Jangan Hilang Setelah Diselamatkan

12-Mar-2018

Lukas 17:15-18 
Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"

See the source image 

Ketika musim dingin, ada sebuah perahu kecil karam. Penumpangnya berhamburan di laut. Mereka tak berdaya apa-apa untuk menyelamatkan diri. Mereka kedinginan dan nyaris mati. 

Tak jauh dari tempat kejadian, ada seorang berada di kapal melihat. Maka orang itupun segera datang menolong. Dengan sigapnya dia menolong para pemumpang satu persatu.

Karena terlalu banyak orang yang ditolong, dia kelelahan. Tapi untunglah akhirnya semua penumpang terselamatkan. Orang yang menolong itu tak kuat lagi dan pingsan. Dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat beberapa hari.

Di dalam masa perawatan, dari sekian banyak yang telah ditolong, hanya seorang saja yang datang berkunjung besuk ke rumah sakit sekalian berterima kasih. Yang lain entah ke mana perginya tak jelas.

Kisah tersebut di atas mengingatkan kita akan sebuah kisah ketika Tuhan Yesus menyembuhkan 10 orang sakit kusta. Di antara yang disembuhkan, hanyalah satu orang saja yang datang berterima kasih kepada Yesus.

Tuhan Yesus bertanya ke mana yang 9 orang lagi. Tidak ada yang datang menemui Yesus. Bagi mereka yang penting sudah sembuh... selesai... Tidak ada niat dan dorongan datang kepada Yesus berterima kasih. Sampai-sampai Tuhan Yesus bertanya atas 9 orang yang telah disembuhkan itu... ke mana mereka ?

Manusia yang percaya kepada Yesus, diselamatkan dari hukuman dosa. Namun di antara yang telah diselamatkan, hanya sedikit saja yang datang berterima kasih. Hanya sedikit saja yang terbeban untuk melakukan apa yang menjadi keinginan dan kerinduan Yesus. 

Banyak yang merasa cukup dengan beroleh keselamatan saja. Tidak ikut ambil bagian dalam rencana dan kehendak Yesus.

Tentu tidaklah penting mempersoalkan orang-orang. Yang teramat penting adalah bagaimana dengan saya?... bagaimana dengan kita?

Apakah saya sudah berterima kasih kepada Dia?
Apakah kita terbeban ikut ambil bagian dalam rencana Allah atas dunia ini?
Apakah kita menjadi pemain yang ikut bertanding di lapangan?
Atau kita menjadi penonton saja yang hanya bertepuk tangan memeriahkan dari kursi penonton?.
Atau menjadi penontonpun tak sempat?

Tentu ada bagian khusus untuk para pemain dan ada juga bagian untuk para penonton. Namun penting dicatat: Janganlah kiranya Tuhan Yesus bertanya-tanya tentang absensi kita. 

Walaupun terasa sulit, marilah kita ikut jejak 1 orang yang datang berterima kasih kepada Yesus. Janganlah kita ada di dalam kelompok 9 orang yang tidak berterima kasih.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita dan menguatkan kita. Amin.
Teriring salam dan doa,

Alamta Singarimbun-Bandung

Tempat Perlindungan dan Kekuatan

11-Mar-2018

Mazmur 46:2
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
 

Sebuah pengalaman menarik namun mendebarkan dari seseorang ketika naik pesawat terbang. Begitu pesawat mengudara, terasa seolah pesawat kurang tenaga pendorong. Suara dorongan pesawat yang biasanya mendesau terasa hilang. Bagi beberapa penumpang yang mengerti dan peka, hal itu tentu menimbulkan kecemasan. 

Betul saja, tiba-tiba pramugari mengumumkan melalui pengeras suara bahwa pesawat akan kembali mendarat ke bandara semula. Mendengar pemberitahuan itu, semua penumpang jadi takut dan cemas. Sebagian besar penumpang stress, takut kalau pesawat itu tak sanggup lagi mendarat. Apalagi pramugari meminta agar para penumpang berdoa menurut agamanya masing-masing. 

