Jalan Lurus Yang Benar atau Salah

07 Juni 2018

Amsal 21:2 
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.


Suatu hari seseorang tersesat di jalan. Di ujung perjalanannya dia menemui jalan buntu. Terpaksa dia kembali ke jalan semula. Padahal dia sudah berjalan jauh. Dia rugi waktu dan rugi bahan bakar.

Masalahnya sebetulnya adalah orang tersebut terlalu asik menikmati musik kesukaannya selagi nyetir, sehingga dia tidak memperhatikan arah dan tanda-tanda jalan. Dia berjalan menuruti nalurinya melewati jalan yang menurutnya bagus dan rata.

Kalau sesat di jalan seperti itu, tidak terlalu masalah mungkin. Bisa kembali lagi ke jalan semula. Tetapi bagaimana jika salah dengan perjalanan hidup kita? Perjalanan hidup kita bisa salah arah. Bila salah, kita tidak bisa memutar waktu kembali. 

Kita sering terlalu asik dengan apa yang kita suka dan menyenangkan. Kita berjalan menempuh hidup ini dengan pikiran kita saja dan apa yang kita pandang baik. Kita sering lupa melihat tanda-tanda dan arahan dari Tuhan. Kita sering tidak melibatkan dan tidak menghadirkan Tuhan dalam hidup kita. 

Kita memang percaya kepada Yesus. Kita yakin sudah diselamatkan Yesus. Tetapi kita tidak menjadikan Yesus sebagai TUHAN yang berhak penuh atas hidup kita. Inilah masalahnya, sehingga kita tersesat.

Marilah kita mencermati seluruh hidup kita dengan rencana yang baik berdasarkan Yesus sebagai TUHAN atas hidup kita. Dengan demikian, jalan kita bukan lurus menurut kita, tetapi lurus menurut Tuhan sendiri. 

Semoga!!

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Biarlah Tuhan Yesus memimpin perjalanan hidup kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Lakukanlah Bagianmu, Layanilah Tuhan

06 Juni 2018

Roma 12:11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Rasul Paulus mengingatkan agar kerajinan kita tidak kendor. Roh kita tetap menyala-nyala melayani Tuhan.

Dengan apa kita melayani Tuhan?

Kita dapat melayani Tuhan dengan harta benda yang kita miliki.

Pasti kita setuju bahwa kita butuh harta. Harta mengongkosi hidup kita. Salah satu tujuan kita bekerja, berusaha dan berbisnis adalah untuk beroleh harta dan uang. Selain membiayai hidup kita, dengan uang yang kita peroleh, kita sungguh dapat melayani Tuhan.

Ketika ada kegiatan rohani membangun gedung gereja, dan sebagainya, kita berdoa dan berharap dicukupkan uangnya. Kitapun mendata orang-orang yang bisa dan punya hati untuk memberi. Itu artinya kita sangat butuh harta dan uang dan selayaknyalah kita sangat menghargai orang-orang yang rela memberi. 

Harta dan uang adalah suatu bentuk pelayanan kita kepada Tuhan. Ada orang-orang tertentu yang dipakai Tuhan melayani melalui harta. Kedudukan mereka sama baik dan mulianya dengan orang-orang yang mendedikasikan dirinya melayani Tuhan secara penuh.

Kita dapat menyokong para hamba Tuhan, terutama untuk mereka yang melayani di lini terdepan, di pedalaman sana yang sering amat sulit dengan keuangan.

Bagi kita yang belum mendapat kesempatan memberi melalui harta karena kondisi tertentu, tentu tidaklah masalah. Masih ada bentuk lain yang bisa kita beri dan persembahkan untuk Tuhan. 

• Mungkin dengan waktu kita. 
• Mungkin dengan pemikiran kita.
• Mungkin dengan tenaga fisik.
• Mungkin dengan keahlian tertentu.
• Mungkin dengan ... ... …

Dan satu bentuk pelayanan yang harus ada adalah melayani dengan menyiapkan generasi penerus yang takut akan Tuhan. Menyiapkan murid dan para pekerja yang sedia dan setia.

Apa yang kita lakukan saat ini? 
Apakah kita sibuk dan sibuk terus tanpa ada kaitannya dengan Kerajaan Allah? Sayang sekali!

Biarlah kita memiliki hati untuk Tuhan dan hendaklah semua aktifitas kita berkaitan dengan rencana-Nya atas dunia ini dan terlebih atas diri kita.

Selagi ada waktu dan kesempatan, mari kita semangat melayani Tuhan melalu profesi dan panggilan kita.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Iri Hati Ternyata Perbuatan Jahat

05 Juni 2018

Yakobus 3:16 
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

• Siapakah kita yang tidak pernah merasa iri hati?

• Siapakah di antara kita yang sedang iri hati saat ini?

