Manusia Batiniah

7 Juli 2018

2 Korintus 4:16
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Rasul Paulus mengungkapkan ada dua hal yang terus-menerus mengalami perubahan dalam diri kita, yaitu lahiriah dan batiniah.

Manusia lahiriah akan terus berubah. Fisik kita akan berkembang. Tetapi ada maksimumnya. Melewati titik maksimum itu, fisik dan lahiriah kita akan merosot. Apapun yang dilakukan, semuanya hanyalah memperlambat tercapainya titik maksimum itu. Pasti terjadi !

Oleh karena itu semua orang yang nampak gagah dan memiliki tubuh sehat dan kuat, ada saatnya merosotlah itu semua. Semakin hari semakin banyaklah pantangan-pantangan kita. Salah satu dalam bentuk makanan mungkin... ini tidak boleh !... itu batasi !... sebelah sana boleh tapi sedikit saja !... yang dalam kulkas untuk anak-anak dan cucu !... ini saja makan !... begitulah... harus kendalikan diri ! 

Karenanya banyak orang tidak bisa menerima kenyataan seperti ini, sehingga sering orang berkata, "Dulu ketika masih bisa makan, uang tak punya. Sekarang setelah ada uang, dilarang makan"... aduhhhh…

Terkadang itulah bedanya manusia dengan mesin. Mesin yang semakin tua semakin boros konsumsi bahan bakarnya. Dulu ketika masih baru, mobil dengan 1 liter bahan bakar bisa mencapai 12 km. Sekarang mobil yang sama setelah agak tua, 1 liter bahan bakar hanya bisa tempuh 7 km saja.. boros !

Sedangkan manusia.... yang masih muda bisa makan suka-suka dengan lauk apa saja... habis 2 piring bahkan nambah lagi. Sekarang setelah usia lanjut semakin harus berhikmat, berhemat dan minimalis... cukup setengah piring dengan lauk yang harus dibatasi. Bahkan ada orang dipaksa dan terpaksa memantangkan nasi... capek juga ya...

Tapi ada satu hal penting dalam diri kita yang terus dapat meningkat tanpa batas dan tanpa titik maksimum, yaitu manusia batiniah. Bahkan dikatakan Paulus: semakin dibaharui... luar biasa !

Image result for 2 cor 4:16 

Manusia batiniah kita ada dalam hati dan pikiran... hati dan pikiran yang terus dibaharui. Itulah yang membuat kita tidak tawar hati dan bersukacita hati tenteram. Hanya saja memang harus diperhatikan apa konsumsinya. Jangan salah !

Konsumsi utama dari hati dan pikiran kita adalah firman Tuhan.

Sebab itu... agar hati dan pikiran kita terus dibaharui, nikmatilah konsumsinya yang sebenarnya... firman Tuhan. Itu yang utama, tidak ada yang lain.

Oleh karena itu biar sajalah... jangan khawatir dengan fisik kita yang sudah melewati maksimum dan kini merosot. Imbangilah itu dengan perubahan batiniah yang semakin meningkat dan dibaharui. Dengan demikian kita tidak akan pernah bimbang dan khawatir dengan kemerosotan fisik kita yang secara alami memang begitu sifatnya.

Bagi kaum muda yang belum mencapai titik maksimum manusia lahiriahnya... masih terus berkembang fisiknya... ingatlah !... ada saatnya Anda juga akan capai titik itu. Pasti ! 

Oleh sebab itu bagi kaum muda... sejak sekarang bergaullah dan cintailah firman Tuhan sejak dini. Agar terbiasa dari sekarang mengkonsumsi firman Tuhan, sehingga ketika nanti mencapai titik maksimum itu... cepat atau lambat... sudah terbiasa konsumsinya firman Tuhan, sehingga tidak kaget nanti. Ini 100 % benar !

Jadi bagaimanapun kondisi kita saat ini... di level manapun manusia lahiriah kita... janganlah lupa perbaharuilah manusia batiniah kita dengan firman Tuhan dan dekat serta merapatlah kepada Tuhan Yesus Raja kita.

Ayo !!... Mari !!…

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menjaga, menyertai dan memberkati kita. Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Jawab Yang TIdak Kita Pahami

6 Juli 2018

Yereremia 33:3
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Ketika hendak makan, seorang ibu bilang kepada suaminya yang akan memimpin doa, ”Pa, doanya jangan lama-lama ya, singkat sajalah, sudah lapar ini...”

Maka suaminyapun ngebut dan singkat saja berdoanya. Tidak terdengar apa yang dia katakan dan tidak jelas apa yang dia doakan. Hanya kata ”amin” saja yang keras-keras dia ucapkan mengakhiri doanya. Lalu mereka makan dengan lahapnya.

