Mintalah yang Diinginkan Tuhan Bagi Anda


5 Januari 2020

Yohanes 15:7 
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Sebagian orang sering memandang atau menekankan ayat di atas dalam pengertian bahwa apapun yang diminta dan didoakan, akan dikabulkan Tuhan. Mereka sampai detail mendoakan apa yang mereka inginkan. Dan ada orang yang mungkin tidak memperoleh apa yang dia doakan; membuat mereka kecewa dan meragukan kebenaran perkataan Tuhan Yesus tersebut.

Bagi kita penekanan sebetulnya bukanlah soal dikabulkan atau tidaknya doa kita, tetapi kita disuruh untuk tinggal tetap di dalam Yesus, dan taat kepada Dia. 

Semestinyalah dalam kita tinggal dan taat kepada Dia, permintaan kitapun harusnya bukanlah permintaan atas selera kita, tetapi kita akan memohon bahwa apa yang kita minta selaras dan sesuai dengan kehendak-Nya. 

Dengan dikabulkannya permohonan dan doa kita, semestinya yang pertama dan utama yang terjadi adalah Allah dimuliakan dan ditinggikan. Keagungan Tuhan tampak melalui setiap pemberian-Nya. 

Tindakan iman bukanlah sekedar bahwa apa yang kita minta dikabulkan Tuhan. Banyak pengalaman menunjukkan bahwa kita sering bergumul menantikan apa yang sedang kita rindukan, bahkan ada yang tidak Allah penuhi apa yang kita mau.

Walau ada bagian-bagian apa yang kita harapkan belum Tuhan penuhi, tidak apa-apa asalkan hubungan kita dengan Allah langgeng... tidak terganggu. Keintiman kita dengan Allah jauh lebih penting dibandingkan dengan terkabulnya suatu keinginan. Hal ini tentu sering sulit karena sifat alami kita menuntut apa yang kita ingin maunya segera terealisasi, namun sebagai pelajaran kehidupan kita dengan Kristus, bila tidak seperti itu, kita harus siap!

Mari kita terus tetap tinggal di dalam Yesus, tetap taat kepada Dia... melampaui keinginan kita atas terkabulnya sebuah doa.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Allah Bapa di dalam Yesus Kristus dan persekutuan dengan Roh Kudus meneguhkan dan menguatkan kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berikan Yang Terbaik Pada Tuhan Yesus


4 Januari 2020

Yohanes 12:3-5 
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang sangat mahal. Karena mahalnya, maka Yudas Iskariot protes bahwa Maria seharusnya tidak perlu berbuat seperti itu. Lebih baik minyak itu dijual dan uangnya disumbangkan buat orang-orang miskin... meskipun memang Yudas memiliki maksud tertentu dibalik ucapannya yang tampak humanis.

Tuhan Yesus membiarkan Maria melakukan apa yang dilakukan Maria kepada-Nya. Yesus merasa apa yang dilakukan Maria sudah tepat dan sungguh amat terpuji. 

Walaupun Maria bukanlah orang kaya raya, tapi dia memberi minyak terbaik kepada Tuhan Yesus. Dia tidak menahan apa yang paling baik yang ada pada dia.

Apa yang ada pada kita yang terbaik yang telah kita persembahkan kepada Yesus?
Apa yang ada pada kita yang terbaik yang akan kita persembahkan kepada Yesus?

Biarlah kita jawab pertanyaan di atas secara pribadi sebagai evaluasi diri kita di hadapan Allah. Kita tidak perlu menjawab sikap orang lain, dimana kita bertindak sebagai hakim atas orang itu. Jangan kita mengukur sikap orang lain kepada Tuhan, yang dapat berakibat dengan diam-diam kita memvonis mereka... jangan!... siapakah kita? Lebih besarkah kita? Tentu tidak! Janganlah kita berperan "sebagai Yudas Iskariot terhadap Maria" terhadap orang lain.

Sebagaimana Maria menghargai dan memuliakan Yesus dengan meminyaki kaki-Nya dengan minyak yang mahal, alangkah indahnya bila kita juga berkomitmen mempersembahkan apa yang terbaik kepada Yesus sebagai respons kita terhadap kasih dan anugerah-Nya yang AJAIB dan BESAR.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati kita. Amin 

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Merelakan Yang Ada Pada Kita

3 Januari 2020

Yohanes 6:11
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.

Ayat di atas adalah bagian dari peristiwa dimana Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang.

Untuk memberi makan sebanyak itu, diawali dengan pengambilan roti dan ikan oleh Tuhan dari seorang anak kecil.

Tidak tahu kita bagaimana perasaan anak kecil itu ketika roti dan ikan yang menjadi bekalnya diambil. Namun pengambilan roti itu menjadi berkat bagi banyak orang. Bisa jadi anak itupun makan roti dan ikan lebih banyak dari apa yang dia bawa. Bahkan lebih enak dan lebih nikmat.

