31 Juli 2019
Amsal 30:8-9
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan
kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang
menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan
berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan
nama Allahku.
Ada dua kondisi hidup yang saling berlawanan yaitu kaya dan miskin.
Orang normal pasti ingin kaya dan tidak mau miskin.
Penulis Amsal mengatakan agar dia tidak diberikan kekayaan... apa yang
diinginkan oleh banyak orang, dan dia juga memohon agar jangan jatuh miskin...
apa yang dihindari orang. Dia meminta apa yang layak dan patut baginya.
Alasan permintaan penulis Amsal adalah agar jangan dengan kekayaan dia
menjadi sombong, dan jangan kemiskinan membuat dia mencuri dan mencemarkan nama
Allah.
Sesungguhnya hidup ini indah jika kita sadari bahwa apa yang ada pada
kita memang itu adalah pas dan cocok buat kita. Ibarat minum teh
manis; pas gulanya; jika kebanyakan gula tidak nikmat. Bila kekurangan gula;
rasanya mengambang. Juga ibarat pakaian, pas dengan ukuran tubuh kitalah yang
menyenangkan untuk dipakai... tidak kekecilan dan tidak kebesaran...
proporsional.
Kaya dan miskin itu adalah kata kualitatif dan relatif, dan
sesungguhnya juga yang menjadi soal bukanlah kaya atau miskin... tetapi soal
sikap kita memaknainya.
Ada orang kaya mungkin pura-pura miskin, dan dalam mencari kekayaannya
dia tidak jujur dan curang. Dia mengambil yang bukan haknya.
Ada orang miskin bergaya kaya, dia tidak dapat terima dirinya yang
menurutnya kekurangan. Penyebab kemiskinannya mungkin karena malas.
Kekayaan dan kemiskinan dapat menyebabkan adanya kepalsuan dan
kebohongan. Maka itu penulis Amsal mendahului dengan mengatakan, "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan
kebohongan"
Bila kita merasa diri kita kaya dan orangpun berkata bahwa kita kaya...
bersyukurlah! Jangan tolak! Nikmati itu di dalam kasih Tuhan. Janganlah pelit!
Berbagilah! Jangan menjadi sombong. Tidak ada alasan bagi kita untuk sombong...
semuanya anugerah Tuhan!
Bila kita merasa hidup dalam kekurangan, jangan takut! Terimalah diri
kita apa adanya. Kalau masih ada daya... maksimumkanlah upaya kita. Tuhan pasti
buka jalan. Yang penting jangan malas berusaha.
Dalam hal itu semua... mari kita memiliki sikap yang benar dan jujur
terhadap apapun kondisi kita. Tujuan hidup kita sesungguhnya bukanlah menjadi
orang kaya, dan bukan pula agar kita merasa miskinpun tak apa-apa. Yang penting
jauhkan kecurangan, jujur dalam mencari nafkah hidup... dan hiduplah taat menjadi saksi dan murid Yesus.
Bagi kita itu sajalah... CUKUP !!
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk dapat menikmati hidup
dalam setiap kondisi. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar