Menanggung Penderitaan adalah Kasih Karunia

22 Maret 2019

1 Petrus 2:19
Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Apakah kita sedang mengalami pergumulan berat saat ini?

Mari sejenak merenungkan... apa penyebabnya?

Bila pergumulan itu karena ada kesalahan yang kita buat, maka tentu kita harus bertobat dan minta ampun kepada Tuhan. 
Mari perbaiki diri !

Bila pergumulan itu ada dan kita tidak tahu apa penyebabnya, maka serahkanlah kepada Tuhan. Dia akan memberi kelepasan dan kelegaan. Dia akan membuat kita kuat menghadapinya.

Jika kita sadar dan yakin bahwa pergumulan itu semestinya tidak kita alami, namun Allah ijinkan itu ada, maka Rasul Petrus mengatakan itu adalah kasih karunia.

Nampaknya perkataan Petrus itu sulit untuk diterima. Dalam benak kita adalah bahwa yang namanya kasih karunia selalu berupa hal positif yang menyenangkan. 
Tapi ini kok beda?

Apa yang dikatakan Petrus tidaklah aneh bila kita memahami ayat tersebut dalam konteks yang benar dari sisi cara pandang Allah. 

Pergumulan kita yang diijinkan Tuhan bermaksud untuk memurnikan iman kita.  Tuhan ingin membuat kita menjadi pribadi yang tangguh dan tulen.

Tentu saja kita tidak perlu mencari-cari pergumulan. Jangan mengundang persoalan hidup. Selalulah berupaya meminimalkan tekanan hidup. Namun bila pergumulan itu datang tak terduga dan Allah ijinkan, maka mari kita hadapi itu bersama Yesus. 

Bersama Dia kita pasti menang. Kemenangan itu pasti kita peroleh. Hanya memang butuh waktu... waktu yang tepat dari Tuhan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menolong dan menyertai dalam setiap pergumulan hidup kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Ungkapkanlah Perasaanmu Pada Tuhan

21 Maret 2019

Mazmur 10:1
Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?

Ketika mengalami kesesakan hidup, pemazmur meluapkan perasaannya seolah Allah jauh. Seolah Allah tidak hadir dan bersembunyi.

Apa yang dialami pemazmur adalah sering merupakan pengalaman keseharian kita.

Sesungguhnya Allah selalu hadir dan bersama dengan kita. Hanya perasaan kita sajalah mengatakan seolah Dia tak peduli dengan kita. 

Letupan hati kita sering bertanya-tanya mengapa seperti ini? Apakah Allah melihat? Mengapa Dia ijinkan saya alami begini? Dan ada banyak pertanyaan yang ingin kita tahu apa jawabannya dan segera bebas. Tak berlama-lama kita dalam derita, itu keinginan kita.

Di situlah memang kedewasaan serta kebergantungan kita kepada Tuhan akan terus diuji. 

Adalah sangat mudah seperti membalikkan tangan bagi Tuhan meniadakan masalah kita. Dan itu maunya kita.

Namun terlebih penting bagi Tuhan adalah pembentukan watak dan karakter kita. Allah ingin lihat itu. Dia menantikan itu. Sehingga Tuhan ijinkan kesulitan singgahi kita.

Oleh karena itu wajar memang kalau sering masih ada keluhan-keluhan kita. Itu alami dan sebetulnya tidak ada yang salah. Itulah kita manusia yang memiliki perasaan. Ungkapkanlah perasaan kita kepada-Nya. Dia Bapa kita kok... Mengapa harus sungkan-sungkan mengutarakan keluhan kita? Dia mau mendengarkan keluhan kita sebab kita anak-Nya.

Akan tetapi tentu saja kita tidak berhenti dalam keluhan. Yakin dan percayalah akan kuasa-Nya serta ingatlah janji-Nya. Itulah obat dari semua bentuk-bentuk keluhan kita. 

Ingatlah bahwa keluhan kita tidak akan pernah habis, tapi semua akan berlalu dan ada terus Tuhan beri solusi. Inilah seni dan nikmatnya berjalan bersama Tuhan Yesus. Selalu ada suka dan duka bersama Dia. Tetapi kita akan damai dan bahagia dalam setiap suasana apapun jika kita mengenal Dia dengan baik. 
Sebab itu kenallah DIA lebih dalam lagi !

