Bertumbuh Dalam Firman Untuk Berbuah


27 September 2019
Lukas 8:15 
“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang penabur yang menabur benih, ada berbagai tipe tanah tempat jatuhnya benih itu.

Dalam Lukas 8:1, disebutkan tipe tanah yang baik. Dalam tipe ini, benih tumbuh dengan baik dan normal. Dengan pertumbuhan yang baik, akhirnya keluar buah. Inilah hasil yang ditunggu.

Bagaimana dengan kita?

Apakah kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus?

Apakah firman yang kita dengar dan pelajari terus bekerja dalam hidup kita, sehingga terus-menerus ada perubahan dalam karakter kita menjadi semakin serupa dengan Kristus? 

Hal tersebut, wujudnya terlihat dalam karakter kita.

Biarlah hati kita menjadi tipe tanah yang subur untuk bertumbuhnya firman Allah. Karakter Kristus adalah idealisme kita sebagai anak-anak Allah. Biarlah itu menjadi semakin nyata dalam keseharian kita.

Untuk itu, kita sungguh butuh penyertaan Kristus. Kita bergantung kepada Dia. Beri diri kita dipimpin Roh Kudus melalui ketaatan... kita mau bayar harga. Kita harus saling membangun. 

Walau buah-buah hidup kita belumlah banyak, bahkan ibarat pohon... sedang belajar berbuah, bertekunlah... teruslah bertumbuh... bertumbuhlah terus.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita untuk terus bertumbuh semakin mengenal Dia dan hidup kita menuju berbuah banyak.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pertolongan Tuhanlah yang Kita Butuh


26 September 2019

Yohanes 5:5-9 
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Ada seorang yang sakit sudah cukup lama di tepi kolam Betesda. Dia menantikan air kolam itu bergoncang, tetapi sayangnya, dia tidak mampu masuk ke dalam kolam itu. Sudah selama 38 tahun dia seperti itu menunggu. 

Persoalan utamanya adalah tidak ada yang menolong... dia butuh bantuan untuk dipapah ke dalam kolam. Mungkin rasa sakitnyapun semakin parah jadinya.

Saat Tuhan Yesus bertanya kepadanya apakah dia mau sembuh, orang tersebut tidak menjawab secara eksplisit keinginannya untuk sembuh. Dia langsung menjawab kepada apa yang dia pikirkan sebagai kebutuhannya, yaitu adanya orang yang bersedia mengangkat dan memasukkan dia ke dalam kolam. 

Boleh jadi, ketika Tuhan Yesus menyapa dia, dia berharap Yesus mungkin akan bersedia menemani dan mendampingi dia. Ketika nantinya air kolam bergoncang, Tuhan Yesus yang akan mengangkat dia ke kolam. Pikiran dia seperti itu.

Akan tetapi Tuhan Yesus tidak perlu mendampingi dia menanti air kolam itu bergoncang. Dengan kuasa-Nya, langsung saja Tuhan Yesus menyembuhkan dengan cara-Nya. Tuhan Yesus berkuasa.

Tuhan mengenal kita. Dia menawarkan pertolongan dalam menghadapi kehidupan ini. Namun dalam mengatasi masalah, kita sering menghadapinya dengan cara kita. Mungkin sudah lama kita seperti itu. Atau kita sedang berharap ada orang-orang yang akan memberi pertolongan. 

Kita berharap sesuatu sesuai konsep yang kita bangun dalam pikiran. Kita berharap dan bergantung kepada sesuatu yang tidak pasti.

Memang kita dapat dan haruslah berupaya untuk memanfaatkan kebolehan dan kemampuan kita plus bantuan orang-orang tertentu untuk menghadapi masalah. Tetapi bila itu saja... tidaklah cukup. Kita butuh pertolongan Tuhan.

Oleh karena itu, mari kita percayakan hidup ini kepada Yesus sepenuhnya. Yesus PEMIMPIN kita.