Belajar dari kisah anak kecil itu, relakah kita ada sesuatu yang diambil dari kita untuk bermanfaat bagi orang lain? 

Sering sebetulnya kita tidak harus berlebihan memberi sesuatu yang berguna bagi sesama kita. Hanya saja kita tidak terpikir untuk itu. Kita tidak peka dan tidak tanggap bahwa sebetulnya ada sesuatu yang sanggup kita lakukan untuk kebaikan sesama kita.

Pengalaman anak kecil itu kiranya menginspirasi kita untuk hidup memberi sesuai kapasitas dan kemampuan kita. Dengan demikianlah kita hidup bermakna.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai hidup kita. Amin.

Salam dan doa, 
Alamta Singarimbun-Bandung

Memberi Rasa Yang Berguna


2 Januari 2020

Lukas 14:34 
Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?

Bayangkanlah ada seorang ibu, atau siapapun, yang sedang memasak. Dia memasukkan garam ke dalam masakannya. Lantas tidak ada rasa asin muncul. Kemudian ditambah lagi garamnya, tetapi tetap saja rasa asinnya tidak muncul juga. Padahal semua bumbu sudah masuk. Ternyata memang bahwa garam tadi tidak terasa asin sama sekali... hambar tak berasa apa-apa.

Apakah akan diambil garam lain untuk mengasinkan garam yang sudah tawar, terus dimasukkan ke dalam masakan?

Tentu saja tidak! 
Buat apa? 
Lebih baik garam yang baik dan masih asin itu saja yang dimasukkan, lantas garam yang sudah tawar dibiarkan begitu saja, atau malah dibuang. Sebab sudah tidak berguna lagi.

Sahabat, mari kita melanjutkan kehidupan kita dengan bekerja, berkarya serta hidup melayani. Biarlah kita tetap memberi rasa ibarat garam memberi rasa asin. Kalau kita berperan sebagai gula, berilah rasa manis. 

Biarlah kita tetap berperan memberi dan berbagi sesuatu yang ada pada kita, apapun bentuknya. Mungkin hal itu berupa: materi... kata-kata membangun... tegur sapa menghangatkan... pikiran mencerahkan... dan sebagainya. Pastilah ada pada kita sesuatu yang berguna. Besar atau kecilpun tak apalah, biarlah yang ada pada kita dapat menjadi berkat dan memberkati orang. 

Begitulah semestinya kita bila memang kita rindu untuk berguna dan masih ada gunanya untuk orang lain. Itulah yang harus bergema dan tidak boleh menghilang dalam hidup kita.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Tetap Percaya


1 Januari 2020
SELAMAT TAHUN BARU

Yesaya 26:4
Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Puji Tuhan !
Kita telah berada di tahun baru 2020.

Ada berbagai perasaan menyelimuti hati kita memasuki tahun ini.
Ada yang optimis...
Ada yang pesimis...
Ada yang semangat...
Ada yang lesu...

Bagaimanapun situasi dan keadaan kita saat masuk ke tahun 2020 ini, sebagai anak-anak Tuhan, mari kita bersyukur untuk tahun 2019 yang telah berlalu. 

Dengan bersyukur, berarti kita secara terbuka menerima sepenuhnya apa yang telah terjadi... apa yang sudah berlalu.

Kita tidak mungkin kembali ke masa lalu kita, namun ada banyak pelajaran yang dapat kita petik di masa lalu untuk lebih bijak melangkah ke depan.

Oleh karena itu nabi Yesaya ingatkan kita untuk senantiasa tetap percaya kepada TUHAN. 

Kita akan tetap pakai logika, perhitungan, talenta, upaya, nalar, dan segala apa yang ada pada kita untuk bekal di tahun 2020. Tetapi itu saja TIDAK CUKUP!

Sungguh kita butuh kekuatan, perlindungan, tuntunan, pendampingan, dan kuasa dari Allah. 

Tuhan menguatkan dan menolong kita dengan kuat kuasa-Nya yang sempurna di tahun 2020 ini.

Mari kita yakini dan sungguh percaya kepada Tuhan mengiringi setiap langkah demi langkah yang akan kita tempuh.

Dengan percaya dan taat kepada Tuhan, 
• legalah hati kita...
• ringanlah langkah kita... 
• tenanglah pikiran kita...
untuk siap bekerja, berkarya dan melayani Tuhan di tahun 2020.

Sekali lagi...

SELAMAT TAHUN BARU
1 JANUARI 2020

Tuhan mengiringi dan mengawal hidup kita 
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kasih Tuhan Tidak Akan Beranjak dan Berubah


31 Desember 2019

Yesaya 54:10
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

Seandainya ada gunung berpindah dan ada bukit bergoyang, pastilah hal itu menghebohkan dan  menakutkan dan mengerikan bagi kita.

