Anggota Keluarga Allah


4 Oktober 2019

Efesus 2:19
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah

Kita yang telah percaya dan telah menerima Kristus adalah kawan sewarga. Kita adalah anggota keluarga Allah. Ini mengingatkan dan menyatakan betapa eratnya mestinya hubungan kita.

Dalam sebuah keluarga pasti ada perbedaan, ada juga sering kesalahpahaman. Selera sering tidak sama. Cara pandang akan sesuatu beragam. Tapi keluarga yang sehat akan selalu ada upaya untuk berdamai dan ingin hubungan baik.

Kewargaan kita bukan di dunia ini saja, tetapi status kewargaan kita akan terus berlanjut dalam kekekalan. Alangkah baiknya bila kita mengusahakan perdamaian sesama kita.

Betapa mulia dan terpujinya bila kita saling merindukan dan berinisiatif saling mendahului untuk bergerak ke arah semakin dekat di antara kita. 

Dengan demikian, kita akan menuai banyak sahabat, hidup kita akan damai, dan Tuhan dipermuliakan. 

Sesungguhnya inilah salah satu keberhasilan dan  prestasi utama hidup kita.
Mari bergerak !

Selamat belajar.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Siapakah Mahkota Kemegahan Anda?


3 Oktober 2019

1 Tesalonika 2:19-20
Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Mahkota dipakai oleh seorang raja sebagai lambang kebesaran, kemuliaan dan kemegahan. Mahkota dikenakan di atas... di kepala. 

Rasul Paulus berbicara tentang mahkota tersebut ketika nanti Kristus datang. Mahkota akan diberikan kepada kita. Kita akan dimuliakan dengan mahkota kekal yang tak pernah layu. Itu nanti... belum sekarang.

Apa yang akan menjadi mahkota kita?

Rasul Paulus katakan bahwa mahkota kita adalah orang-orang yang kita layani. Merekalah mahkota kita. 

Apa yang akan kita terima sebagai mahkota kemuliaan, bergantung kepada bagaimana hati kita melayani jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan.

Perihal mahkota yang dimaksudkan Paulus di atas, akan memotivasi kita untuk tetap tekun, gigih dan setia tanpa pamrih melayani... melayani... melayani... dan melayani... 

Mari kita mengarahkan hati kita untuk melayani Tuhan. 

Janganlah habiskan waktu melulu hanya untuk mengejar-ngejar dunia ini yang akan kita tinggalkan. Kita akan menyesal nanti pulang KE SANA dengan tangan kosong. Ini benar!

Tentu kitapun berupaya untuk memenuhi apa yang kita rasa perlu untuk hidup di dunia ini. Bekerja keraslah! 

Tetapi itu sajakah? 
Bagi kita yang sudah memahami dan meyakini apa kata Paulus dalam ayat di atas, pasti kita katakan, "Tidak !” ..... Tetapi tentu terserah kitalah. Kita masing-masing akan bertanggung jawab atas diri kita soal itu.

Karena itu, sebelum Kristus datang dengan PENUH KEMULIAAN, mari kita berpikir dan bekerja untuk mahkota kemuliaan abadi yang sudah disiapkan-Nya. Ini penting. Jangan lupa dan jangan lalai wahai sahabatku terkasih!

P u j i  T u h a n  ! !

Selamat belajar.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita menjelang kita menerima mahkota kemuliaan.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Merendahkan Diri, Ditinggikan


2 Oktober 2019

Yakobus 4:10
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Tentu kita sadar dan meyakini bahwa Allah Maha Tinggi. Dia Maha Kuasa. Tak terbatas kuasa Allah. Namun betapa sulit kita bersikap rendah hati di dadapan-Nya.

Beberapa pemahaman tentang merendahkan diri di hadapan Tuhan adalah:
• berserah, taat dan tunduk kepada Dia,
• meyakini bahwa apa yang Dia beri itu yang terbaik,
• tidak merajuk, tidak protes, dan tidak demo menunjukkan ketidaksukaan kepada kehendak-Nya,
• senantiasa berterima kasih kepada Tuhan dalam setiap situasi,
• mau diubah dan dibentuk Tuhan perangai dan watak kita,
• dan sebagainya.

