Jangan Biarkan Lalang Tumbuh Padamu

15 Maret 2019

Matius 13:30
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Sering orang-orang bertanya mengapa kejahatan berkembang dan tidak dihapus Tuhan saja di muka bumi ini. Mengapa dibiarkan?

Dari bacaan firman Tuhan di atas, kita dapat memahami bahwa hal itu memang dibiarkan Tuhan untuk sementara di dunia ini. Ada waktunya nanti akan diakhiri Tuhan itu semua.

Lalang adalah gambaran kejahatan yang ditanam iblis, tumbuh bersama benih yang baik yang ditanam Tuhan. 

Antara daun lalang dan daun gandum ketika masih kecil sulit dibedakan... nampak sepintas sama. Pada saat tertentu dalam perjalanan waktu akan terlihat dari buahnya.

Oleh karena itu mari kita cermati apa yang kita lakukan dan perbuat. 

Janganlah lalang-lalang itu tumbuh dalam diri kita. Mari kita cermati!

Biarlah gandum... apa yang baik dari Tuhan terus bertumbuh dan berbuah serta berkembang dalam diri kita.

Tentu sebisa kita... kitapun turut berupaya mencegah agar lalang-lalang tidak muncul di sekeliling kita. Namun di luar batas kemampuan kita, kita berharap dan berdoa agar Tuhan yang bekerja. 

Paling tidak kita tidak dipengaruhi oleh lalang-lalang itu. Gandumlah yang terus tersedia dalam diri kita untuk kita nikmati dan dinikmati orang dari diri kita.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati untuk bertumbuhnya gandum dalam diri kita .
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berjaga-jaga Disempurnakan Dengan Doa

14 Maret 2019

Lukas 21:36 
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Dua hal penting yang harus kita lakukan yaitu berjaga-jaga dan berdoa. Dalam prakteknya justru itulah yang sering terlupakan dalam hidup kita. Oleh karena itu kita sering menjadi lemah dalam kekuatan spiritualitas.

Berjaga-jaga artinya waspada dan cermat. Selalu sadar akan apa yang terjadi di sekeliling kita dan mengawasi diri agar bertindak benar.

Tentulah kita tidak bisa menjaga diri dengan kekuatan sendiri. Kita akan kandas bila hanya dengan kemampuan sendiri untuk bertahan. Daya tarik dunia ini terlalu kuat menarik kita.

Oleh sebab itu dalam keadaan berjaga-jaga, harus ditambahkan, ditopang, dan disempurnakan dengan berdoa. Berdoa berarti melibatkan Tuhan dalam upaya kita berjaga-jaga.

Berjaga-jaga dan berdoa adalah  padanan yang kuat untuk membuat kita luput dari jebakan-jebakan dunia yang bertentangan dengan apa yang Tuhan mau.

Berjaga-jaga dan berdoa membuat kita tetap kokoh dan teguh berada dalam rencana dan kehendak Allah. Hal ini membuat kita kelak sanggup dan tidak berkeringat dingin berdiri di hadapan Tuhan Yesus bila nanti Dia datang kembali.

Hari kedatangan Kristus adalah hal yang pasti. Dan kitapun pasti menghadap takhta-Nya. Apakah hal itu menjadi kerinduan kita? 

Tentu hari kedatangan-Nya menjadi saat yang kita suka dan berharap segera saja terjadi jika kita dalam situasi berjaga-jaga dan berdoa. Tetapi hari kedatangan-Nya sering mencemaskan dan menakutkan bagi orang yang tak berjaga-jaga dan tidak berdoa.

Kita sudah dijamin Yesus akan diselamatkan oleh anugerah-Nya yang sempurna. Tetapi keyakinan tersebut harus berada dalam konteks bahwa kita harus terus berjaga-jaga dan berdoa. 

Paling tidak dengan berjaga-jaga dan berdoa tersebut, iman dan keyakinan kita akan keselamatan terus ON. Ketenangan dan kedamaian dalam masa penantian kita akah HARI-H yang dahsyat itu tetap terpelihara dengan baik dalam diri kita.

