Harta yang Indah: Iman, Peliharalah!!

14 Agustus 2019

2 Timotius 1:14
Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

Apa yang kita yakini sebagai harta yang paling berharga?

Apapun itu, pastilah kita akan merawatnya dengan apik dan baik. Kita akan perlakukan dan jaga agar tetap dalam kondisi baik... jangan sampai rusak, apalagi sampai hilang. Kita akan beri perhatian penuh.

Sesungguhnya harta kita yang paling indah adalah keyakinan dan iman kita kepada Yesus Kristus. Tidak ada yang lebih besar dari itu. 

Walau terasa berat... semua boleh hilang dari diri kita... tetapi yang satu ini yaitu iman dan keyakinan kita kepada Yesus... JANGAN ! ! 

Jangan tukarkan iman dan keyakinan kita oleh apapun dan oleh siapapun. Pegang teguh itu! Itulah satu-satunya harta utama kita. Rawatlah itu agar makin hari makin bertumbuh bertambah besar.

Biarlah hati kita berseru:
Semua hal yang baik boleh kudapat, dan semua rela kulepas kalau memang itu kehendak Allah, akan  tetapi harta indah... IMANku... akan kupegang erat dan melekat, apapun harga dan bayarannya.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberi kekuatan bagi kita untuk memelihara harta terindah kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Suka Perdamaian


13 Agustus 2019

Mazmur 120:7 
Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Apa yang dituliskan pemazmur di atas sering kita alami mungkin. 

Pada dasarnya kita yang telah percaya kepada Tuhan sungguh ingin berdamai dengan siapa saja, tapi ada saja orang-orang di sekitar kita yang mencari-cari masalah. Sering bawaan dan kesukaan mereka seperti itu.

Mungkin kita tidak disukai karena keyakinan kita. Mungkin pula oleh prinsip kebenaran yang kita pegang. Mungkin karena kita tidak mau kompromi dengan hal yang salah... banyak penyebabnya.

Walau demikian, tetaplah teguh memegang dan menjalankan apa yang benar. Tentunya juga adalah jangan berniat dan jangan memulai konflik atau perang dengan siapapun.

Saat-saat kita kehilangan damai dan sukacita dari sekeliling kita, ingatlah selalu akan kasih sayang Tuhan yang sempurna kepada kita. Itu cukup bagi kita.

Efesus 6:23
Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberi damai serta sukacita dalam semua situasi kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Ingatlah Yesus dan Maju Terus


12 Agustus 2019

Ibrani 12:3
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Ketika mengalami hal-hal yang sulit dan menyesakkan, maka satu cara yang baik dilakukan adalah mengingat dan meneladani orang-orang yang pernah mengalami hal yang sama, dimana mereka dapat mengatasi masalahnya... mereka menang.

Kita juga yang mengalami saat-saat berat, dimana kita dapat lewati hal itu dengan baik, maka itupun dapat menjadi contoh dan penyemangat bagi orang lain.

Yesus Kristus adalah teladan sempurna dan sumber kekuatan dalam menghadapi bebagai beban hidup. Tuhan Yesus mengalami derita dan kesulitan serta kesakitan yang amat berat. Derita secara fisik dan mental Dia alami. Namun Dia menang. Itulah salah satu alasan penulis surat Ibrani; mengapa kita disuruh selalu mengingat dan melihat Tuhan Yesus.

Dengan mengingat teladan Kristus, dan dengan mendengar perkataan-Nya, kita akan terus dikuatkan dan diteguhkan.
Puji Tuhan.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita untuk tetap teguh dan kuat dalam melalui tantangan hidup kita masing-masing. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bagian Kita Mengabarkan Injil

11 Agustus 2019

Kisah Para Rasul 17:32-34
Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.
Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Ketika Paulus menceritakan Injil di Atena, dimana Paulus bercerita tentang kebangkitan di dalam Kristus, maka banyak orang tidak percaya. Bahkan mereka melecehkan dan mengejek Paulus. 

