Lakukan Maka Tidak akan Bosan

15 Mei 2018

Filipi 4:9
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

 See the source image

Setelah selesai berkhotbah, seorang Pendeta didatangi seorang Jemaat. 

Jemaat itu mengatakan bahwa topik firman Tuhan yang dikhotbahkan Pendeta tadi sudah sering dia dengar. Beberapa hari lalu dalam kebaktian rumah tangga, topik itu juga yang dibahas katanya. 

"Terasa bosan" juga... begitulah kira-kira ungkapan hati jemaat itu kepada sang Pendeta. 

Apakah kita sudah bosan dan merasa jenuh dengan firman Tuhan?

Belajar firman Tuhan tidak akan pernah berhenti, walau kita sudah banyak menerima dan mendengar firman Tuhan. Kita juga sudah banyak melihat teladan kehidupan orang-orang yang mengasihi Tuhan.

Ayat firman Tuhan hari ini juga entah sudah berapa kali mungkin  kita dengar. Sampai bosan mungkin ???

Namun yang selalu terasa kurang dan harus belajar lebih banyak lagi adalah melakukan firman Tuhan.

Rasul Paulus menyuruh orang-orang Filipi hidup sebagai pelaku firman Allah. Tentu kita juga diingatkan hal yang sama.

Kita diingatkan dan didorong terus untuk mendengar, membaca, mempelajari, bahkan bila perlu menghafalkan firman Tuhan, dan merenungkannya. Setelah itu, lengkapilah dengan melakukannya

Dengan demikian, maka pastilah damai sejahtera akan menjadi bagian hidup kita. Kita akan berbahagia.

See the source image 

Yakobus 1:25
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Selamat ujian.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati serta menolong kita untuk melakukan firman-Nya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Jangan Takut, Lakukanlah Sesuatu

14-Mei-2018

Ulangan 7:17-19   
Jika sekiranya engkau berkata dalam hatimu: Bangsa-bangsa ini lebih banyak dari padaku, bagaimanakah aku dapat menghalaukan mereka? maka janganlah engkau takut kepada mereka; ingatlah selalu apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap Firaun dan seluruh Mesir,  yakni cobaan-cobaan besar, yang kaulihat dengan matamu sendiri, tanda-tanda dan mujizat-mujizat, tangan yang kuat dan lengan yang teracung, yang dipakai TUHAN, Allahmu, untuk membawa engkau keluar.Demikianlah juga akan dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap segala bangsa yang engkau takuti.

Bangsa lsrael menghadapi musuh yang banyak di sekitarnya. Tentu saja dalam situasi seperti itu bangsa Israel ingin terlepas dari ancaman musuh.

Dalam seperti itu, Tuhan ingatkan 2 hal yaitu:
1. Jangan takut. Dua kata ini selalu Tuhan ingatkan dalam situasi sesulit apapun bagi bangsa ini.

2. lngat apa yang telah dilakukan Tuhan bagi bansa ini. Diingatkan bagaimana Tuhan meluputkan bangsa Israel. Bangsa lsrael yang pernah mengalami tekanan berat dari bangsa Mesir, dibebaskan Tuhan dengan cara-Nya. Dengan cara yang sama, Tuhan akan memelihara umat-Nya.

Hal yang sama juga diingatkan Tuhan bagi kita yaitu agar Jangan takut.

Tentulah wajar kita khawatir melihat situasi kita. Kita merasakan ada ketakutan-ketakutan yang berakumulasi dari waktu ke waktu. Terutama kita khawatir dengan nyawa kita. Tak dapat dipungkiri adanya orang-orang mengancap eksistensi dan bahkan nyawa kita. Kalau hal ini dipikirkan, kita jadi was-was.

Di tengah-tengah situasi sulit, kita diajak untuk melihat Tuhan. Kita disuruh mengingat semua kebaikan Tuhan. Kita mengingat perlindungan dan penyertaan-Nya. Tuhan akan pelihara kita.

Memang ada orang-orang yang menderita dan mungkin kitapun merasakan adanya derita tertentu... Tuhan tahu itu semua. Tuhan ijinkan itu terjadi. 

Tuhan tetap sayang kepada kita. Tuhan tetap memegang kendali sepanjang zaman. Hanya memang Tuhan juga sudah berulang-ulang mengatakan dalam firman-Nya bahwa akan ada derita... akan ada ujian. Dan itulah yang sedang terjadi... digenapi, sebab itu yang telah dikatakan-Nya.

Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah:
1. Tetap percaya kepada otoritas Tuhan. Jangan ragu !

2. Hati dan pikiran kita merapat kepada Tuhan. Tuhan kok yang atur semuanya !

3. Paling tidak: tekun berdoa. Jangan sampai kita hanya khawatir saja terus dan sibuk mengikuti perkembangan yang ada, kirim kutipan-kutipan orang, sebarkan gambar-gambar, berdebat sesama kita, dan sebagainya... lantas kita tidak berdoa... JANGAN !

4. Maksimalkan dengan apa yang dapat kita usahakan. 
• Mungkin posisi kita dapat berbuat secara langsung... lakukan !
• Mungkin kita diberi Tuhan hikmat untuk berbicara.. bicaralah dengan hikmat dan bijak !, jangan diam saja.
• Mungkin kita diberi Tuhan hikmat memberi pengaruh positif... pengaruhilah !...Tularkan damai !, sebab kita adalah anak-anak Allah.
• Mungkin kita merasa tidak memiliki daya dan tenaga apa-apa... kontaklah Tuhan Yesus... bedoalah !.. Bagaikan Abraham yang bernegosiasi dengan Tuhan demi keselamatan bangsa Sodom dan Gomora, mari kita menjadi pendoa syafaat bagi bangsa kita... bagi negara kita tercinta ini.

 See the source image

Filipi 4:6-7
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Selamat ujian.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus senantiasa menjaga dan melindungi serta memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Memanggil dan Memilih Kita

13-Mei-2018

Yesaya 44:1   
Tetapi sekarang dengarlah olehmu, hai Yakub, hamba-Ku! hai Israel! yang telah Kupilih!

Yakub dipilih Allah sebagai kegenapan janji-Nya menjadi leluhur suku bangsa Israel, terlebih menjadi berkat khusus bagi bangsa-bangsa... berkat khusus keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Pilihan dan janji Allah melalui Yakub telah digenapi.

Lantas kita bagaimana?

Kita juga telah dipilih Allah... 
Dipilih untuk diselamatkan.
Dipilih menjadi teman sekerja Allah.
Dipilih untuk diutus melalui profesi dan panggilan kita masing-masing menjadi berkat bagi orang lain.

Kita dipilih bukan karena kita lebih baik. Bukan karena kita berjasa. Bukan karena kita lebih layak. Bukan karena kita lebih cerdas. Banyak orang memiliki nilai lebih dari kita. 

Mengapa kita yang dipilih?

Hal itu merupakan misteri yang tidak kita pahami.

Mari kita berterima dan bersyukur atas panggilan kita masing-masing. Pujilah Tuhan atas pilihan-Nya terhadap kita. 

Mari kita terus hidup taat dan setia sebagai orang yang telah dipilih. Kenalilah dan dalamilah panggilan hidup kita agar hidup kita semakin efektif melakukan kehendak-Nya.

 See the source image

Biarlah kita umat Tuhan terus merasakan damai sebagai orang-orang yang telah dipilih Allah.

Mazmur 106:5   
Supaya aku melihat selamat orang pilihan-Mu, dan aku turut bersuka-sukaan dengan segala umat-Mu, dan akupun bermegah-megah serta dengan bahagian-Mu pusaka.

Doa kita...
"Tuhan, aku yang kecil ini bersyukur atas panggilan dan pilihan-Mu atas diriku. Dalam keadaan apapun, aku yang sering rapuh ini... berilah kemampuan untuk terus taat dan setia. Amin."

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai setiap orang-orang pilihan-Nya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kebersamaan dalam Keberagaman

12 Mei 2018

Efesus 4 : 3
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera, satu tubuh  dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu.

Senar gitar terdiri dari beberapa buah. Bila dipetik oleh orang yang pintar bermain gitar, akan kedengaran alunan musik yang indah. 

Piano terdiri dari beberapa tuts. Bila tuts-tuts itu ditekan oleh orang yang piawai bermain piano, akan terdengar rangkaian nada anggun.. 

Bila biola digesek oleh seorang pemain kawakan, akan terdengar alunan musik menawan. 

