Kerinduan Pada Hadirat Tuhan


28 Agustus 2019

Mazmur 130:6
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Pengalaman ketika ikut ronda di malam yang dingin, walau ada banyak disediakan konsumsi, tapi yang paling dirindukan adalah agar malam segera berakhir, dan pagi segera datang, sehingga bisa segera pulang ke rumah istirahat.

Berdasarkan pengalaman tersebut, maka Mazmur 130:6 di atas dapat lebih dihayati. 

Alangkah indahnya di hadapan Tuhan jikalau seperti itu kerinduan jiwa kita berharap akan Dia... untuk bertemu Dia... untuk rindu berdoa... untuk meneduhkan hati merenungkan firman-Nya, terlebih melakukan perintah-Nya.

Mari kita lakukan itu. Biarlah sebelum kita melakukan seluruh aktivitas dan kesibukan yang telah menanti, kita melakukan perjumpaan khusus dengan Tuhan dalam saat teduh kita masing-masing. Jangan lewatkan saat-saat indah bersama Allah Bapa kita... agar jiwa kita segar dan dikuatkan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Mencari Penghiburan?..


27 Agustus 2019

Mazmur 119:76
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

Dewasa ini, salah satu usaha yang menjanjikan adalah bisnis hiburan dan makanan, atau kombinasinya. Kaum muda banyak yang tertarik mengambil segmen ini sebagai profesinya.

Karena persaingan hidup semakin ketat dalam berbagai segi, membuat orang merasa butuh hiburan plus makanan, sehingga banyak cara yang dipikirkan orang agar hati terhibur. Mereka bersedia membayar mahal. Jadi bertemu sudah para pebisnis dengan orang yang membutuhkan.

Sesungguhnya Tuhan yang mampu memberi kekuatan yang dapat membesarkan hati dan menghibur jiwa kita. Mungkin cara ini kurang diminati orang dan kurang populer, padahal itulah cara terbaik dan kita butuh itu.

Biarlah di tengah kesibukan kita, di tengah semakin banyaknya pikiran dan beban hidup yang membuat batin serasa sesak, hati kita dipenuhi dan dibesarkan dengan penghiburan dari Tuhan Yesus Kristus.

Mazmur 94:19
Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan senantiasa menolong, menguatkan dan menghibur kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Berilah Aku Pengertian


26 Agustus 2019

Yohanes 3:4
Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Ayat di atas merupakan bagian dari percakapan Nikodemus dengan Tuhan Yesus. Banyak hal yang dapat dipelajari dari pertanyaan Nikodemus tersebut.

Walau Nikodemus seorang cendekiawan yang pintar, namun dalam kapasitasnya sebagai manusia, Nikodemus sulit mencerna apa yang Tuhan Yesus katakan. 

Dalam hal ini, satu sisi positif yang kita dapat belajar dari Nikodemus adalah bahwa Dia tulus bertanya. Nikodemus terbuka untuk bertanya apa yang dia tidak pahami. 

Walau Tuhan Yesus sepertinya merendahkan Nikodemus yang kebingungan, tapi pastilah juga Yesus menghargai Nikodemus. Itulah sebabnya Yesus memberi penjelasan  tuntas. Yesus tidak mengabaikan pertanyaan Nikodemus.

Tentulah banyak hal-hal yang tidak/belum kita pahami tentang keyakinan dan iman kita kepada Yesus. Banyak hal yang belum bisa kita cerna dari apa yang Yesus ajarkan.

Apakah kita mau rendah hati seperti Nikodemus untuk belajar kepada Kristus?

Mazmur 119:73
Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menolong kita untuk dapat rendah hati belajar kepada-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Berbahagialah yang Kesukaannya Firman Tuhan


25 Agustus 2019

Mazmur 1:1-2 
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ada seorang sahabat yang sangat suka mancing. Kemanapun dia pergi, tak lupa selalu membawa seperangkat alat pancing beserta umpannya. Sekilas tampak repot, tapi yang namanya hobby... tidak masalah baginya. 

