MENCARI-CARI PUJIAN

9 April 2024

Mencari-cari Pujian

Mazmur 75:6-7 

Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

Pada dasarnya manusia ingin dipuji dan ditinggikan. Ini boleh saja jika wajar dan tepat waktunya. 

Dalam taraf tertentu, ada orang-orang yang rasanya tidak terlalu butuh lagi akan harta, tetapi mereka butuh eksistensi dan citra diri dalam bentuk pengakuan dan penghormatan serta pujian. Ini adalah juga wajar. Memang kita seharusnyalah memberi penghormatan yang patut kepada siapapun. Ingatlah bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah pengakuan dan penghormatan; dan bila itu dapat kita beri... berilah!

Tetapi bagi orang yang ingin dihormati, terutama bagi setiap orang yang pecaya kepada Kristus, diingatkan bahwa tidak perlu mencari-cari penghormatan dari orang-orang. Kata pemazmur: pujian itu tidak dari timur dan tidak dari barat yang penuh dengan manusia. Bahkan tidak juga dari padang gurun yang mungkin sedikit manusianya.

Kita meyakini bahwa sesungguhnya penghormatan bukan dari manusia, tetapi dari Tuhan. Dia SANG HAKIM sebagai penentu atas segala sesuatu.

Stop Expecting the Church To Promote You - From His Presence®

Penghormatan dari manusia sering berubah-ubah dan sangatlah terbatas. Penghormatan manusia berdasarkan kondisi dan waktu, dan juga bergantung kepada apa yang mampu kita beri. Orang yang memberi dipuja-puji, orang yang tak mampu memberi dilupakan. Inilah natural manusia. Kita terima sajalah ini sebagai hal yang lumrah.

Akan tetapi pujian dan penghormatan dari Allah tetap dan kekal. Pujian dari Allah adalah kemuliaan dan kehormatan yang sifatnya abadi.

Nasihat orang bijak...

Adalah lebih baik memuji daripada dipuji. itulah ciri orang baik. Salah satu maknanya adalah tidak usah mencari-cari pujian, tetapi jangan lupa memuji orang. Nasihat ini dapat kita lakukan, sebab bagi kita pujian dari Allah sudah lebih dari cukup. Apa yang kurang?

Selamat beraktivitas.

Selamat melayani.


Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati. Amin.

Teriring salam dan doa,

Alamta Singarimbun - Bandung


Jangan Takut, Ada TUHAN!!

Kamis, 21 Januari 2021

Keluaran 14:13 

Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.”

Ketika bangsa Israel dalam perjalanan menuju Tanah kanaan, tibalah mereka pada saat yang amat menegangkan. Mereka dikejar oleh Firaun dan pasukannya. Sementara di hadapan mereka ada bentangan laut luas yang tidak mungkin dilewati. Mereka tidak punya kapal penyeberang. Ke mana mereka akan lari?

Jika pada saat itu kita ada dalam rombongan orang Israel tersebut, pastilah kita merasa sangat tercekam dan stress berat. Perasaan takut dan mengerikan menghantui. Terbayang wajah Firaun dan bala tentaranya yang bengis tak bersahabat.

Dalam kecemasan, orang Israel mungkin mengeluarkan kata-kata pedas, cercaan dan hinaan terhadap Musa yang dinilai tidak siap dan tidak layak memimpin. Mereka mungkin berteriak keras, "Musa, mengapa engkau membawa kami ke tepi laut ini!? Lihatlah dari arah sana Firaun datang! Apa-apaan ini?"

Namun syukurlah, Tuhan beserta mereka. Tuhan memahami kesulitan mereka, meskipun mereka tidak memahami Tuhan dan jalan-jalan-Nya. Bahkan mereka sering memberontak, tidak taat dan bersungut-sungut.

Lihatlah apa kata Musa, "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya."

Ya…Tuhan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya bagi orang Israel umat-Nya

Luar biasa Tuhan!

Kita tahu akhir kisah ini, dimana Firaun dan segenap pasukannya tertelan air laut yang menyatu kembali selagi mereka di tengah laut yang terbelah dalam upaya mengejar umat Israel. Di sisi lain, orang Israel sudah sampai di seberang sana dihantar tangan Tuhan yang kuat dan perkasa.