Piano, gitar dan biola serta alat musik lain memiliki perbedaan, warna suara dan berbeda cara memainkannya. Tidak sama dan memang harus berbeda. Yang penting adalah keselarasannya. Jika dimainkan dengan serasi, akan terdengar lagu merdu.

 See the source image

Bayangkanlah bila dalam suatu orkestra beberapa alat musik dimainkan sembarangan tanpa nada dan not yang tak jelas. Apalagi masing-masing alat musik dimainkan dengan lagu yang berbeda pada saat yang sama dan di tempat yang sama. 

Apa jadinya?
Akan terdengar musik tidak karuan dan sangat mengganggu pendengaran. Tidak betah mendengarnya.

Dalam orkestra ada peran seorang konduktor untuk mengarahkan kapan sebuah alat musik harus dimainkan dan bagaimana temponya. Orang yang memainkan alat musik harus taat kepada sang konduktor dan tidak boleh  asik sendiri dan jangan bermain sesukanya meskipun dia pintar.

Demikianlah kehidupan orang yang telah percaya kepada Tuhan... bagaikan kumpulan alat musik yang beragam. Kita memiliki perbedaan dalam latar belakang, kedudukan, pemikiran, talenta dan sebagainya. Harus ada keserasian di antara kita agar tercipta irama dan harmoni untuk mencapai maksud dan kehendak Tuhan dalam hidup kita. 

Yang penting bukanlah kesamaan tetapi kebersamaan dalam keberagaman kita mewujudkan panggilan Allah atas hidup kita masing-masing. Biarlah masing-masing kita mejadi diri kita seutuhnya dan tidak harus menjadi orang lain. 

Tuhan Yesus adalah KONDUKTOR kita. Dia PEMIMPIN kita. Serahkanlah hidup kita dipimpin oleh Tuhan Yesus... dipimpin oleh Roh-Nya agar kita yang berbeda-beda ini dapat menjalankan perannya masing-masing dalam keselarasan. 

Jangan mendukakan Roh Kudus!, tetapi taatlah kepada suara-Nya yang telah mempersatukan kita. Peliharalah kesatuan kita ! 

Kehendak dan pimpinan Roh Kudus selaras dengan Firman Tuhan. Oleh Karena itu jalan terbaik untuk mengerti kehendak Allah dan memahami pimpinan Roh Kudus adalah bertekun dalam Firman-Nya. Dengan merendahkan hati, terimalah pengajaran yang benar oleh para hambaNYA.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita selamanya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Ulat Kecil yang Dikasihi

11-Mei-2018

Yesaya 41:14
Janganlah takut, hai ulat kecil yang asal dari pada Yakub, hai bangsa kecil yang asal dari pada Israel! Aku yang menolong engkau, demikianlah firman Tuhan, maka Yang Mahasuci orang Israel itulah Penebusmu!

Dalam Yesaya 41:14 di atas, Yakub dijuluki sebagai ulat kecil dan Israel sebagai bangsa kecil. Hal ini mengingatkan bahwa sebetulnya manusia di hadapan Tuhan sungguh kecil... ulat kecil... yang tak mampu berbuat apa-apa. Sebaliknya Tuhan mampu melakukan apa saja yang Dia mau untuk manusia. 

 See the source image

Kabar sukacita bagi kita adalah bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh kasih sehingga manusia yang seumpama ulat kecil tersebut telah diangkat dan dimuliakan oleh Tuhan. 

Allah menolong dan menyelamatkan manusia. Allah memberikan hak istimewa kepada manusia menjadi anak-anak-Nya, sehingga kita dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan Dia. Inilah bentuk kemuliaan dan kehormatan yang Allah anugerahkan kepada kita. 

Allah menjaga dan memelihara umatNya. Karena itu jangan takut karena Tuhan akan menguatkan kita yang telah percaya kepada-Nya. Yang perlu terus menerus kita lakukan adalah tetap melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya dan di atas itu semua kuatkan hati dan yakinlah akan pemeliharaan-Nya.

Yesaya 43:1
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”

Selamat ujian.
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Tuhan melimpahkan kasih setia-Nya kepada kita. Amin

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menangkap dan Melakukan Pesan Tuhan Yesus

10-Mei-2018

Kisah Para Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Detik-detik terakhir sebelum Yesus naik ke Surga, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menjadi Saksi. Yesus menyuruh para murid-Nya untuk menyaksikan apa yang telah Dia lakukan, termasuk di dalamnya mengabarkan Injil Kerajaan Allah.

