Kita Memiliki BAPA

21 Agustus 2019

2 Korintus 1:3
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan.

Bagi orang yang masih memiliki ayah, mungkin tidak terlalu memahami atau tidak terlalu merasakan betapa berharganya seorang ayah... sehingga kadar penghargaan terhadap ayah kurang.

Dalam usia seperti ini, sering teringat kenangan yang indah akan ayah yang telah tiada. Terkadang pula ada perasaan "iri" melihat teman-teman sebaya yang masih memiliki ayah.

Tapi bersyukurlah, bahwa kita yang percaya di dalam Kristus, memiliki BAPA yang kekal... ALLAH BAPA di Surga. 

Kita memiliki Bapa yang kekal... 
Bapa yang berkuasa... 
Bapa yang penuh rahmat... 
Bapa yang penuh belas kasih... 
Bapa yang berempati... 
Bapa yang mengendalikan segala sesuatu....

Bagi kita yang masih memiliki ayah, mari kita hargai ayah kita dengan sungguh-sungguh.

Bagi kita yang telah menerima Kristus, mari kita menghormati dan menyembah Allah Bapa kita. Serahkan hati kepada-Nya. Biarlah Allah Bapa di depan kita, dan kita berjalan mengikut dan mengiring Dia.

_BAPA KU BERTERIMA KASIH_
_KASIHMU-MU MELIMPAH DI HIDUPKU_
_BAPA KU BERTERIMA KASIH_
... ... ... ... ... ... ... ...
... ... ... ... ... ... ... ...
🎹🎻🎺🎸🎷🎢🎡🎼🎀

Selamat belajar
Selamat berkarya
Selamat melayani

Allah Bapa melindungi dan memberkati kia.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Lakukan Lebih Bersungguh-sungguh Lagi


20 Agustus 2019

1 Tesalonika 4:1  
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.

Sering sekali dalam banyak hal kita kehilangan semangat, jenuh, bosan, dan sebagainya. Hal itu membuat capaian kita tidak maksimum, bahkan ada yang sampai gagal.

Kejenuhan kita juga sering timbul dalam melayani. Pada saat-saat awal sangat antusias, tetapi oleh penyebab tertentu semangat mengendur.   

Rasul Paulus mengingatkan agar kita tetap memiliki semangat, bahkan lebih bersungguh-sungguh lagi. Agar hidup kita berkenan kepada Tuhan.

Untuk itu mari sejenak meneduhkan diri untuk merenung memeriksa diri... 
Bagaimana kondisi kita saat ini? 
Apakah semangat kita sedang surut dan mundur dalam bekerja, belajar, berbuat kebajikan,  melayani, dan sebagainya?

Dengan meminta hikmat dan pertolongan Tuhan, mari tetap melihat jauh ke depan untuk berbuat sebaik mungkin apa yang dapat kita lakukan sesuai panggilan dan kehendak-Nya atas kita.

Roma 12:11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Selamat bekerja
Selamat belajar
Selamat melayani

Tuhan beserta kita untuk tetap memiliki semangat juang dalam misi dan panggilan-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berseru Kepada Tuhan


19 Agustus 2019

Mazmur 3:4-6 
Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.
Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!
Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

Salah satu mungkin yang paling berat yang harus dihadapi Daud dalam hidupnya adalah menghadapi apa yang dilakukan anaknya sendiri: Absalom. Absalom melakukan kudeta. 

Sabagai raja yang berkuasa tentulah Daud memiliki pasukan yang mampu menumpas Absalom dan sekutunya. Apalagi Daud memiliki jam terbang yang tinggi dalam dunia perang, tentulah tidak sulit bagi Daud untuk melawan. Ingatlah juga kehebatan Daud dalam laga mengalahkan Goliat.

Namun Daud berseru kepada Tuhan dengan nyaring. Nyaring bukanlah identik dengan suara keras, tetapi menunjukkan berharap dengan sungguh-sungguh. Sebab yang harus dihadapi adalah anak sendiri... dilema... serba salah. Menangpun jadi persoalan... kalah juga  mala petaka. Pilih mana?

Dalam hal itulah Daud berserah kepada Tuhan. Dalam penyerahannya kepada Tuhan, Daud memiliki hati yang tenang... dia dapat tidur dan dapat bangun dengan damai, walau situasi sulit. Daud tidak takut kepada puluhan ribu yang sedang menyerang.