Kita juga mungkin saat ini sedang dihadapkan dengan masalah berat. Ada yang sakit. Ada yang kehilangan pekerjaan. Ada yang sulit dalam karirnya. Ada yang kesepian. Bahkan ada yang kehilangan orang yang sangat dicintai. Sedih dan hancur rasanya hati ini.

Akan tetapi kita diingatkan, dihiburkan serta dibesarkan hati kita. Masih ada kepastian akan harapan di dalam otoritas Tuhan. Harapan ini sungguh sangat besar dan meyakinkan...

•           Ada Tuhan yang menjaga kita

•           Ada Tuhan yang menolong kita

•           Ada Tuhan yang menjadi pelindung kita

•           Ada Tuhan yang mendengarkan kita

•           Ada Tuhan Pemilik Kerajaan Surga menolong kita.

Sahabat...

Kita diajak beriman dan melihat betapa Tuhan akan menepati dan menggenapi segenap dan seluruh janji-Nya.

Lihatlah Tuhan!

Puji Tuhan!

 

Selamat beraktifitas.

Tuhan menjaga, memelihara dan memberkati kita. Amin

Salam dan doa,

Pdt Alamta Singarimbun

Campus Chappel

Loyalitas Anda Seperti Apa?

 Rabu, 20 Januari 2021

Lukas 9:23

Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Sebagai murid Kristus...

• sejauh mana kepatuhan dan loyalitas kita kepada Dia?,

• sejauh mana kita siap mengikut jalan-Nya?,

• sejauh mana kita rela memikul salib sebagai tanda kesetiaan kepada Kristus?.

Kalau pegawai tidak loyal kepada atasan atau instansinya mungkin disebabkan pimpinannya kasar dan tidak menghargai anak buahnya. Mungkin ada janji-janji yang tidak dipenuhi. Mungkin gaji tidak layak. Mungkin tenaga terlalu diperas tetapi tidak seimbang dengan bonus kerja... itu semua mungkin saja.

Pimpinan di dunia ini dapat berlaku curang. Akan tetapi Tuhan Yesus tidak mungkin berlaku curang. Dia adalah Allah yang adil dan selalu mengingat kita.

Tuhan sangat baik dan dapat diandalkan. Kitalah yang sering berubah pikiran dan berubah setia. Tuhan Yesus tidak sama dengan pemimpin dunia ini yang sering berlaku tidak adil dan tidak berjuang sepenuhnya untuk anak buahnya.

Tuhan Yesus setia dan sungguh amat baik. Tubuh-Nya hancur di Golgota untuk kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak taat dan tidak patuh kepada-Nya. Kepatuhan kita kepada Yesus akan kita tuai kelak sebagai berkat yang keindahannya tiada taranya..

Mari kita sungguh-sungguh menjadi murid Kritus yang sejati. Mari kita belajar terus untuk setia mengikut Kristus dengan siap menyangkal diri, memikul salib kita setiap hari, dan ikutlah Dia.

Selamat beraktifitas. Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

 

Salam dan doa,

Pdt Alamta Singarimbun

Campus Chappel

Modal Keberanian

Selasa, 19 Januari 2021

Efesus 3:12

Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.

Kalau direnungkan dan disadari siapa kita dan siapa Allah, sungguh kita tidak layak. Kita semua terhilang. Kita semua bagaikan kain kotor tak pantas di hadapan-Nya.

Akan tetapi karena kemurahan hati Tuhan dan kasih karunia-Nya yang tak terhingga di dalam Kristus, kita telah diangkat dan dierima-Nya sepenuhnya.

Itulah yang menjadi dasar bagi kita untuk berani datang kepada Dia. Itulah yang membuat kita dengan lega dapat berkata seperti rasul Paulus, "Di dalam Yesus aku berani datang kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh imanku kepada-Nya.

Itulah nyanyian kemenangan iman kita.

Itulah nyanyian syukur kita.

Itulah pujian kita tanpa henti kepada Yesus.

Itulah kekuatan kita untuk tetap bertahan, bahkan terus maju walau ada banyak rintangan, dan ada banyak badai hidup menyerang.

Walau kekuatan kita sering melemah di tengah situasi tidak bersahabat, namun bersama Tuhan Yesus kita mampu... kita kuat. Yakinlah!

Sebagaimana kita berani datang kepada Allah di dalam Kristus, keberanian itu juga menjadi modal kita berani dan tanpa ragu menghadapi tantangan jaman ini.

Sahabat...

