Pewarta Kerajaan Allah

18 Desember 201

Matius 3:3-4
Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Nyentrik, unik, dan terasa aneh, namun menarik. Begitu mungkin pikiran kita tentang apa yang dipakai dan dimakan oleh Yohanes Pembaptis.

Akan tetapi Yohanes adalah orang yang istimewa. Kedatangannya dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Yohanes berseru-seru mewartakan kedatangan Kristus.

Tentu yang lebih istimewa lagi adalah; Yohanes membaptis Kristus... luar biasa perannya.

Tentu kita tidak perlu seperti Yohanes Pembaptis dalam soal pakaian dan makanan. 

Mungkin karena situasi hidup yang kurang memungkinkan, kita hanyalah mampu berpakaian seadanya dan mengkonsumsi yang sederhana saja. Tidak apa-apa.. jangan merasa rendah!

Atau kita "beruntung" diberi Tuhan rejeki melimpah dan posisi kita sangat baik dalam pekerjaan. 
Tetaplah rendah hati!

Semua baik...

Yang penting, teladan Yohanes Pembaptis mengajak kita memeriksa diri:
• Apakah hidup kita mewartakan Kerajaan Allah?
• Apakah kehidupan kita membuat orang tertarik kepada Kristus?
• Apakah hidup kita memberi pengaruh positif agar orang berubah dan bertumbuh dalam takut dan hormat akan Allah?

Sahabat..., mari kita merelakan dan memberi diri sesuai peran kita, apapun itu, untuk sungguh-sungguh dipakai oleh Tuhan menjadi bagian dari kumpulan orang-orang yang mewartakan Kerajaan Allah dimanapun kita berada. Begitu semestinya kita!

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

TuhanYesus menjaga dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Keutamaan Kristus Dalam Hati

17 Desember 2019

Lukas 2:29-32 
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."

Simeon, seorang yang saleh dan hidup benar, sungguh merasa hidupnya puas dan berbahagia setelah melihat Yesus, meski saat dia melihat... bayi Yesus masih kecil.

Simeon sudah siap meninggalkan dunia ini dengan damai sejahtera setelah melihat Yesus... Dia telah melihat keselamatan di dalam Yesus. Simeon telah merasakan dan memiliki keselamatan itu.

Dengan percaya dan memiliki keselamatan di dalam Yesus, kita sesungguhnya sudah menjadi seperti Simeon... telah memiliki apa yang paling utama dan paling penting. Sebab sesungguhnya dalam hati kita ada sebuah tempat khusus yang harus diisi oleh Kristus, sehingga hal itu membuat kita sungguh merasakan damai dan bahagia seperti apa yang dikatakan Simeon.

Kedudukan dan keutamaan Kristus dalam hati kita tidak dapat digantikan dan tak dapat dipertukarkan oleh apapun dan oleh siapapun. Hal itulah yang Simeon lihat, sehingga dia merasakan damai sejahtera dengan sempurna.

Sahabat, marilah kita merasakan dan melihat serta memiliki damai sejahtera seperti Simeon katakan.

Kiranya ungkapan sukacita Simeon di dalam Kristus manjadi ungkapan kita juga, akan tetapi bukanlah supaya kita cepat-cepat pergi hijrah meninggalkan dunia ini, sebab masih banyak hal yang harus kita perankan dan lakukan di bumi ini seandainya Tuhan ijinkan... semoga!

Bagi  kita ungkapan Simeon menjadi penguat dan tambahan energi untuk memiliki kausa kata lebih dalam seluruh hidup kita. Biarlah kita hidup;
Lebih intim dengan Kristus, 
Lebih bertumbuh menjadi murid Yesus,
Lebih tekun bekerja, 
Lebih semangat berkarya, 
Lebih produktif dalam apa yang kita bisa,
Lebih jernih berpikir,
Lebih bijak bertindak, 
Lebih bertanggung jawab dengan apa yang dipercayakan,
Lebih setia melayani, dan 
Lebih termotivasi untuk hidup mengasihi sesama kita. 

"Terima kasih Tuhan, sebab aku telah melihat dan memiliki keselamatan seperti Simeon lihat. Dengan keselamatan yang telah kumiliki, buatlah hidupku berarti dan dapat dinikmati orang, sekalipun kecil adanya tak apalah Tuhan... Amin."

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Sukacita Menyambut Yesus


16 Desember 2019

Lukas 1:39-41
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus.

Elisabet ibu Yohanes Pembabtis dan Maria ibu Yesus adalah dua tokoh ibu yang dipakai Allah dalam rangkaian rencana-Nya atas keselamatan bagi bangsa-bangsa.

Ketika Maria berkunjung ke tempat Elisabet, maka bayi Yohanes dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan memberi respons. Ini terasa bagi Elisabet, bahkan dikatakan saat itu Elisabet penuh dengan Roh Kudus. 