Tuhan Yesus akan bertindak dan berbuat melebihi apa yang mampu kita pikirkan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Amin

Salam dan doa,
AlamtaSingarimbun-Bandung

Meneladani Kristus dan Menjadi Teladan


25 September 2019

1 Korintus 4:16 
Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Istimewa dan indah sekali kehidupan Paulus yang dapat mengatakan kepada orang-orang Korintus, "Turutilah teladanku!"

Pastilah berat sekali dapat mengatakan seperti itu, dan memang faktanya demikian perjuangan Paulus.

Bagaimana dengan kita?

Semua tentu adalah proses. Butuh waktu. Tapi jika waktu lebih cepat... akan lebih baik.

Paling tidak, biarlah kita dapat berkata-kata dengan tutur kata yang baik, hangat dan santun. Kata-kata kita berisi. Biarlah kata-kata kita selalu bertujuan membangun dan menguatkan orang lain... sambil kitapun terus berproses menuju apa yang kita ucapkan. 

Kitapun teruslah berjuang di dalam dan bersama Kristus agar hidup kita dapat menuju seperti Paulus, dimana tanpa kata-katapun, orang melihat dan terdorong melakukan apa yang orang lihat yang sedang kita lakukan. 

Kuncinya adalah mari kita taat mulai dari hal-hal sederhana. Pegang janji-janji Allah. Teladani kehidupan Yesus, dan juga tempuhlah jalan-jalan kehidupan orang-orang yang hidup mengasihi Kristus. 

"Tuhan Yesus, mampukanlah kami yang lemah tak berdaya apa-apa ini untuk taat dan meneladani Engkau, sehingga kamipun dimampukan hidup menjadi teladan bagi orang lain. Ampunilah kami dalam banyaknya kami gagal menjadi teladan bagi orang sekitar kami. Walau tak seberapa, biarlah hari inipun ada yang dapat kami lakukan sebagai wujud teladan yang baik bagi sesama kami. Amin"

Selamat belajar. 
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menolong kita menjadi teladan yang baik bagi sesama. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berdoa Kepada Tuhan Bagi Kotamu


24 September 2019

Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Dalam status bangsa Israel yang akan terbuang, nabi Yeremia berpesan dan menasihati bangsanya agar melakukan paling tidak dua hal, yaitu:
1. Agar di tempat pembuanganpun, bangsanya tetap berpikir dan berusaha untuk sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera.
2. Agar di tempat pembuanganpun, bangsanya berdoa untuk terwujudnya damai sejahtera.

Sebagai bangsa yang terbuang, bangsa Israel pastilah mengalami derita. Bangsa ini akan menjadi warga kelas bawah. 

Secara manusia, mereka wajar berpikir susun strategi dan berjuang untuk membebaskan diri. Segala cara haruslah dilakukan untuk mengubah status mereka sebagai bangsa terbuang untuk kembali ke negeri mereka. Namun di tengah-tengah situasi seperti itu, nabi Yeremia menyerukan sesuatu yang sangat menyejukkan; berupaya dan berdoa untuk sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera di negeri pembuangan.

Di negeri ini, kita bukanlah suku atau bangsa yang terbuang, tetapi kita ditempatkan Allah menjadi warga negara yang sama dan sederajat. Oleh sebab itu... sudahkah kita berupaya dan berdoa untuk kedamaian dan kesejahteraan bangsa kita?

Beragam tentunya upaya yang dapat kita lakukan bagi negara dan bangsa kita. Bila diambil skala 1 hingga 10, kita berada di angka berapa? Maksimumkanlah angka kita, sesuai peran masing-masing.

Di tengah-tengah maraknya beban bangsa kita, dan tingginya cita-cita serta banyaknya permintaan kita dalam doa, adakah di situ terisi doa bagi negara dan bangsa kita?

Marilah kita menjadi bagian dari orang-orang di negeri ini yang senantiasa berkeinginan, berdoa dan berupaya untuk kesejahteraan kita bersama.
M a r i  ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan memperlengkapi kita untuk membawa damai dan sejahtera di manapun kita berada.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bermegah Dalam Nama Tuhan


23 September 2019

Mazmur 20:7 
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Pada zaman Daud yang menulis ayat Mazmur di atas, juga pada zaman sebelumnya, atau beberapa saat setelah itu, kuda dan keretanya sangat berperan, terutama pada saat perang. Kereta dan kuda adalah lambang kekuatan dan kegagahan. Kereta dan kuda adalah sarana vital untuk menang dalam arena tempur.

