Dekat Siapa Anda Tenang?

1 Agustus 2019

Mazmur 62:2
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Mari sejenak untuk berpikir dan merenungkan... dekat dengan siapa kita akan merasa tenang dan aman?

Mungkin akan banyak jawaban kita. Jawabannya barangkali tertuju ke orang tertentu. Tentulah hal ini wajar.

Atau barangkali kita bertanya kepada diri sendiri, "Apa yang saya peroleh, agar saya senang dan merasa  bahagia?"

Untuk hal ini juga akan banyak dan bervariasi jawaban kita. Jawabannya mungkin berupa materi atau berhubungan dengan cita-cita kita. Inipun tidaklah masalah... kita harus punya cita-cita.

Hanya saja haruslah kita sadari bahwa manusia dan segala sesuatu yang kita harapkan sering terbatas untuk memenuhi harapan kita.

Daud menuturkan bahwa hanya dekat dengan Allah saja yang sempurna yang dapat memberi ketenangan dan keselamatan. 

Oleh karena itu, kita boleh dan semestinyalah mengembangkan kedekatan dengan siapa saja yang kita rasa perlu. Kitapun haruslah gigih bekerja untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Cita-cita kita mestinya tinggi dan berupayalah mendapatkannya. Semua ini baik.

Hanya saja janganlah lupa dan jangan abaikan, bahwa dalam semua hal kegigihan dan keuletan kita untuk mencari-cari sesuatu... sesungguhnya dekat dengan Allah di dalam Yesus Kristus menjadi UTAMA dan NOMOR SATU. Setelah itu bolehlah berikhtiar mewujudkan apa yang ada dalam pikiran kita.

Dalam semua kegiatan dan kesibukan kita hari ini, biarlah hati dan pikiran kita semakin merapat dan dekat dengan Tuhan Yesus.

Tuhan, aku berseru: tawanlah hatiku semakin dekat dengan Engkau...!!

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk dapat menikmati kedekatan dengan Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Cukup...


31 Juli 2019

Amsal 30:8-9
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Ada dua kondisi hidup yang saling berlawanan yaitu kaya dan miskin. Orang normal pasti ingin kaya dan tidak mau miskin.

Penulis Amsal mengatakan agar dia tidak diberikan kekayaan... apa yang diinginkan oleh banyak orang, dan dia juga memohon agar jangan jatuh miskin... apa yang dihindari orang. Dia meminta apa yang layak dan patut baginya.

Alasan permintaan penulis Amsal adalah agar jangan dengan kekayaan dia menjadi sombong, dan jangan kemiskinan membuat dia mencuri dan mencemarkan nama Allah.

Sesungguhnya hidup ini indah jika kita sadari bahwa apa yang ada pada kita memang itu adalah pas dan cocok buat kita. Ibarat minum teh manis; pas gulanya; jika kebanyakan gula tidak nikmat. Bila kekurangan gula; rasanya mengambang. Juga ibarat pakaian, pas dengan ukuran tubuh kitalah yang menyenangkan untuk dipakai... tidak kekecilan dan tidak kebesaran... proporsional.

Kaya dan miskin itu adalah kata kualitatif dan relatif, dan sesungguhnya juga yang menjadi soal bukanlah kaya atau miskin... tetapi soal sikap kita memaknainya. 

Ada orang kaya mungkin pura-pura miskin, dan dalam mencari kekayaannya dia tidak jujur dan curang. Dia mengambil yang bukan haknya. 

Ada orang miskin bergaya kaya, dia tidak dapat terima dirinya yang menurutnya kekurangan. Penyebab kemiskinannya mungkin karena malas. 

Kekayaan dan kemiskinan dapat menyebabkan adanya kepalsuan dan kebohongan. Maka itu penulis Amsal mendahului dengan mengatakan, "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan"

Bila kita merasa diri kita kaya dan orangpun berkata bahwa kita kaya... bersyukurlah! Jangan tolak! Nikmati itu di dalam kasih Tuhan. Janganlah pelit! Berbagilah! Jangan menjadi sombong. Tidak ada alasan bagi kita untuk sombong... semuanya anugerah Tuhan!