Ada penumpang yang sudah mulai tak tahan lagi dan langsung  berteriak-teriak tak karuan di dalam pesawat. Dalam situasi menegangkan seperti itu, rasanya tidak ada daya. Keringat dingin mengucur di seluruh badan karena tegang. Tidak ada tempat mengadu dan tidak ada tempat untuk berlindung kecuali berseru kepada Tuhan. Pada saat itu tampak beberapa penumpang mulai berdoa serius penuh penyerahan agar diberikan keselamatan. 

Akhirnya dengan pertolongan Tuhan, pesawat masih dapat mendarat dengan mulus. Semua penumpang, termasuk para awak pesawat tampak pucat. 

Sadar atau tidak sadar, begitulah hidup. Sering sekali kita kehilangan tenaga... kehilangan daya untuk dapat bertahan hidup. Kita kehilangan tenaga dan kuasa rohani, sehingga begitu tantangan hidup muncul meskipun kecil, perasaan cemas dan khawatir menguasai hidup kita. Kita gampang dikalahkan. 

Kita diingatkan untuk dekat dengan Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu memberi pertolongan dan jalan keluar melewati masa-masa sulit. Tuhan tidak pernah terlambat menolong. Hanya kita yang sering masih saja mencoba bertahan dengan kemampuan yang ada dan berjalan sendiri. 

Pada saat merasa aman, betapa sering kita merasa tak berguna mengandalkan Tuhan. Tetapi begitu mentok dan tak berdaya lagi, kita putus asa tak karuan... kebanyakan mengeluh.

Berdoalah dan mintalah kekuatan dan pertolongan kepada Tuhan pada setiap saat. Apakah kita merasa aman atau merasa ada tantangan berat, tetaplah bergantung dan bersandar kepada Tuhan. DIA akan bersegera datang, sebab Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita setiap saat. Amin.

Teriring  salam dan doa,
Alamta Singarimbun

Kejar dan Kerjakanlah Hal yang Membangun

10-Mar-2018

Roma 14 : 19
Sebap itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun  

See the source image 

Dalam sebuah orkestra, ada banyak alat musik dimainkan, seperti: biola, piano, gitar, dan sebagainya. Masing-masing alat musik memiliki ciri khas suara tertentu. 

Terompet memiliki warna bunyi berbeda dengan piano. Biola tidak usah dan tidak perlu menyamakan warna suaranya dengan piano, karena memang  berbeda. Justru dalam keberbedaan itulah  membuat musik menjadi sedap didengar. 

Yang penting adalah bagaimana  agar seluruh alat musik memiliki keselarasan dan harmonis, sehingga musik menjadi merdu dan enak dinikmati. Haruslah masing-masing alat musik mengeluarkan suara dan jati dirinya sebaik mungkin, sehingga peran dan fungsinya jelas dan sesuai dengan apa yang diinginkan sang dirijen.

Sebagai anak-anak Allah, kita memiliki keunikan  masing-masing. Ada perbedaan antara orang yang satu dengan yang lain.  Tidak usah dan tidak perlu dipaksakan sama dan memang tidak sama. Justru dalam perbedaan itulah kita dapat saling melengkapi. 

Yang penting adalah kita senantiasa  melakukan apa yang terbaik  dari dalam diri kita untuk saling membangun dan meneguhkan. Dengan demikian seumpama sebuah simponi, dari kehidupan kita akan keluar nada-nada indah harmonis. Itulah yang akan menjadi kesaksian hidup yang baik bagi dunia ini. 

Biarlah Tuhan Yesus sebagai “DIRIJEN” leluasa mengarahkan dan memimpin kita untuk mempersembahkan lagu hidup sebagai kidung pujian dengan irama merdu untuk dinikmati orang banyak, dan menjadi persembahan yang indah bagi Dia.

Puji Tuhan !!

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memimpin dan memberkati hidup kita. Amin.
Salam dan doa,

Alamta Singarimbun-Bandung.

