Tidak Tawar Hati

8 November 2018

2 Korintus 4:1 
Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

Tawar hati adalah hal yang sering membuat kita bekerja atau melayani setengah-setengah... tidak semangat. Kita tidak melakukan apa yang terbaik. Tidak maksimal berbuat.

Penyebab tawar hati banyak. 
Mungkin karena keletihan fisik. 
Mungkin karena merasa apa yang kita lakukan tidak dihargai. 
Mungkin karena merasa jenuh. 
Mungkin karena merasa apa yang dilakukan tidak sebaik apa yang orang lakukan.
Mungkin karena pangkat kita tidak naik-naik.
Mungkin hasil usaha kita tidak sesuai harapan.
Mungkin karena upah kita kecil.
Ada banyak kemungkinan lain.

Rasul Paulus mengatakan bahwa apa yang dia lakukan dalam pelayanannya, itu dia terima dari Allah. Itu semua karena kemurahan Allah. Itulah yang membuat dia tetap antusias dan bergairah melakukannya. Dia tidak tawar hati. Semua dari Tuhan dan untuk Tuhan.

Apa yang sedang kita kerjakan?
Bagaimana bentuk pelayanan kita saat ini?
Berapa penghasilan kita?
Apa kata orang tentang apa yang sedang kita lakoni?
Semua itu tidak mempengaruhi kualitas pekerjaan dan pelayanan kita, bila kita sadari bahwa itu semua dari Tuhan. Tuhan mempercayakannya kepada kita.

Penilai dan Juri utama atas hidup kita adalah Allah. Oleh karena itu sebetulnya kualitas pekerjaan dan mutu hidup kita mestinya tetap terjaga dan baik adanya. Kita tetap bersemangat dan tidak tawar hati. Mutu hidup kita tidak sekedar diletakkan atas dasar apa kata orang. 
Apa kata Tuhan tentang kita itulah yang utama.

Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Ada Tuhan Yesus disini!!

7 November 2018

Yohanes 2:9-10 
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Ada beberapa kejadian di sebuah pesta dimana makanan kurang. Penyelenggara pesta berusaha untuk menambah makanan dengan berbagai cara, sebab makanan adalah salah satu lambang kemegahan pesta. Suksesnya sebuah pesta sering diukur dari nikmatnya makanan yang dihidangkan. Bila tidak cukup atau kurang nikmat, tuan rumah pesta merasa kurang enak dan sampai ada yang merasa malu. Para tamu undanganpun sering membicarakannya dari sisi penilaian negatif.

Begitulah juga dengan kejadian di sebuah pesta di Kana. Mereka kekurangan anggur. Anggur merupakan kelengkapan dalam pesta mereka. Jika kurang, ini alamat kurang baik bagi pemilik pesta.

Tetapi syukurlah. Mereka beruntung sebab Yesus ada di pesta itu. Tuhan Yesus menyelamatkan pemilik pesta dari pergunjingan para tamu, bahkan mendapat pujian. Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan mereka dengan menjadikan anggur dari air.

Berubahnya air menjadi anggur oleh Yesus sungguh luar biasa. Air yang memiliki rumus kimia H2O berubah menjadi gugus karbon yang lebih kompleks. Komponennya berubah. Ini hebat dan ajaib ! 

Bahkan dikatakan bahwa anggur yang dibuat Yesus lebih baik. Para tamu sampai heran dengan berkata, "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Para tamu tidak tahu bahwa anggur yang mereka nikmati bukanlah anggur yang disiapkan pemilik pesta sebelumnya, tetapi anggur itu baru saja dibuat Yesus dengan bahan dasar air. Mereka tidak sadar ada Yesus Yang Maha Kuasa di antara mereka.

Yesus senantiasa hadir di antara kita. Bahkan Dia ada di hati kita. Kehadiran-Nya menjadi jawaban atas pergumulan hidup kita. Sekalipun ada orang di sekitar kita tidak percaya dan tidak suka kepada Yesus, namun kita tidak akan pernah merasa malu dan tidak merasa dipermalukan. 

Dalam posisi terjepit, galau, perasaan sesak dan kehilangan akal, kita dimampukan mendapat kelegaan dengan kehadiran Yesus.
Puji Tuhan !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai dan memberkati kita. 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Kasih Karunia Demi Kasih Karunia

6 November 2018

Yohanes 1:16
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.

Ada seorang yang mengidamkan sesuatu dalam hidupnya. Karena begitu inginnya, sampai hal itu mengendap di dalam hati dan menjadi pikirannya setiap hari.

