Hidup Sesuai Status Anak-Anak Allah

6 April 2019

Yohanes 1:12 
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Mari kita sejenak menyimak kembali apa yang dituliskan dalam Injil Yohanes... bahwa kita yang percaya dan menerima Yesus... kita adalah anak-anak Allah.

Berbagai jenis status dan predikat kita di dunia ini. Status dalam masyarakat luas, dalam adat istiadat, dalam profesi, dan sebagainya.

Bersyukurlah bila kita memiliki status dan predikat tinggi di masyarakat sebagai hasil kerja keras kita. Pergunakanlah itu untuk maksud dan tujuan yang mulia. Tetaplah rendah hati. Itu semua adalah kasih karunia Allah.

Akan tetapi bila kita merasa status kita tidak setinggi orang lain... tidak apa-apa juga. Kita memiliki status lain yang bernilai kekal... status kita adalah anak-anak Allah. Ini adalah status yang amat sangat tinggi. Abadi ! !

Dengan menyadari dan meyakini satus kita sebagai anak Allah... maka marilah kita mensyukurinya. Kita memuji Allah Bapa yang memberikan itu kepada kita.

Di sisi lain yang amat penting adalah: marilah kita hidup sesuai dan berpadanan dengan status kita yang amat sangat tinggi itu. Biarlah apa yang Tuhan ajarkan menjadi nampak dalam keseharian kita. Ini semua dimaksudkan agar Kemuliaan Kristus menjadi nyata dalam diri kita.
S e m o g a  ! ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Bagi beberapa sahabat dan anak-anakku di kampus ITB yang kemaren dan hari ini diwisuda:
"SELAMAT WISUDA ! !"

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Segala Sesuatu Untuk Mendatangkan Kebaikan

5 April 2019

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

"Segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan..." Pernyataan ini terasa sulit bagi kita untuk menerimanya. Karena  segala sesuatu bisa berarti hal-hal yang tidak kita perhitungkan dan tidak kita sukai. Tidak kita rencanakan tentunya.

Tetapi dalam koridor iman kita bisa saja itu terjadi. Namun bila kita ingat bahwa Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh, maka hal itu bisa kita terima walau mungkin terasa berat juga sebetulnya.

Oleh sebab itu kita harus memastikan bahwa segenap hidup kita berada dalam rencana Allah. Fokus dan perhatian kita tertuju ke situ. Barulah segala sesuatu itu... beratpun itu... kita dapat menerimanya dan menjalaninya dengan hati ringan.

Mari kita terus meyakini akan panggilan hidup kita masing-masing dan hiduplah dalam Rencana Agung-Nya.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menolong dan menguatkan kita untuk tetap berada dalam panggilan dan rencana-Nya yang indah dan mulia.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Membalas Kejahatan dengan Kebaikan

4 April 2019

Roma 12:17
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

Tindakan berbalas adalah biasa bagi manusia. Orang merasa wajib membalas kebaikan dengan kebaikan. Dan kejahatan sering ingin dibalas dengan apa yang jahat. Begitulah sifat alami manusia

Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah super jahat.

Membalas jahat dengan jahat, sebetulnya tindakan jahat juga. Maka haruslah waspada.

Tindakan suka membalas hal-hal yang kurang baik dengan hal yang kurang baik menunjukkan ketidakdewasaan.

Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah pantas dan memang seharusnya.

Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah istimewa dan di atas level manusia ... super baik.

Rasul Paulus mengajak agar kita tidak berada dalam sifat alami kita. Kita diingatkan agar berada di atas level sifat manusia. Paulus katakan agar melakukan apa yang baik bagi semua orang tanpa kecuali. Inilah sifat sejati anak-anak Tuhan. Namun betapa sering kita bergumul untuk itu dan sering tidak berhasil.

Untuk dapat hidup di atas sifat alami kita, maka mintalah kekuatan kepada Tuhan agar kita dimampukan.

Tuhan Yesus adalah teladan kita. Kehidupan Tuhan Yesus menjadi inspirasi bagi kita untuk senantiasa berpikir, berencana dan berbuat apa yang baik.

Meski keselamatan kita bukan karena perbuatan baik, namun perbuatan baik adalah buah dari keselamatan kita yang telah dianugerahkan Tuhan.

Sebab itu, biarlah berbuat apa yang baik terus berproses dan berlangsung dalam hidup kita. Sekecil apapun perbuatan baik kita, tidak apa-apa. Kiranya hal itu terjadi hari ini dan di setiap hari-hari kita berikutnya. Itulah bagian kehendak Allah yang seharusnya kita lakukan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menolong dan menguatkan kita untuk tetap bersemangat melakukan kebajikan.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Boleh Memberitakan Injil adalah Upah

3 April 2019

1 Korintus 9:18
Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Upah atau gaji adalah salah satu pertimbangan penting bagi banyak orang dalam memilih pekerjaan. Tentu ini adalah wajar sebab memang pastilah orang ingin penghasilannya sebanyak mungkin. Coba sajalah lihat, ketika ada pemberitahuan adanya kenaikan gaji, maka para pegawai menjadi senang.

Sifat alami manusia seperti itu sering terbawa juga ke dalam kehidupan rohani, dimana upah atau gaji atau persembahan kasih menjadi ukuran ketika seseorang melayani.

Memang dalam profesi, level keprofesionalan seseorang sering tergambar dengan berapa honorariumnya. Namun dalam hal rohani tidaklah demikian.