Kekuatan apa yang dapat membuat gunung beranjak atau berpindah?
Kekuatan apa yang dapat membuat bukit-bukit bergoyang?
Pastilah Tuhan dapat lakukan itu jika Dia mau.

Kita akan alami sebentar lagi perubahan tahun. Meski manusia mencoba  memperkirakan apa saja yang akan terjadi, namun kita tidak tahu apa saja yang akan beranjak dan apa saja yang akan bergoyang-goyang di tahun yang akan datang ini. 

Gunung mana yang akan meletus, bukit mana yang akan bergoyang oleh gempa misalnya, tidak sepenuhnya kita pahami itu. Bahkan lebih heboh dan lebih dahsyat dari itu bisa saja terjadi di luar dugaan dan perhitungan manusia.

Akan tetapi kabar baik bagi kita adalah sekalipun hal-hal tak terduga bakal terjadi di depan kita yang belum dipahami sepenuhnya, yakinlah bahwa kasih setia Tuhan tidak akan berubah dan tidak bergoyang. Ini jaminan bagi setiap orang yang percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus.

Oleh karena itu, di tengah perubahan dan guncangan yang terjadi, biarlah iman dan keyakinan kita tetap kokoh, kuat dan teguh, sebab kasih setia Allah tak pernah berubah.  PEGANGAN-NYA yang kuat terhadap diri kita menjadi pegangan kita.
Puji Tuhan!

Tuhan Yesus..., pegangan-Mu dan cengkeraman-Mu yang  kuat, yang tak pernah beranjak dan tidak bergoyang itu akan menjadi SUMBER KEKUATAN bagiku senantiasa, Amin..."

Selamat menikmati hari terakhir tahun 2019.
Selamat menantikan tahun 2020.

Tuhan beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Perkara Yang Di atas, Pikirkanlah!!


30 Desember 2019

Kolose 3:1-2  
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Kita masih hidup di dunia ini. Sebab itu kita perlu bekerja mencari nafkah, perlu berkarya, perlu mencapai cita-cita, perlu prestasi, perlu jabatan, perlu xxxxxx... (mungkin ada yang belum disebut). 

Semua itu akan dinilai orang terhadap kita, atau kitapun menilai diri sendiri dengan istilah: kinerja. Hadiahnya mungkin berupa bonus kerja + pujian, atau promosi kedudukan yang lebih baik. Pastilah hal ini menarik dan menyenangkan bagi kita.
Puji Tuhan !

Akan tetapi tidak cukup kalau hidup ini hanyalah berjuang untuk kinerja saja. Ada hal lain yang justru lebih penting, yaitu tentang panggilan kita... untuk apa kita hidup? Hanya mencapai kinerja gemilang?

Bagi kita yang telah percaya dan menerima Kristus, ada hal yang lebih istimewa, yaitu menyambut dan mewujudkan rencana Allah atas jiwa-jiwa manusia. 

Kita perlu selalu melihat dan mengingat akan akhir hidup kita dan manusia-manusia sekitar kita, walau kita tak tahu kapan itu terjadi... tapi pasti

Tubuh fisik yang kita rawat ini ada durasinya... akan selesai
Setelah itu apa dan bagaimana dengan kita? 
Apakah kita tidak peduli dengan itu? 
Nanti sajakah kita pikirkan?

Pertanyaan tersebut harus sejak sekarang kita jawab. Hal itu bukan urusan nanti, tapi urusan sekarang! Lebih cepat lebih baik. Jangan tunda waktu untuk berpikir tentang kekekalan. Jangan kita menyesal di hari nanti, atau lebih tragis tak sempat menyesalpun... ada yang lewat tanpa sinyal dari atas... Tubuh yang dibanggakan berubah nama menjadi jenazah.

Tampaknya tulisan ini menakut-nakuti dan berlebihan kalimatnya. Mungkin ada yang marah dan langsung mendelete tulisan ini. Tak apa-apa jugalah. Penulisnya siap mau dicap dan dikatakan apapun. Dicerca juga boleh.

Hanya saja kita diingatkan agar kita merenungkan apa kata Rasul Paulus. Kita harus berpikir perkara yang di atas. Kita diajak memasukkan ke dalam pikiran dan hati kita apa yang disebut sebagai kekekalan. 

Semua kita akan ke sana akhirnya bila waktunya tiba. Waktupun cepat  berjalan seolah ngebut. 

Kita tidak semakin jauh, tetapi semakin dekat saja dengan TITIK FINISH masing-masing. 

Mari kita renungkan ini agar kita lebih bijak hidup. Agar kita lebih memikirkan makna hidup kita melebihi apa yang kita mau peroleh di dunia bulat ini.

Dan di atas itu semua, kita bersyukur karena kita telah percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. 

Di tengah-tengah semua kesibukan dan pekerjaan, marilah kita pusatkan hati dan pikiran kita kepada Yesus. Bagi setiap orang percaya, itulah arti sesungguhnya dari perkataan Paulus, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbin-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...