Di tengah-tengah keadaan seperti itu, mungkin Paulus kecewa dan merasa gagal. Akan tetapi ada juga beberapa orang yang percaya dan mengikuti apa yang diajarkan Paulus. Ada Dionisius, orang terhormat anggota majelis Areopagus, ada Damaris, dan ada beberapa orang lainnya. Tentu ini membesarkan hati Paulus. Hatinya terobati.

Hal ini mengingatkan kita untuk terus memberitakan lnjil, entah orang percaya atau tidak percaya... entah orang menerima atau tidak menerima... entah orang membenci atau menyukai kita... tidak masalah !

Akan banyak orang menolak apa yang kita beritakan, dan berkat pertolongan Tuhan, pasti ada juga orang yang percaya serta menerima.

Tugas kita bukanlah menghitung-hitung atau membuat target berapa orang akan percaya dan menerima apa yang kita kabarkan. Masalahnya adalah: apakah kita yakin dan mau kabarkan Injil? Apakah menyaksikan Injil menjadi kerinduan kita? Itu pertanyaannya !

Soal orang menerima atau tidak, hal itu kita serahkan kepada Tuhan. Biarlah Tuhan membuka hati orang untuk meyakini kabar baik yang kita sampaikan. Bagian terpenting kita adalah selalu siapkan diri sebaik-baiknya untuk bersedia kabarkan Injil. Latih diri kita untuk menjadi alat Tuhan menyampaikan kabar baik yang didukung oleh sikap dan karakter yang baik. Hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada otoritas Tuhan. Tuhan beracara dan Dia yang mengatur.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati kita untuk menyampaikan kabar baik kepada semua orang. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menjadi Saksi Kristus

10 Agustus 2019

1 Yohanes 1:1-2
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

Rasul Yohanes menyaksikan langsung apa yang telah ia dengar, ia lihat, bahkan telah ia sentuh atau raba secara fisik terhadap Yesus Kristus... ia beritakan dan ia saksikan. Yohanes juga menuliskan hal itu. 

Yohanes mengatakan bahwa itulah tugasnya, yaitu menjadi saksi Kristus

Walau kita tidak pernah bersentuhan secara fisik dengan Tuhan Yesus seperti pengalaman Yohanes, namun hati kita telah disentuh oleh Dia. Yesus telah diperdengarkan dari generasi ke generasi tanpa henti-hentinya oleh orang-orang yang mengasihi Dia... dan masing-masing kita telah tersentuh oleh firman-Nya. Kita telah mendengar kabar dan banyak hal tentang Yesus.

Oleh karena itu tugas dan peran kita sebetulnya sama dengan Yohanes, yaitu menjadi saksi Kristus. Hanya saja memang kita berbeda zaman dengan Yohanes, sebab itu kita perlu beradaptasi dengan situasi kita dalam menjadi saksi Kristus, agar Injil dipercaya dan diimani... agar orang-orang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka.

Mari kita tetap terus bertumbuh semakin mengenal Kristus. Biarlah hati kita semakin tersentuh lebih dalam dan lebih dalam lagi akan kasih Kristus, sehingga hal itu mendorong kita lebih semangat untuk menjadi saksi-Nya... saksi Kristus yang senantiasa siap sedia mengabarkan Injil.

2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Selamat berlibur.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita untuk tetap setia menjadi hamba dan saksi-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Yesus Mendoakan Aku

9 Agustus 2019

Yohanes 17:20-21
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Baru-baru ini ada seorang yang begitu amat senang karena bertemu dengan seorang pemimpin agama tertentu. Pemimpin agama itu bersalaman dengan dia dan mendoakannya.

Bayangkanlah juga jika ada seorang pemimpin yang kita ketahui bahwa dia sungguh-sungguh mengenal Tuhan dan kita tahu bahwa dia berdoa buat kita, pastilah kita sangat senang dan berterima kasih.

