Sudahkah Anda Mengenal Tuhan Allah?

8 Agustus 2018

Kolose 1:15 
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.

Andaikan kita bertemu dengan seorang yang buta sejak lahir, lantas kita mencoba menjelaskan apa itu warna merah... bagaimana kita menjelaskannya?
Pahamkah dia dengan penjelasan kita?
Teknik apa sebaiknya kita pakai untuk menjelaskannya?, sehingga dia sungguh mengerti?

Ketika misalkan suatu hari mata orang buta itu terbuka dan pas dia melihat warna merah, apakah dia akan sadar bahwa dia sedang berhadapan dengan warna merah?
Jawabannya: tidak !

Dia mungkin terkaget-kaget dengan apa yang sedang dia alami. Dia akan lupa dengan semua penjelasan kita tentang warna merah sebelum dia bisa melihat. Pada waktu itu dia harus dituntun ulang untuk mengatakan dengan kata-kata singkat, Ini warna merah !  Kata-kata sederhana ini cukup untuk membuat dia paham betul apa itu warna merah.

Banyak paham dan ajaran untuk mencoba menjelaskan agar manusia mengenal Tuhan. Dan mungkin dipakai teknik tertentu untuk maksud orang memahami Allah. Tetapi semua penjelasan itu identik dengan illustrasi penjelasan warna merah ke orang buta itu. Sebab kita semua tidak pernah ada yang melihat Allah dan yang menjelaskannyapun tidak pernah melihat Allah.



Hanyalah Yesus Kristus yang dapat menjelaskan SIAPA ALLAH. Sebab Yesus adalah Allah itu sendiri. Yesus adalah GAMBAR ALLAH yang tak kelihatan. 

Tuhan Yesus pernah berkata,
Yohanes 14:9  
Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Kita sungguh amat beruntung dan bersyukur diperkenankan-Nya mengenal Allah di dalam Yesus Kristus.



Oleh karena itu mari kita semakin mengenal Allah di dalam satu-satunya cara dan jalan yaitu di dalam Yesus Kristus melaui firman Tuhan yang telah tertuliskan dan dituliskan buat kita melalui ALKITAB.

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun.

Harus Dilahirkan Kembali

7 Agustus 2018

I Pterus. 1:3
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Seekor kura-kura yang selama ini dipelihara dalam sebuah baskom, dilepas ke air yang bebas. Kura-kura itu amat senang karena tidak lagi dibatasi ruang geraknya. Dengan riangnya dia berenang ke sana-sini. 

Namun kura-kura itu kaget ketika melihat ada kura-kura yang lebih kecil, namun lebih cepat dan lebih lincah berenang. 

Dia menghampiri kura-kura kecil itu dan bertanya, ”Mengapa engkau dapat berenang lebih lincah dariku ? Padahal aku lebih lebih besar dan tampak lebih bergizi serta lebih sehat.” 

Kura-kura kecil balik bertanya, “Dimana kamu selama ini? Kita semua di sini bebas dapat berenang seperti yang kulakukan ini” 

Sadarlah kura-kura yang baru bebas itu bahwa baskom yang mengurungnya selama inilah membuatnya tidak dapat jauh berenang bebas seperti kura-kura lain. 

Bagaimana pengalaman kita yang disebut sebagai orang Kristen?

Banyak orang yang sudah lama menjadi orang Kristen, bahkan dilahirkan dari keluarga Kristen, tetapi merasa tidak dapat bertumbuh dan tidak dapat menikmati keyakinan mereka sebagai orang Kristen. 

Mereka berputar-putar dan berkutat di sekitar kehidupan rutin tanpa makna. Hidup mereka dikungkung dan dibatasi oleh pemikiran yang sempit. Mereka hidup sebagai orang Kristen legalistik yang merasa bahwa beragama hanyalah sekedar memenuhi kewajiban saja. Kalau orang bertanya apa agamanya, jawabannya adalah Kristen dan hal itu legal dan aman berdasarkan hukum. 

Dalam prakteknya kekristenan sering dirasakan sebatas BRAND, aktifitas dan belum merasakan arti sebenarnya sebagai murid Kristus. 

Tuhan Yesus dengan tegas dan lugas mengatakan bahwa syarat mutlak memasuki Kerajaan-Nya adalah dengan lahir baru... lahir kembali. Cobaah teliti kembali percakapan Tuhan Yesus dengan Nikodemus berikut ini;

Yohanes 3:3-7
Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Sesungguhnya orang Kristen adalah kumpulan orang-orang telah ditebus oleh Kristus dan telah lahir baru. Mereka tidak terus-menerus dibatasi berputar-putar pada dirinya saja. Orang yang telah lahir baru akan berbuat melewati apa yang dipikirkan manusia pada umumnya. 