Karena pesan itu disampaikan Yesus dalam detik-detik terakhir, itu berarti bahwa pesan tersebut sangatlah penting. Apa yang disampaikan Yesus itu... itu adalah isi hati-Nya sesungguhnya. Isi hati Yesus adalah agar manusia percaya kepada-Nya... agar manusia selamat. 

Murid-murid Yesus menangkap isi hati Yesus. Mereka taat melakukan pesan Yesus. Mereka menjadi saksi Kristus yang sungguh-sungguh. 

Sadarkah kita bahwa kita yang telah percaya merupakan buah-buah kesaksian murid-murid Yesus yang mendengar pesan tersebut ?

Kita yang sudah percaya diberikan pesan dan tanggung jawab yang sama. Kita disuruh bersaksi. Kita disuruh untuk ambil bagian menyaksikan dan menceritakan apa yang telah kita alami... apa yang telah kita rasakan... apa yang telah kita yakini... apa yang telah kita dapat di dalam Kristus. Kita disuruh membawa kabar baik ke segenap penjuru dimana kita berada.

Rencana Yesus pasti digenapi sempurna. Hanya saja persolannya adalah: 
• Apakah kita ikut masuk atau tidak dalam rencana-Nya itu ?
• Apakah kita menjadi insider atau outsider dalam Rencana Agung Yesus?

See the source image 

Bagi yang bijak... biarlah peka dan taat kepada pesan Yesus untuk menjadi saksi-Nya. Biarlah pesan Yesus  yang merupakan isi hati-Nya tersebut kita tangkap dan melekat erat dalam hati kita. 

Mari kita hidup menjadi saksi-Nya. 
Mari kita mashyurkan Nama-Nya selama kita hidup.

Bangunlah jembatan komunikasi dengan semua orang agar pada waktu yang tepat kita bisa sampaikan lnjil ke mereka. Inilah kerinduan Yesus untuk kita.

Yesaya 52:7
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"

Selamat merayakan hari kenaikan Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya, 
Alamta Singarimbun-Bandung

Semua Sia-Sia Jika Kehilangan Nyawa

3 Mei 2018

Markus 8:36
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

Apa yang dikatakan Yesus dalam ayat di atas tidaklah berarti bahwa kita tidak butuh lagi dunia ini. Tidaklah berarti bahwa perolehan tidak perlu. Cita-cita tetap penting. Usaha yang maju dan sukses tetap dikejar dan capailah setinggi-tingginya sejauh kita bisa.

Akan tetapi Yesus menunjukkan apa yang paling utama. Yang paling utama adalah keselamatan jiwa. Diperolehpun dunia ini semua, namun jika kehilangan nyawa... jika kehilangan jiwa, buat apa?.... tidak ada artinya.

Betapa banyak memang orang-orang yang gigih dan antusias berjuang untuk statusnya di dunia ini, tapi tidak segigih itu dalam berpikir untuk dunia akan datang yang bersifat kekal.

Setinggi apapun capaian kita, ada saatnya nanti kita akan bertanya kepada diri sendiri, "Untuk apa ini semuanya?"

Sekarang mungkin belum muncul pertanyaan itu. Atau sekarang sudah setengah-setengah pertanyaan itu ada. Hanya saja belum terucap, tapi ada terselip menyelinap dalam pikiran mengiang akan pertanyaan itu. Pertanyaan ini adalah pertanyaan penting dan harus dijawab tuntas. Pastikanlah jawabannya benar. Jawaban benarnya hanya ada di dalam Yesus.

Di dalam Yesuslah segala sesuatu dalam hidup kita berarti. Di luar Yesus semua akan sia-sia.

Oleh sebab itu marilah kita seimbang bepikir untuk memikirkan perolehan kita di dunia ini dengan apa posisi kita di dalam kekekalan nanti. Bila perlu biarlah porsi kita berpikir tentang kekekalan lebih besar dibandingkan pikiran kita akan dunia darurat ini.

See the source image 

Biarlah perkataan Yesus dalam Markus 8:36 menjadi fokus pikiran kita di dunia sementara ini. Sebab bagaimanapun juga, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, percaya atau tidak percaya... kita semua mengarah dan menuju kepada kekekalan.

Kita semua akan menghadap TAKHTA-NYA.

Selamat ujian.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...