Manusia Berdosa Bisa Selamatkah?


7 Juni 2019

Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

Nabi Yesaya mewakili segenap manusia untuk mengatakan bahwa dirinya najis di hadapan Allah. 

Kalaupun ada yang merasa dirinya saleh, semua itu bagaikan kain kotor... perlu detergen pembersih !

Manusia seumpama daun yang akan kering lalu lenyap oleh hembusan angin terbang tak tentu arah... terhilang entah ke mana.

Akan tetapi kita bersyukur, oleh darah Yesus kita menjadi bersih. Darah Yesus menyucikan dan menguduskan kita. 

Hanya oleh darah Yesus kita layak beroleh keselamatan.

Tuhan Yesus mengangkat kita dari sengat dosa yang membinasakan.

1 Petrus 2:24
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Walau ajakan ini terasa membosankan karena berulang-ulang diingatkan, tak apalah...
• Mari kita kembali ke hal yang sangat mendasar tentang keselamatan kita. Kita bersyukur dan memuji-muji Tuhan Yesus atas keselamatan kita di dalam Dia... hanya di dalam Dia. 
• Puji dan sembahlah Tuhan Yesus Juruselamat kita. 
• Berilah penghargaan dan kehormatan setinggi-tingginya kepada Tuhan Yesus Kristus Penebus dosa kita.
• Jadilah murid-Nya dan tetaplah setia dalam panggilan-Nya.

H A L L E L U Y A  ! ! !

Kami memuji kebesaran-Mu
Ajaib Tuhan ajaib Tuhan
Kami memuji kebesaran-Mu
Ajaib Tuhan ajaib Tuhan...
🎼🎡🎢♩🎷🎸🎺🎻🎀

Selamat melanjutkan liburan.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus Sang Juselamat menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Pasti Memberikan Yang Terbaik

6 Juni 2019

Matius 7:11
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Beberapa waktu yang lalu, melalui sebuah siaran TV, ditayangkan riwayat seorang tahanan yang mendapat hukuman berat karena kejahatannya yang luar biasa. 

Namun yang menarik adalah tahanan itu sayang sekali dan mencintai anak-anaknya. Dia mendorong agar anak-anaknya berhasil dalam studinya. Dan memang benar, anak-anaknya semua sukses dalam studi mereka. 

Kisah ini menolong saya untuk sedikit lebih memahami akan apa kata Tuhan Yesus... bahwa orang yang menurut kita jahatpun, tahu memberi apa yang baik kepada anak-anaknya... apalagi Allah Bapa Yang Maha Baik, Dia akan senantiasa memberi apa yang terbaik bagi kita anak-anak-Nya.

Ketika kita mengeluh merasa Tuhan tidak memberi apa yang baik dan apa yang kita mau, hal itu adalah soal pemahaman kita yang tidak tepat dan tidak pas. 
Mungkin apa yang kita mau, dari sisi Tuhan tidak baik buat kita, atau belum saatnya.

Jadi, kita diajak dan diingatkan kembali bahwa Allah Sungguh Amat Baik. Dia tidak bisa kita nilai sebatas apa yang Dia beri. Kita tidak berhak menilai Allah dengan apa yang Dia berikan untuk memuaskan keinginan kita. Kalaupun kita mau menilai Dia, nilailah Dia dengan anugerah-Nya yang telah memberikan darah dan nyawa Yesus. Anugerah-Nya itu melampaui semua keinginan kita betapa besarnya kasih dan anugerah-Nya. 
Betapa Allah Maha Baik...

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Jiwa Yang Melekat Kepada Allah

5 Juni 2019

Mazmur 63:1, 8
Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.”

Dalam Mazmur 63, Daud mengungkapkan kerinduannya kepada Allah. Daud haus dan rindu kepada Allah.

Dalam kehausan dan kerinduan Daud akan Allah, dia katakan jiwanya melekat kepada Allah... seperti kertas yang dilem, lengket erat... tak terpisahkan.

Bayangkanlah sekarang kita merindukan sesuatu.
Apa yang kita lakukan dalam kerinduan akan sesuatu?
Kemungkinan:
• Kita akan pikirkan hal itu terus-menerus.
• Kita akan suka membicarakannya.
• Kita akan ingat hal itu terus-menerus.
• Kita ingin segera bertemu atau menemukannya.
• Kita akan mimpikan hal itu saat tidur.
• Kita akan membayang-bayangkan seolah hal itu sedang terjadi, dan kitapun senyum-senyum sendiri saat melamunkannya.
• Kita akan menghabiskan energi untuk memperolehnya.
• Kita akan gubah sebuah lagu atau puisi mengungkapkannya... bila kita seorang seniman.
• Kita akan membuat motto-motto tertentu yang menarik dalam bentuk tulisan.
• Kita akan pajang kalimat-kalimat atau gambar-gambar terkait dengan apa yang dirindukan di dinding rumah.
• Kita akan tuliskan itu dalam agenda.
• Kita akan ... ... ... (isi sendiri !)

Walau salah satu saja, apakah ada dalam diri kita hal-hal tersebut di atas sebagai tanda kerinduan kita akan Allah?

Mazmur 42:2
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Hanya Dekat Allah Aman dan Tentram


4 Juni 2019

Amsal 3:26
Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

Jika kita duduk, akan terasa nyaman jika ada sandarannya. Apalagi buat orang yang sudah berusia lanjut, maka terasa nyaman duduk bersandar.