Orang yang telah lahir baru haus akan firman Tuhan, memiliki kerinduan untuk bertumbuh, merasakan suatu hubungan yang indah bersama Tuhan. Bagi mereka, penyembahan kepada Tuhan bukanlah sekedar ritualitas saja atau sesuatu yang dipaksakan, tetapi  dirasakan sebagai suatu kebutuhan pokok. 

Orang yang telah lahir baru akan rindu untuk bertumbuh menjadi murid Kristus. Ada dorongan dalam dirinya untuk berbuat sesuatu kepada Allah sebagai respons ucapan syukurnya.

Bukalah hati. Percayalah dan terimalah Kristus sepenuhnya. 

Bagi kita yang sudah menerima Yesus, beritakan dan saksikanlah itu melalui kata-kata dan perbuatan baik.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifias.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bekerja Untuk Makanan yang mana?

6 Agustus 2018

Yohanes 6:27  
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Seorang mahasiswa yang sedang sibuk meneliti di laboratorium ditanya siapa nama walikotanya. Dia bilang tidak tahu. Lalu ditanya nama Perdana Menterinya. Juga dia tidak tahu.

Mungkin bagi sebagian kita, orang seperti itu kurang baik. Dapat dicap sebagai warga negara tak peduli. Dan anehnya bukan hanya dia, temannya yang lain yang sebangsa juga sama... dia bilang lupa. Aneh juga.

Lalu dia katakan bahwa tidak masalah bagi dia meski tidak tahu siapa nama Perdana Menteri dan siapa Walikotanya. Yang penting bagi dia adalah dia bisa bekerja. Dari sisi ini nampaknya baik juga... giat bekerja dan produktif.

Memang negara mereka dikenal sebagai sebuah negara maju. Warga negaranya sangat tekun bekerja. Sampai kita mungkin berpikiran bahwa bekerja adalah hobby mereka, bukan kewajiban. Tentu ini adalah teladan bagi kita juga yang bekerja, agar produktif dan tekun berkarya.

Karena begitu tekunnya mereka bekerja sampai lupa nama pemimpinnya... tidak apa-apalah. Bisa dimaafkan kalau kita merasa mereka perlu minta maaf.

Namun bagi kita adalah jangan sampai kita sibuk bekerja dan orang acung jempol dengan karya-karya kita, tetapi kita lupa untuk apa kita hidup. Jangan sampai kita lupa akan Tuhan Pemimpin kita.

Banyak orang mungkin hebat karya-karyanya, tetapi jika hal itu tidak ada kaitannya dengan rencana Allah atas dirinya, tentulah akan sia-sia juga.

Yang dimaksudkan bukanlah supaya kita bekerja asal-asalan dan hanya sekedarnya saja. Bukan dimaksudkan kita boleh malas-malasan bekerja... TIDAK BEGITU dan JANGAN BEGITU.



Malah sebaliknya kita diminta bekerja sungguh-sungguh sepenuh hati dan lakukan yang terbaik. Tapi satu hal adalah kita harus memahami tujuan akhir dari apa yang kita lakukan yaitu: mengaitkan pekerjaan kita dengan kekekalan. Itulah jiwa dari perkataan Kristus dalam Yohanes 6:27 di atas; bekerja untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.

Kita boleh sibuk bekerja sepuas-puasnya dan tekun serta semangat berkarya. Haruslah seperti itu kualitas kita sebagai anak-anak Tuhan. Tetapi pada akhirnya PENENTU dan PENILAI akhir dari setiap karya kita bukanlah manusia, tatapi Allah. 

Alangkah ruginya hidup, bila kita merasa di dunia ini begitu banyak berbuat sampai lupa segala-galanya, tetapi ternyata Allah berkata lain terhadap apa yang kita lakukan... kita sibuk di luar ekspektasi Allah.

Alangkah sayangnya bila kesibukan kita selama ini ternyata hanya sanggup untuk level dunia fana ini, tetapi tidak kuat berbicara dan tidak berperan di dalam kekekalan dimana Tuhan Yesus nanti sebagai HAKIMnya.

Karena itu mari kita tekun dan semangat bekerja dengan mengaitkan semua itu kepada hal-hal yang kekal sifatnya. Tuhan akan menyertai dan memberkati serta membuka jalan buat kita untuk itu. Amin.

Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun.

Mata, Telinga, dan Wajah TUHAN

5 Agustus 2018

1 Petrus 3:12
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."_

Pikiran kita akan fokus kepada apa yang menarik kepada kita. Sebaliknya kita akan menjauh dari apa yang  tidak disukai. Inilah sifat alami kita.

Tuhan memiliki sifat ILAHI... 
Yang menarik bagi Tuhan adalah pribadi-pribadi yang melakukan apa yang benar. Rasul Petrus mengatakan bahwa mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar. Telinga Tuhan terbuka kepada orang-orang yang hidupnya benar.

Sebaliknya wajah Tuhan menentang dan melawan orang yang suka berbuat jahat.

Orang yang sudah percaya dan menerima Yesus, statusnya sudah dimerdekakan dan sudah dibenarkan. Inilah janji dan jaminan bagi setiap orang percaya.

Akan tetapi tentulah tidak dimaksudkan agar orang percaya statis dalam statusnya. Kita harus bergerak maju untuk hidup dan menghidupi status  sebagai orang yang telah dibenarkan. Inilah yang akan menarik bagi Tuhan.

Dengan demikian, maka:
• Orang yang menderita batinnya adalah orang yang sudah dibenarkan, tapi hidupnya bertentangan dengan statusnya itu.
• Sebaliknya orang yang merasakan damai adalah orang-orang yang sudah dibenarkan dan kesehariannya memang sesuai.



Para sahabat, kita sudah tahu: apa yang menarik bagi Tuhan. Kita sudah memahami: mata Tuhan tertuju ke mana. Kitapun sudah disadarkan: telinga Tuhan terbuka ke siapa. Semuanya adalah bagi orang yang memenuhi dalil dan rumus: 

TELAH DIBENARKAN  + MELAKUKAN KEBENARAN.

Jadi tunggu apa lagi sebetulnya ? Melangkahlah melakukan itu... JUST DO IT ! !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin. 

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Mencontoh dan Menjadi Contoh Ajaran Sehat

4 Agustus 2018

2 Timotius 1:13
Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

Rasul Paulus memberi nasihat khusus secara pribadi kepada Timotius. Timotius diingatkan dan disemangati agar tetap utuh memegang ajaran yang disampaikan Paulus kepadanya. Agar Timotius tetap konsisten  melakukan kebenaran firman Tuhan.

Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan dan menyampaikan terima kasih kepada orang-orang tertentu dalam hidup saya. Mereka telah menolong menuntun saya untuk percaya kepada Yesus dan menerima-Nya dalam hati. Mereka menolong saya bertumbuh mengenal Yesus.

Salah satu dari mereka adalah seorang Abang rohani yang dengan setia menolong saya untuk mengenal Kristus ketika jadi mahasiswa. Banyak kenangan indah dan manis bersamanya untuk belajar firman Tuhan. 

Sering sambil dibonceng dengan vespa hijaunya, dia mengajar kehidupan buat saya. Hidupnya menjadi teladan khusus bagi saya.
Terima kasih banyak Bang !

Hingga kinipun ada beberapa orang yang setia kepada Tuhan Yesus, menolong saya untuk tetap bertumbuh dan setia kepada Kristus. Mereka secara langsung atau tidak langsung memotivasi saya untuk tetap semangat di dalam Tuhan. Saya mau katakan bahwa mereka adalah orang-orang luar biasa buat saya, walau mereka nampak biasa saja dan tidaklah populer... mereka bukanlah selebriti rohani... jauh dari itu. Akan tetapi pengaruh mereka sangat kuat mewarnai apa yang sedang saya lakukan saat ini. Saya terus akan belajar dari mereka.

Mazmur 16:3
Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.

Mungkin terlalu banyak penggunaan kata saya dalam tulisan ini, seolah sangat subjektif dan berkesan mengkultuskan orang-orang tertentu. Tapi saya mau bilang tidaklah seperti itu. Saya sedang bercerita jujur apa adanya tentang kisah perjalanan kehidupan pribadi, bagaimana Tuhan memakai orang tertentu mendidik dan memberi teladan dalam hidup ini. Hal ini saya rasakan berkaitan dengan teladan Paulus kepada Timotius anak rohaninya dalam 2 Timotius 1:13.



Biarlah kita juga rindu seperti hubungan Paulus-Timotius... terus tekun menggunakan kesempatan untuk belajar dan melakukan firman Tuhan dalam hubungan erat dan kuat. 