Tetaplah kuat dan tetaplah semangat!

Selamat beraktifitas.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.


Salam dan doa,

Pdt Alamta Singarimbun

Campus Chappel


THIEF ... PENCURI


22 Juni 2020

THIEF … PENCURI

Lukas 23:32-33, 39-43
32. Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.
33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."


Membaca bagian firman Tuhan di atas saya teringat sebuah lagu berjudul Thief, lagu ini saya dengar sekitar 15 tahun lalu. Lagu ini dinyanyikan oleh Third Day, group band rock yang spesialis menyanyikan lagu-lagu rohani dengan genre rock. Berikut ini cuplikan bait pertama lyric lagu Thief

I am a thief, I am a murderer
Walking up this lonely hill
What have I done? No, I don't remember
No one knows just how I feel
And I know that my time is coming soon

Penyaliban adalah bentuk hukuman yang diterapkan oleh Kekaisaran Romawi pada masa-masa awal tahun Masehi. Hukuman mati disalibkan adalah hukuman mati bagi penjahat kelas berat. Penjahat kelas berat itu digambarkan dalam lyric ini “what have I done? No, I don’t remember” … dia tidak ingat kejahatan apa saja yang sudah dia lakukan karena hidupnya memang sebagai penjahat sehingga begitu banyaknya kejahatan yang dia lakukan sampai-sampai dia lupa.
Ay. 32 mengatakan bersama Tuhan Yesus ada dua penjahat yang digiring menuju bukit Golgota. Penjahat yang digambarkan dalam lagu ini adalah penjahat yang berada di sebelah kanan Tuhan Yesus. Walau dalam perjalanan menuju Golgota orang banyak bergerombol sambil menyoraki dan menghina Yesus tapi penjahat itu merasa kesepian membawa salibnya sebab dia tahu waktunya sudah dekat untuk mati.

Who is this man? This man beside me
They call the King of the Jews
They don't believe that He's the Messiah
But somehow, I know that it's true

They laugh at Him in mockery
And they beat Him 'til He bleeds
And they nail Him to the rugged cross
They raise Him, yeah, they raise Him up to me

Bait dua dari lyric lagu Thief menggambarkan bahwa penjahat itu tidak mengenal Tuhan Yesus sebelumnya. Dia tahunya Tuhan Yesus dipanggil oleh orang-orang yang menyalibkan-Nya sebagai “King of the Jews”. Dia tahu orang-orang itu menyebut-Nya raja orang Yahudi dengan nada ejekan karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias. Dalam Alkitab tidak diceritakan bagaimana penjahat di sebelah kanan Yesus menjadi percaya, berbeda dengan penjahat sebelah kiri Yesus yang ikut menghina Yesus (ay 39). Penjahat sebelah kanan Yesus menegur penjahat sebelah kiri itu lalu menyatakan mereka (kedua penjahat itu) memang bersalah dan layak dihukum sedangkan Yesus tidak bersalah (ay. 40, 41)… lyric “But somehow, I know that it’s true” juga menunjukkan hal tersebut. Penjahat tersebut secara tidak sadar percaya begitu saja kepada Tuhan Yesus. Pastilah Roh Kudus yang menyadarkan penjahat sebelah kanan ini dan bekerja melalui penjahat ini, seperti ditegaskan dalam 1 Kor. 12:3  “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

My time has come and I'm slowly fading
I deserve what I receive
Jesus when You are in Your kingdom
Could You please, please remember me?

Ay. 42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." adalah pernyataan iman penjahat di sebelah kanan Yesus. Dia percaya Tuhan Yesus sebagai Raja dan memohon dengan sangat kepada-Nya untuk mengingat dia saat Tuhan Yesus menjadi Raja. Bait keempat lagu Thief ini juga mau menunjukkan hal yang sama, pengakuan dosa dan sadar bahwa waktunya sudah dekat.