Mungkin kitapun ada yang mirip-mirip seperti itu pengalamannya…

Berbicara dalam doa dengan Tuhan adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita. Sama seperti seorang anak di dalam sebuah rumah tangga, anak perlu berbicara kepada orang tuanya, dan tentu juga sebaliknya. 

Akan terasa kering dan aneh jika ada seorang anak diam-diam saja atau hanya berbicara formalitas kepada orang tuanya. Dengan berbicara, akan terasa ada suatu hubungan yang baik dan ternikmatilah aliran menyejukkan antara orang tua dengan anaknya. 

 Image result for jer 33:3

Begitulah juga antara kita dengan Allah Bapa kita. Kita perlu berbicara, berdoa dan berseru kepada-Nya. Selain terbinanya hubungan yang baik antara kita dengan Tuhan melalui doa, ada saja hal-hal yang tak terpikirkan dan di luar dugaan dapat terjadi bila kita meminta dan berharap kepada Tuhan. Hanya saja masalahnya kita sering terlalu sibuk dan merasa mampu dengan diri sendiri, sehingga kita tidak berseru kepada Tuhan. Betapa banyak kita merasa tidak nyaman berdoa.

Rasakan dan nikmatilah setiap kata-kata doa kita. Berserulah senantiasa kepada Tuhan dengan keyakinan penuh. Senantiasalah berdoa kepada Tuhan serta lakukan bagian kita dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya nantikan berkat dan kuasa Tuhan. Pasti DIA mendengar !

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan Dia senantiasa beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Apakah Cita-Citamu?

5 Juli 2018

1 Korintus 10:5-6
Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.

Saya pernah berbicara dengan seorang anak sekolah minggu soal cita-cita. Dia katakan dengan antusias cita-citanya mau masuk jurusan Informatika. 

Dalam pikiran saya betapa hebat anak ini, masih SMP sudah punya cita-cita tinggi dan bagus. 

Lantas saya tanya lebih lanjut mengapa dia bercita-cita seperti itu.

Saya kaget mendengar alasannya, entah dia berkelakar atau belum memahami dalam usianya yang masih muda belia... atau apa ???

Dia katakan bahwa keinginannya masuk jurusan Informatika agar kelak mampu membuat dan menyebarkan virus-virus dan membuat antinya untuk dijual. Dengan cara itu dia akan cepat kaya raya.

Dalam hati saya berkata, "Ohhh Tuhan... harus dibina keinginan anak ini, namun otaknya harus diasah dan semangatnya harus dipelihara !

Rasul Paulus mengungkapkan bagaimana bangsa lsrael yang telah Tuhan pilih untuk keluar dari Tanah Mesir, namun banyak mereka ditewaskan di padang gurun... tak sampai di Tanah Perjanjian. Artinya apa yang dijanjikan tidak mereka terima, sebab hidup mereka tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Rasul Paulus mengatakan bahwa itu merupakan pembelajaran, sebagai contoh untuk mengingatkan kita agar hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Dan satu hal penting yang Rasul Paulus katakan dengan tajam adalah agar kita jangan menginginkan hal-hal yang jahat.

Apa arti menginginkan yang jahat, tentu dalam terang firman Tuhan bisa kita kaitkan dengan melihat cara hidup kita... pola pikir kita... pandangan kita... cita-cita kita... tujuan hidup kita... apa yang sedang kita lakukan dalam profesi kita... dan sebagainya. Allah dan kitalah yang tahu isi hati dan keinginan kita yang sebenarnya.

Keinginan jahat tidaklah selalu berarti berhubungan dengan tindak kriminal. Namun keinginan jahat itu sering datang dalam bentuk yang lebih halus dan mungkin saja tak nampak oleh orang. Sering mungkin muncul dalam hati dan pikiran kita bagaikan cita-cita anak tersebut di atas... atau dalam bentuk lain. Kenalilah diri kita !

Related imageOleh sebab itu marilah kita terus berpedoman kepada firman Tuhan. Turuti firman-Nya agar agar apapun yang terjadi dalam hidup kita, dan apapun situasi kita, dengan kekuatan dan penyertaan Tuhan, hidup kita tetap terpelihara dalam dua hal penting yaitu:
1. Hidup kita berkenan di hadapan Tuhan.
2. Kita terhindar dari keinginan dan cita-cita buruk, sebaliknya hidup dengan visi *membangun* orang lain.

