Yes, Tuhan Yesus Mendoakan aku

15 Oktober 2018

Yohanes 17:20-21 
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Di dalam doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17, Dia tidak hanya berdoa bagi murid-murid-Nya , tetapi juga doa-Nya ditujukan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus melalui pemberitaan murid-murid-Nya.

Hal ini berarti, walaupun dalam proses dan waktu yang panjang, kita yang percaya kepada Dia, sudah didoakan oleh Yesus... terserah melalui siapa dan bagaimana caranya kita percaya kepada Yesus.
Puji Tuhan !

Tinggal sekarang kita bersama-sama memperhatikan apa yang didoakan Yesus tentang kita.

Doa Yesus adalah agar kita bersatu 

Jangankan kita yang berbeda suku dan sebagainya... saudara sekandung sajapun banyak perbedaan. 

Tentulah banyak perbedaan kita. Berbeda latar belakang kita. 
Berbeda suku bangsa kita. 
Berbeda cara pandang kita. 
Berbeda doktrin kita. 
Berbeda selera kita. 
Banyak mungkin perbedaan di antara kita. 

Di tengah perbedaan yang banyak, Tuhan Yesus berdoa dan berharap kita bersatu. Bersatu tidaklah berarti seragam, tetapi kita sehati, kita memiliki tujuan yang sama yaitu mewujudkan rencana Allah atas dunia ini.

Dengan kebersamaan dan bersatunya kita... demikianlah... atau itulah salah satu caranya dunia ini dapat mengenal Yesus Kristus.

Dalam keberagaman kita, mari kita mewujudkan doa Tuhan Yesus dengan semangat kebersamaan dalam  saling membangun dan saling melengkapi dalam profesi dan pelayanan kita. 

Dengat semangat baru... biarlah kita semakin produktif dalam profesi kita dan tetap memiliki semangat memberitakan kabar baik bagi orang di sekitar kita.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberi kekuatan dan semangat baru. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Yakin Sepenuhnya KETUHANAN YESUS KRISTUS

14 Oktober 2018

Yohanes 10:32-33 
Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Tuhan Yesus melakukan banyak perbuatan ajaib. 
Dia menyembuhkan penyakit. 
Dia membangkitkan orang mati. 
Dia memberi makan banyak orang dari lima roti dan dua ikan. 
Dia berjalan di atas air. 
Dia menjadikan anggur dari air. 
Dia mencelikkan mata orang buta. 
Banyak lagi... 
Itu semua menunjukkan KEILAHIAN-NYA

Tuhan Yesus melakukan banyak hal menolong orang, tetapi tetap saja orang-orang Jahudi berusaha menangkap dan membunuh Yesus. 

Alasan mereka adalah mereka mengatakan Yesus menghujat Allah. Mereka meyakini Yesus adalah manusia biasa, jadi tidak patut Yesus menyamakan diri dengan Allah. 

Akibatnya tertutuplah hati dan pikiran mereka akan semua pekerjaan Yesus. Terlebih hati mereka tertutup menerima Yesus sebagai Mesias... Juruselamat.

Begitulah berharganya keyakinan. 
Keyakinan yang mengendalikan apa yang akan dilakukan.

Siapakah sesungguhnya Yesus bagi kita? 

Keyakinan akan siapa Yesus akan menjadi dasar yang kuat di dalam pertumbuhan dan respons kita kepada-Nya.

Marilah kita semakin kuat meyakini akan KETUHANAN KRISTUS
Yesus adalah Tuhan. 
Yesus adalah Allah. 
Yesus adalah Mesias.
Yesus adalah Juruselamat.
Terpujilah Tuhan Yesus.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun -Bandung

Belajar dari MAHA GURU

13 Oktober 2018

Yohanes 7:15-16  
Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!"
Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.

Untuk menjadi lebih cerdas, pintar dan bijak kita perlu belajar. Perlu waktu untuk proses pembelajaran. Pembelajaran ada yang formal dan ada yang tidak formal.

Berbeda dengan Yesus. Yesus bukanlah makhluk cerdas dan jenius, tetapi Dia adalah TUHAN. Yesus adalah SUMBER, sehingga Dia tidak sama dengan kita. Dia tidak perlu proses pembelajaran seperti kita. Kita berbeda dengan Dia. 