And He looks at me still holding on
The tears fall from His eyes
And He says I tell the truth
Today, you will be with Me in paradise
And I know that my time, yes my time is coming soon
And I know that my time, yes my time, is coming soon
And I know Paradise, Paradise is coming soon

Sesuai lyric lagu ini, penjahat sebelah kanan Yesus menggambarkan bagaimana respon Yesus yang sudah menderita di kayu salib. Respon Yesus atas permohonan penjahat yang baru percaya itu adalah melihatnya, air matanya menetes, dan mengatakan “I tell the truth… today, you will be with Me in paradise”… ay 43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." … lalu penjahat itu katakan “and I know Paradise, Paradise is coming soon”
Sungguh tak terbayangkan, kasih karunia Tuhan … pengampunan Tuhan Yesus berlaku sampai detik-detik terakhir hidup manusia. Dia sabar menunggu pertobatan manusia. Sebenarnya kesempatan pertobatan yang sama juga tersedia bagi penjahat yand di sebelah kiri Yesus, dia bertemu juga Yesus pada saat-saat akhir hidupnya, dia bersama-sama Yesus membawa salib menuju Golgota tapi dia memilih mengejek Yesus mengikuti orang banyak yang menyalibkan Dia.

Mungkin kita mengatakan dalam hati, “saya bukanlah penjahat” jadi saya tidak perlu bertobat … beranikah kita mengatakan kita lebih baik dari penjahat tadi?... status kita di hadapan Tuhan adalah sama yaitu manusia berdosa … manusia berdosa yang tidak memiliki harapan, manusia yang hanya menuju kematian neraka kekal… namun karena kasih Allah, Tuhan Yesus menderita menanggung dosa kita di salib, Dia mati untuk dosa-dosa kita, … lalu Dia bangkit untuk menyertakan kita dalam kemenangan-Nya mengalahkan kematian kekal… sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya dan bertobat diberikan-Nya keselamatan… mari ambil langkah iman sekarang, percaya dan bertobatlah jangan menunggu sampai detik-detik terakhir seperti penjahat tadi karena kita tidak tahu apa yang terjadi sejam/dua jam/besok hari/lusa … betapa bersoraknya malaikat di Surga atas setiap orang bertobat sejak dini karena petobat-petobat itu dapat menjadi partner Tuhan Yesus dalam mengabarkan Injil Keselamatan. Amin.

Tuhan memberkati,

Lukas

Berikut link lagu Thief – Third Day… selamat menikmati dan merenungkannya.


atau klik video berikut:

Bertekunlah

PA Permata Sektor On Line, 7 Juni 2020
PENTAKOSTA

Bahan: Kisah Para Rasul 2:41-47
Tema: BERTEKUNLAH

Mari kita PA-kan Kis 2:41-47 untuk mempelajari karakteristik bertekun jemaat dalam gereja mula-mula yang dapat kita teladani, khususnya dalam hal ini Permata:

1. Karakteristik apa saja dalam jemaat mula-mula dalam ay. 41-42??...
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Pertama: menerima perkataan/BERTEKUN dalam PENGAJARAN rasul-rasul
Kedua: BERTEKUN dalam PERSEKUTUAN
Ketiga: BERTEKUN dalam BERDOA

2. Karakteristik apa saja dalam jemaat mula-mula alam ay. 43-45??
2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Keempat: BERTEKUN dalam BERSATU
Kelima: BERTEKUN dalam BERBAGI

3. Karakteristik apa saja dalam jemaat mula-mula dalam ay. 46-47??
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Keenam: BERTEKUN MENYEMBAH
Ketujuh: Mereka BERSUKACITA (gembira)
Kedelapan: Mereka DISUKAI SEMUA ORANG

Kedelapan karakteristik jemaat mula-mula ini dapat juga disebut sebagai kualitas pertumbuhan jemaat,… jika Permata Bandung Pusat mau bertumbuh maka kedelapan kualitas pertumbuhan ini harus mulai ditumbuhkan di Permata Bandung Pusat, mulai dari setiap pribadi, sektor, lalu permata runggun.

Sering sekali kita melakukan suatu kegiatan di Permata dengan harapan banyak yang datang (kuantitas), namun kita kurang memperhatikan kualitas delapan karakteristik jemaat mula-mula tadi….
Perhatikan ay. 47 … Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan
- karena ada pertumbuhan kualitas akan disusul oleh pertumbuhan kuantitas
- yang menambahkan jumlah mereka adalah Tuhan, Tuhan senang melihat pertumbuhan kualitas maka Dia percayakan pertambahan orang yang percaya… bagaimana dengan kegiatan-kegiatan yang permata lakukan apakah menambah kuantitas permata yang percaya dengan usaha sendiri atau focus dulu kepada pertumbuhan kualitas permata Bandung Pusat kemudian Tuhan akan percayakan jumlah permata-permata yang percaya.

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...