Pada saat ini, mungkin sudah bukan lagi jamannya kereta atau kuda jadi simbol power. Ada kekuatan lain yang lebih canggih berupa kecerdasan, asset, kedudukan, dan sebagainya. Kekuatan itu mungkin kita tulis dan kita ekspresikan dalam bentuk kata-kata, atau gambar, dan sebagainya. Mungkin manusia bangga dan sungguh mengandalkannya.

Tetapi bagi kita, kekuatan kita adalah Tuhan. Kemegahan utama kita adalah Allah Pencipta Alam semesta ini beserta segala isinya.
Puji Tuhan !!

Mari kita sungguh bersyukur karena kita adalah anak-anak Allah Maha Tinggi. Walau kita orang biasa-biasa saja dan masih terus saja memiliki pergumulan dan berbagai kesulitan, namun hati kita lega karena kemegahan kita adalah Allah Bapa yang dapat diandalkan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus memberkati.
Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menghormati dan Memuji Tuhan


22 September 2019

1 Timotius 1:17   
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Salah satu obat manjur yang dapat kita rasakan adalah ketika kita menghormati dan memuji- muji Tuhan. 

Bentuk kehormatan dan kemuliaan bagi Tuhan dapat diekspresikan melalui doa, pujian, dan ketaatan kita.

Dalam doa-doa kita, sering porsi permintaan lebih besar dan lebih banyak daripada kerinduan kita untuk menyembah Dia.

Dengan menyembah Tuhan, kita dengan sadar merendahkan dan memperkecil diri kita di hadapan Tuhan... dan memang kita rendah dan kecil adanya di hadapan-Nya.

Ketika kita meninggikan diri merasa diri besar di hadapan Tuhan, dan ketika kita merasa berjasa... maka itulah awal lemah dan kandasnya hubungan baik kita dengan Tuhan. Tentu saja hal ini harus dihindari.

Sahabat...
Sudahkah kita menyembah Dia sepenuhnya?

Hormat bagi Allah Bapa
Hormat bagi Anak-Nya
Hormat bagi Rohul Kudus
Ketiganya Yang Esa
Haleluya Haleluya Haleluya
Ketiganya Yang Esa
πŸŽ΅πŸŽΆπŸŽ΅πŸŽΆπŸŽ™πŸŽΉ

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberi kekuatan bagi kita untuk senantiasa menyembah dan meninggikan Dia.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bekerja Karena Yakin Tuhan Penuhi


21 September 2019

Filipi 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Salah satu yang menjadi sumber kekhawatiran kita adalah kekurangan, utamanya khawatir dalam finansial. 

Oleh sebab itu betapa sering kita terlalu hitung-hitungan dan mungkin juga bekerja berlebih dari semestinya.

Karena begitu  beratnya kita rasakan beban terhadap keuangan, maka apa yang sebetulnya ada pada kita, tidak dapat kita nikmati lagi.

Firman Tuhan ingatkan agar kita percaya kepada Tuhan; bahwa Dia akan memenuhi apa yang kita perlu dan butuhkan. 

Tidak berarti bahwa kita malas-malasan bekerja atau tidak berupaya apa-apa... kita memang harus tekun bekerja. Tetapi ,di atas itu semua, Tuhan yang memberi rejeki kepada kita. Allah memenuhi segala apa yang kita butuhkan. Kita harus ingat dan yakin hal ini, agar kita tidak takut kekurangan. Tuhan akan selalu menjaga dan memelihara hidup kita.

Mari kita bekerja dengan sebaik kita bisa, tetapi di atas itu yakinlah akan kasih sayang dan pemeliharaan Allah atas hidup kita.

Biarlah seimbang antara kita bekerja dengan penyerahan kita kepada Allah.

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati kita berdasarkan kasih sayang-Nya.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun.

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...