Tentulah kita bersyukur karena kita milik-Nya... kita memiliki Yesus yang menjadi MAHA GURU yang ajaib dan luar biasa. Itulah sebabnya mengapa orangpun banyak terheran-heran melihat hikmat Yesus, sehingga mereka bertanya-tanya dan berkata, "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!"

Orang-orang Jahudi menganggap Yesus manusia biasa sama seperti mereka. Mereka tidak sadar bahwa di antara mereka ada dan hadir PENCIPTA dunia ini... PENCIPTA mereka juga. 

Seandainya mereka sadar siapa Yesus yang sedang berada di antara mereka, mestinya mereka tersungkur menyembah Yesus. Tapi malah banyak di antara mereka berupaya menangkap dan membunuh Yesus... hanya saja belum tiba dan belum genap saatnya.

Secara alami kita perlu dan harus terus belajar... belajar dari Tuhan Yesus tanpa pernah berhenti. Kita perlu belajar dari firman-Nya. 

Kita perlu menertibkan hati kita dari kebisingan dunia ini untuk dengar-dengaran akan suara-Nya melalui kuat kuasa Roh Kudus yang bertakhta di hati kita.

Biarlah hikmat Yesus yang menjadi keheranan orang banyak menjadi milik kita yang akan menuntun dan memimpin hidup kita.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus SUMBER HIKMAT menuntun kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kasih-Nya Tak Pernah Berubah

12 Oktober 2018

Yakobus 1:17
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Setiap orang yang percaya kepada Kristus, sesungguhnya senantiasa mengalami dan beroleh kebaikan-Nya. Kebaikan itu datangnya dari atas... turun dari Bapa.

Datang dari atas berarti berasal dari sumber yang melampaui kita. Turun dari Bapa, berarti mengalir tanpa pernah berhenti. 

Hanya saja pikiran kita yang sering merasa-rasakan seolah kita tidak mengalami kebaikan Tuhan. Bagaikan sinar matahari terus-menerus menyinari bumi tanpa henti, hanya saja sering sinar itu dihalangi awan. Awan membuat seolah tidak ada sinar, seolah-olah matahari sudah tak bersinar lagi.

Kasih Tuhan tak pernah berubah. Yakobus mengatakan bahwa pada-Nya tidak ada perubahan. Yang sering berubah adalah kita sendiri. Yang sering tidak setia adalah kita.

Oleh karena Tuhan tak pernah berubah, maka kita terjamin. Untuk itu marilah kita juga tetap setia agar jaminan Allah digenapi dan disempurnakan dalam hidup dan panggilan kita. 

Teliti dan periksa diri kita... apakah ada awan-awan tebal yang menghalangi penglihatan kita akan kebaikan Allah? Doakan agar Tuhan menyingkapkannya. Kalau kita sudah tahu awan itu apa; dan bagaimana bentuknya... singkirkanlah itu. 

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan meyinari jalan-jalan kita dan menuntun kita dalam kebaikan-Nya yang sempurna. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Kemanakah aku dapat pergi dari Tuhan?

11 Oktober 2018

Mazmur 139:7-12   
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? 
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Bagian Mazmur Daud di atas mengingatkan kita akah KEMAHAHADIRAN ALLAH

Teringat dulu semasa kecil, dimanapun berada, kalau ayah dan ibu ada, pikiran jadi tenang. Walau orang tua saya terbatas dan tentu tiidak banyak hal yang dapat dia lakukan, namun melihat mereka ada, hati jadi tenang dan tenteram. Kalau ada apa-apa, rasanya bisa minta tolong. Kekuatan dan kemampuan rasanya bertambah dan digandakan jika mereka ada.

Kita memiliki Allah yang sungguh-sungguh berkuasa penuh. Dia adalah BAPA kita. Kita anak-Nya. Kita milik-Nya. Allah adalah jaminan kita yang sesungguhnya. 

Dia Maha Hadir
Dia tidak dibatasi oleh ruang maupun waktu. 
Dia bebas dan merdeka. 
Dia tidak bergantung kepada apapun. 
Dia tidak bergantung kepada siapapun.