Rasanya ada sebuah kontak getaran bagi bayi Yohanes dalam kandungan Elisabet merespons kunjungan bayi Yesus dalam rahim Maria.
Tentu ini luar biasa.

Kita tidak memahami sepenuhnya ekspresi Elisabet bersama Maria, namun pastilah saat itu ada damai sejahtera dan sukacita. Bahkan Maria dalam ayat-ayat selanjutnya mempersembahkan nyanyian memuji-muji dan memuliakan Allah.

Terinspirasi oleh bayi Yohanes yang melonjak kegirangan menyambut bayi Yesus yang sama-sama masih dalam kandungan, maka dalam semua kesibukan dan setiap situasi kita saat ini... 
• biarlah kita juga sama seperti bayi Yohanes; melonjak kegirangan menyambut hari kelahiran Tuhan Yesus,
• biarlah hati kita dibangkitkan untuk melayani Dia dalam rel panggilan hidup kita yang sangat bervariasi,
• biarlah kita tetap taat, tunduk, patuh dan setia kepada apa yang diajarkan dan disuruh oleh Yesus,
• biarlah kita tetap memiliki iman yang teguh dalam masa penantian akan kedatangan-Nya yang keduakalinya di penghujung akhir zaman sesuai janji-Nya. 

Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Di luar Kebutuhan Badani


15 Desember 2019

Filipi 2:1
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan.

Sesungguhnya apa yang kita perlu dalam hidup ini?

Tentu saja kita perlu kebutuhan fisik. Itulah sebabnya mengapa kita bekerja mencari nafkah.

Selain kebutuhan badani, kita perlu kebutuhan lain.
• Kita butuh nasihat, agar kita bijak dan berhikmat dalam  seluruh tindakan kita.
• Kita butuh penghiburan, agar kita kuat dan tidak larut dalam situasi sulit yang sering mengganggu.
• Kita butuh persekutuan intim dengan Tuhan agar kita dikuatkan. Juga tentunya kita butuh persekutuan di antara kita sesama orang percaya, agar kita dapat saling menguatkan.
• Kita butuh kasih Allah, agar kita bersukacita. Kita akan berbahagia dan damai jika kita yakin dan merasakan bahwa kita dikasihi. Sungguh Kristus mengasihi kita... belas kasih-Nya menjadi dasar hidup kita.

Semua yang kita butuh itu ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu biarlah hati dan pikiran kita tertawan kepada Dia. Kita senantiasa rindu dan haus kepada Dia. Dia yang utama dalam hidup kita.

Mazmur 42:1
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Taat Kepada Firman


14 Desember 2019

Matius 4:2-4 
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Sesuatu yang alami terjadi pada Yesus, Dia lapar setelah berpuasa selama 40 hari... tidak tanggung-tanggung lamanya. 

Dengan perasaan lapar yang tak dapat kita bayangkan karena begitu lamanya berpuasa, kita melihat sifat alami Yesus dalam hakekat-Nya sebagai manusia. Hal ini penting dipahami, sebab ada orang berpendapat dan mengatakan bahwa dalam melakukan puasa tersebut, Tuhan Yesus menggunakan kuasa-Nya sehingga Dia tidak merasa lapar. Pendapat ini terbantahkan. 

Tuhan Yesus sungguh merasa sangat lapar. Dalam situasi lapar itulah Tuhan Yesus digoda dan dicobai iblis. Iblis dengan kepintaran dalam kelicikannya membuat siasat menunjukkan roti sebagai kebutuhan Tuhan Yesus saat itu... saat lapar.

Akan tetapi Yesus tentu saja tahu siasat iblis ini. Tuhan Yesus tidak mau kompromi dengan apa kata iblis. Dengan mengacu kepada firman Allah yang tertulis, Yesus menangkis dan melawan iblis. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kolaborasi Tuhan Yesus dengan iblis. Tidak ada setitikpun Tuhan Yesus mengikuti "saran" iblis.

Walau Yesus begitu sangat lapar dan Dia berkuasa membuat roti dari batu, tetapi Yesus dapat menahan diri, Dia taat kepada firman yang tertulis, Dia tetap berada di dalam rel yang sedang Dia jalani. 

Kalau dilihat dalam pencobaan berikutnya yang dialami Yesus, maka tidak ada sedikitpun celah dalam diri Yesus tergoda oleh apa kata iblis. Tuhan Yesus tidak pamer kuasa di depan iblis... buat apa? Tidak ada gunanya, toh iblis akan tetap berhati iblis. 

Tuhan Yesus tidak memakai kuasa-Nya untuk memenuhi dan memuaskan keinginan-Nya, malah dengan kuasa-Nya itu akhirnya Dia mengusir iblis sang penggoda.

Tuhan Yesus taat kepada firman, dan inilah teladan bagi kita yang telah percaya.