Begitupun kalau berbicara, asal temanya tentang memancing ikan, dia selalu semangat berbicara soal itu. 

Apa yang kita suka?

Apa yang kita sukai akan terus berada dalam hati dan pikiran. Bila ada waktu senggang, kita akan lakukan itu. Bahkan jika kita sibuk dan repotpun, kita akan adakan waktu untuk itu. Yang kita sukai akan menjadi prioritas... menjadi hobby... menjadi kebiasaan. Tak akan pernah habis kausa kata kita bila berbicara dengan apa yang kita suka. 

Bagaimana dengan firman Tuhan?
Apakah kita suka?
Apakah bila kita sibuk atau sedang repotpun,  kita tetap adakan selalu waktu untuk merenungkan firman-Nya?

Pamazmur katakan berbahagia orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Siang dan malam artinya setiap waktu... dalam pertukaran waktu... dari waktu ke waktu.

Firman Tuhan membuat iman kita subur bertumbuh dan itu sangat perlu. Firman Tuhan membuat kita kuat. Firman Tuhan menyegarkan pikiran dan jiwa. Tentu inipun juga sering ada hubungannya dengan kesehatan fisik kita juga.

Karena itu jangan lewatkan hari-hari kita tanpa diisi oleh kebenaran firman Allah. 

Hari inipin mari kita bergegas melangkah ke Rumah Tuhan untuk mendengar dan merenungkan firman-Nya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberi damai serta sukacita kepada segenap kita.
Amin

Salam dan doa, 
Alamta Singarimbun-Bandung

Jangan Tawar Hati Menjalani Hidup


24 Agustus 2019

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Pengalaman ketika akan berjalan kaki melewati sebuah ketinggian... tubuh terasa lemas. Muncul perasaan kuatir. Takut tidak mampu. Nafas rasanya satu-satu ke luar ngos-ngosan. Padahal belum dijalani. Sudah jatuh mental duluan. Dada terasa sesak. Tubuh menggigil disertai keringat dingin.

Begitulah kita menelusuri hidup ini. Banyak bukit untuk dinaiki dan lembah untuk dilalui. Masa-masa sesak dan saat-saat sulit pasti pernah kita alami. Bahkan mungkin saat ini sedang kita alami itu. Kedepanpun akan kita alami.

Wujud bukit dan lembah kesesakan mungkin dalam bentuk masalah keluarga, kesehatan, karir, usaha, hubungan dengan orang lain, pelajaran, dan sebagainya.

Masa-masa sulit dan sesak tidak mungkin dihindari, tapi harus kita dihadapi. Untuk itu perlu kekuatan. Kekuatan itu dapat hilang dan kita tidak berdaya bila kita tawar hati. 

Tawar hati merupakan perasaan yang ada di hati dan pikiran kita. 

Musuh berat kita terkadang bukanlah masalah yang harus kita hadapi, tetapi musuh berat kita adalah diri sendiri yang penuh khawatir dan ketakutan menghadapi masalah.

Masalah akan selalu ada... tak pernah habis. Untuk itu diri kitalah yang harus siap. Jalan keluar terbaik adalah yakin dan percaya kepada Tuhan. 

Paling tidak... ada tiga hal yang akan Tuhan lakukan jika kita yakin dan percaya kepada-Nya...
• Yang pertama adalah: Dia akan menguatkan kita, Dia akan memberi semangat baru. 
• Yang kedua adalah: Tuhan akan memberi hikmat dan cara serta kiat untuk menghadapi dan memecahkan masalah. 
• Yang ketiga adalah: Tuhan akan terlibat membuat objek masalah kita menjadi lebih ringan untuk dihadapi. Ibarat kita harus mengangkat besi, dimensinya mungkin tak berubah, tapi seolah massa jenisnya dibuat Tuhan mengecil, atau gaya gravitasinya disesuaikan dengan kemampuan kita. Ini tidak masalah bagi Tuhan.

Sahabat..., mari kita tetap erat, dekat dan melekat di dalam Kristus. Hidup kita di dalam Yesus menjadi jaminan kita untuk tidak sesak nafas menjalani hidup yang serba rumit ini.