Sebab itu sahabatku yang terkasih, mari melanjutkan hidup kita dengan berbagai karya dan aktifitas serta tanggung jawab dengan kekuatan fisik serta kekuatan rohani dalam kesadaran penuh untuk berjaga-jaga dan berdoa.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberi kekuatan untuk kita senantiasa berjaga-jaga dan berdoa.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Ingatlah Selalu Akan Tuhan

13 Maret 2019

Ibrani 12:3
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Sering kita lihat di rumah sebuah keluarga, di dinding dipajang foto orang tuanya yang telah meninggal dunia, maupun yang masih hidup. 

Untuk apa foto itu dipajang? 

Pajangan foto itu adalah sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan. Agar segenap keluarga tetap mengingat orang tua mereka yang dicintai meskipun mungkin telah tiada. 

Juga tak kalah penting adalah; foto itu bagaikan sebuah kekuatan untuk menimbulkan semangat. Dengan memandang foto itu, terkenang akan orang tua yang dulu semasa hidupnya gigih berjuang demi anak-anaknya. Itu menjadi sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Hal itu membuat kita antusias untuk melakukan apa yang baik. Kesusahan jadi semakin sirna. Kita dikuatkan.

Ketika kita dalam keadaan susah atau menemui kesulitan, selain mengingat ayah dan ibu, siapa lagi yang kita ingat?
Mungkin yang kita ingat adalah: 
• saudara,
• sahabat,
• guru,
• teman dekat,
• tokoh tertentu, 
• atau tidak ingat siapa-siapapun, hanya fokus kepada masalah itu sajakah?

Penulis kitab Ibrani mengatakan agar kita mengingat dan memandang Yesus.

Tuhan Yesus sungguh mengalami tantangan berat. Dia mengalami bantahan dan penolakan. Dalam setiap kesulitan, Yesus  dalam kemanusiaan-Nya tetap kuat dan Dia menang.

Kemenangan Yesus menjadi inspirasi dan teladan serta dorongan bagi kita untuk dapat hidup berkemenangan dalam setiap situasi.

Itulah sebabnya kita diingatkan untuk selalu mengingat dan melihat Yesus. 

Pandanglah selalu kepada Yesus yang tekun menanggung bantahan yang sangat berat. 

Sebagaimana Dia menang, Dia juga mengulurkan tangan-Nya untuk kita sambut dan pegang agar kita juga menang sama seperti Dia menang.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati untuk kita beroleh kemenangan hidup.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Dibangun Oleh Ahli Bangunan Segala Sesuatu

12 Maret 2019

Ibrani 3:4
Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.

Bangunan yang baik adalah bangunan yang kokoh didukung oleh dasar pundasi yang kuat. Bangunan tersebut akan semakin sempurna jika finishingnya indah dan menarik;
• bagus luar dan dalam,
• kuat bawah dan atas,
• kokoh kiri dan kanan,
• indah muka dan belakang.

Semua itu dibangun oleh seorang atau gabungan beberapa orang yang ahli.

Diri kita dapat diumpamakan sebagai sebuah bangunan. Harus dibangun di atas dasar yang kuat. Dimulai dari perjumpaan kita secara pribadi dengan Yesus. Kita lahir baru.

Di dalam dasar lahir baru, karakter kita dibangun. Watak kita dibaharui dari waktu ke waktu. Ahli bangunan untuk kita adalah Allah. 

Walau kita merasa diri kita tidak sebaik dan tidak semenarik orang lain, tidak apa-apa. Jangan pernah kecewa dan jangan menyesali diri kita seperti apapun kita saat ini. Walau bagi orang lain kita biasa dan seolah datar saja... biarlah! 

Asalkan sentuhan-Nya yang menempa kita dan memang kita mau ditempa oleh Allah, pastilah kita menarik bagi Allah. Itu lebih dari cukup ! 