Kasih dan Keadilan Tuhan Kekal

09-Mar-2018

Maz. 103:17 
“Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu”

See the source image 

Seorang bapak memiliki kebiasaan; bila di kantor disediakan makan siang dalam bentuk nasi kotak karena ada rapat, ada tamu atau ada kegiatan lain, maka bapak tersebut selalu mengambil bagiannya dan membawanya pulang ke rumah. 

Jatah hanya ada satu, sedangkan anaknya ada dua orang. Anaknya yang bungsu biasanya lebih cepat bertindak.  Begitu melihat ayahnya membawa makanan, maka dia langsung mengambil dan tak peduli kepada kakaknya. 

Memang kakaknya rada kurang cepat sehingga selalu saja ketinggalan dari adiknya dalam mendapat bagian. Kakaknya sering protes mengapa adiknya terus yang mendapat bagian. Dia merasa “cemburu” terhadap adiknya. Kakaknya tidak tahu bahwa sebetulnya ayahnya sangat mencintai dia sama dengan adiknya. Walau sang kakak tidak kebagian nasi kotak, namun kasih sang ayah sama.

Cemburu adalah salah satu sifat alami manusia. Kecemburuan sering dimunculkan dalam bentuk tidak dapat menerima kenyataan kalau dia tidak semujur orang lain. Ada yang cemburu kalau orang lain lebih kaya, lebih berhasil, lebih diperhatikan atau disayangi, dan sebagainya. 

Manusia sering merasa sudah berbuat banyak hal dan telah berjasa terhadap Allah dan karena itu semestinyalah Allah lebih peduli dan lebih memperhatikan dia. Pemikiran seperti itu membuat manusia gagal memahami keberadaan Allah yang penuh cinta kasih. 

Manusia sering mengukur kasih Tuhan dalam bentuk materi. Benda menjadi alat ukur yang dipakai manusia mengukur dirinya dan mengukur orang lain. Akan tetapi bagi Allah karakter manusia jauh lebih berharga. 

Tuhan Allah sangat mengharapkan agar anak-anak-Nya takut akan Dia dan mencintai keadilan. Allah selalu konsisten akan cinta kasihNya kepada manusia. Kasih Allah tidak terbatas dan tak pernah berakhir. 

Wujud kasih Allah tidak terletak di dalam "kepemilikan" seberapa banyak benda-benda yang kita mau. Bahkan apa yang ada pada kita bukan milik kita, tetapi titipan Tuhan. Kekayaan sesungguhnya terletak pada hubungan kita yang baik dan harmonis dengan Dia.

Kasih dan keadilan Tuhan kekal.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita dan menguatkan kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pribadi yang Mengenal Hatiku


Cara Membersihkan yang Kotor

08-Mar-2018

Kolose 3:16
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.See the source image

Dengan membawa sebuah gelas kosong, seorang pemimpin bertanya kepada anak buahnya, “Coba jelaskan bagaimana Anda dapat mengeluarkan seluruh udara yang ada dalam gelas ini ?” 

Muncullah berbagai usulan teknik dan cara yang harus dilakukan. 

Salah satu jawaban yang nampaknya cukup memuaskan adalah dengan cara menghubungkan gelas tersebut ke sebuah pompa pengisap. 

Tetapi pemimpin itu berkata, “Cara itu memang baik dan dapat diterima, tetapi dengan cara seperti itu, di dalam gelas akan terjadi hampa udara dan dapat membuat gelas ini pecah” 

Semua anak buah berpikir keras untuk memberi jawaban lain yang paling tepat dan paling baik. Tapi tidak ada saatupun jawaban yang dirasakan paling baik. 

Akhirnya sang pemimpin mengambil sebuah teko berisi air dan mengisikannya ke gelas tersebut. Setelah gelas terisi penuh, dia berkata, “Nah, sekarang coba Anda lihat  bahwa semua udara dalam gelas telah keluar dan digantikan posisinya oleh air… selesailah masalahnya bukan ?!...”  Seluruh anak buahnya terdiam dan mereka mengangguk mengakui kebenarannya.