Tahukan kita bahwa Tuhan Yesus pernah bedoa buat kita? Bacalah dan renungkanlah Yohanes 17:20. Di situ dicatat bahwa Tuhan Yesus berdoa bagi murid-murid-Nya dan juga Yesus berdoa bagi orang-orang yang percaya kepada Dia melalui pemberitaan para murid-Nya; berarti kita juga termasuk di dalamnya.

Isi doa Yesus adalah agar kita menjadi teguh bersatu, sama seperti Yesus dan Bapa adalah SATU, kita juga dipersatukan di dalam Dia. 

Oleh karena itu marilah kita bersukacita sebab kita pernah didoakan oleh Yesus dan sama pentingnya adalah agar kita mewujudkan doa Yesus; supaya kita menjalin kebersamaan persatuan dan persekutuan yang teguh di dalam Kristus. Itulah salah satu kerinduan Yesus, sebab itulah yang didoakan-Nya. 

Apa yang didoakan Kristus, kiranya dapat kita usahakan dan wujudkan. 

Mari kita upayakan dan penuhi apa yang didoakan Yesus. Kita juga teruslah kiranya mendoakan apa yang didoakan Yesus! Hal itu juga menolong membuat orang-orang percaya kepada Yesus.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan menolong kita untuk menggenapi doa-Nya; kita teguh bersatu di dalam Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Rugi Jika Tidak Melayani Tuhan

8 Agustus 2019

Yohanes 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Melayani Tuhan bukanlah sekedar aktivitas atau kegiatan atau kesibukan semata. Melayani Tuhan merupakan penyerahan atau pengabdian hidup kepada Tuhan. Tentu di dalamnya disertai dengan perubahan sikap dan karakter... bahkan hal ini semestinya harus terjadi sebagai sebuah proses bagi setiap orang yang terpanggil melayani Tuhan.

Itulah sebabnya Yesus berkata barangsiapa atau siapapun yang melayani Tuhan, dia harus mengikut Yesus. 

Hal itu tidak berarti kita harus sempurna sebagai syarat melayani Tuhan, bahkan sering kita sadari bahwa justru kitalah sesungguhnya yang lebih banyak kekurangannya... kita adalah hamba-hamba yang tidak layak dan sangat butuh sentuhan belas kasih karunia dan anugerah Tuhan.

Tidak ada orang yang sempurna, tetapi yang ada adalah bahwa kita akan semakin disempurnakan dalam melayani Tuhan. Banyak titik-titik lemah kita, dan di situlah Tuhan campur tangan membentuk dan menyempurnakan kita.

Kita juga tidak khawatir, sebab Tuhan Yesus senantiasa beserta kita. Dia ada dalam hati kita. Di mana kita ada... Dia ada di situ. Termasuk ketika saya bergumul mengetik satu persatu huruf-huruf dalam tulisan ini dengan susah payah, saya yakin Tuhan Yesus melihat itu... wow... sungguh LUAR BIASA penyertaan dan kehadiran-Nya mengawal kita. 
Pujilah Tuhan Yesus!

Satu hal yang amat penting adalah bahwa Allah Bapa menghormati setiap orang yang melayani Dia. Menghormati dapat diartikan sebagai: menghargai, memberi pujian, acung jempol 👍, mengasihi, memberi senyuman 😊😊, dan sebagainya... berkenan kepada Dia.

Karena itu sungguh rugi jika kita tidak ada hati melayani Tuhan. Rasanya hilanglah kesempatan emas jika kita tidak serius melayani Dia... bila waktu kita habis hanya melayani diri sendiri dengan sibuk mencari kepuasan dan kenikmatan di luar Dia.

Selagi ada waktu yang mungkin hanya tinggal sedikit saja atau mungkin masih banyak... (semoga), marilah kita melayani Tuhan sesuai panggilan, talenta, karunia, dan kapasitas masing-masing.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menolong kita untuk tetap menjadi hamba yang setia mengabdi melayani Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...