• Siapakah kita yang sudah bebas dari perasaan iri hati?

• Apa yang kita rasakan ketika kita merasa iri hati?

• Biasanya apa yang kita lakukan ketika kita iri hati?

• Dalam hal apa kita sering merasa iri hati?

Tentu kita sadari bersama bahwa iri hati itu bukan saja dosa, tetapi tidak baik untuk kesehatan jasmani kita dan merusak pertumbuhan iman kita. Iri hati merusak hubungan baik dengan sesama.

Penulus Ibrani mengatakan bahwa iri hati membawa kekacauan. Orang yang sedang iri hati akan merasa puas dan senang jika kepada siapa dia iri hati, orang tersebut tidak beruntung atau celaka. Inilah salah satu makna bahwa iri hati itu merupakan perbuatan jahat. 

Mari kita semakin bebas dari rasa iri hati. Kebebasan kita dari iri hati tidak bisa terjadi begitu saja tanpa kehadiran Yesus dalam diri kita. Salah satu proses penyelesaian hidup kita adalah pembebasan hati dan pikiran dari rasa iri.

Semua kita belum selesai dengan proses pembentukan watak kita. Karena itu selalu saja ada kemungkinan rasa iri muncul. Ini adalah fakta, apakah kita akui atau tidak. Dalam hal ini Tuhan dan kitalah yang tahu tentang kita. 

Terkadang rasa iri hati itu begitu halus dan tidak nampak. Harus diwaspadai!, agar iri hati tidak berlanjut dan tidak berbuah. Akuilah di hadapan Tuhan dan bertobatlah.

Apabila kita sadar dan sudah meyakini nilai dan harga diri kita begitu amat sangat tinggi sekali dalam Yesus Kristus, semakin bebaslah kita dari rasa iri hati yang mengganggu. Kunci utamanya adalah hubungan intim kita dengan Yesus Kristus.

1 Petrus 1:18-19 
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Di luar Yesus, apa saja bisa membuat kita iri hati bahkan kita bisa menjadi pencetus iri hati bagi orang lain, karena mungkin kitapun memiliki sikap pamer dan haus akan pujian sia-sia... orangpun iri jadinya.

Di luar Yesus kita sering merasa diri kita lebih tinggi dan saat lain kita merasa lebih rendah. Merasa diri lebih tinggi sama buruknya dengan merasa diri lebih rendah. Di sini muncul perasaan iri hati itu.

• Siapa bilang diri kita lebih tinggi dari orang lain?

• Siapa bilang diri kita lebih rendah dari orang lain?

Bukankah pernyataan itu lahir dari sifat dosa dan sifat iri yang masih mengakar dan masih beranak pinak yang belum dibereskan dalam diri kita?

Oleh sebab itu mari kita datang dan serahkan hati kita sepenuhnya kepada Yesus untuk pembebasan diri kita dari iri hati yang membelenggu dan menyesakkan.

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus!!

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Jangan Tinggalkan Tuhan

04 Juni 2018

Galatia 4:8-9
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

Ada seorang pekerja Gereja jika makan, dia tidak berdoa. Dia langsung saja makan. Semula diduga mungkin dia sudah berdoa dalam hatinya. Dan tentu tidak ada maksud-maksud tertentu untuk menghakimi dia mengapa dia tidak berdoa sebelum makan. Itu hak dia. Hubungan dia dengan Tuhan adalah tanggung jawabnya yang tak dapat kita paksa-paksakan.

Cuma memang karena dia aktif melayani di gereja, penasaran juga untuk bertanya tentang hal tersebut, mengapa dia terlihat tidak berdoa sebelum makan.

Lantas dia berkata dengan terus terang bahwa dia sedang kecewa berat dengan Tuhan. Beberapa waktu lalu anaknya sakit. Sudah didoakan, namun tidak kunjung sembuh. Malah meninggal dunia. Dia juga merasa ada sakit di pinggangnya. Setelah diperiksa, dokter bilang syaraf terjepit. Pengobatannya harus operasi, tetapi ada resiko berat jika tidak berhasil. Diberi indeks 50 % kemungkinan sembuh.

Mendengar keterangan dokter, dia berdoa saja. Berharap sembuh, tetapi tidak sembuh-sembuh juga. Jadi dia merasa berdoa tidak ada gunanya lagi. 
Sedih mendengarnya.

Inilah fakta kita hidup beriman kepada Allah. Pengalaman hidup yang tidak enak sering sangat berpengaruh terhadap hubungan kita dengan Tuhan. 

Kedewasaan iman kita sering diuji oleh situasi-situasi hidup. Hidup ini tidak seideal apa yang kita pikirkan. Dalam hal inilah orang sering jatuh dan jadi tidak semangat di dalam Tuhan... kecewa.