Bila kita merasa hidup dalam kekurangan, jangan takut! Terimalah diri kita apa adanya. Kalau masih ada daya... maksimumkanlah upaya kita. Tuhan pasti buka jalan. Yang penting jangan malas berusaha.

Dalam hal itu semua... mari kita memiliki sikap yang benar dan jujur terhadap apapun kondisi kita. Tujuan hidup kita sesungguhnya bukanlah menjadi orang kaya, dan bukan pula agar kita merasa miskinpun tak apa-apa. Yang penting jauhkan kecurangan, jujur dalam mencari nafkah hidup... dan hiduplah taat menjadi saksi dan murid Yesus. Bagi kita itu sajalah... CUKUP !!

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk dapat menikmati hidup dalam setiap kondisi. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Apakah Yesus Peduli?

30 Juli 2019

Markus 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Pengalaman dari murid-murid Yesus ketika mereka naik perahu dan badai taufan datang... mereka ketakutan. Karena begitu besarnya badai itu, mereka membangunkan Yesus yang sedang istirahat. 

Dalam ketakutan, murid-murid merasa seolah Tuhan Yesus tidak peduli. Intinya adalah mereka takut binasa tenggelam. 

Karena kita percaya Yesus berkuasa, mungkin kita berpikir dan berkata, "Mengapa murid-murid begitu takut?... tidak mungkinlah mereka tenggelam dan binasa"

Ya memang begitulah rupanya kalau saat-saat genting tiba. Bukankah kita juga sering seperti murid-murid? Saat tekanan badai hidup berat datang, kitapun takut. Dalam letupan emosi kitapun merasa seolah Allah jauh dan merasa tidak peduli. Jadi kita juga tidak lebih baik dari murid-murid yang sedang diterpa badai dalam perahu itu.

Kitapun harus akui bahwa kita juga sering gelisah dan masih saja khawatir akan banyak hal. Mungkin saat inipun kita rasakan itu. Tak apalah... begitulah kita manusia ini. Hanya saja janganlah khawatir kita berlebihan. Biarlah kita masih dapat menguasai diri.

Sebagaimana akhirnya kita lihat bahwa Tuhan Yesus berkuasa menertibkan badai taufan itu, dan perahu menjadi tenang... kita juga percaya bahwa badai taufan dalam perahu kita akan ditertibkan Tuhan Yesus.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong dalam melalui setiap badai hidup kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Rahasia Melakukan Kehendak Tuhan


29 Juli 2109

Mazmur 40:8
Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.

Pada dasarnya sering sulit bagi kita melakukan kehendak Allah, apalagi mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita mau dan inginkan. Sungguh bergumul melakukan apa yang Tuhan mau.

Namun kita melihat pemazmur mengatakan bahwa dia suka melakukan kehendak Tuhan.
Apa rahasianya sehingga dia bisa seperti itu?

Beberapa penyebabnya adalah karena pemazmur mengasihi Tuhan. Pengalaman kita juga sering adalah; kita mau melakukan sesuatu bagi orang yang kita kasihi meski hal itu terasa berat.

Hal lain adalah pemazmur meyakini bahwa melakukan kehendak Allah adalah pilihan terbaik untuk dilakukan. Itulah jalan menuju hidup yang damai dan bahagia.

Melakuan kehendak-Nya adalah menyenangkan bila kita sungguh mengasihi Dia dan jika  meyakini bahwa kita akan berbahagia bila kehedak-Nya yang kita pilih untuk ditempuh.

Mari kita mencari kehendak Allah dalam seluruh sisi hidup kita dan melakukannya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk melakukan kehendak-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Sudahkah Anda Dewasa


28 Juli 2019

Efesus 4:13-14
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan

Berdasarkan ayat firman di atas, dewasa adalah suatu capaian sebagai hasil dari proses. 

Dewasa ditekankan bukan pada usia berapa, tetapi terlebih kepada sikap dan kemandirian seseorang. Kedewasaan juga berarti teguh iman, tidak terpengaruh oleh ajaran palsu, kuat menghadapi tantangan, menjalankan tanggung jawab sebaik-baiknya serta ada keteladanan hidup, 

Bagi kita standar dewasa adalah Kristus. Walau standar itu tidak akan kita capai sepenuhnya, tetapi ke sanalah arahnya. Oleh karena itu dasar pertama tentunya adalah percaya serta menerima Kristus secara pribadi. Setelah itu bertumbuh mengenal Dia lebih dalam. Bertumbuh dalam mengetahui dan memahami firman-Nya, dan taat melakukannya.