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita selama-lamanya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Menguasai Diri dan Tekun Berdoa


23 Agustus 2019

1 Petrus 4:7
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Waktu berjalan bukan hanya sekedar cepat, tapi ngebut. Hal tersebut mungkin membuat kita gelisah karena begitu-begitu saja hidup kita dari hari ke hari. 

Kegelisahan itu mungkin disebabkan karena ada banyak tanda tanya "mengapa" dalam diri kita;
• Mengapa capaian kita belum memuaskan? 
• Mengapa hidup rasanya statis begini terus?
• Mengapa kita tertinggal dari orang-orang? 
• Mengapa orang lain lebih baik, padahal kita bekerja lebih keras?
• Mengapa orang yang saya kasihi dipanggil Tuhan dari hidupku?
• Mengapa ... ... ... ...?

Kita butuh jawaban atas pertanyaan kita, namun kita merasa tidak mampu menjawabnya. Orang lainpun rasanya tidak memuaskan memberi jawaban pasti.

Untuk itu mari kita sejenak merenungkan nasihat Petrus agar kita dapat menguasai diri, menjadi tenang dan tak perlu gelisah. Kita diajak untuk menguasai diri dan tekun berdoa

Biarlah hati tenang membuat kita dapat berdoa. Dengan berdoa hati kita semakin ditenangkan. Teruslah seperti itu laksana bola salju... semakin membesar karena bergulir tanpa henti.

Mari kita menjalani hidup yang sebentar ini dengan damai dan bahagia menikmati apa yang Tuhan beri. 

Hidup bahagia tidak ditentukan seberapa besar dan seberapa banyak kita merasa memiliki, tetapi sejauh mana kita ikhlas dapat menguasai diri dan seberapa intens kita berdoa mendekatkan diri kepada Allah Bapa yang penuh kasih.

Selamat belajar
Selamat berkarya
Selamat melayani

Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pengharapan Adalah Sauh

22 Agustus 2019

Ibrani 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.

Kapal yang berhenti di tengah laut harus menjatuhkan sauh atau jangkar ke laut agar kapal tersebut tidak bergeser terbawa arus atau gelombang. Walau kapal itu goyang-goyang, tapi tidak akan berpindah tempat.

Kita senantiasa berada dalam gelombang tantangan hidup dan berbagai arus pencobaan. Gelombang dan arus itu tidak dapat kita hilangkan. Tidak dapat kita hindari. Sebab begitulah sifat dan keadaan dunia di mana kita ditempatkan. 

Yang dapat kita lakukan adalah memiliki sauh atau jangkar yang kuat dan pakailah itu.

Sauh dan jangkar kita adalah pengharapan. Bagi kita yang percaya, pengharapan adalah keyakinan akan kegenapan segenap janji-janji Allah yang akan terjadi kepada kita. Kata lain dari pengharapan adalah iman.

Pengharapan dan iman kita tempatkan dalam posisi yang tepat, yaitu di dalam Tuhan Yesus.

Seberapa besar dan seberapa hebatpun gelombang-gelombang hidup kita yang membuat kita berguncang dan bergoyang-goyang... membuat kita sedih dan pilu... membuat banyak air mata keluar... membuat kita menangis dan merintih... tak apalah ! Tetaplah miliki sauh dan jangkar dan kaitkan atau ikatkan itu pada Yesus. Kita akan aman... percayalah!

Arus dan gelombang itu hanyalah di dunia ini saja sebelum kita ke SANA yang kekal. Anggap saja arus dan gelombang itu Tuhan ijinkan dan hadirkan agar kita tetap berpegang dan bergantung kepada Dia.

Sahabat... mari kita lanjutkan dan jalani lagi hidup kita yang terasa berat ini dengan memiliki jangkar dan sauh yang dilabuhkan pada Yesus Tuhan kita.

Selamat belajar
Selamat berkarya
Selamat melayani

Tuhan Yesus sebagai tempat terikatnya sauh dan jangkar kita... menolong dan memberkati kia.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...