Menyangkal Diri, Memikul Salib


15 Mei 2019

Ibrani 11:24-25 
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Status Musa sebagai anak putri Firaun sungguh nyaman. Dia memiliki hak-hak tertentu yang istimewa. Namun karena iman, Musa menolak hal itu.

Kita tahu kehidupan Musa. Akibat-akibat pilihannya, dia harus bayar harga. Dia seolah kehilangan sesuatu dalam hidupnya, yang sebetulnya dapat dihindari kalau dia mau.

Pilihan hidup Musa membuat ada risiko-risiko yang harus ditanggungnya. Ada kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi yang sebetulnya tidak harus dia alami bila dia mau memilih cara lain. Namun Musa beda, dalam pilihan-pilihan hidupnya... semua itu karena iman.

Memang sering tidak mudah hidup ini ketika kita harus memilih bertahan dalam iman kepada  Yesus...
• Ada tantangan mental yang harus dihadapi.
• Ada masa sulit yang harus ditempuh.
• Ada kata-kata orang yang mungkin tidak enak didengar dan tidak pas tentang kita.
• Ada kesempatan-kesempatan yang tampaknya menggiurkan, tapi harus rela dilepas.
• Ada situasi yang nampaknya membuat kita dirugikan.
• Ada risiko-risiko yang harus dialami.

Saat menghadapi risiko-risiko tantangan iman, janganlah ciut dan janganlah tawar hati. Mari kita lihat teladan Musa. Mungkin kita harus belajar dari teladan orang-orang yang rela menderita dan mau pikul salib seperti apa yang diajarkan Yesus...

Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."

Di tengah tantangan dan pergumulan hidup, mari kita bertumbuh dalam iman. Iman yang membuat kita tetap kokoh dan teguh di dalam pengharapan.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Tuhan Kenal dan Tahu Kita Sepenuhnya


14 Mei 2019

Mazmur 139:2
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Alam semesta ini begitu amat besar. Tidak tahu kita di mana batasnya. Tuhan yang menciptakannya.

Kalau kita pikir-pikir, seandainya kita bertemu batas alam semesta ini, ada apa di balik sana ya??. Sungguh kita sama sekali tidak memahaminya.

Sehingga patutlah memang bahwa Tuhan yang kita kenal adalah ALLAH MAHA BESAR dan MAHA DAHSYAT.

Di dalam besar dan luasnya alam semesta ini...
• apa kita?
• siapa kita?
• di mana kita?
Sungguh kita amat terlalu kecil.

Dalam kebesaran-Nya, Allah yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus Kristus sungguh luar biasa. Allah tidak hanya memeperhatikan alam semesta yang memang besar, tetapi Allah juga tahu detail tentang kita. Dia tahu kalau kita sedang duduk atau berdiri. Wahhh... Dia tahu semua dengan lengkap. Anak kita sajapun, lebih sering kita tidak tahu apakah dia sedang duduk, berdiri, atau tidur. Namun sungguh luar biasa... Tuhan tahu detail tentang kita.

Pikiran kitapun dapat dibaca-Nya;
• mungkin kita sedang memikirkan rumus-rumus Matematika,
• mungkin kita sedang memikirkan strategi bisnis,
• mungkin kita sedang berpikir bagaimana cara agar naik jabatan, banyak hal yang kita pikirkan... bahkan mungkin kita sedang tidak bisa berpikir apa-apa karena lelah dan pusing... Tuhan mengerti!

Kita bersyukur sebab Tuhan tidak pernah sepele atas kita... ya Tuhan tidak pernah menyepelekan kita.

Allah full perhatian-Nya kepada kita. Kita saja yang kerap kali salah mengerti tentang betapa mulia dan besarnya perhatian Allah kepada kita.

Perasaan kita saja yang sering salah terhadap kasih sayang Tuhan kepada kita... seolah Allah menjauhi dan memusuhi kita, padahal kita sahabat kental-Nya.

Sahabat yang kekasih... mari sejenak lihat diri kita masing-masing, yang mungkin masih sering didominasi oleh letupan emosi tak karuan, sehingga cara pandang kita akan Allah tidak pas.

Mari kita dalami kembali akan kasih dan perhatian Allah kepada kita yang memahami kita detail dan rinci.

Biarlah kita semakin semangat bekerja dan berkarya dalam profesi dan area kita masing-masing sebagai wujud hati yang melayani.