Marilah kita saling menolong dan mendorong untuk melakukan firman Tuhan bersama-sama. Sebab bila sendirian sering kita tidak kuat. Kita harus bersama-sama ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kebaikan Anda Dirasakan, Tujuan Diciptakan

3 Agustus 2018

Filipi 4:5 
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Nasihat Paulus adalah agar kebaikan kita diketahui semua orang.

Apa yang akan kita artikan sebagai kebaikan kita diketahui? Apakah maksudnya agar orang tahu kita yang melakukan? Jika iya, maka yang penting adalah orangnya... siapa dia.

Apabila maksud dari diketahui adalah dirasakan atau dinikmati, maka tekanan utamanya adalah isinya... apa yang dilakukannya, bukan orangnya.

Oleh sebab itu, ketika kita sudah, sedang  atau akan berbuat apa yang baik, level mana yang ada dalam hati dan pikiran kita? Apakah levelnya supaya orang tahu bahwa kitalah yang berbuat, ataukah agar orang merasakannya?

Tentu tidaklah dimaksudkan agar kita berpikir rumit sehingga jadi ragu berbuat baik. Yang penting sebetulnya adalah teruslah berbuat apa yang baik. Orang tahu atau tidak tahu siapa kita yang berbuat baik tidaklah masalah... mengalir sajalah apa yang baik dari diri kita. Yang penting Tuhan tahu dan Dia setuju serta acung 👍👍👍👍 ke arah kita. 

Ingatlah pesan Rasul Paulus bagi kita yang telah diselamatkan dalam
Efesus 2:10,
 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Meski kita diselamatkan bukan karena kita berbuat baik melainkan oleh anugerah Allah dalam Kristus Yesus, akan tetapi kita disuruh melakukan kebaikan. Itu kiranya melekat dalam diri kita.

Para sahabat, mari kita hari ini memasuki seluruh aktifitas kita dengan sebuah kerinduan dan komitmen bahwa kehadiran kita menjadi berkat bagi orang-orang sekitar kita melalui pekerjaan baik serta berkualitas.
SEMOGA ! !

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita untuk melakukan kebaikan. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menang Karena Mencintai Alkitab

2 Agustus 2018

Matius 4:4, 7, 10
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Ketika Tuhan Yesus dicobai iblis, Yesus menangkis cobaan tersebut dengan kekuatan firman Allah. Tuhan Yesus berkata, "ADA TERTULIS..."

Sesungguhnya Tuhan Yesus dapat langsung menangkis iblis, sebab Yesus adalah FIRMAN yang telah menjadi manusia. Tidak hanya menangkis iblis, Tuhan Yesus dapat melenyapkan iblis bila perlu. Puji Tuhan !

Saya secara khusus diingatkan kembali akan apa yang dilakukan Yesus dalam menangkis serangan iblis itu. Yesus mengajarkan agar kita memakai firman Tuhan yang tertulis untuk menghadapi iblis yang senantiasa menggoda kita. Firman Tuhan yang tertulis itu adalah ALKITAB.

Karena itu, jika ingin menang melawan iblis;

• buka hati dan terimalah Yesus,
• percayakan dan serahkan diri sepenuhnya kepada Yesus,
• percaya kepada apa kata Yesus,
• teladani hidup Yesus,
• lakukan perintah Yesus,
• cintai Yesus.



Secara praktis adalah: sesibuk apapun kita, adakan waktu khusus untuk:

1. Mendengar apa kata ALKITAB
2. Membaca ALKITAB
3. Mempelajari ALKITAB
4. Menghafalkan ayat-ayat ALKITAB sejauh kita bias
5. Merenungkan isi ALKITAB
6. MELAKUKAN perintah yang tertulis dalam ALKITAB.

Butir 1 hingga 6 di atas adalah hal yang sangat mendasar. 

Kalau mau hidup berkemenangan dalam Yesus... BACK TO THE BIBLE... KEMBALI KE ALKITAB, itulah jalan dan caranya... tidak ada pilihan... tidak ada altetnatif... tidak ada obat selain itu !

Sibukkah kita hari ini ??
Apakah kesibukan kita membuat tidak ada waktu bersaat teduh dengan berdoa dan membaca Alkitab ??

Yang jelas iblis akan terus super sibuk menggoda kita.
Lawanlah iblis dengan YANG TERTULIS... dengan ALKITAB !... melalui waktu pribadi kita bersama Yesus.
Marilah ! ! !
Ayolah saat teduh kita ! ! !

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...