Kita juga mungkin sedang dalam posisi sulit. Mungkin keyakinan kita sedang diserang dan diobok-obok oleh orang-orang yang sok pintar yang gagal paham. Mungkin juga ada dilema dalam pekerjaan, keluarga, pergaulan, bahkan mungkin dalam pelayanan kita diperlakukan tidak adil justru oleh orang yang tahu banyak firman yang selalu berkhotbah di mimbar kehormatan. 

Tidak apa-apalah.... 

Hal utama dan pertama yang harus kita lakukan adalah berseru kepada Tuhan seperti Daud. 
Sudahkah kita lakukan?

Dengan berseru kepada Tuhan, maka Allah Bapa kita akan memberi hikmat surgawi untuk menuntun kita dalam melakukan apa yang semestinya kita lakukan. Kita harus percaya ini.

Bahwa serta dengan Allah
Kita lakukan perkara yang besar
Bahwa serta dengan Allah
Kita hadapi semua..
🎼🎢🎷🎺🎸🎻🎹🎀

Selamat bekerja
Selamat belajar
Selamat melayani

Tuhan beserta kita selama-lamanya.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Orang Menajamkan Sesamanya


18 Agustus 2019

Amsal 27:17
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Dalam perjalanan lewat tol malam hari tadi, mata sudah mengantuk. Tak kuat melawannya. Untuk itu butuh istirahat sejenak di rest area.

Setelah sebentar istirahat, perjalanan dilanjutkan. Mata tetap saja masih terasa berat ngantuk, apalagi jalan sepi. 

Namun ketika ada sorotan lampu dari belakang, membuat mata terjaga. Untunglah mobil tersebut berlaku baik. Dia mengikut dari belakang dengan menyesuaikan kecepatan. 

Ada juga mobil lain yang menyusul dan melampaui dengan santun. Karena itu, ditambahlah kecepatan dan diikuti oleh mobil sebelumnya. 

Dengan beriringan, tanpa terasa, akhirnya sampai di tujuan dengan selamat dengan tubuh yang bugar. 
Puji Tuhan!

Dari pengalaman sederhana ini, saya diingatkan betapa indahnya hidup ini jika kita saling mendukung dan saling menolong. Kita membangun kolaborasi untuk maju bersama sampai tujuan, bukan saling bersaing dan jangan saling menjatuhkan.

Seperti Amsal 27:17 katakan, ibarat besi, maka di dalam Kristus, marilah kita saling menajamkan dengat tepat, bukan saling beradu membuat tumpul. Semua itu dimaksudkan agar kita dapat dipakai Tuhan optimum mencapai tujuan-Nya melalui kehidupan kita sesuai peran dan panggilan-Nya terhadap kita.
S e m o g a   ! ! !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati kita untuk saling menajamkan. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Merdeka dari Menyalahgunakan Kemerdekaan


17 Agustus 2019

1 Petrus 2:16
Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Merdeka artinya: bebas, tidak terikat, dan tidak bergantung kepada sesuatu. 

Seorang yang merdeka dapat menentukan sendiri apa yang dia mau lakukan.

Seorang yang merdeka juga tidak dibatasi oleh pemahaman bahwa dia bebas berbuat apa saja, tetapi dia juga harus memahami bahwa dia harus siap menerima konsekwensi dari setiap apa yang dia lakukan. Inilah namanya kebebasan yang bertanggung jawab.

Kita bersyukur karena telah merdeka dan telah bebas dari dosa-dosa kita; karena dimerdekakan dan dibebaskan oleh Tuhan Yesus. Namun kebebasan kita adalah kebebasan yang bertanggungjawab... kita bertanggungjawab kepada Yesus SANG PEMBEBAS.

Adalah luar biasa bahwa dalam status bebas, kita  merendahkan hati dan penuh kerelaan memperhambakan diri kepada Kristus untuk taat dan tunduk kepada Dia.

Ingatlah bahwa kita bebas memilih apa saja... mau baik, mau setengah baik, mau seperempat baik, mau tidak baik... itu hak kita sepenuhnya. Tapi ingatlah bahwa kita tidak bebas memilih akibat dan konsekwensi dari pilihan kita. Itu hak dan otorotas Allah sepenuhnya. Biarlah ini menjadi rumus dan dalil dalam hidup kita.