Terpujilah Yesus Tuhanku !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita melalui berbagai gelombang hidup.
Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Meneliti Melakukan Mengajarkan Firman-Nya

20 Maret 2019

Ezra 7:10
Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan  peraturan di antara orang Israel.

Ada 3 hal menjadi komitmen Ezra terhadap Taurat yaitu:
1. Meneliti firman Tuhan. Mempelajarinya. Ezra melibatkan pengetahuan dan segala kemampuannya belajar. Dia fokus kepada firman Tuhan. 

2. Melakukan firman Tuhan. Menerapkannya. Ezra tidak sekedar menjadikan firman Tuhan sebagai pengetahuan, tetapi dia hidup dalam firman Tuhan.

3. Mengajarkan firman Tuhan. Membagikannya ke orang lain. Itu berarti bahwa Ezra peduli dengan orang lain. Dia ingin agar orang lain juga sama seperti dia dapat menikmati firman Tuhan. Orang dituntun oleh kebenaran firman Tuhan.

Kiranya apa yang dilakukan Ezra membuat kita juga seperti itu; 
• Kita belajar firman Tuhan
• Kita melakukan firman Tuhan
• Kita mengajarkan firman Tuhan.

Mari kita menyiapkan diri seperti Ezra. Rindu kepada firman-Nya. Dengan demikian hidup kita dan orang-orang di sekitar kita yang mengasihi Tuhan akan diubahkan. Inilah salah satu kerinduan Tuhan untuk kita lakukan bersama.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita untuk menjadikan firman-Nya hidup dan bergema.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Jangan Tinggalkan Firman-Nya

19 Maret 2019

Yohanes 6:60, 66
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Oleh karena merasa perkataan Yesus dianggap keras, maka banyak pengikut Yesus mengundurkan diri.

Beratkah perkataan Yesus?... sehingga hal itu membuat kita berniat mundur atau menjadi tidak serius dengan Dia?

Perintah Yesus memang tidak dapat dan tidak mampu sepenuhnya kita ikuti dengan kekuatan sendiri. Ada peran Roh Kudus dalam diri kita, sehingga kita dimampukan untuk setia dan taat. 

Sesungguhnya perintah Yesus bukanlah soal berat atau ringan, namun sering penyebabnya adalah karena kita tidak percaya. Atau juga bahwa keinginan-Nya tidak sesuai dengan apa maunya kita.

Sering daya tarik dunia ini begitu kuat dan menyilaukan serta cocok rasanya dengan selera. Ketertarikan akan dunia ini membuat orang merasa seolah perintah Yesus menjadi penghalang untuk mendapatkannya. Orang akhirnya menurunkan standar firman Allah dan mengambil kesimpulan dan keputusan yang salah. Atau secara halus mengambil sikap kompromi.

Mari kita tetap meyakini sepenuhnya bahwa apa yang diajarkan Yesus sungguh itu adalah kebutuhan pokok kita. 

Perkataan-Nya adalah kebenaran yang menghidupkan... terimalah !

Saat kita merasa tidak ada daya melakukan apa yang Dia ingin, berdoalah... mintalah kekuatan khusus, sehingga Dia menolong kita sepenuhnya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolonh kita untuk melakukan kehendak-Nya.
Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Anda Ikut Menanam atau Menyiram?

18 Maret 2019

1 Korintus 3:6-7
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

Rasul Paulus menuliskan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan pekerjaan Tuhan di dunia ini. Ada yang menanam dan ada yang menyiram. Tergantung kesempatan dan apa yang disuruh Tuhan. 

Yang terpenting adalah bahwa Allah yang memberi pertumbuhan; karena memang untuk membuat orang bertumbuh, Allah yang akan lakukan. Kita tidak sanggup membuat orang bertumbuh.

Sebab itu mari kita menyiapkan diri, apakah menanam atau menyiram... dua-duanya sama baiknya dan sama-sama penting. 

Terkadang kita berperan untuk menanam memberitakan Injil dan tidak sampai, atau belum waktunya untuk menolong mereka langsung menerima Kristus. 