Suatu malam dia bermimpi apa yang diinginkannya terjadi. Dia amat senang. Tetapi begitu bangun, dia sadar bahwa semua itu mimpi belaka. Dia sangat kecewa. Sampai dia berpikir dan protes mengapa Tuhan beri itu hanya dalam mimpi? Kapankah itu jadi nyata?

Lama dia merenungkan akan rasa kecewanya terhadap mimpi itu. Namun akhirnya dia sadar bahwa sesungguhnya semuanya adalah anugerah dan kasih karunia semata. 

Tidak ada dasar bagi kita untuk protes kepada Tuhan jika apa yang kita inginkan belum tercapai. 

Tidak ada dasar pula bagi kita untuk menyombongkan diri jika apa yang diinginkan tercapai.

Bagi kita yang percaya kepada Kristus meyakini bahwa apa yang diberikan Tuhan itulah yang terbaik. Semuanya kasih karunia dan anugerah. Bagian kita tekun bekerja dan sungguh-sungguh melayani, hasilnya bergantung apa kata Tuhan.

Bila kita meyakini ayat di atas (Yohanes 1:16), sesungguhnya sungguh indah dan damai hidup ini. Hidup ini adalah kasih karunia demi kasih karunia.

Yang penting kita lakukan selalu adalah berpikir baik dan melakukan apa yang terbaik dari kita. Maksimumkan dan optimalkan pekerjaan dan pelayanan kita dengan talenta dan kasih karunia-Nya. Tetap rajin bekerja. Semangat berkarya. Serius beriman. Tetaplah berhati seorang pelayan dan bertumbuh dalam firman-Nya dan taatlah. Itu saja !

Apakah Tuhan akhirnya memberikan apa yang kita idamkan... terserah Dialah itu. Tuhan baik...

Biarlah Tuhan bebas memperlakukan kita sebagaimana Dia mau. Yang jelas Tuhan penuh kasih sayang. Tak pernah berkurang kasih sayang-Nya untuk kita dapat menjalani hidup ini sebagamana Dia berkehendak.
Tuhan sayang kita.
Tuhan peduli kita.
Tuhan memihak kita.

Apa yang kurang?

Yang sering berkurang adalah semangat bekerja kita. 
Yang sering turun adalah antusiasme kita melakukan apa yang baik dan bermanfaat. 
Yang sering menciut adalah iman dan pengharapan kita.

Mari kita lanjutkan hidup kita dengan tekun bekerja dan hati damai berdasarkan kasih karunia demi kasih karunia.

Mari kita menuju sukses versi Tuhan

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Dunia Menikmati Keberadaan Kita

5 November 2018

Filipi 1:23-24
Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

Rasul Paulus mengatakan dirinya didesak dari dua hal, yaitu pergi dari dunia ini menuju kekekalan di hadirat-Nya bersama Kristus, atau tetap hidup di dunia fana ini.

Dari sisi keinginan Paulus, dia merasa lebih baik pergi saja. Sebab Paulus sudah yakin akan ke mana bila ia meninggalkan dunia ini. Dia akan bebas dari hukum alam yang membatasi dia. Dia akan menikmati keindahan sesungguhnya bersama Kristus. Penderitaan fisik tidak ada lagi... bebas !

Tetapi mengingat untuk apa dia ada, untuk apa dia masih diijinkan Tuhan berada di dunia ini, adalah dengan alasan: lebih penting, yaitu agar Paulus dapat dipakai Tuhan meneguhkan orang-orang percaya, Rasul Paulus katakan, "... ... karena kamu"

Melihat pernyataan Rasul Paulus dengan istilah lebih baik atau lebih penting, mana pilihan kita?

Kebanyakan kita pasti memilih yang lebih penting itu. Artinya kita masih ingin lebih lama lagi hidup. 

Baiklah kalau memang begitu...

Hanya saja pertanyaannya adalah apa alasan kita untuk ingin lebih lama hidup? 
Jawabannya banyak dan bervariasi. 
Atau ada banyak beralasan karena takut sebab belum jelas keyakinannya akan keselamatan.

Sering kita lihat bahwa orang-orang yang berusia lanjut, katakanlah orang yang berusia 100 tahun lebih tetapi masih sehat, akan menjadi berita penting. Itu dipandang sebagai keajaiban. Itu menjadi kebanggaan. Hampir semua orang ingin seperti itu.

Jadi apa alasan kita untuk ingin berlama-lama hidup di dunia bulat ini?