Dengan demikian Allah Tritunggal yang mengetahui posisi kita, beserta para malaikat yang tidak kelihatan namun kita yakin bahwa makhluk ini selalu berada sekitar kita untuk mendampingi kita ... tersenyum manis dan tepuk tangan walau riuhnya tidak terdengar oleh telinga jasmani kita.
P u j i  T u h a n  ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Pekerja Untuk Menuai


13 Mei 2019

Matius 9:37-38
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Setelah kita percaya dan menerima Kristus, maka kita dirindukan Allah untuk menjadi saksi Kristus berperan kabarkan Injil... kita disuruh menuai.

Di dalam pertumbuhan kita untuk semakin mengenal Kristus lebih dalam, kita juga dirindukan Allah menolong orang lain bertumbuh semakin mengenal Dia... kita disuruh menjadikan murid.

Akan tetapi faktanya: tuaian banyak, tetapi pekerja sedikit. Itulah yang dikatakan Yesus dan demikianlah terjadi hingga kini.

Hanya sedikit saja orang yang terbeban dan bersedia serta siap menjadi penuai dan memuridkan.

Oleh karena itu, Yesus menyuruh kita berdoa untuk meminta agar Allah memberi penuai dan pembuat murid itu... dan alangkah baik dan indahnya jika kita adalah merupakan  jawaban dari doa kita itu.

Marilah kita sama-sama bertumbuh semakin mengenal Kristus, dan dari pengenalan tersebut, kiranya kita turut terbeban menyampaikan Injil Keselamatan bagi orang-orang sekitar kita melalui kesaksian hidup yang baik, dan pada saat yang tepat menyatakan dengan kata-kata kita secara verbal bahwa Yesus adalah JURUSELAMAT.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita untuk menjadi penuai dan pembuat murid bagi Kristus. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Boleh Memberitakan Injil adalah Upah


12 Mei 2019

1 Korintus 9:18 
Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Gaji atau honorarium merupakan upah kerja. Besarnya upah kerja sering merupakan faktor utama bagi banyak orang untuk memilih pekerjaan. Sering pula faktor ini membuat orang pindah-pindah kerja.

Besarnya gaji juga sering dianggap sebagai ukuran tinggi rendahnya status seseorang dalam dunia kerja.

Kenaikan gaji akan disambut gembira. Kenaikan gaji juga menjadi tuntutan para pekerja dalam berbagai level. Persoalan gaji sering menjadi topik pembicaraan menarik, dan juga dapat menjadi persolan sensitif, karena memang gaji adalah kebutuhan hidup. Jadi sangatlah wajar jika gaji menjadi isu menarik.

Bagaimana perihal upah dalam pelayanan di ladang Tuhan. Tentu hal inipun sering menjadi pembicaraan menarik, baik bagi jemaat, terlebih di antara sesama hamba Tuhan, sebab berhubungan langsung dengan hidup mereka.

Akan tetapi menarik tentang apa kata Rasul Paulus. Dia mengatakan upah dia sesengguhnya adalah di dalam dia dapat dipercaya memberitakan Injil. Bahwa Rasul Paulus diperkenankan Tuhan memberitakan Injil merupakan upah besar.

Tidak berarti Rasul Paulus tidak perlu uang. Dia juga butuh itu. Namun Rasul Paulus tekankan bukanlah berapa atau apa yang dia akan dapat dalam pelayanan. Fokus Paulus adalah bahwa dia dipercayakan Tuhan untuk memberitakan Injil.  Inilah motivasi yang benar di dalam melayani.

Bagaimana dengan kita?

Marilah kita bersyukur jika kita dipercaya oleh Tuhan untuk memberitakan Injil. Itu adalah hak istimewa dari Tuhan kepada kita.

Tetapi juga menjadi catatan kecil adalah dari lembaga atau gereja yang memang berkewajiban memberi kepada hamba-Nya yang  melayani... berilah! Sebab terkadang apa yang diberi merupakan tanda ikatan kasih dan bentuk perhatian. Bukan soal besar kecilnya, tetapi kebersamaan di dalam Kristus.
P u j i   T u h a n  ! !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai serta memimpin hidup kita dalam memberitakan Injil.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tetap Tinggal Dalam Yesus


11 Mei 2019

Yohanes 15:7 
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Membaca ayat ini, banyak orang merasa bebas meminta apa saja kepada Tuhan dan pasti diberi. Ketika tidak diberi, maka orang menjadi kecewa. Orang merasa tidak nyaman seolah ada yang tak beres. Mungkin juga, tapi tidak selalu.

Mungkin perlu kita kaji ulang. Jangan-jangan pemahaman kita kurang pas, sehingga sering paksakan kehendak.