Rasul Paulus menegaskan tentang apa upahnya dalam dia melayani.

Bahwa bagi Paulus, Allah beri dia waktu dan kesempatan serta kepercayaan untuk melayani/menginjili... itu sudah merupakan upah. Kalau ada pemberian lain berupa persembahan tertentu, itu adalah bonus atau merupakan tanda kasih.

Upah utama kita sesungguhnya adalah adanya orang-orang yang kita layani tetap setia dan bertumbuh serta berbuah dalam iman dan panggilannya... ini adalah UPAH BESAR yang tidak dapat dinilai dengan apapun... lebih besar dari segepok uang dalam amplop.

Sebab itu, di tengah kesibukan kita bekerja, mari kita lebih sungguh-sungguh menunaikan pelayanan kita kepada Tuhan melalui pelayanan kepada orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kita.

Selamat berlibur
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menguatkan kita untuk memberitakan kabar baik.
Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Semangat Bekerja adalah Pelayanan Kepada Tuhan

2 April 2019

Roma 12:11  
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Salah satu penyebab ketidakberhasilan kita dalam memperoleh sesuatu bukanlah karena kita tidak mampu, tetapi karena tidak tekun. Semangat sering hilang. Paulus katakan kerajinan kendor. Akibatnya capaian kita tidak maksimum.

Penyebab kerajinan menjadi kendor mungkin karena jenuh. Mungkin juga karena kelelahan fisik. Bisa juga disebabkan pengaruh orang sekitar yang juga tidak semangat hidup. Atau tidak jelas tujuan hidup buat apa. Mungkin juga karena bagian dari karakter seseorang. Banyak lagi penyebabnya.

Boleh jadi saat ini kita dalam kondisi kurang bergairah. Rasanya malas melakukan sesuatu  yang menjadi tanggung jawab kita. Enggan memulainya.

Untuk itu Paulus ingatkan agar kita bangkit. Janganlah kendor kerajinan kita. Biarlah spirit kita untuk bekerja dibangkitkan. "Biarlah rohmu menyala-nyala" kata Rasul Paulus. Artinya ada kekuatan spirit yang mengendalikan kita. Dalam hal yang lebih khusus lagi, kita diingatkan untuk bersemangat melayani Tuhan.

Sahabat... mari kita semangat dalam bekerja apapun profesi kita. Dengan semangat bekerja, itu juga merupakan wujud dari pelayanan kita kepada Tuhan.

Bahkan seorang ibu rumah tangga yang sibuk di dapur menyiapkan makanan buat suami dan anak-anaknya, sibuk mencuci pakaian  dan bersih-bersih rumah... itu semua pelayanan dan suatu ekspresi melayani Tuhan. Sama semua bobotnya di hadapan Tuhan. Sama mulianya dengan seorang pendeta yang sedang berkhotbah di mimbar gereja. Sama nilainya dengan orang yang sedang nulis renungan ini. Hanya beda jenis, beda alat, dan beda bentuk mimbarnya saja.

Beri dan lakukan senantiasa yang terbaik buat Tuhan dari mimbar kita masing-masing baik di gereja, persekutuan atau tempat keseharian kita di dunia kerja.

A y o   s e m a n g a t   ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menolong dan menguatkan kita untuk tetap rajin dan bersemangat.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Deklarasi Yang Sangat Berharga

1 April 2019

Markus 3:35 
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Alangkah senangnya jika kita memiliki saudara yang hebat, terkenal dan berkuasa serta baik hati.

Kalaupun tidak, andaikanlah bahwa orang hebat tersebut mengatakan bahwa kita adalah sahabatnya, kita tentulah merasa bangga.

Yesus yang adalah Tuhan mendeklarasikan bahwa saudara-Nya adalah setiap orang yang melakukan kehendak-Nya.

Jadi betapa penting dan indahnya melakukan kehendak Allah berdasarkan deklarasi Tuhan Yesus tersebut.

Kiranya deklarasi Yesus mendorong dan memberi semangat bagi kita untuk melakukan kehendak-Nya.

Walau sering berat dan susah jalan-Nya, namun terasa ringan dan nyaman jugalah jadinya bagi kita untuk tetap berada dalam kehendak-Nya, sebab kita adalah saudara Yesus.

Kita sungguh bangga dan terhormat beroleh pengakuan Yesus bahwa kita saudara-Nya.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menolong dan menguatkan kita untuk tetap melakukan kehendak-Nya.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Momen Terindah: Saat Memutuskan Mengikut Yesus

31 Maret 2019

Matius 9:9
Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Mengikut Yesus tidaklah sekedar percaya atau menerima Dia. Akan tetapi lebih dari itu.

Mengkuti Yesus adalah taat kepada Dia. Hidup di dalam apa yang Dia ajarkan. Setia melakukan apa yang Dia suruh.

Sebab itu, terus mengikut Dia mestilah menjadi pilihan dan keputusan kita.

Biarlah kita seperti Matius yang disuruh Yesus mengikut Dia, dimana dia berdiri dan mengikut Dia.

Walau ada harga dan mungkin berupa risiko tertentu dalam mengikut Yesus, namun saat dimana kita mengambil keputusan untuk ikut dan setia kepada Yesus, saat itu adalah merupakan momen terbaik yang pernah kita ambil.

Biarlah saat terindah yang telah kita ambil untuk ikut Yesus, terus mewarnai setiap hari-hari kita. Hal itu menolong kita untuk hidup berbuah.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai serta menguatkan kita untuk terus setia ikut Yesus.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...