Alangkah indahnya kalau jawaban kita seperti Rasul Paulus, yaitu agar kita semakin dipakai Tuhan membangun manusia. Agar kita dipakai Tuhan semata-mata sebagai perpanjangan tangan-Nya mencapai maksud-Nya. Semestinya itulah alasan kita, sehingga kita mengatakan lebih penting bagiku untuk tetap hidup lama di dunia ini. Bila alasan kita bukan seperti itu, tentunya tidak apa-apalah... sebab masing-masing kita bebas meyakini serta menentukan pilihan buat apa kita berumur panjang.

Oleh karena itu, mari kita rawat diri kita. Kita jaga kesehatan rohani dan kesehatan fisik kita. Kita atur pola hidup kita. Pilih hidup sehat agar kita tetap bugar melakukan apa yang diamanatkan Tuhan bagi kita. 

Kita ingin hidup lama di dunia ini bukanlah agar kita menikmatinya, tetapi agar dunia ini menikmati kehadiran dan adanya kita. Itulah alasan ungkapan Paulus dengan kata lebih penting.

Bagian kita adalah menikmati KEMULIAAN SURGA bersama Kristus, itu yang diungkapkan Paulus dengan kata: lebih baik. Tetapi itu nanti di SEBERANG SANA. Sabar sajalah. Segenap kekasih Yesus akan dapat bagian. Tenang sajalah! Yang penting berkarya dulu bagi Yesus di dunia ini selama hidup... seumur hidup.. hingga mata ini pada akhirnya tertutup rapat di TITIK FINISH.
Puji Tuhan ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita hingga TITIK FINISH kita masing-masing. 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Pertolonganku ialah dari Tuhan

4 November 2018

Mazmur 121:1-2 
Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Pemazmur secara alami melihat ke tempat yang tinggi, ke gunung-gunung tinggi untuk berharap... akankah datang mengalir pertolongan dari sana?

Namun penulis Mazmur tersebut menyadari dan meyakini bahwa pertongannya yang utama adalah dari Tuhan. Bukan dari gunung itu. Bahkan Tuhan yang menjadikan gunung-gunung tempat dia berharap semula.

Ada sebagian orang merasa terlalu abstrak ketika mendengar perkataan bahwa Tuhan yang menolong. Sulit meyakininya. Mereka mungkin mengandalkan pikiran dan kekuatan fisik semata. 

Atau juga mereka melihat sosok atau oknum yang lebih tinggi sebagai sumber pertolongan.

Memang pikiran dan kekuatan fisik tetaplah perlu. Jangan abaikan itu. Juga mungkin orang-orang yang punya potensi tertentu bolehlah kita harapkan. Tetapi itu saja sering tidak cukup. Sering kita frustasi jika andalan kita hanya itu saja. 

Sebab pikiran dan kekuatan kita ada batasnya. Orang yang kita harapkan menolongpun belum tentu bersedia, bahkan merekapun mungkin sedang mengalami situasi yang sama seperti kita... mereka juga sedang mencari-cari sumber pertolongan.

Sebagaimana pemazmur merasakan bahwa aliran kekuatan dari gunung-gunung  tidak cukup dan tidak memuaskan tanpa kehadiran Tuhan, maka demikianlah kita. Kita perlu iman yang bertumbuh di dalam Kristus untuk menguatkan kita.

Kita sungguh membutuhkan pertolongan Tuhan. 
Kita perlu tindakan-Nya.
Kehadiran-Nya melegakan kita.

Karena itu;
Pandanglah Yesus...
Berharaplah kepada-Nya...
Andalkan Dia...
Nantikan Dia...
Dia akan bertindak untuk kita.
Terpujilah Yesus Kristus ! !

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita. Amin.

Mahkota Kemegahan Kita Di hadapan Tuhan Yesus

3 November 2018

1 Tesalonika 2:19-20
Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Berbagai hal dan berbagai bentuk pikiran manusia tentang kemegahan dan kemuliaan. Untuk itulah manusia berjuang dan mengorbankan banyak hal.

Belajar dari Rasul Paulus, dia mengatakan bahwa kemegahannya adalah orang-orang percaya yang dia bawa kepada Yesus... orang-orang yang dia bentuk... orang-orang yang dia layani... orang-orang yang bertumbuh melalui pelayanannya. Rasul Paulus menyebutnya sebagai mahkota kemegahan... kemuliaan.

