Firman Allah adalah Makanan Utama

6 Mei 2019

Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Salah satu pecobaan yang dialamatkan oleh iblis kepada Yesus adalah soal makanan.

Dalam jawabannya, Yesus menjawab bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti saja.

Artinya bahwa roti tetap dibutuhkan. Makanan tetap perlu karena memang tubuh kita butuh makanan untuk kelangsungan hidup.

Jadi kita dipersilahkan bahkan disuruh bekerja mencari roti. Carilah roti sebanyak-banyaknya kalau memang bisa dengan cara yang benar.

Akan tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa bukan dari roti saja kita hidup. Ada kebutuhan lain yang  harus terpenuhi, malah sebetulnya itulah yang paling utama, namun sering kita abaikan dan tidak memenuhinya. Kebutuhan tersebut adalah kata-kata Allah... firman Allah.

Firman Allah adalah kebutuhan kita yang mestinya harus  teratur dikonsumsi. Hal ini agar rohani kita tidak kurus dan tidak lemah.

Meski sudah sering kita dengar hal ini, namun kita diingatkan lagi; marilah kita perhatikan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani kita.

Berilah asupan roti yang sehat ke tubuh kita, dan isilah hati kita dengan kebenaran firman Allah. Kita butuh dua-duanya dengan taratur dan seimbang.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Yesus adalah Air Hidup


5 Mei 2019

Yohanes 7:38  
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Sehebat, secerdas dan setinggi apapun seseorang, dia pasti butuh air (H2O).

Air adalah kebutuhan hidup di dunia ini. Makhluk hidup,  terlebih manusia, tidak bisa hidup tanpa air. Sebagian besar tubuh kita komponennya adalah air. Sebab itu air sangatlah penting.

Begitupun kehidupan setelah dunia fana ini berakhir, akan ada kehidupan baru. Untuk itu kita butuh AIR. AIR itu adalah Yesus Kristus. Yesus adalah AIR HIDUP.

Sudahkah kita terima dan berada di dalam AIR HIDUP itu?

Janganlah kiranya kita hanya terdaftar sebagai pemeluk agama  saja.
Janganlah kiranya kita hanya tampak rajin beribadah memenuhi aturan agama.
Janganlah merasa aman dengan memiliki  status yang tinggi menurut ukuran dunia ini.

Semua apa yang kita banggakan, tidak ada artinya jika diri kita belum dibasuh oleh AIR HIDUP itu.
Setinggi apapun status orang di dunia ini, jika mau hidupnya berlanjut bahagia di dalam kekekalan, dia butuh AIR HIDUP.

Karena begitu vitalnya AIR HIDUP itu, maka perlu dialirkan, perlu pipa.

Setiap orang yang percaya kepada Yesus dan menerima-Nya, diibaratkan sebagai pipa yang mengalirkan AIR HIDUP itu.

Sebab itu mari kita menjadi pipa yang dipakai Tuhan sebagai saksi-Nya mengalirkan AIR HIDUP agar sebanyak mungkin orang percaya dan menerima Yesus... AIR HIDUP.

Kita berdoa dan berharap agar setiap orang percaya, dapat terus dipakai Tuhan menjadi pipa sebagai sarana mengalirnya AIR HIDUP. Itulah harapan dan kerinduan Allah. Marilah kita penuhi itu.
S e m o g a  ! !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai serta memimpin kita menjadi pipa aliran AIR HIDUP.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Percaya Penuh Pada Yesus


4 Mei 2019

Matius 17:4-5 
Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 

2 Petrus 1:17-18
Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

Apa yang dicatat Matius dan apa yang dituliskan oleh Rasul Petrus adalah hal yang sama, dimana Petrus menyaksikan Kristus dimuliakan di atas gunung.

Apa yang disaksikan Petrus sungguh-sungguh terjadi. Petrus menyaksikan pemandangan yang menakjubkan dan dia tuliskan itu dalam suratnya.

Yesus adalah Anak Allah dan Allah berkenan kepada Yesus. Dan pesan pentingnya adalah apa yang dituliskan oleh Matius, "... ... ... dengarkanlah Dia"

Mari kita membuka telinga hati kita untuk mendengar apa kata Yesus, sebab itulah pesan Allah secara langsung kepada Petrus. Petrus mewakili kita mendengar pesan itu.

Biarlah segenap orang percaya sungguh-sungguh mendengar, mengindahkan, mempercayai, meyakini, mengimani, dan melakukan apa kata Yesus.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Allah Tritunggal menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Apa yang ada pada Anda?

3 Mei 2019

Yohanes 6:9  
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Peristiwa besar ketika Tuhan Yesus memberi makan kepada lima ribu orang, maka peran seorang anak kecil yang membawa lima roti dan dua ikan, akan selalu menjadi bagian utama dari kisah itu.

Lima roti dan dua ikan seolah tidak berarti. Bahkan murid Yesus; Andreas, juga nyeleneh meremehkannya dengan berkata, "... ... tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Akan tetapi bersama Yesus, apa yang sederhana dari seorang anak kecil menjadi sangat berarti... lima ribu orang kenyang makan bahkan bersisa... melimpah...

Apa yang ada pada kita?