Biarlah Allah membentuk kita sepenuhnya dan ijinkan Dia yang menilainya... bukan kita, apalagi orang lain yang mungkin mengenal kita hanyalah secara parsial saja.

Ingatlah rumus:
    SMKMBA = SMKMDOA

dimana:
    SMKMBA: Sejauh Mana Kita Menarik Bagi Allah
    SMKMDOA: Sejauh Mana Kita Mau Dibangun Oleh Allah.

Sebab itu, marilah kita merelakan diri kita untuk terus-menerus tanpa henti dibentuk dan dibangun oleh Allah. Pembentukan kita mungkin juga melalui beragam rintangan, karena memang itulah jalan dan caranya... terus sajalah!

Bersama Allah kita dibangun. Kita berada dalam TANGAN YANG KUAT di TEMPAT YANG TEPAT... di dalam Yesus.

Jangan tanggung-tanggung! 
Biarlah TANGAN TUHAN terus membangun kita hingga akhir... hingga selesainya kita hidup di dunia ini.

Puji Tuhan ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan senantisa menyertai kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berseru Dengan Iman

11 Maret 2019

Markus 10:47-49  
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."

Walau orang menghalangi, Bartimeus tetap saja berteriak memanggil Yesus. Semakin dihalangi, semakin keras dia berteriak. Dia menghiraukan dan tak peduli dengan hambatan orang. Dia butuh kesembuhan. Akhirnya dia sembuh.

Tidak jelas mengapa Bartimeus bisa seperti itu. Di yakin akan kuasa Yesus. Dia yakin akan Yesus Yang Maha Baik.

Apa yang dilakukan Bartimeus adalah prinsip bagi kita juga semestinya. Bartimeus datang kepada alamat yang tepat... kepada Yesus. Dia tidak ragu dan tidak bimbang.

Kitapun... datanglah kepada Yesus di tengah banyaknya masalah, pergumulan dan tantangan hidup.

Betapa sering kita tidak segigih Bartimeus meyakini kuasa dan kasih Yesus. Sering kita tawar hati dan seolah berkata, "Sudahlah !" Akhirnya memamg sudah... begitu saja tak jadi apa-apa.

Iman kita sering dihalangi oleh diri sendiri atau oleh pengaruh orang-orang yang tidak sepenuhnya percaya kepada Yesus.

Tidaklah berarti bahwa ketika kita datang dan berteriak kepada Yesus, semua persoalan kita secara cepat diangkat dan semua beres... terkadang bisa juga begitu! Bergantung kepada Yesus yang berkuasa. 

Namun hal yang pasti adalah bahwa hati kita dikuatkan dan ada kedamaian ketika kita berseru kepada Yesus. Pasti ada selalu jalan keluar, meski mungkin ada prosesnya yang harus dilalui... bisa singkat dan bisa panjang. Yang jelas... tenanglah dan percayalah kepada Yesus.

Sebagaimana Yesus peduli kepada Bartimeus dengan masalah matanya yang buta, Yesus juga sungguh peduli dengan segudang masalah kita. Yesus akan menolong kita dengan cara-Nya yang sempurna, bukan dengan cara kita.
P u j i  T u h a n  ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan senantisa menyertai kita dalam setiap pergumulan yang ada. Bangkitlah ! !
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Hamba-Hamba Yang Tidak Berguna

10 Maret 2019

Lukas 17:10
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

TANPA PAMRIH, itulah mungkin salah satu pengertian ayat di atas. Tanpa pamrih artinya suka rela, tidak memandang upah, tidak bergantung respons orang, tidak menghiraukan untung-rugi... mungkin ada kata lain yang lebih tepat?

Begitulah yang dikatakan Yesus tentang orang-orang yang mau melayani Dia... tulus sepenuh hati.

Tuhan Yesus juga datang seperti itu. Penolakan luar biasa dari orang-orang Dia alami... sampai berakhir mati di kayu salib. Derita luar biasa Dia terima demi kita.