Dengan apakah manusia dapat memiliki kemampuan untuk hidup berkemenangan ? Ada banyak cara yang ditawarkan dan dilakukan orang. Ada yang mengatakan dengan usaha keras, dengan banyak latihan diri, dengan mengosongkan pikiran, dan sebagainya. Tetapi betapa sering kita gagal dengan cara seperti itu. 

Agar hidup berkemenangan, isilah perbendaharaan hati kita dengan kekuatan dari Allah... isilah dengan firman-Nya... dengan kuat kuasa Roh Kudus. Dengan demikian kuasa dari Tuhan akan menguatkan kita. Izinkanlah Roh Kudus berperan dan menguasai hati serta pikiran kita setiap saat. 

Berilah diri kita dipimpin Tuhan. Berserahlah kepada Tuhan. Itulah kekuatan utama kita. itulah cara efektif sebagai rahasia kemenangan iman dalam menempuh hidup ini. 

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita dan menguatkan kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Memberkati yang Takut akan Tuhan

07-Mar-2018

Mazmur 115:12–13
TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati ; memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar
See the source image

Penonton berduyun-duyun datang untuk menyaksikan konser piano akbar yang akan dimainkan oleh seorang pemain piano kawakan terkenal di seluruh dunia.

Beberapa saat sebelum mulai, ada seorang anak kecil naik ke pentas. Anak kecil itu rupanya baru saja kursus piano. Dengan polosnya, dia memencet tuts piano. Karena baru belajar, permainan pianonya tidak pas, terdengar suara fals. 

Para penonton banyak yang merasa terganggu dan kesal dengan suara aneh tersebut. Banyak penonton berteriak menyoraki anak kecil itu agar segera menghentikan permainannya dan turun dari pentas. Anak kecil itu menjadi gemetar dan pucat mendengar teriakan, ”Turuuuun... turuuuun...!”

Tiba-tiba anak itu merasakan ada tepukan halus ke punggungnya. Segera dia menoleh dan sungguh kaget karena yang menepuk punggungnya adalah pemain piano terkenal yang akan main piano sebentar lagi. Pemain piano itu berkata, “Bagus sekali permainan kamu. Ayoo terus aja mainkan. Jangan takut, saya di dekatmu dan ingin mendengar” 

Tanpa ragu, anak kecil itu meneruskan permainan pianonya, Dengan susah payah selesai jugalah sebuah lagu sederhana yang sedang dipelajarinya. 

Pemain piano itu pun mengangkat anak kecil itu dan berseru kepada para penonton, 
“Hadirin… ada seorang calon bintang pemain piano besar berada di depan Anda. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk dia!” 

Para penonton semua bertepuk tangan memberi hormat. 
Anak kecil yang tadinya pucat itu, mendadak jadi senang karena mendapat pujian. Suasana menjadi tenang kembali. Anak kecil itu seolah telah membuka konser dengan baik.

Mungkin lagu dan cerita kehidupan kita kurang menarik. Orang tidak peduli dengan keadaan kita. Bahkan sering kita merasa diremehkan dan dipojokkan karena dianggap tidak berarti apa-apa di mata orang. 

Akan tetapi Kristus sungguh mengasihi kita. Kita telah ditebus-Nya. Kitalah menjadi alasan mengapa Yesus datang ke dunia ini. Dia menyentuh hati kita seolah berkata, “Teruslah semangat hidup tanpa ragu! Aku menyertaimu!”

Oleh sebab itu teruslah jalani hidup kita dengan semangat dan sukacita. Hidup kita berarti dan bernilai oleh karena Yesus. Teruslah berbuat hal yang baik dan benar di hadapan-Nya. Allah tetap peduli dengan kita. Dia akan menolong dan mengangkat serta memberkati hidup kita.

Puji Tuhan !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita. Tuhan Yesus menguatkan kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...