Tuhan adalah tempat kita bernaung dan bersandar. Hanya di dalam Tuhan kita dapat rasakan aman dan dapat merasa tenteram walau mungkin situasi kita tidak seperti yang diharapkan.

Tuhan yang dapat meluputkan kita dari mara bahaya yang bisa terjadi di luar perhitungan kita.

Daud mengungkapkan bagaimana dia merasa aman dan tenang bersama Allah. 

Mazmur 62:1-2
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Daud mengatakan, "Hanya dekat Allah saja aku tenang, .... ...." Artinya hanya pada Allah, tidak ada pada apa dan dalam siapapun yang dirasakan Daud dia bisa merasa aman dan tenteram.

Allah yang disembah Daud adalah Allah yang sama... Allah yang kita kenal di dalam Yesus Kristus.

Betapa luar biasa dan betapa beruntung kita yang telah percaya dan menerima Kristus.

Pujilah Allah Bapa yang telah memberikan diri-Nya menjadi sandaran hidup kita.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Umur Panjang, Sehat, dan Berbahagia

3 Juni 2019

Amsal 3:1-2
Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

Ketika seseorang berulang tahun, maka ucapan kita sering adalah: semoga panjang umur dan berbahagia! Itulah doa.

Panjang umur atau lanjut usia dan damai sejahtera adalah dambaan semua orang. Panjang umur menjadi harapan banyak orang. 

Ada suku tertentu, dimana jika keluarga, mungkin orang tua, kakek atau nenek meninggal dunia dalam usia lanjut, maka keluarga diajak untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan, tetapi diiringi dengan "keceriaan", sebab hal itu adalah anugerah dan kebanggaan.



Firman Tuhan menyebutkan bahwa usia lanjut dan damai sejahtera adalah sesuatu yang ditambahkan atau bonus hidup.

Dalam ayat di atas, paling pokok dan penting sebetulnya adalah kehidupan yang tetap "memelihara perintahku” kata penulis Amsal. Dalam hal ini bagi kita adalah kehidupan yang teguh memegang firman Tuhan.

Marilah kita berdoa agar umur kita dipanjangkan sesuai dambaan kita. Upayakanlah hidup sehat agar usia kita lanjut. Jaga kesehatan fisik dan kesehatan rohani. Akan tetapi tidak hanya umur panjang yang kita doakan, namun bagaimana agar dalam umur yang panjang itu, kita isi dengan hidup berpegang teguh kepada ajaran dan perintah Yesus.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Ingatlah Tuhan Sejak Dini

2 Juni 2019

Pengkhotbah 12:1
Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!"

Jika seawal mungkin seseorang mengenal Tuhan akan lebih baik. Pengkhotbah ingatkan agar sejak muda kita  mengingat... mengenal Allah Pencipta. Karena namanya proses hidup... semua orang muda akan menjadi tua... lantas selesai.

Betapa banyak juga memang orang di masa tua menyesal mengapa dia sia-siakan waktu tidak sejak awal mengenal Allah Penciptanya. Pengkhotbah ungkapkan hal ini dengan perkataan, "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya" Hari tua menjadi hari yang malang karena masa muda tidak digunakan untuk mengenal Allah.

Bagaimanapun situasi hidupnya, orang yang menerima Yesus Kristus dan tetap setia kepada Tuhan hingga akhir; tidak akan pernah menyesal.

Sahabat yang kekasih, sungguh banyak dan sungguh besar perbuatan Allah atas hidup kita. Karena itu dalam fase manapun hidup kita saat ini, masih muda atau sudahpun lanjut usia kita... masih ada waktu. Sebelum waktu yang singkat dan terbatas ini betul-betul habis, marilah melangkah maju dengan memutuskan untuk senantiasa mengingat Pencipta kita. Mari mengenal Dia semakin mendalam. Tetaplah berlaku setia kepada Tuhan.

1 Samuel 12:24 
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Hidup Berpadanan Dengan Injil

1 Juni 2019

Filipi 1:27 
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi agar hidup mereka berpadanan dengan Injil. Itulah kerinduan Paulus. Juga berarti itulah kerinduan Yesus yang merupakan INTI dari Injil yang diberitakan Paulus.

Paulus mengatakan agar jika dia datang dia melihat, dan jika dia tidak datang dia mendengar bahwa kehidupan orang-orang Filipi nyata sesuai dengan lnjil.

Rasul Paulus sudah tidak lagi di dunia ini. Tentu saja dia tidak bisa lagi melihat dan tidak bisa lagi  mendengar tentang jemaat Efesus dan tentang kita. Akan tetapi Yesus Kristus yang merupakan INTI INJIL tersebut selalu akan melihat dan selalu akan mengetahui apakah hidup kita sesuai atau tidak dengan Injil, sebab Yesus Maha Hadir dan Dia ada di dalam hati kita.

Oleh karena itu marilah kita bertumbuh semakin memahami Injil dan hiduplah sesuai dengan Injil tersebut. 

Dengan demikian, Tuhan Yesus yang mengetahui sepenuhnya atas kita... DIMULIAKAN

Biarlah melalui kehidupan kita yang sesuai dengan Injil menjadi sebuah pemandangan yang indah dan menarik serta menyenangkan bagi Kristus Yesus.
S e m o g a  ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...