Mungkin kita merasa diri kita tak berarti apa-apa karena tidak memiliki banyak. Orang lainpun pandang enteng meremehkan kita. Tidak apa-apa. Jangan takut dan jangan pernah merasa kecil.

Bersama Yesus kita sungguh berarti asalkan kita rela dipakai-Nya.

Di tengah-tengah kesederhanaan kitapun, bersama Yesus kita bisa menjadi bagian dari sejarah perjalanan rencana Allah atas dunia ini... bagaikan anak kecil itu.
L u a r   b i a s a  ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan akan Bertindak

2 Mei 2019

Kejadian 33:4 
Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.

Salah satu kelegaan yang dirasakan Yakub adalah ketika dia bertemu kembali dalam suasana haru dan damai dengan abangnya, Esau.

Mungkin selama ini Yakub merasa besalah dan ada rasa ketakutan membayang. Saat akan berjumpa dengan abangnya, Yakub mengatur strategi. Saat bertemu, Yakub sujud di hadapan Esau  untuk meminta maaf.

Di pihak Esau juga mungkin selama ini ada perasaan sakit hati kepada adiknya karena merasa tertipu.

Namun Tuhan menolong, sehingga pertemuan mereka sangat mengharukan. Mereka berpelukan dan saling bertangisan.

Tuhan telah kembali mempertemukan dua saudara kandung yang selama ini berpisah oleh karena ada masalah. Semua itu karena Tuhan yang memberi dan membuka jalan kaluarnya.

Biarlah Tuhan yang juga memberi jalan keluar bagi kita yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup.

Mari kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, sehingga Dia yang bertindak memberi kelegaan kepada kita dalam berbagai masalah yang sedang kita hadapi.

Mazmur 37:5
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati, menyertai dan memberi kelegaan kepada kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Rahasia Panggilanmu

1 Mei 2019

Yeremia 33:3
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.

Tuhan berjanji memberi hal-hal besar yang tak diketahui dan tak terpahami kepada orang yang berseru kepada-Nya.

Yang menjadi hal-hal besar bagi manusia pada umumnya menyangkut sukses karir, sukses usaha, dan sebagainya.
Salah satu cara mengukur sukses karir adalah dengan seberapa tinggi jabatan seseorang.
Salah satu cara mengukur sukses usaha seseorang adalah dengan melihat produk dan perolehan labanya.

Tentu saja manusia normal ingin sukses seperti itu. Dan itu adalah wajar. Jika memang bisa, dapatkanlah itu semua.

Hanya saja, kita seharusnya menyadari bahwa sukses seperti itu belum cukup dan belum lengkap.
Apapun yang kita peroleh akan semakin sempurna dan disempurnakan bila kita memahami apa panggilan hidup kita.

Sesungguhnya...
Untuk apa kita hidup?
Untuk siapa  kita hidup?

Apakah kita akan menjawab: untuk TUHAN?

Jika iya, maka kita telah mendapatkan apa yang terbaik.

Keyakinan bahwa hidup kita untuk Tuhan, akan membuat kualitas pekerjaan kita dalam semua hal akan menjadi lebih baik dan lebih bernilai... termasuk profesi kita.

Kita akan lebih sungguh dan serius dalam semua tanggung jawab kita, sebab kita sadari bahwa yang menilai kita sesungguhnya bukan manusia... bukan atasan kita, tetapi Tuhan.

Oleh sebab itu mari kita mengenali panggilan kita dengan berseru kepada Tuhan. Mari mencari kehendak Allah dalam hidup kita. Biarlah kita berada dalam panggilan Tuhan.

Jangan sempitkan bahwa panggilan Tuhan semata-mata menjadi rohaniawan... itu juga salah satu tentunya.

Kebanyakan kita akan dipakai Tuhan untuk bekerja dan melayani dalam profesi kita masing-masing. Yang penting jadilah saksi Kristus... jadilah duta Kristus di manapun kita ditempatkan Tuhan. Biarlah hidup kita bermakna dan berilah selalu dampak yang positif ke sekeliling kita.

Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Waktu itu Jahat, jika Tidak Digunakan

30 April 2019

Efesus 5:16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Hari ini penghujung bulan April. Besok sudah bulan Mei. Baru kemaren rasanya bertahun baru. Baru kemaren pula rasanya merayakan Natal.

Terasa kemaren semua waktu yang telah berlalu. Dan hari-hari yang belum datang segera kita akan tempuh. Setelah kita lewati, lagi-lagi semua hari yang telah berlalu terasa baru kemaren terjadinya.

Ada banyak waktu-waktu kita terasa terlewatkan begitu saja. Atau mungkin tidak efektif kita gunakan. Mungkin kita menyesalinya. Terasa waktu jahat jadinya apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.

Uang dan harta dapat disimpan. Bila ditabung mungkin akan bertambah dengan bunganya sekian persen. Namun waktu tidak dapat ditabung. Kalau waktu sudah berlalu, tidak bisa diputar kembali.

Oleh karena itu, kita diingatkan lagi untuk menggunakan waktu sebaik mungkin.

Biarlah kita belajar lagi memanfaatkan waktu-waktu kita dengan cermat, terutama untuk melakukan tugas dan mandat yang Tuhan beri untuk kita ikut di dalam rencana dan Amanat-Nya atas dunia ini.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita menjalani hari-hari hidup kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...