Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.
Pada dasarnya manusia ingin dipuji dan ditinggikan. Ini boleh saja jika wajar dan tepat waktunya.
Dalam taraf tertentu, ada orang-orang yang rasanya tidak terlalu butuh lagi akan harta, tetapi mereka butuh eksistensi dan citra diri dalam bentuk pengakuan dan penghormatan serta pujian. Ini adalah juga wajar. Memang kita seharusnyalah memberi penghormatan yang patut kepada siapapun. Ingatlah bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah pengakuan dan penghormatan; dan bila itu dapat kita beri... berilah!
Tetapi bagi orang yang ingin dihormati, terutama bagi setiap orang yang pecaya kepada Kristus, diingatkan bahwa tidak perlu mencari-cari penghormatan dari orang-orang. Kata pemazmur: pujian itu tidak dari timur dan tidak dari barat yang penuh dengan manusia. Bahkan tidak juga dari padang gurun yang mungkin sedikit manusianya.
Kita meyakini bahwa sesungguhnya penghormatan bukan dari manusia, tetapi dari Tuhan. Dia SANG HAKIM sebagai penentu atas segala sesuatu.
Penghormatan dari manusia sering berubah-ubah dan sangatlah terbatas. Penghormatan manusia berdasarkan kondisi dan waktu, dan juga bergantung kepada apa yang mampu kita beri. Orang yang memberi dipuja-puji, orang yang tak mampu memberi dilupakan. Inilah natural manusia. Kita terima sajalah ini sebagai hal yang lumrah.
Akan tetapi pujian dan penghormatan dari Allah tetap dan kekal. Pujian dari Allah adalah kemuliaan dan kehormatan yang sifatnya abadi.
Nasihat orang bijak...
Adalah lebih baik memuji daripada dipuji. itulah ciri orang baik. Salah satu maknanya adalah tidak usah mencari-cari pujian, tetapi jangan lupa memuji orang. Nasihat ini dapat kita lakukan, sebab bagi kita pujian dari Allah sudah lebih dari cukup. Apa yang kurang?
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati. Amin.
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu:
"Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN,
yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat
hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.”
Ketika bangsa Israel dalam perjalanan menuju Tanah kanaan, tibalah
mereka pada saat yang amat menegangkan. Mereka dikejar oleh Firaun dan
pasukannya. Sementara di hadapan mereka ada bentangan laut luas yang tidak
mungkin dilewati. Mereka tidak punya kapal penyeberang. Ke mana mereka akan
lari?
Jika pada saat itu kita ada dalam rombongan orang Israel tersebut,
pastilah kita merasa sangat tercekam dan stress berat. Perasaan takut dan
mengerikan menghantui. Terbayang wajah Firaun dan bala tentaranya yang bengis
tak bersahabat.
Dalam kecemasan, orang Israel mungkin mengeluarkan kata-kata
pedas, cercaan dan hinaan terhadap Musa yang dinilai tidak siap dan tidak layak
memimpin. Mereka mungkin berteriak keras, "Musa, mengapa engkau membawa
kami ke tepi laut ini!? Lihatlah dari arah sana Firaun datang! Apa-apaan
ini?"
Namun syukurlah, Tuhan beserta mereka. Tuhan memahami
kesulitan mereka, meskipun mereka tidak memahami Tuhan dan jalan-jalan-Nya.
Bahkan mereka sering memberontak, tidak taat dan bersungut-sungut.
Lihatlah apa kata Musa, "Janganlah takut,
berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya
hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu
lihat lagi untuk selama-lamanya."
Ya…Tuhan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya bagi orang Israel
umat-Nya
Luar biasa Tuhan!
Kita tahu akhir kisah ini, dimana Firaun dan segenap pasukannya
tertelan air laut yang menyatu kembali selagi mereka di tengah laut yang
terbelah dalam upaya mengejar umat Israel. Di sisi lain, orang Israel sudah
sampai di seberang sana dihantar tangan Tuhan yang kuat dan perkasa.
Kita juga mungkin saat ini sedang dihadapkan dengan masalah berat.
Ada yang sakit. Ada yang kehilangan pekerjaan. Ada yang sulit dalam
karirnya. Ada yang kesepian. Bahkan ada yang kehilangan orang yang sangat
dicintai. Sedih dan hancur rasanya hati ini.