Jemaat Galatia diingatkan Rasul Paulus agar tidak meninggalkan Allah... tidak berbalik ke allah-allah lama mereka. Jemaat diajak untuk tetap setia memperhambakan diri kepada Allah di dalam Kristus.

Melihat pesan Paulus tersebut, mungkin ada memang jemaat yang mulai meninggalkan Tuhan. Mereka kembali kepada keyakinan lama.

Penyebabnya apa?
Mungkinkah karena kecewa?
Mungkin saja.
Mungkin juga ada kejenuhan beriman.
Mungkin juga karena pengaruh orang-orang tertentu.
Banyak kemungkinannya.

Ajakan Paulus dalam ayat tersebut di atas, adalah juga merupakan ajakan bagi kita semua agar tetap menjadi hamba- hamba Allah. Kita didorong untuk terus mengabdi kepada Tuhan. Dialah Raja kita. 

Saat inipun ada beberapa kemungkinan penyebab yang berpotensi membuat orang-orang percaya menjadi tawar hati karena kecewa.
• Kecewa atas kondisi hidup yang terasa susah
• Kecewa karena karir tidak meningkat, begitu-begitu saja terus
• Kecewa usaha tidak maju-maju
• Kecewa karena ditolak
• Kecewa kerena penyakit tidak sembuh-sembuh
• Kecewa kepada pasangan hidup (suami atau istri)
• Kecewa terhadap orang tua
• Kecewa karena sikap negatif orang lain, terutama kecewa terhadap seseorang yang dinilai baik selama ini, terutama kecewa terhadap aktifis gereja yang dianggap panutan selama ini, atau aktifis persekutuan.
• Mungkin kecewa terhadap ... ... ... (isi sendiri ! !).

Mari kita melihat diri kita yang juga sangat rentan terhadap rasa kecewa. Mungkin saat inipun kita sedang alami itu. 

Dan anehnya ada juga orang-orang tertentu menikmati rasa kecewa dan tak mau beranjak dari situ.... Jangan!!!

Yang jelas Allah tetap setia. Sekalipun Tuhan ijinkan kita berjalan dalam situasi yang tidak kita sukai, tidak kita harapkan, tidak kita pahami... Allah tetap mengasihi kita. Dia tidak membiarkan dan Dia tidak meninggalkan kita... itu janji-Nya...

Ibrani 13:5b
Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Oleh sebab itu mari kita tetap bertumbuh mengenal Yesus dalam situasi apapun... susah atau senang... suka atau duka... sakit atau sehat... sukses atau gagal.

Tuhan itu baik
Sungguh amat baik
Sampai selama-lamanya Tuhan itu baik.

Puji Tuhan ! ! !

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kasih Adalah Dasar Ketaatan

03 Juni 2018

Yohanes 14:15
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Ada berbagai alasan orang dalam ketaatan.

Dalam status terhukum, orang taat agar hukumannya diperingan, atau paling tidak agar tidak diperberat.

Di sekolah orang taat agar dapat nilai yang baik.

Di dunia kerja, orang taat agar kondite baik dan itulah salah satu alasan atau cara untuk kenaikan pangkat agar lebih lancar dan mulus. Ujung-ujungnya dapat bonus kerja dan/atau gaji bulanan naik.

Kalau di rumah tangga, ketaatan anak-anak berdasarkan kedewasaannya. Anak yang telah dewasa sikapnya, ketaatannya disebabkan hubungan yang akrab dengan orang tuanya...  kasih berperan.

Anak yang tidak dewasa, taat karena mungkin berharap dapat hadiah, atau agar tidak direweli orang tuanya.

Bagaimana dengan ketaatan kita ?

Kita adalah anak-anak Allah. Apa dasarnya kita taat kepada Allah?
Semua itu bergantung kepada sikap dan kedewasaan kita.

Tuhan Yesus mengatakan agar kita mengasihi Dia... Kasih kepada Yesus sebagai dasar ketaatan. Inilah ketaatan yang murni dan Tuhan harapkan kita begitu.

Kasih kita terbatas. Oleh karena itu kita butuh kekuatan dari Tuhan sendiri untuk kita dapat sungguh-sungguh mengasihi-Nya.



Tuhan beri aku kekuatan untuk hidup senantiasa mengasihi Engkau.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati kita dengan kasih-Nya.
Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Waspadalah Terhadap Segala Berhala

02 Juni 2018

1 Yohanes 5:21
Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Berhala sering diartikan atau dikaitkan dengan dunia mistik... mungkin itu jimat-jimat atau benda-benda tertentu yang telah diisi mantera-mantera.

Berhala sesungguhnya tidak sesempit itu pengertiannya. Berhala adalah sesuatu yang membuat hati kita menjauh dari Allah. Berhala berpotensi menawan hati kita, sehingga kita tidak mengutamakan Allah.