Kita juga telah bebas dan merdeka dari kaum penjajah. Tidak banyak di antara kita yang mengalami masa penjajahan dulu. Tetapi kita belajar dari sejarah betapa sulitnya kehidupan pada masa itu.

Para pejuang kita gigih berjuang dan berkorban agar kita merdeka. Dengan rahmat Tuhan, apa yang dilakukan para pahlawan kita... akhirnya berhasil... kita merdeka!

Sebagai anak-anak Tuhan di negeri ini, mari kita menjadi gugus dan agen yang baik untuk berjuang bersama. Itu adalah bentuk ketaatan dan penghormatan kita kepada Tuhan, dan penghargaan kita kepada para pahlawan kita yang gugur di arena perjuangan.

Para sahabat... 
Ada dua hal  penting untuk kita lakukan, yakni:
1. Sebagai warga Kerajaan Allah yang taat, marilah kita hidup sebagai orang merdeka untuk melakukan kehendak dan Amanat Agung Tuhan Yesus.
2. Sebagai warga negara Indonesis yang baik, marilah kita sebagai orang merdeka menjadi bagian dari  orang-orang yang berjuang untuk kemajuan dan kejayaan bangsa kita.

Tuhan memberkati kita.
Tuhan memberkati Indonesia.

Dirgahayu...
Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

*M E R D E K A   ! ! !*
*M E R D E K A   ! ! !*
*M E R D E K A   ! ! !*

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun- Bandung

Tenang, Tuhan Empunya Segalanya


16 Agustus 2019

Mazmur 24:1-2_  
Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

Tuhan yang memiliki bumi ini dan semua isinya. Tentu saja bukan hanya bumi ini, tetapi alam semesta ini, bahkan Kerajaan Surga juga. Sungguh amat luas dan besar... tak berhingga. Dia menciptakan-Nya. Itulah Allah Bapa kita.

Oleh karena itu, kita bersyukur, meski kita merasa tak punya apa-apa dan memang kita sebetulnya tidak memiliki apa-apa. Semua hanyalah titipan belaka.

Para sahabat, bagaimanapun situasi dan kondisi kita saat ini, bahkan saat akan datang... jangan kecil hati dan jangan juga menganggap orang lain kecil. Biarlah kita bersukacita dan optimis melalui hari-hari kita dengan senantiasa mengarahkan hati kita kepada Tuhan Allah yang Maha Besar.

Tuhan akan selalu memperhatikan kita. Percayalah! Masalah kita adalah sering sulit meyakini pemeliharaan dan perlidungan-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberi kekuatan bagi kita untuk meyakini kebesaran-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berkomitmen


15 Agustus 2019

Daniel 1:8
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Memandang dan memahami apa yang dilakukan Daniel dalam teks ayat di atas, bukanlah sekedar soal makanan atau minuman. Kata kuncinya sebetulnya adalah berketetapan.

Berketetapan adalah berkomitmen. Komitmen adalah keputusan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kata lain adalah tekad.

Sesuatu yang baik akan terjadi atau diperoleh jika ada komitmen. Mungkin sesuatu itu berupa upah, hasil, dan sebagainya. Atau sesuatu yang baik itu adalah kesan atau pesan hidup kita kepada orang lain. 

Pesan dari hidup kita yang membuat orang berubah dan bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus, jauh lebih penting dan mulia daripada sekedar hasil-hasil dan perolehan hidup untuk dinikmati sendiri. Inipun suatu komitmen yang hanya sedikit orang saja mengambilnya.

Cita-cita, kerinduan dan harapan kita sering kandas di awal atau pertengahan, atau bahkan sudah mendekati garis akhir; oleh karena tidak berkomitmen. Kita sering lemah dalam komitmen.

Mari kita ambil komitmen dan tempuhlah itu, agar harapan-harapan dan mimpi-mimpi kita yang baik dan agung tercapai. 

Walau sesuatu yang kita lakukan sulit jalannya, bahkan ada risikonya, tidak ada orang yang menghargai, dan tidak populer, serta tidak menghasilkan rupiah-rupiah... asalkan itu keyakinan kita yang berasal dari Yesus Kristus untuk maksud yang indah dan agung sesuai rencana dan kehendak-Nya...;
Tempuhlah... ! Berkomitmenlah... ! 
Lakukan dengan setia... !
JUST DO IT... ! 
Itu saja... !
Cukup... !

Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberi kekuatan bagi kita untuk berkomitmen dalam rencana dan kehendak-Nya.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...