Bersama Kristus, marilah kita terus…
• mengasah otak kita,
• memupuk semangat kita,
• membina hati kita,
• mengarahkan cita-cita kita.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menjaga dan memelihara hati kita untuk tetap melakukan hal-hal yang mulia dan terpuji dalam hidup ini. Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Melatih dan Menguasai Tubuh

4 Juli 2018

1 Korintus 9:27
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Dengan ketaatan dan penyerahan kepada Allah, sifat manusia lama kita dapat berubah dan diubahkan.

Ada bagian kita untuk berubah. Kita harus belajar dan melatih tubuh kita. Rasul Paulus mengatakan bahwa dia melatih dan menguasai seluruh tubuhnya. Ini penting!

Kita perlu terus belajar dengan sifat-sifat baik.  Ada kebiasaan-kebisaan baru yang harus kita lakukan yang mungkin berat sebab dalam diri kita ada sifat kedagingan yang berlawanan. 

Sifat kedagingan itulah yang harus kita serahkan kepada Allah agar Dia memberi kemampuan kepada kita untuk menguasainya.

Tentu dalam semua hal tidak ada kita yang sempurna, tetapi kita harus menuju ke kesempurnaan. Tuhan akan menolong kita serta kitapun haruslah ada keinginan untuk disempurnakan... mau berlatih dan dilatih.

Mungkin sulit rasanya mewujudkan diri kita bebas dari kedagingan, namun Roh Kudus akan menolong kita untuk berlatih dan berjuang.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai  dalam perjuangan melatih tubuh dan diri kita. Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Ajaran Tuhan Membuat Hidup, Pegang dan Simpanlah

3 Juli 2018

Amsal 7:2 
Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.

Apa yang kita takutkan hilang sehingga kita jaga dengan baik?

Sesuatu yang kita takut hilang pasti kita jaga baik-baik agar tetap utuh. Mungkin kita simpan di Bank, di lemari besi, di bawah tanah, di dalam kantong jaket pakai resleting... atau di tempat lainnya yang kita anggap aman.

Sesuatu yang semestinya sangat berharga untuk kita simpan adalah ajaran yang benar... ajaran kehidupan. Penulus Amsal mengatakan agar menyimpannya bagaikan menjaga biji mata.

Mari kita memelihara dan menjaga ajaran kebenaran firman Allah yang telah kita terima dan yakini agar kita aman sentosa hidup di dunia ini. Juga sebagai persiapan kita melangkah memasuki kekekalan pada hari yang tidak tahu kita kapan... tapi itu pasti.

Apapun yang sedang kita alami, seberat apaun tantangan dan pergumulan hidup kita... janganlah takut ! 

Selama kita memegang utuh firman-Nya, semua akan baik-baik saja. Kita tinggal melakukan saja apa yang baik sesuai firman-Nya. Allah akan tetap memelihara dan menjaga kita sebagaimana kita menjaga firman-Nya terus mengalir mendarah-daging dalam diri kita. 

Semoga ! !

Tuhan akan berkenan dan berpihak kepada kita jika kita memelihara dan melakukan perintah-Nya. Itulah andalan dan modal utama hidup kita.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita. Amin...

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Sadar Atas Berkat Tuhan

2 Juli 2018

Mazmur 115:15
Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Sepasang suami istri berjalan kaki memasuki sebuah daerah pemukiman yang penuh dengan rumah besar dan megah. 

Sang istri berkata kepada suaminya, ”Pa, bagus sekali rumahnya itu ya. Alangkah berbahagianya pemilik rumah besar itu. Mereka pasti merasa tenang dan hidup nyaman di situ”  

Tersirat dalam hati ibu itu betapa dia juga ingin memiliki rumah besar seperti itu. Tentu ini adalah keinginan yang wajar saja. 

Lantas suaminya berkata, “Doakan saja agar suatu saat nanti kita juga dapat memiliki rumah sebagus itu ma…”

Lima menit kemudian di depan mereka melintas sebuah mobil bagus. Kembali lagi sang istri berkata, “Alangkah enaknya mereka ya pa. Dengan  naik mobil seperti itu, mereka tidak kecapaian seperti kita berjalan kaki seperti ini”

Suaminya berkata, “Tenanglah ma, doakan saja biar suatu saat nanti kita juga dapat mobil seperti itu, bahkan lebih bagus”

Tak lama kemudian mereka melewati sebuah restoran. Istrinya berkata, “Pa, alangkah nikmatnya mereka yang sedang makan dalam restoran itu ya. Lauknya pasti enak-enak”  

Suaminya berkata lagi, “Doakan saja ma, kalau kita sudah punya banyak uang, kita akan makan bersama anak-anak di situ”

Sang istri mulai kelihatan agak protes dan berkata, “Pa, perasaan dari tadi papa bilang doakan terus. Kira-kira kapan doa kita dijawab ?”

