Delegasi Menceritakan Kemuliaan Allah

15 Desember 2018

Mazmur 19:1  
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.

Secara umum Allah menyatakan diri-Nya melalui alam dan secara khusus kita mengenal Allah di dalam Yesus Kristus.

Pemazmur berkata bahwa langit dan cakrawala menceritakan kemuliaan Allah. Oleh karena itu menjadi perenungan bagi kita: apakah hidup kita bercerita tentang kemuliaan Allah? 

Langit dan cakrawala yang merupakan benda mati saja mengungkapkan betapa Allah mulia, apakah kita makhluk hidup yang berakal budi kalah dengan alam untuk bercerita siapa Allah?

Terlebih bagi kita yang sudah percaya dan menerima Yesus, seharusnyalah kita tidak sekedar bercerita yang umum saja tentang Tuhan, tapi hidup kita sebetulnya didelegasikan Tuhan agar orang mengenal Allah secara khusus di dalam Kristus melalui kita.
Itulah kerinduan Tuhan!
• Apakah ada beban hati kita seperti itu? 
• Apakah kita seperti itu terus-menerus?
• Apakan itu tinggal menjadi impian indah saja dalam hidup kita karena kita enggan melakukannya?
• Apakah kita seperti itu dulu dan sekarang tidak lagi?

Tentu kita sendiri yang memahami diri kita. Yang jelas Tuhan rindu agar Allah dikenal secara khusus di dalam Yesus Kristus melalui hidup kita.
S e m o g a  ! ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai kita untuk memperkenalkan Dia secara khusus ke dunia ini... Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Anda Membawa Damai, Berbahagialah

14 Desember 2018

Matius 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Ketika Yesus menyampaikan Khotbah Agung-Nya di Bukit, ucapan-Nya dimulai dengan berkata, "Berbahagialah ... ... ..."

Perkataan Yesus dengan kata: "BERBAHAGIALAH" tersebut bukanlah sebagai seruan biasa, namun perkataan-Nya itu merupakan BERKAT yang ditujukan bagi yang mendengar, berkat bagi yang membaca, berkat bagi segenap kita yang merenungkan dan meyakininya. Kita butuh itu.

Secara khusus dalam ayat di atas, berkat ditujukan bagi kita yang membawa damai.

Membawa damai berarti dalam pikirannya... dalam hatinya... dalam ucapannya... dalam tindakannya... dalam rencananya... dalam tujuan cita-citanya... dalam seluruh hidupnya, dia senantiasa mewujudkan damai... mewujudkan kasih persaudaraan... mewujudkan kerukunan. Mereka disebut Yesus sebagai anak-anak Allah.

Sekalipun berat dan tentu ada harga dan ada pengorbanan untuk membawa damai, teruslah membawa damai dan kerukunan. Dengan demikian status kita yang telah percaya dan telah menerima Yesus, diteguhkan dan dikokohkan melalui peran kita sebagai pendamai. Tuhan menambahkan dan melengkapi kebahagiaan kita, sebab itulah janji-Nya, itulah berkat-Nya untuk kita nikmati.

"Tuhan... kuatkanlah aku menjadi pembawa damai di manapun aku berada... sama seperti Kristus yang telah mendamaikan Allah Bapa dengan aku yang penuh dosa ini'
Amin...

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita dengan kebahagiaan kekal. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung


Hidup Berkelimpahan Yang Memberkati

13 Desember 2018

Yohanes 10:10b
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Tuhan Yesus berkata bahwa Kedatangan-Nya memberi kita hidup berkelimpahan.  

Ukuran pemberian Yesus bagi kita bukanlah banyak, tetapi melimpah. Melimpah berarti berlebih.... lebih dari cukup.

Orang yang yang memiliki banyak belum tentu melimpah. 

Ada orang yang memiliki banyak kita pikir, tetapi justru orang itu merasa selalu saja kekurangan. Mengeluh terus merasa tidak puas dan tidak mensyukuri hidupnya.

Sebaliknya ada orang yang tampak biasa-biasa dan sederhana saja, namun berkemurahan hati untuk hidup memberi. Hidupnya penuh dengan ucapan syukur dalam berbagai bentuk.

Marilah kita lihat Tuhan Yesus dalam hidup-Nya sebagai manusia. Dia tak dipandang orang. Dia dihina-hina orang. Dia tak diperhitungkan orang. Seandainya ada BANK pada saat itu di Betlehem atau di Yerusalem, berapakah kira-kira deposito Yesus tersimpan di situ? Adakah kita yang bisa jawab?