Bagi Rasul Paulus, asset utamanya adalah manusia.  Itulah yang kekal dan itulah yang akan dipersoalkan Yesus ketika Dia datang.

Oleh karena itu, apapun profesi kita, apapun jabatan kita, apapun pangkat kita, apapun level kita di masyarakat... janganlah lupa membangun manusia.

Sering sekali malah sebaliknya yang terjadi dengan kita. Oleh karena kepentingan-kepentingan kita, oleh karena ambisi-ambisi kita, olah karena kehausan kita akan dunia ini, oleh karena gengsi kita... kita malah berpersoalan dengan orang. Hubungan kita jadi kaku dan buruk bahkan putus dengan orang lain. Akibatnya tidak ada lagi kesempatan bagi kita membangun orang-orang. Tidak ada lagi hal-hal baik dan positif dalam diri kita yang orang lihat yang dapat membangun mereka. 

Terlebih bagi kita para hamba-Nya, apapun bentuk pelayanan kita... di manapun area pelayanan kita, Tuhan mempercayakan orang-orang untuk kita layani dan kita bentuk. 
Perhatikanlah mereka...
Layani mereka dengan baik... 
Gembalakan mereka...
Bagikanlah hidup kita kepada mereka... 
Sungguh merekalah mahkota kita yang kekal di hadapan Yesus. 

Tentu kita tidak tahu dan tidak perlu memikir-mikir apa dan bagaimana bentuk kemuliaan kita kelak.Tuhanlah yang tahu itu. Tuhan Yesus bebas memberi atau tidak, sebab itu adalah hak-Nya. Hanya saja jangan sampai MAHKOTA KEMULIAAN kita terhilang di hadapan Yesus karena digantikan oleh mahkota dunia ini yang tidak bertahan dan tidak diperhitungkan Yesus saat Dia datang nanti... rugi besar.

Marilah kita terus dibentuk oleh Dia, dan sejalan dengan itu kita siap dipakai oleh Dia membentuk manusia dalam profesi dan pelayanan kita. 
Tetaplah semangat ! ! !

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memimpin hidup kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Cara Benar Menangani Masalah Hidup

2 November 2018

Mazmur 43:5
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Yang paling berat sering dalam hidup ini adalah perasaan tertekan dan terhimpit. Penyebabnya banyak.

Pemazmur juga alami itu dan sampai bertanya kepada dirinya sendiri... seolah berdiskusi sendiri. Dia teliti dirinya apa sebabnya.

Dalam pertanyaannya kepada dirinya sendiri, dan mungkin dia merasa tidak mampu mengatasi masalahnya, pemazmur membuat suatu langkah tepat yaitu datang kepada Tuhan dengan berkata, "Berharaplah kepada Allah"

Apakah ada masalah kita? 
Sepertinya tidak ada yang mengatakan: tidak ada masalahku ...
Bahkan kita berani adu banyak soal masalah hidup.

Kalau didaftarkan masalah kita, pastilah tidak hanya satu... lebih. Dalam satu masalah sajapun ada:
1.a. ... ... ...
1.b. ... ... ...
1.c. ... ... ...
... dan seterusnya...
Kemudian 
2.a. ... ... ...
2.b. ... ... ...
2.c. ... ... ...
...dan setrusnya...
...dan seterusnya...
...dan setrusnya...
Seperti Ujian Tengah Semester saja. 
Belum lagi Ujian Akhir Semester kita.
Ada juga kuis, PR dan praktikum hidup kita...
Banyak amat ! !
Itulah dan begitulah hidup.

Hanya saja penanganan dan cara  kita mengatasi masalah hidup ini sering berbeda.

Solusi paling tepat adalah langkah yang diambil pemazmur... datang kepada Tuhan... berharap kepada Tuhan. 

Tuhan akan beri jalan keluar. 
Tuhan akan memakai pikiran dan akal budi kita juga. 
Tuhan akan melipatgandakan kemampuan kita. 
Tuhan akan memakai orang-orang tertentu menolong kita.
Tuhan mungkin memberi keajaiban tertentu di luar akal kita.

Cara Tuhan menolong kita jauh lebih banyak dari jumlah soal-soal PR, kuis, UTS dan UAS hidup kita. 
Percayalah ! !
Percayalah ! !

Marilah kita dengan optimis melangkah ke depan bersama Yesus.
Adanya masalah adalah wajar dan selalu akan ada silih berganti. Yang tetap adalah Allah yang baik. Pertolongan-Nya andalan kita.
Puji Tuhan ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolongi kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...