Meski tidak kita ucapkan, mungkin sering terlintas dalam hati dan pikiran kita betapa kita tidak bersabar dan tidak dapat menerima keadaan sebagaimana kita ada. Kita memiliki patokan tertentu sebagai ukuran kebahagiaan menurut kita. Karena itulah sering ada orang-orang tertentu yang begitu antusias mencari kebahagiaan bahkan ada yang di luar batas. 



Bagi kita yang percaya diingatkan bahwa kebahagiaan itu adalah berasal dari Tuhan. Tuhan yang memberikan berkat dan berkat itu tidak selalu dan tidak mesti dalam bentuk materi. Tuhanlah yang mampu memberikan kepada kita kebahagiaan sejati. 

Kata kunci untuk hidup bahagaia adalah mendengar suara Tuhan dan melakukannya dengan setia. Meski jalan-Nya sulit untuk dipahami, tetapi bila kita taat, kita akan memperoleh yang terbaik sesuai dengan takaran Tuhan untuk menjadi bagian kita. 

Yang terpenting adalah Tuhan memberkati kita dalam semua hal. Walau kita memiliki tidak sebanyak apa yang dimiliki orang lain, tetapi bila tangan Tuhan yang penuh kasih menaungi kita, itulah kemegahan dan kenyamanan sesungguhnya. Karena itu marilah kita senantiasa taat, setia dan melakukan kehendak-Nya untuk kemuliaan-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Immanuel... Tuhan beserta kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kita Diciptakan Untuk Pekerjaan Baik

01 Juli 2018

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Rombongan tour anak SMA tersesat dalam areal hutan amat luas. Tujuan mereka sebetulnya adalah sebuah danau yang indah di lereng bukit. Berkali-kali mereka melihat peta yang mereka bawa untuk mencocokkan dengan lokasi dimana mereka sedang berada, tetapi tidak ketemu. 

Mereka tambah bingung karena hari sudah menjelang sore. Mereka sangat kesulitan karena tidak tahu harus berbuat apa. Orang yang mau ditanyapun di sekitar daerah itu tidak ada karena sepi. 

Kegelisahan tampak dalam wajah mereka dan sudah mulai ada yang mengeluh dan menggerutu. Sekali lagi mereka melihat peta baik-baik. Akhirnya mereka sadar bahwa peta yang mereka bawa adalah peta lama dan usang bahkan sudah rusak, jadi sudah tidak cocok lagi. Jalan-jalan dan titik pengenal dalam peta sudah berbeda. Peta itu tidak terpakai lagi karena akan menyesatkan pemakainya.

Dalam sejarah penciptaan, manusia diciptakan sangat istimewa melebihi ciptaan lain. Allah menjadikan manusia begitu unik dan sempurna, dijadikan dari debu tanah dan dihembuskan Allah nafas hidup. 

Manusia diciptakan sangat mulia menurut gambar dan rupa Allah. Manusia adalah wakil Allah untuk mengelola bumi dan isinya.  

Dalam diri manusia disemayamkan sifat Allah yang sempurna. Karena manusia adalah gambar dan rupa Allah, maka dapat dibayangkan ketika itu, bila kita melihat Adam dan Hawa, kita dapat merasakan suasana hati Allah yang sempurna. Kita dapat rasakan sentuhan kedamaian dari Allah. 

Akan tetapi hal tersebut tidak bertahan lama, manusia sebagai gambar dan peta Allah dirusak oleh dosa. Setelah manusia jatuh, apa yang terlihat dalam sifat manusia sudah lain… sudah tidak lagi menggambarkan sifat Allah, bahkan manusia menampilkan sifat yang berlawanan dengan sifat Allah. 

Tetapi Allah mengasihi manusia yang telah jatuh. Allah ingin mengembalikan citra manusia yang telah rusak agar kembali menjadi gambar dan rupa Allah. Proses tersebut dimulai dari penebusan oleh Yesus Kristus agar manusia yang telah rusak menjadi ciptaan baru… lahir baru… memiliki hati yang baru (2 Korintus 5 : 17).



Selanjutnya, manusia yang telah ditebus masuk dalam proses pendewasaan agar menjadi manusia baru di dalam perbuatan dan tingkah laku. Hal ini penting karena sebagai gambar dan rupa Allah yang telah dipulihkan harus tampak dalam kehidupan sehari-hari…untuk itulah kita diciptakan.

Karena itu..
• Apakah kita telah kembali menjadi peta Allah yang sebenarnya dengan lahir baru?
• Apakah kita dalam proses pendewasaan... telah dapat dipergunakan sebagai peta Allah yang baru dengan ”sedang melakukan pekerjaan baik” yang Allah telah siapkan untuk kita?

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...