Yesus tampak secara fisik fakir miskin.  Baju-Nya itu-itu saja setiap hari. Namun Dia SUPER KAYA. Kalau Dia tidak datang, kita mati semua dalam kekekalan. Itulah Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kita.

Karena itu tidaklah terlalu penting bagi kita mempersoalkan apakah kita memiliki banyak atau sedikit menurut ukuran manusia. Banyak atau sedikit adalah sesuatu yang relatif juga sebetulnya. Namun yang terpenting adalah apakah ada sesuatu yang keluar dari diri kita dan hal itu memberkati dan berarti bagi sesama kita. Itulah makna hidup melimpah. Kristus memberi kita hidup seperti itu dan Dia ingin kita seperti itu.

Selamat bekerja.
Selamat melanjutkan ujian.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita dengan melimpah. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Hidup Bukan Dari Roti Saja

12 Desember 2018

Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Matius 4:4 di atas sudah terlalu sering kita dengar, baca dan bicarakan. Namun tetap hal itu perlu terus diingatkan bahwa kita memang butuh roti untuk makanan fisik kita, tetapi roti saja tidak cukup. Kita butuh makanan rohani.

Kita setiap hari sibuk mencari roti dalam berbagai bentuk.
Kita mungkin kejar-kejaran dengan waktu untuk berjuang menumpuk roti.
Tidak jarang juga kita lupa memperhatikan kesehatan kita karena berjuang mengumpulkan roti.
Kita juga sering khawatir takut kekurangan roti.
Fokus hidup kita sering tertuju kepada roti.
Kitapun sering berkompetisi berebut roti dengan orang lain.
Betapa sering kita sulit tidur... kurang waktu untuk istirahat karena sedang memikirkan banyak hal berkaitan dengan pergumulan dan keinginan akan roti.
Kita sering meletakkan standar dan ukuran hidup kita kepada banyaknya roti yang kita miliki.
Tidak puas-puasnya hati kita terhadap roti... dan memang roti tak akan pernah kita puas olehnya.
Hidup kita tidak akan pernah merasakan kelegaan jika hanya roti fisik dasarnya. 

Iblis sering memakai roti sebagai alat ampuh untuk mencobai dan menjatuhkan kita. Terhadap Tuhan Yesus hal yang sama iblis lakukan... bahkan itu mengawali serangkaian pencobaannya. 

Iblis berpikir dan sok tahu dengan merasa bahwa Yesus yang sedang lapar dapat dijatuhkannya dengan mengajukan roti sebagai umpan. Iblis gigit jari seandainya ada jarinya, karena gagal memperdaya Yesus... Yesus menang. Yesus berkuasa menangkis dan mematahkan sengat jerat iblis dalam masalah roti.

Keanehan kita sering adalah: justru kita yang dalam kondisi kelimpahan rotipun masih saja kalah oleh daya tatik roti. Kita tersandung dan terjatuh oleh aroma roti-roti dunia ini.

Oleh karena itu mari kita berjuang untuk menang seperti Yesus. 

Sebagaimana kita gigihnya berjuang untuk memenuhi diri kita dengan roti-roti fisik, begitu jugalah kiranya kita penuhi kebutuhan hidup kita dengan roti rohani yaitu firman Tuhan. 
Harus seimbang!

Kita tentu butuh roti untuk sarapan pagi ini. Mari kita siapkan! 
Tapi ingatlah... sejajar dengan itu, kitapun butuh santapan rohani. Kita butuh firman Tuhan. Kita butuh saat teduh bersekutu bersama Tuhan. 

Janganlah seadanya saja... apalagi tidak ada waktu kita bersekutu dan intim dengan BAPA kita... janganlah!

Adakanlah waktu khusus berkualitas tinggi bersama Yesus setiap hari... baiknya setiap pagi... utamakan itu ! 

Jangan kehilangan momen yang indah dan akrab bersama Tuhan Yesus setiap hari. Segarkan hati bersama Dia di pagi hari mengawali hari-hari kita.
Mari kita lakukan!

Selamat bekerja.
Selamat melanjutkan ujian.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita selama-lamanya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Buah Pertobatan

11 Desember 2018

Matius 3:8
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Kita dipanggil untuk dua hal utama, yaitu panggilan untuk bertobat dan panggilan untuk menghasilkan buah pertobatan.