Tuhan Yesus dalam situasi lapar berat menunjukkan bahwa Dia merasakan apa yang kita rasakan. Dalam situasi seperti itu, Dia dapat menahan diri. Pikiran dan tindakan-Nya tetap berada dalam kendali firman Allah. Mari kita teladani ini.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Ada Tuhan, Jangan Melarikan Diri


13 Desember 2019

Yunus 2:1-2
Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.

Oleh karena ketidaktaatan Yunus, tragis apa yang dialaminya. Dia diijinkan Allah ditelan ikan. Tentu ini pengalaman yang sangat langka.

Dari dalam perut ikan yang menelannya, dia berdoa kepada Tuhan. 
Dalam doanya Yunus berseru, "Dalam kesusahanku..."

Pastilah memang susah dan sulit posisi Yunus. Dalam keadaan seperti itu tidak ada lagi yang dapat dilakukan Yunus. Tidak ada lagi daya selain berdoa minta tolong dan menyerahkan diri kepada Tuhan. Sebelumnya Yunus merasa dapat melarikan diri dari perintah Tuhan... setelah dalam perut ikan tidak bisa.

Oleh karena berbagai penyebab, mungkin kita dihadapkan dengan situasi pelik dan rumit. Rasanya tidak ada lagi yang dapat dilakukan. Tidak ada rasanya orang yang bersahabat mau ulurkan tangan untuk menolong. Dalam susana seperti itu ada orang yang nekad mencelakakan dirinya ambil jalan singkat. 

Konon kabarnya baru-baru ini ada orang yang mau bunuh diri karena alasan cintanya ditolak oleh seorang yang dia sukai. Dunia ini jadi gelap baginya. Dia tidak siap... Mentalnya rapuh. Inilah fakta nyata, betapa masalah yang rasanya begitu berat dapat membuat orang ambil jalan pintas.

Mungkin kita juga ada yang sedang merasa sesak dihimpit berbagai masalah dari berbagai penjuru mirip-mirip apa yang dialami Yunus. Dalam situasi seperti itu, masih tetap ada harapan. Masih bisa kita berdoa minta tolong. Ada Tuhan.

Sahabat yang kekasih, memang kita harus mengupayakan jalan keluar dari berbagai masalah, namun jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan. Tuhan akan menolong, Dia akan beri kekuatan ekstra untuk kita mendapatkan jalan ke luar.

Tetaplah kita berharap kepada Allah SUMBER PERTOLONGAN kita.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Mata Hati

12 Desember 2019

Efesus 1:18
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

Sangat berkesan kemaren malam bersama beberapa sahabat berkunjung dan bersekutu ke rumah seorang hamba-Nya... seorang Abang yang melayani Tuhan sepenuhnya. Sudah lama Abang ini kesulitan dengan matanya untuk melihat.

Dia mengatakan bahwa seolah ada semacam kabut yang menghalangi penglihatannya. Kemaren itu dia merasa drop sekali. Sebelumnya dia masih bisa melihat layar komputer dengan intesitas yang tinggi, tapi kali ini tidak. 

Bahkan sebelumnya, dia menceritakan gelap sekali dia rasakan. Harapan dia dan menjadi doa kita adalah bahwa di samping dia berobat ke dokter mata, kiranya Tuhan beri mujisat berupa KESEMBUHAN ILAHI.

Itulah betapa pentingnya mata sebagai anugerah Tuhan untuk kita dapat melihat dan berinteraksi dengan sekeliling kita.

Di sisi lain kita juga memiliki mata hati... mata rohani untuk mampu melihat dan merasakan kasih Allah, dan meresponsnya dalam tindakan kita.

Namun masalahnya; 
• apakah ada kabut-kabut menutup mata hati kita yang membuat kita tidak dapat melihat kehendak Allah? 
• Apakah hingar-bingarnya dunia ini serta keinginan-keinginan tersembunyi kita menjadi kabut menutupi mata rohani kita?, sehingga kita tidak tanggap akan rencana-Nya melalui kita.

Doa Rasul Paulus, dan kiranya doa kita bersama adalah: agar Tuhan mencelikkan mata hati kita untuk melihat, memahami dan meyakini panggilan hidup kita di dalam Kristus. 

Biarlah mata hati kita dibukakan akan betapa mulianya bagian yang ditentukan dan ditetapkan Allah bagi orang-orang pilihan-Nya.

"Tuhan... bukalah dan terangi mata hatiku untuk dapat sepenuhnya mengerti kehendak-Mu. Biarlah aku terus berjalan dalam rel kehedak-Mu. Buatlah hidupku sedemikian rupa, sehingga aku yakin bahwa bagianku bukanlah kemuliaan dunia sementara ini yang akan hilang, tetapi kemuliaan-Mu yang kekal adalah harapan utama bagiku... Amin"

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Sinar kemuliaan Tuhan Yesus senantiasa menerangi dan menuntun jurnal hidup kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...