Akan tetapi kita diingatkan, dihiburkan serta dibesarkan hati
kita. Masih ada kepastian akan harapan di dalam otoritas Tuhan. Harapan ini
sungguh sangat besar dan meyakinkan...
• Ada
Tuhan yang menjaga kita
• Ada
Tuhan yang menolong kita
• Ada
Tuhan yang menjadi pelindung kita
• Ada
Tuhan yang mendengarkan kita
• Ada
Tuhan Pemilik Kerajaan Surga menolong kita.
Sahabat...
Kita diajak beriman dan melihat betapa Tuhan akan menepati dan
menggenapi segenap dan seluruh janji-Nya.
Lihatlah Tuhan!
Puji Tuhan!
Selamat beraktifitas.
Tuhan menjaga, memelihara dan memberkati kita. Amin
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku,
ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Sebagai murid Kristus...
• sejauh mana kepatuhan dan loyalitas kita kepada Dia?,
• sejauh mana kita siap mengikut jalan-Nya?,
• sejauh mana kita rela memikul salib sebagai tanda kesetiaan
kepada Kristus?.
Kalau pegawai tidak loyal kepada atasan atau instansinya
mungkin disebabkan pimpinannya kasar dan tidak menghargai anak buahnya. Mungkin
ada janji-janji yang tidak dipenuhi. Mungkin gaji tidak layak. Mungkin tenaga
terlalu diperas tetapi tidak seimbang dengan bonus kerja... itu semua mungkin
saja.
Pimpinan di dunia ini dapat berlaku curang. Akan tetapi
Tuhan Yesus tidak mungkin berlaku curang. Dia adalah Allah yang adil dan selalu
mengingat kita.
Tuhan sangat baik dan dapat diandalkan. Kitalah yang sering
berubah pikiran dan berubah setia. Tuhan Yesus tidak sama dengan pemimpin dunia
ini yang sering berlaku tidak adil dan tidak berjuang sepenuhnya untuk anak
buahnya.
Tuhan Yesus setia dan sungguh amat baik. Tubuh-Nya hancur di
Golgota untuk kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak taat dan tidak patuh
kepada-Nya. Kepatuhan kita kepada Yesus akan kita tuai kelak sebagai berkat yang
keindahannya tiada taranya..
Mari kita sungguh-sungguh menjadi murid Kritus yang sejati.
Mari kita belajar terus untuk setia mengikut Kristus dengan siap menyangkal
diri, memikul salib kita setiap hari, dan ikutlah Dia.
Selamat beraktifitas. Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Amin.
Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah
dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
Kalau direnungkan dan disadari siapa kita dan siapa Allah,
sungguh kita tidak layak. Kita semua terhilang. Kita semua bagaikan kain kotor
tak pantas di hadapan-Nya.
Akan tetapi karena kemurahan hati Tuhan dan kasih
karunia-Nya yang tak terhingga di dalam Kristus, kita telah diangkat dan
dierima-Nya sepenuhnya.
Itulah yang menjadi dasar bagi kita untuk berani datang
kepada Dia. Itulah yang membuat kita dengan lega dapat berkata seperti rasul
Paulus, "Di dalam Yesus aku berani datang kepada Allah dengan penuh
kepercayaan oleh imanku kepada-Nya.
Itulah nyanyian kemenangan iman kita.
Itulah nyanyian syukur kita.
Itulah pujian kita tanpa henti kepada Yesus.
Itulah kekuatan kita untuk tetap bertahan, bahkan terus maju
walau ada banyak rintangan, dan ada banyak badai hidup menyerang.
Walau kekuatan kita sering melemah di tengah situasi tidak
bersahabat, namun bersama Tuhan Yesus kita mampu... kita kuat. Yakinlah!
Sebagaimana kita berani datang kepada Allah di dalam
Kristus, keberanian itu juga menjadi modal kita berani dan tanpa ragu
menghadapi tantangan jaman ini.
Sahabat...
Tetaplah kuat dan tetaplah semangat!
Selamat beraktifitas.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
32. Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua
penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.
33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak,
mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang
seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat
Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan
kami!"
40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya:
"Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima
hukuman yang sama?
41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima
balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat
sesuatu yang salah."
42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku,
apabila Engkau datang sebagai Raja."
43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam
Firdaus."