Bertobat artinya percaya kepada Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Ini hal yang sangat mendasar sekali.

Setelah menerima Yesus, kita berakar dan bertumbuh dalam Kristus. Ada perubahan yang terus menerus terjadi dalam hidup kita. Perubahan tersebut nampak di dalam karakter dan perilaku kita. 

Melalui karakter yang baik... karakter Kristus dalam diri kita... Yesus dimuliakan. Itulah kesaksian hidup kita yang akan menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk percaya serta menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Itulah buah utama kehidupan kita.

Karena itu, seruan Yohanes Pembabtis merupakan seruan bagi kita untuk hidup berbuah. Kita diingatkan kembali untuk hidup berbuah... buah pertobatan. 
Jangan lupa!*

Semoga di tengah-tengah dunia yang banyak kerasak-kerusuknya dan sering semakin tidak jelas ini... hidup kita tetap jelas dan nyata dalam status, identias serta atribut kita sebagai anak-anak Allah yang hidupnya terus berbuah. Mari kita saling mendoakan dan berjuang bersama serta saling bahu-membahu melakukannya !
Puji Tuhan ! !

Selamat bekerja.
Selamat melanjutkan ujian.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita untuk terus hidup berbuah. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menuruti Apa Kata Yesus

10 Desember 2018

Matius 3:14-15
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Ketika Yohanes melihat Yesus datang untuk dibaptis, Yohanes semula tidak bersedia, Yohanes bahkan mencegah hal itu terjadi.. Yohanes merasa tidak layak, dia berkata bahwa semestinya dialah yang dibaptis oleh Yesus.

Namun Yesus mengatakan, "... ... karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.'

Mendengar hal itu, Yohanes menuruti apa kata Yesus.

Di dalam menggenapi kehendak Allah, Yesus sebagai manusia menaati-Nya, dan Yohanespun setuju untuk taat dan turut menggenapi apa yang Allah kehendaki. Hal ini sangat indah. 

Satu hal yang Tuhan suka untuk kita lakukan bersama adalah ketika kita taat akan kehendak-Nya... ketika kita memahami apa yang Dia mau dan kita turut menggenapinya.

Sungguh Allah ingin agar kehendak-Nya diwujudkan dan digenapi melalui kita juga. 
Sebab itu...
• Apakah  kehidupan kita terus berada dalam posisi menggenapi janji-janji-Nya buat kita dan buat dunia ini? 
• Apakah kita memberi kebebasan penuh kepada Allah agar Dia leluasa memakai kita menggenapi kehendak-Nya?

Masalah kita sering adalah: kita kurang mengetahui apa kehendak-Nya... dan ketika kita tahu kehendak-Nya, kita sering menjadi enggan dan tidak taat sepenuhnya.

Oleh karena itu, mari kita lebih peka dengan kehendak Tuhan atas diri kita dan berilah kebebasan penuh bagi Dia untuk memakai kita menggenapi kehendak-Nya itu.

Selamat bekerja.
Selamat melanjutkan ujian.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Mempersembahkan dengan Merendahkan Diri dan Hati

9 Desember 2018

Matius 2:11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Orang Majus datang kepada Yesus. Mereka yang begitu terhormat dan dihormati banyak orang. Namun orang-orang terhormat tersebut sujud menyembah Yesus. Padahal Yesus pada saat itu masih kecil dan posisi Yesus dikatakan bersama Maria, ibu-Nya. 

Karena masih kecil dan dianggap tidak mengerti apa-apa, maka secara sosial, Yesus belum diperhitungkan.

Namun demikian, apa yang dilakukan orang Majus tersebut menunjukkan SIAPA sesungguhnya Yesus. Bahwa Yesus adalah Tuhan yang harus disembah.

Orang Majus itu juga mempersembahkan persembahan kepada-Nya. Kata ini sangat menarik. Mempersembahkan berbeda dengan memberi. Jika memberi, berarti tangan kita di atas. Kalau mempersembahkan artinya tangan kita di bawah.

Orang Majus itu dalam posisinya yang terhormat menempatkan dirinya di bawah Yesus. Mereka begitu santun meletakkan dirinya di bawah Yesus.

Apa yang dilakukan orang-orang Majus itu mengajarkan kita untuk menyembah Yesus. Kita sepatutnyalah merendahkan diri dan hati sepenuhnya di bawah kaki Yesus.
Terpujilah Yesus kekal selama-lamanya.

Selamat hari Minggu.
Sekamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan melengkapi kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...