Bila kita merendahkan diri di hadapan manusia, maka ada kemungkinan kita semakin direndahkan serendah-rendahnya. Hal itu membuat kita sering tidak siap, sehingga kitapun mencari cara-cara tertentu agar tidak kelihatan rendah. Tentu hal ini tidak baik.

Berbeda dengan Tuhan. Dikatakan oleh rasul Yakobus; bahwa bila kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, maka kita ditinggikan. Ini adalah janji dan dalil dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Marilah kita memilih untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kemuliaan dan kehormatan akan diberikan Tuhan pada saat-Nya bagi setiap orang yang merendahkan hati.

Selamat belajar.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Tergantung Siapa yang Memberi


1 Oktober 2019

Yakobus 1:17
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Ada seorang kawan yang begitu senang dan bangga bercerita tentang buku miliknya. 

Bukunya itu dia terima langsung dari pengarangnya yang terkenal, dan di buku itu tertera tanda tangan pengarangnya itu... lengkap dengan kota dan hari serta tanggalnya, yang dibubuhkan saat diterima.

Memang bukan hanya nilai dan harga buku itu yang penting, tapi rupanya dari siapa buku itu datangnya terlebih penting. Sebab buku itu ada banyak dijual di toko buku.

Kita menerima pemberian dan anugerah yang baik. Pemberian itu bukan saja kita lihat dari sisi nilainya, tetapi terlebih penting adalah dari SIAPA kita terima. Pemberian itu datang dan dianugerahkan oleh Allah Bapa yang sempurna.

Karena begitu banyaknya pemberian-Nya yang telah kita terima, mungkin kita sampai lupa saatnya dan apa saja yang telah Allah beri. Tidak apalah... tetapi yang tidak boleh kita lupa adalah Allah yang memberi. Allah Yang Sempurna sebagai sumber anugerah adalah Allah Bapa kita yang tidak pernah berubah. Dia sejati. Dia bukanlah bayangan yang abstrak.

Sebagaimana Allah kita sempurna dan tak pernah berubah oleh apapun, maka biarlah kita juga semakin disempurnakan oleh Kristus. Biarlah kasih setia kita kepada Dia, Allah Bapa Yang Maha Baik dan Sempurna, semakin bersemi dan semakin mesra.
S e m o g a  ! !

Selamat belajar.
Selamat betaktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Hidup Memuliakan Allah


30 September 2019

Efesus 2:10 
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Seandainya kita bisa menciptakan apa saja yang kita mau, apa yang akan kita ciptakan?

Pertanyaan lanjutan adalah untuk apa hal itu kita ciptakan?

Pastilah yang kita ciptakan itu bertujuan untuk menyenangkan hati kita. Kita ciptakan untuk kebanggaan kita.

Untuk apa kita dibuat dan diciptakan Allah?

Seorang penulis terkenal dengan bukunya yang laris terjual mengatakan bahwa kita diciptakan untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Rasul Paulus mengatakan bahwa kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik. Keinginan Allah adalah agar kita hidup di dalam tujuan untuk apa kita diciptakan. Allah mau itu.

Sebab itu marilah kita senantiasa memuliakan Allah dengan berbuat apa yang baik berupa:
• melayani dengan sungguh-sungguh,
• bekerja dengan tekun dalam profesi masing-masing, dapat dipercaya dalam tanggung jawab yang diberikan, apapun itu, bila memungkinkan ada prestasi-prestasi kerja yang bermakna bagi banyak orang,
• dalam konteks khusus, kita bertujuan menolong orang percaya untuk berfokus kepada Kristus, 
• dalam masyarakat umum yang heterogen, kita berperan menghadirkan Kerajaan Allah... menolong orang bahwa ada Allah yang harus kita taati, dan bila keadaan sudah memungkinkan bawalah mereka untuk percaya dan menerima Kristus.

Mari kita fokuskan hidup kita untuk melakukan apa yang baik sebagai wujud dari tujuan untuk apa kita diciptakan Allah. Jangan tunda-tunda, lakukanlah hari ini juga sesuai kapasitas dan peran yang Tuhan beri.

