang di dalam Kristus, agar hidup kita dapat Tuhan pakai untuk keagungan dan kemuliaan nama-Nya. 
Mari kita lakukan!

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menguatkan kita untuk tetap setia di dalam jalan-Nya, agar kita dipakai oleh-Nya untuk saling melengkapi dan saling membangun.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...