Terkadang ada orang yang sudah dengar Injil, lantas Tuhan memakai kita meneguhkan mereka berdoa terima Yesus.

Tuhan juga memakai kita untuk menyiram... memfollow up orang-orang yang sudah percaya, agar mereka tetap dalam pertumbuhan yang Allah sedang kerjakan dalam hidup mereka. 

Hal ini membuat mereka semakin dewasa dan paling tidak mereka akan sama dengan kita hatinya, bahkan kita doakan dan berharap agar orang-orang yang sedang kita layani menjadi lebih baik dari kita.

Apapun peran kita, kita adalah satu tim yang baik, yang membuat orang-orang tertarik dan percaya kepada Yesus. Mereka bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus, teguh dalam iman dan pengharapan, serta hidup dalam kasih. 

Mari kita tanpa henti terus berperan di dalam hal-hal yang kekal sifatnya.

Tetaplah semangat !!

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita untuk berperan dalam menanam, menyiram, atau dua-duanya.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Yang Menantikan Tuhan Menjadi Kuat

17 Maret 2019

Yesaya 40:30-31
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Pengharapan akan pertolongan Tuhan adalah sumber yang tak habis-habisnya bagi setiap orang percaya.

Orang-orang muda yang sering digambarkan sebagai orang kuat dan energik juga dapat letih lesu kehilangan semangat. 

Firman Tuhan mengatakan bahwa setiap orang yang berharap dan menantikan urapan dan kuasa Tuhan akan menjadi kuat. Mereka diumpamakan sebagai burung rajawali yang naik terbang tunggi dengan kekuatan sayapnya.

Ya... setiap orang yang mengandalkan Tuhan akan dinaungi-Nya. Mereka tidak menjadi letih lesu. 

Tuhan senantiasa melimpahkan rahmat-Nya. Anugerah-Nya tak terbatas dan pertolongan Tuhan nyata bagi setiap orang yang mengasihi Dia dengan segenap hati.

Kesetiaan-Nya kekal dan itulah harapan utama kita. Karena itu mari kita andalkan Tuhan dalam setiap sisi hidup kita. Mata dan telinga Tuhan tertuju kepada kita.

1 Petrus 3:12  
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai serta memguatkan kita setiap saat.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tidak Kuatir Karena Semakin Kenal Tuhan

16 Maret 2019

Matius 6:31-32 
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Setiap hari kita sibuk bekerja untuk mencari apa yang dapat dimakan, apa yang dapat diminum, dan apa yang dapat dipakai. Itu adalah normal dan seharusnya.

Manusia sering berpersoalan dengan sesamanya, penyebabnya berkisar soal makanan, minuman, dan apa yang dapat dipakai.

Manusia sering lupa akan Tuhan, juga penyebab dan sumbernya itu juga.

Banyak orang merasa tidak persoalan baginya tidak melakukan apa yang Tuhan mau, asalkan dapat bersenang-senang menikmati melimpahnya makanan, minuman dan apa yang dapat mereka pakai.

Dalam hal itu, maka rasa khawatir manusiapun terutama di sekitar-sekitar itu juga.

Tuhan Yesus mengatakan jika seseorang terus saja khawatir soal makanan, minuman serta fasilitas apa yang dapat dipakai, maka orang tersebut disamakan atau disejajarkan dengan orang yang tidak mengenal Allah.

Hal ini mengingatkan kita untuk tidak perlu khawatir, sebab bukankah kita mengenal Dia sebagai Bapa yang baik yang akan memberi kecukupan hidup??

Biarlah kita semakin bertumbuh mengenal Allah. Mari terus naik kelas semakin memahami Dia Yang Maha Sempurna.

Mari kita berusaha mencari makanan, minuman dan apa yang akan kita pakai, namun jangan hal itu menjadi penghambat bagi kita untuk mengenal Tuhan.

Dengan semakin mengenal Tuhan, taat kepada perintah Allah, serta bekerja rajin, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, maka Tuhan pasti memuaskan kebutuhan jiwa kita dan mencukupkan kebutuhan jasmani kita juga.
Percaya dan yakinlah !

Filipi 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati untuk bertumbuhnya gandum dalam diri kita .
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...