Berhala dapat berupa uang dan harta. Jabatan dan karir kita dapat menjadi berhala. Hobby juga bisa menjadi berhala. Keinginan-keinginan tertentu dapat menjadikan berhala dalam hidup kita. Banyak lagi…

Oleh karena itu mari kita periksa diri dan hidup kita. Apakah ada hal-hal tertentu yang menghalangi kita untuk mengutamakan Tuhan? Rasul Yohanes mengatakan agar kita WASPADA. Artinya mungkin secara halus tanpa kita sadari hati kita mulai terikat ke sesuatu yang membuat Tuhan tidak menempati POSISI NOMOR SATU dalam hidup kita.

Biarlah penghargaan, penghormatan serta penyembahan kita kepada Allah Bapa Yang Maha Baik tidak terganggu oleh apapun juga.

Selamat berlibur.
Seamat beraktifitas.
Slamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Perhiasan Yang Tidak Binasa

01 Juni 2018

1 Petrus 3:4
“Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah”

Jika dibiarkan, sebongkah es dapat mencair terkena panas. Es yang mencair itu dapat dikembalikan menjadi es dengan cara mendinginkannya, misalnya dimasukkan ke dalam kulkas. Air dapat menjadi uap jika dipanaskan. Sebaliknya uap dapat kembali menjadi air jika didinginkan melalui proses pengembunan. Inilah proses fisis di alam yang terus dapat berputar-putar secara spontan maupun dilakukan manusia.

Namun ada satu hal yang tidak dapat dikembalikan ke semula, yaitu sang waktu.

Bayangkanlah bila waktu dapat diulang kembali... kita dapat kembali ke masa lalu... kita yang sudah orang tua ini dapat kembali menjadi bayi. Apa jadinya?.

Mungkin istri saya jadi terheran-heran kok suaminya seorang bayi?

Demikian juga sebaliknya, jika istri saya kembali menjadi anak kecil umur 10 tahun dan belajar di kelas 4 SD...bingung juga !

Sang waktu bagaikan anak panah yang melesat kencang dan tidak dapat dilambatkan dan tak dapat dihentikan, apalagi dibalikkan... TIDAK BISA !

Pekerjaan dapat ditunggu ataupun pekerjaan yang menunggu manusia, namun umur tidak dapat ditunggu-tunggu. Waktu akan terus berjalan tanpa kompromi.

Uang dapat disimpan di rumah atau ditabung di Bank. Bila diperlukan, uang itu dapat diambil. Namun tidak demikian dengan waktu. Waktu tidak dapat disimpan sebagai cadangan usia. Sekali sang waktu berlalu, maka tak dapat dikembalikan lagi.

Seiring berjalannya waktu yang begitu cepat, maka tubuh manusia akan berubah. Ada selang waktu tertentu tubuh manusia semakin baik sejalan dengan waktu. Akan tetapi ada batasnya... ada puncaknya, dimana melewati batas itu tubuh manusia akan semakin merosot.

Ciri-ciri yang nampak dalam kemerosotan tubuh manusia misalnya adalah daya tangkap semakin menurun. Tubuh tidak sekuat dulu lagi. Kulit berkeriput. Penampilan semakin tidak menarik. Menjadi pelupa, dan sebagainya. Makanan yang disukai juga harus dihindari dan dipantangkan atau paling tidak harus dikurangi.

Karena itu banyak manusia yang sering tidak dapat menerima kenyataan bahwa usianya memang sudah lanjut. Mereka ingin jadi muda kembali dan menjadi ”iri” melihat orang muda. Maka mulailah muncul bentuk-bentuk kekhawatiran dan ketakutan, misalnya khawatir akan penyakit, takut ditinggalkan, takut tidak dihargai lagi, takut kehilangan pengaruh... dan takut mati. Inilah problema natural manusia seiring dengan berjalannya sang waktu.

Akan tetapi ada kabar baik dari Firman Allah... bahwa walaupun tubuh fisik kita merosot, tetapi bersama Allah justru semakin hari manusia batiniah kita dapat semakin dibaharui dan inilah sebenarnya yang paling penting.

Allah melihat bukan penampilan fisik kita meski bagi manusia itulah yang nomor satu. Allah melihat hal terpenting dalam diri manusia yaitu hati dan batinnya. Salah satu penampilan batiniah yang diperbaharui adalah perilaku dan karakter yang baik dan mulia.

Di tengah-tengah berubahnya fisik kita ke arah yang tidak kita harapkan, marilah ijinkan Tuhan memperbaharui hati dan batin kita... dan kitapun berupayalah untuk itu. Biarlah perilaku kita semakin baik. Biarlah kita dapat menikmati segenap janji-janji Allah. Peganglah janji-Nya !

Puji Tuhan!

Selamat berlibur.
Seamat beraktifitas.
Slamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus senantiasa memapah dan menolong kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...