Tanpa melihat ke diri orang lain, marilah kita awali untuk menjadi dewasa dengan melihat diri masing-masing dengan bertanya kepada diri sendiri:
1. Apakah saya sudah menerima Kristus secara pribadi?
2. Apakah saya berada dalam proses pertumbuhan iman dengan indikator rindu belajar firman-Nya?
3. Apakah saya terus-menerus dibaharui dalam sikap dan watak saya semakin serupa dengan Dia?
4. Apakah saya ikut serta dalam tanggung jawab memberi hidup untuk tetap setia melayani Tuhan sesuai kapasitas dan karunia yang diberikan kepada saya?

Apapun penilaian kita terhadap diri kita saat ini, tidak perlu kita gusar dan tak usah disesali dan jangan dimasalahkan. Yang penting kita sadari itu dan bergeraklah maju dalam 4 point tersebut.
S e m o g a  ! !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita dalam proses menuju dewasa dalam iman. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menyelesaikan Pekerjaan Yang Dipercayakan Tuhan


27 Juli 2019

Yohanes 17:4
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Dalam doa-Nya Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia telah mempermuliakan Allah Bapa dengan telah selesainya pekerjaan yang diberikan kepada Yesus.

Apa pekerjaan yang harus kita selesaikan dalam hidup ini?

Apakah pekerjaan yang berhubungan dengan profesi kita?
Lakukan dengan baik, sehingga kita nantinya merasa lega dan pimpinan kita merasa puas.

Apakah berhubungan dengan studi kita?
Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan tetap semangat, sehingga nanti lulus dengan nilai sebaik mungkin.

Apakah berhubungan dengan rumah tangga?
Tuntaskan dengan baik, sehingga segenap anggota keluarga kita berbahagia.

Apa lagi?

Ada satu pekerjaan penting yang diamanahkan Kristus bagi setiap murid-Nya... bagi kita ini yang telah percaya dan telah menerima Dia.

Tugas itu adalah Amanat Agung-Nya;
• memberitakan kabar baik,
• menolong orang bertumbuh... memuridkan.

• Apakah kita menyadari itu?
• Apakah kita berada di dalam Amanat itu?
• Apakah kita tetap setia dalam proses untuk menyelesaikannya dengan baik?

S e m o g a !!

Selamat berlibur.
Selamat berkarya
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong  dalam proses penyelesaian pekerjaan yang diembankan-Nya kepada kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pemberian Utama Tuhan Bagi Kita

26 Juli 2019

Roma 8:32
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Andaikan ada seorang pria menikah dengan seorang wanita anak seorang yang kaya raya, apakah sesungguhnya yang utama bagi pria itu? Wanita itu atau kekayaannya?

Kita memiliki Tuhan Yang Maha Kaya... apakah bagi kita yang lebih penting?, kekayaan-Nya atau diri-Nya?

Kita sering lebih tertarik dan lebih mengejar pemberian Tuhan daripada diri Tuhan itu sendiri. 

Marilah kita lebih merindukan dekat dengan Allah daripada merindukan memiliki apa yang akan Dia beri.

Sesungguhnya pemberian Allah yaitu hadirnya Yesus Kristus menjadi Juruselamat kita merupakan pemberian Allah terbesar melebihi pemberian lain. Anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus adalah pemberian utama Allah yang tak dapat dibandingkan dengan apapun.

Oleh karena itu kita sungguh berterima kasih atas pemberian Allah yang sungguh istimewa. 

Walau masih ada harapan-harapan kita yang rasanya belum diberikan Allah, hendaklah kita tidak merasa terganggu hubungan kita dengan Allah. Sebab yang teragung dan terbesar sudah dianugerahkan-Nya. 

Yakinlah bahwa sesuatu yang lain yang Tuhan pandang baik, pastilah dia akan berikan kepada kita pada saat yang tepat.
Puji Tuhan ! !

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...