Segala sesuatu bukan hanya milik-Nya, tetapi Dia penciptanya.
Agung dan Terpujilah DIA

Biarlah kita berbahagia bukan karena kita merasa memiliki apa, namun karena kita ini milik SIAPA. Betapa  beruntungnya kita menjadi milik Allah.

Doaku...
Bapa Yang Maha Baik, terima kasih karena aku ini milik-Mu. Terima kasih karena Engkau memperlakukan aku sebagai anak-Mu. Biarlah aku terus merindukan-Mu. Aku rindu dan berusaha menjadi anak-Mu yang baik dan manis. Aku sadar sering hidup tidak sesuai dengan apa yang Engkau mau. Tapi aku tidak mau undur... aku tidak mau berhenti... aku tidak mau mengakhiri... aku akan maju lagi... maju lagi bersama-Mu ya Bapaku Yang Maha Baik. AMIN...

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Kehadiran Tuhan membawa damai dan ketenteraman bagi kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Tuhan Pasti Memberikan Yang Terbaik

10 Oktober 2018

Matius 7:11 
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Seorang ayah yang mungkin menurut kita kurang baik, ingin memberi apa yang baik bagi anak-anaknya. Apalagi ayah yang baik, akan selalu melakukan hal yang baik bagi putra-putrinya.

Terlebih Tuhan Bapa kita... Dia akan memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Bahkan nyawa Anak-Nya Dia berikan bagi kita.

Roma 8:32
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Yang sering tarjadi adalah apa yang baik menurut Tuhan tidak sama dengan apa yang baik menurut kita... tidak nyambung. Akibatnya adalah kita sulit bersyukur. Kita merasa diri kecil dan tak berarti. Akibatnya juga adalah kita hidup bagi diri sendiri. Tidak terbuka untuk berbuat sesuatu yang baik bagi orang lain.

Kita diajak untuk merenungkan dan meyakini bahwa apa yang Tuhan beri bagi kita, itulah yang terbaik... terbaik menurut Tuhan. Dia memberikan apa yang sesuai, pas dan cocok. 

Jika Tuhan memberikan tidak kurang dan tidak berlebihan itulah yang paling baik. Ibarat minum kopi atau teh... pas ukuran gulanya... nikmat rasanya. Jika kurang gula, terasa hambar. Jika kelebihan gula, gigi bisa merasa ngilu dan kerongkonganpun terasa gatal mau batuk rasanya.

Karena Tuhan telah memberikan apa yang baik, bahkan terbaik, maka marilah kita juga melakukan apa yang terbaik dalam hidup kita yang hanyalah sekali saja ini.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan memberikan yang terbaik bagi kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Janganlah Kamu Kuatir Akan Hari Besok

9 Oktober 2018

Matius 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Hal yang paling sering dikhawatirkan manusia adalah kekurangan. Segala cara dan upaya dilakukan agar tidak kekurangan. 

Terkadang walaupun sebetulnya kita sudah lebih dari cukup dalam banyak hal, tetap saja kita terus merasa kurang.

Karena khawatir tidak cukup di hari yang akan datang, maka apa yang ada pada hari ini tidak dapat dinikmati lagi. Selalu saja ada perasaan susah... susah akan apa yang terjadi besok... lusa... minggu depan... tahun depan...

Tuhan Yesus menyuruh kita untuk tidak khawatir akan hari besok. Tuhan beserta kita. Dia mengetahui masa depan kita. Dia mengendalikan segala sesuatu. Tidak ada yang dapat merintangi kuasa Tuhan. Tidak ada yang bisa melawan kuasa-Nya.

Dia... Tuhan yang mengendalikan masa depan kita berkata "jangan khawatir", maka marilah kita pegang janji-Nya untuk tidak khawatir berlebihan.

Bagi kita yang percaya, hidup kita dikendalikan oleh janji-janji-Nya. Mari kita yakini itu dan peganglah. 

Marilah kita melakukan pekerjaan kita sungguh-sungguh dengan sebaik-baiknya... sebaik apa yang kita bisa. Kita berharap dalam doa-doa kita akan campur tangan Tuhan. Kalau itu sudah kita lakukan, maka janganlah lagi khawatir akan perasaan kekurangan. Tuhan akan cukupkan segala kebutuhan kita.

Mazmur 23:1 
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku._

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan mencukupkan segala apa yang kita butuhkan. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...