Selamat belajar.
Selamat betaktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Hadir Menjadi Berkat


29 September 2019

Kejadian 13:6-7  
Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.
Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

Terkadang adanya ketidaksepahaman atau perselisihan dalam keluarga, atau antara sesama, bahkan dalam gereja/persekutuan... bukanlah karena kekurangan, tetapi justru dalam kelimpahan, atau malah disebabkan kelebihan.

Begitulah yang terjadi antara gembala Abraham dengan gembala Lot. 

Ternak mereka luar biasa banyaknya, sehingga bersaing berebut padang rumput. Akibatnya; Abraham dan Lot tidak dapat lagi berdampingan diam rukun bersama.

Mirip-mirip kisah ini bisa terjadi dalam hidup kita; bersaing dalam dunia usaha, sikut-sikutan beroleh jabatan, tak mau mengalah dalam pembagian warisan... banyak lagi...
Ironinya: juga perselihan berebut pengaruh dalam pelayanan, dan sebagainya... ini sungguh menyedihkan.

Marilah kita mengoreksi dan menilik hati kita. Biarlah berkat yang kita terima dari Tuhan, membuat hidup kita memberkati sebanyak mungkin orang. 

Pakailah kelebihan kita dalam hal tertentu untuk melengkapi apa yang masih kurang.

Gunakanlah hikmat yang Tuhan beri untuk menjadi solusi hidup bagi banyak orang.

Hadirlah untuk membawa angin segar dan menyejukkan.

Meski kita juga rasanya banyak kekurangan, tapi berilah semangat dan dorongan agar orang-orang sekitar kita menjadi optimis.

Meski hak kita diselewengkan dan kita tidak dihargai orang, dan mungkin jerih lelah kita tidak mendapat sambutan,  orang-orang bersikap dingin kepada kita... tak apa-apa. Tuhan Maha Tahu. Serahkan saja kepada Dia. 

Tetaplah konsisten dan semangat dan antusias dengan apa yang kita yakini dalam Kristus. Itu sajalah kita lakukan. Dari Tuhan upah kita. 

Pintu yang kita harapkan mungkin tertutup, tapi pasti ada pintu lain Tuhan bukakan. 

Kalaupun bukan pintu yang Tuhan bukakan, mungkin hanyalah jendela sempit saja. Bersyukurlah! 

Kalaupun bukan jendela yang terbuka, mungkin hanyalah celah kecil saja. Itupun tak mengapa. Asalkan melalui celah kecil itu ada mengalir SINAR ILAHI... itu sudah amat memuaskan dan lebih dari cukup! 

Puji Tuhan !
Muliakanlah Tuhan Yesus !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita untuk menjadi berkat bagi sesama kita.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Memberi Yang Terbaik Bagi Kita


28 September 2019

Matius 7:9-11   
“Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Seorang ayah akan selalu memberi apa yang baik kepada anak-anaknya.

Ketika ayah tidak memberi kepada anaknya, mungkin ada 3 hal utama penyebabnya, yaitu:
1. Apa yang diminta, tidak sesuai atau tidak cocok dalam pandangan sang ayah, mungkin ada bahaya-bahaya tertentu jika permintaan sang anak dikabulkan.
2. Sang ayah sedang menunda, dengan maksud untuk menguji kesabaran anaknya, sebab hal ini sangat penting untuk karakter sang anak, terutama dalam hal kesabaran.
3. Apa yang diminta memang tidak/belum ada, artinya mungkin situasi dan kondisi membuat sang ayah belum memungkinkan untuk memberi.

Di luar ketiga hal tersebut, pastilah seorang ayah akan memberikan apapun yang diminta anaknya, meskipun ayah tersebut dinilai orang kurang baik. Apalagi kalau ayah yang baik, pasti dia ingin selalu memberi yang terbaik kepada anak-anaknya.

Allah adalah Bapa kita. Allah sungguh baik dan sungguh mengasihi kita. Kita percaya itu, dan memang itu benar!

Dalam hal memberi, dari 3 hal yang disebutkan di atas, yang ke-3 (nomor 3), tidak berlaku bagi Allah, sebab Dia sanggup berbuat apa saja kepada kita sesuai sifat-Nya.

Oleh sebab itu kita bersyukur dan memuji Tuhan, sebab Dia sungguh baik, dan Dia akan selalu memberi apa yang terbaik bagi kita.
P u j i  T u h a n   ! ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...