Membaca bagian
firman Tuhan di atas saya teringat sebuah lagu berjudul Thief, lagu ini saya dengar sekitar 15 tahun lalu. Lagu ini
dinyanyikan oleh Third Day, group band rock yang spesialis menyanyikan
lagu-lagu rohani dengan genre rock. Berikut ini cuplikan bait pertama lyric
lagu Thief …
I am a thief, I am a murderer Walking up this lonely hill What have I done? No, I don't remember No one knows just how I feel And I know that my time is coming soon
Penyaliban adalah
bentuk hukuman yang diterapkan oleh Kekaisaran Romawi pada masa-masa awal tahun
Masehi. Hukuman mati disalibkan adalah hukuman mati bagi penjahat kelas berat.
Penjahat kelas berat itu digambarkan dalam lyric ini “what have I done? No, I don’t remember” … dia tidak ingat
kejahatan apa saja yang sudah dia lakukan karena hidupnya memang sebagai
penjahat sehingga begitu banyaknya kejahatan yang dia lakukan sampai-sampai dia
lupa.
Ay. 32 mengatakan
bersama Tuhan Yesus ada dua penjahat yang digiring menuju bukit Golgota. Penjahat
yang digambarkan dalam lagu ini adalah penjahat yang berada di sebelah kanan
Tuhan Yesus. Walau dalam perjalanan menuju Golgota orang banyak bergerombol
sambil menyoraki dan menghina Yesus tapi penjahat itu merasa kesepian membawa
salibnya sebab dia tahu waktunya sudah dekat untuk mati.
Who is this man? This man beside me
They call the King of the Jews
They don't believe that He's the Messiah
But somehow, I know that it's true
They laugh at Him in mockery
And they beat Him 'til He bleeds
And they nail Him to the rugged cross
They raise Him, yeah, they raise Him up to me
Bait dua dari
lyric lagu Thief menggambarkan bahwa
penjahat itu tidak mengenal Tuhan Yesus sebelumnya. Dia tahunya Tuhan Yesus
dipanggil oleh orang-orang yang menyalibkan-Nya sebagai “King of the Jews”. Dia tahu orang-orang itu menyebut-Nya raja orang
Yahudi dengan nada ejekan karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan Yesus adalah
Mesias. Dalam Alkitab tidak diceritakan bagaimana penjahat di sebelah kanan
Yesus menjadi percaya, berbeda dengan penjahat sebelah kiri Yesus yang ikut
menghina Yesus (ay 39). Penjahat sebelah kanan Yesus menegur penjahat sebelah
kiri itu lalu menyatakan mereka (kedua penjahat itu) memang bersalah dan layak
dihukum sedangkan Yesus tidak bersalah (ay. 40, 41)… lyric “But somehow, I know that it’s true” juga
menunjukkan hal tersebut. Penjahat tersebut secara tidak sadar percaya begitu
saja kepada Tuhan Yesus. Pastilah Roh Kudus yang menyadarkan penjahat sebelah
kanan ini dan bekerja melalui penjahat ini, seperti ditegaskan dalam 1 Kor. 12:3 “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa
tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah
Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”,
selain oleh Roh Kudus.
My time has come and I'm slowly fading
I deserve what I receive
Jesus when You are in Your kingdom
Could You please, please remember me?
Ay.42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku,
apabila Engkau datang sebagai Raja."adalah pernyataan iman penjahat di
sebelah kanan Yesus. Dia percaya Tuhan Yesus sebagai Raja dan memohon dengan
sangat kepada-Nya untuk mengingat dia saat Tuhan Yesus menjadi Raja. Bait
keempat lagu Thief ini juga mau
menunjukkan hal yang sama, pengakuan dosa dan sadar bahwa waktunya sudah dekat.
And He looks at me still holding on
The tears fall from His eyes
And He says I tell the truth
Today, you will be with Me in paradise
And I know that my time, yes my time is coming soon
And I know that my time, yes my time, is coming soon
And I know Paradise, Paradise is coming soon
Sesuai lyric lagu
ini, penjahat sebelah kanan Yesus menggambarkan bagaimana respon Yesus yang
sudah menderita di kayu salib. Respon Yesus atas permohonan penjahat yang baru
percaya itu adalah melihatnya, air matanya menetes, dan mengatakan “I tell the truth… today, you will be with
Me in paradise”… ay 43 Kata Yesus
kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada
bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."… lalu penjahat itu katakan “and I know Paradise, Paradise is coming
soon”…
Sungguh tak terbayangkan, kasih karunia
Tuhan … pengampunan Tuhan Yesus berlaku sampai detik-detik terakhir hidup
manusia. Dia sabar menunggu pertobatan manusia. Sebenarnya kesempatan
pertobatan yang sama juga tersedia bagi penjahat yand di sebelah kiri Yesus,
dia bertemu juga Yesus pada saat-saat akhir hidupnya, dia bersama-sama Yesus
membawa salib menuju Golgota tapi dia memilih mengejek Yesus mengikuti orang
banyak yang menyalibkan Dia.