Yesus mengatakan sesuatu yang ekstrim kepada orang-orang yang sungguh-sungguh melayani untuk berkata, "Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna"

Bukan berarti kita tidak berguna, tetapi begitulah semestinya luapan hati kita ketika kita melayani Tuhan. Begitulah kita menempatkan posisi kita untuk melakukan tanggung jawab pelayanan kita. 

Kita harus murni dan bebas dari keinginan hati untuk diutamakan. Kita harus siap tidak diperhitungkan dan rela tidak diingat-ingat orang.

Masalahnya adalah bagaimana kita bisa seperti itu? Nampaknya itu terlalu ideal.

Ya... itu ideal memang, dan kita harus memiliki idealisme dalam hal apapun juga. 

Kita semakin dekat dengan ideal itu jika kita semakin memahami siapa kita di hadapan Allah. 

Kita orang yang berhutang... berhutang nyawa kepada Tuhan, dan hutang itu tak terbayarkan oleh kita apapun yang kita lakukan. 

Segigih apapun kita, kita tetaplah di bawah dan di dalam kasih karunia Tuhan. Kalau bukan oleh anugerah Allah, kita tidak jadi apa-apa meski orang mengatakan kita hebat atau mungkin kita merasa diri hebat... hebat sendiri namanya. Di luar anugerah Allah, kita NOL BESAR.

Dan selanjutnya adalah bahwa walau manusia melupakan kita... tak apa-apa... tidak ada masalah... NO PROBLEM !

Tuhan mengingat kita
Mari kita selalu ingat hal ini!

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati serta menyertai kita untuk tetap bersemangat dan memiliki hati melayani.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menghadirkan Kerajaan Allah

9 Maret 2019

Lukas 11:2 
Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.

Ketika kita percaya kepada Yesus dan membuka hati menerima-Nya, kita diselamatkan. Kita beroleh hidup kekal. Artinya adalah bahwa: jika kita dipanggil Tuhan tak apa-apa... toh sudah diselamatkan... sudah lahir baru.

Namun Tuhan tidak serta merta buru-buru menyelesaikan hidup kita dengan cara memanggil kita mengakhiri hidup ini untuk menghadap Dia... tidak! 

Lahir baru bukanlah finishing hidup kita. Lahir baru justru sebuah titik baru mengawali langkah kita untuk memenuhi tujuan dan kehendak-Nya. 

Dengan status lahir baru di dalam Yesus; kita semestinya rindu memiliki usia panjang. Fisik kita harus sehat-sehat. Kita juga harus bekerja sungguh-sungguh. Kita seharusnya berkarya di tengah-tengah masyarakat sesuai profesi kita. Berpikir dan berusahalah untuk sukses mewujudkan mimpi-mimpi kita yang mulia.

Mengapa?

Sebabnya adalah dengan status lahir baru, kita memiliki tugas baru untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Melalui kita, kiranya nampak kemuliaan Kerajaan Allah. 

Walau sulit perjuangan kita dan kitapun sering gagal juga karena memang berat tanggung jawab kita, namun sistem Kerajaan Allah yang penuh kasih dan kebenaran serta menyejukkan... teruslah kita wujudkan. 

Itulah doa yang diajarkan Yesus. Itulah kehendak Yesus. Kalau kita dalami hati Yesus, itulah cita-cita-Nya.

Jadi, janganlah ragukan keselamatan kita dalam Yesus, sebab itu sesuatu yang pasti dan terjamin. Hanya saja jangan berhenti di situ! Berlanjutlah... pikirkan dan fokuskan hidup kita memenuhi doa yang diajarkan Yesus; menghadirkan Kerajaan Allah.

Meski berkali-kali rasanya kita "gagal" menghadirkan Kerajaan Allah... tidak apa-apalah... mari bangkit lagi! Majulah terus menghadirkan Kerajaan Allah.

Jangan putus asa dan jangan kecewa dengan setiap situasi kita. Bersama Yesus kita bisa menghadirkan Kerajaan-Nya!

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menuntun kita untuk menghadirkan Kerajaan-Nya, 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...