Setelah tidur nyenyak dan kesiangan bangun karena tidur pulas, dalam saat teduh saya pagi ini, saya melihat dan memikirkan ayat ini dari hal yang mungkin berbeda, yakni:
1. Penekanan ayat ini bukanlah apa yang Allah akan beri, tetapi ditekankan bahwa saya harus tetap tinggal dalam Yesus. Sebab tinggal dalam Yesus saya aman.

2. Jika saya tinggal dalam Yesus, saya tidak akan meminta sembarangan. Saya akan meminta sesuatu dalam koridor Allah sebagai Bapa, dan saya sebagai anak-Nya. Artinya adalah: Allah berdaulat sepenuhnya atas saya. Terserah Allah apa yang akan Dia perbuat kepada saya. Bukan saya yang suka-suka.

3. Ketika Allah tidak memberi apa yang saya minta, Allah TETAP BENAR. Saya akan TETAP AMAN, sebab jaminan saya hidup bukan kepada apa yang akan Dia beri, tetapi saya aman karena saya tetap tinggal di dalam Dia.. itu jaminannya. Sesungguhnyalah Allah selalu saja memberi apa yang lebih indah... Dia beri apa yang tidak saya minta, dan ukurannya bukan keinginan.

4. Sekalipun Allah tidak beri apa yang saya mau, bukanlah berati saya tidak beriman, Bukan berarti saya kurang iman. Iman bukanlah apa yang akan Allah beri, namun iman berfokus dan bermakna apa yang Allah akan lakukan sesuai kehendak dan rencana-Nya. Saya akan damai dan bahagia jika saya ada dalam rencana-Nya itu, walaupun penuh tantangan.

Terpujilah Tuhan Yesus ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.

Allah menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Takut Akan Tuhan


10 Mei 2019

Pengkhotbah 12:13
Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Penulis Kitab Pengkhotbah yang banyak berbicara soal kehampaan dan kesia-siaan dalam hidup, pada bagian akhir tulisannya mengungkapkan bahwa yang paling penting dalam hidup adalah takut akan Allah dengan berpegang kepada perintah-Nya. Karena bagian akhir, maka inilah kesimpulan dari tulisannya itu.

Takut akan Allah artinya menghormati dan taat kepada Dia. Hal inilah yang tidak akan pernah sia-sia.

Takut akan Allah membuat dan menolong kita untuk:
• tetap waspada hidup,
• berkeinginan melakukan apa yang benar,
• tetap setia dan taat kepada Dia,
• tetap optimis hidup, dan
• teguh dalam pengharapan

Segala perolehan dan prestasi kita dalam hidup yang singkat di dunia ini akan berarti dan bermakna bila dibangun dalam takut akan Tuhan. Hidup kita akan menjadi berkat dan memberkati orang lain... ada artinya kita... tidak sia-sia kita hidup. Untuk itulah kita ada. Biarlah itu menjadi tujuan hidup kita. Mari berjuang mencapai itu.

Sebab itu, sertakan dan tambahkanlah takut akan Tuhan dalam semua sisi hidup kita.
S e m o g a  ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Harus Dilahirkan Kembali


9 Mei 2019

Yohanes 3:3  
Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Dalam pembicaraan Tuhan Yesus dengan Nikodemus, Yohanes mencatat perkataan Yesus di atas merupakan kalimat pertama yang diucapkan Yesus kepada Nikodemus.

Yesus mengatakan, "... ... sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ... ...", artinya bahwa suatu kebenaran mutlak orang harus dilahirkan kembali.

Jika tidak dilahirkan kembali, jangankan memasuki Kerajaan Allah, melihat sajapun tidak bisa.

Perkataan Tuhan Yesus tersebut membuat Nikodemus yang adalah ahli Taurat kebingungan tak mengerti.

Bisa juga hal yang sama terjadi dengan orang yang merasa banyak tahu firman Tuhan, tetapi hal pokok dan mendasar seperti apa kata Tuhan Yesus... tidak dipahami dan tidak dialaminya.

Kiranya apa yang dikatakan Tuhan Yesus sungguh menjadi perhatian kita untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai JURUSELAMAT.

Selanjutnya adalah agar menjadi perhatian kita juga untuk menyaksikan kebenaran perkataan Yesus tersebut. Setelah kita lahir baru, biarlah kita terbeban menolong orang-orang menjadi lahir baru sama seperti kita. Buatlah jembatan untuk itu.

Paling tidak, biarlah hal itu menjadi pokok doa utama kita di atas semua apa yang kita merasa penting di dunia ini.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...