Mungkin kita mengatakan dalam hati, “saya
bukanlah penjahat” jadi saya tidak perlu bertobat … beranikah kita mengatakan
kita lebih baik dari penjahat tadi?... status kita di hadapan Tuhan adalah sama
yaitu manusia berdosa … manusia berdosa yang tidak memiliki harapan, manusia
yang hanya menuju kematian neraka kekal… namun karena kasih Allah, Tuhan Yesus
menderita menanggung dosa kita di salib, Dia mati untuk dosa-dosa kita, … lalu
Dia bangkit untuk menyertakan kita dalam kemenangan-Nya mengalahkan kematian kekal…
sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya dan bertobat diberikan-Nya
keselamatan… mari ambil langkah iman sekarang, percaya dan bertobatlah jangan
menunggu sampai detik-detik terakhir seperti penjahat tadi karena kita tidak
tahu apa yang terjadi sejam/dua jam/besok hari/lusa … betapa bersoraknya
malaikat di Surga atas setiap orang bertobat sejak dini karena petobat-petobat
itu dapat menjadi partner Tuhan Yesus dalam mengabarkan Injil Keselamatan.
Amin.
Tuhan memberkati,
Lukas
Berikut link lagu Thief – Third Day…
selamat menikmati dan merenungkannya.
Mari kita PA-kan Kis 2:41-47 untuk mempelajari karakteristik bertekun jemaat dalam gereja mula-mula yang dapat
kita teladani, khususnya dalam hal ini Permata:
1. Karakteristik apa saja dalam jemaat mula-mula dalam ay. 41-42??...
2:41
Orang-orang yang menerima perkataannya
itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira
tiga ribu jiwa.
2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Pertama: menerima perkataan/BERTEKUN
dalam PENGAJARAN rasul-rasul
Kedua: BERTEKUN dalam
PERSEKUTUAN
Ketiga: BERTEKUN dalam BERDOA
2. Karakteristik apa saja dalam jemaat mula-mula alam ay. 43-45??
2:43
Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak
mujizat dan tanda.
2:44
Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap
bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta
miliknya, lalu membagi-bagikannya
kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Keempat: BERTEKUN dalam BERSATU
Kelima: BERTEKUN dalam BERBAGI
3. Karakteristik apa saja dalam jemaat mula-mula dalam ay. 46-47??
2:46
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul
tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah
masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47 sambil memuji
Allah. Dan mereka disukai semua
orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang
diselamatkan.
Keenam: BERTEKUN MENYEMBAH
Ketujuh: Mereka BERSUKACITA (gembira)
Kedelapan: Mereka DISUKAI SEMUA
ORANG
Kedelapan karakteristik jemaat mula-mula ini dapat juga disebut sebagai
kualitas pertumbuhan jemaat,… jika
Permata Bandung Pusat mau bertumbuh maka kedelapan kualitas pertumbuhan ini
harus mulai ditumbuhkan di Permata Bandung Pusat, mulai dari setiap pribadi,
sektor, lalu permata runggun.
Sering sekali kita melakukan suatu kegiatan di Permata dengan harapan
banyak yang datang (kuantitas),
namun kita kurang memperhatikan kualitas delapan karakteristik jemaat mula-mula
tadi….
Perhatikan ay. 47 … Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka
dengan orang yang diselamatkan
- karena ada pertumbuhan kualitas akan disusul oleh pertumbuhan
kuantitas
- yang menambahkan jumlah mereka adalah Tuhan, Tuhan senang melihat
pertumbuhan kualitas maka Dia percayakan pertambahan orang yang percaya…
bagaimana dengan kegiatan-kegiatan yang permata lakukan apakah menambah
kuantitas permata yang percaya dengan usaha sendiri atau focus dulu kepada
pertumbuhan kualitas permata Bandung Pusat kemudian Tuhan akan percayakan
jumlah permata-permata yang percaya.