Apakah Arti Hidupmu?

5 Januari 2019

Yakobus 4:14   
Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Beberapa waktu yang lalu saya berkenalan dengan seorang Bapak. Perkenalan kami terjadi melalui seorang sahabat. Bapak tersebut  pensiunan guru. Begitu  berkenalan lewat sms, dia mengatakan senang menerima renungan yang dikirim setiap pagi. Diapun berkata ingin bertemu.

Tentu saja sayapun senang berkenalan dengan Bapak itu karena bertambah seorang saudara di dalam Yesus. Renungan pagipun tetap saya share ke dia. Beliau selalu saja merespons renungan yang dia terima bahwa Dia sungguh bersukacita di dalam Yesus. Dia katakan juga ingin berjumpa dan disepakati tahun ini dia akan datang khusus ke Bandung untuk bertemu. 

Lantas suatu hari sahabat yang memperkenalkan saya dengan Bapak itu mengatakan bahwa Beliau telah meninggal dunia. Saya sungguh kaget. Karena selama ini renungan tetap dikirim. Hanya saja bedanya tak pernah lagi ada respons.

Dalam hal ini saya teringat dengan ayat di atas betapa kita tidak mengerti apa yang akan terjadi di hari esok. Dan Rasul Yakobus bertanya, "Apakah arti hidupmu?"

Yakobus melanjutkan bahwa hidup kita seperti uap... sejenak dan sebentar saja terlihat lantas hilang.

Pertanyaan tentang apa arti hidup... hidup ini akan berarti jika kita di dalam Yesus. Di luar Kristus, apapun yang kita miliki dan menjadi apapun kita... tidak ada artinya. Begitulah pemahaman saya. Mungkin pandangan kita berbeda... tidak apa-apa jugalah. Kita tentu bebas berpendapat.

Sebaliknya, apapun, siapapun dan bagaimanapun kita, jika kita di dalam Kristus... hidup kita oleh Dia dan buat Dia, sesungguhnya kitalah orang paling beruntung. Meskipun hidup kita hanyalah bagaikan uap, namun uap yang menghangatkan dan penuh arti.

Sebagaimana uap yang sebentar itu kelihatan dan langsung menghilang menyatu dengan udara, kitapun akan tiba saatnya dipanggil menyatu dengan Kristus. Tempat kita tidak lagi di sini... tapi DI SANA bersama Kristus.

Oleh sebab itu, marilah hidup kita dibangun di dalam Kristus agar hidup kita berarti. Takut, hormat dan setialah kepada Yesus !

Selamat beraktifitas.
Selamat berlibur.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus senantiasa menyertai kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Menjadi Teladan

4 Januari 2019

Filipi 4:9
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Sungguh berat seperti Rasul Paulus yang mengajar orang bukan saja dengan apa yang dia ucapkan, tetapi diperkuat dengan apa yang dia lakukan. Rasul Paulus mengatakan, "... ... apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu"

Tentu tidak ada kita yang sempurna. Namun biarlah ada hal-hal tertentu dalam hidup kita dimana dengan melihat itu, orang lain juga dibangun dan dikuatkan.

Barangkali tangguhnya kita menghadapi masalah dan pergumulan kita... kita dikuatkan Tuhan di situ... itupun dapat menjadi contoh bagi orang lain.

Cara yang baik memperlakukan orang di sekitar kita, jika seperti itu... itupun dapat dilihat dan dilakukan orang... sungguh indah!

Walau kita sering gagal juga, namun upaya kita untuk selalu  hidup lebih baik menerapkan ajaran Yesus Kristus, sungguh itulah yang harusnya menjadi corak hidup kita. 

Tidak perlu terlalu rumit berpikir dan tidak usah repot merasa-rasa apakah kita mampu atau tidak menjadi teladan bagi orang lain. Yang penting teruslah belajar setia kepada Yesus dan teladani Rasul Paulus hamba-Nya. Niscaya hidup kita akan menjadi berkat dan memberkati orang lain. Orang akan terberkati dengan melihat kita. Dan tentu saja kerinduan dan harapan kita dalam hal itu adalah agar TERPUJILAH YESUS dan mengalir sukacita serta damai di hati kita.
S e m o g a  ! !

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menguatkan kita menjadi contoh yang baik bagi orang-orang sekitar kita. 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Rajin itu Tidak Menunda

3 Januari 2019

Amsal 12:24
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Kebiasaan buruk kita sering adalah menunda. Hasil kerja kita sering tidak maksimum bukan karena kita tidak bisa, bukan karena tidak mampu, tetapi karena melakukannya terburu-buru sehingga hasilnya seadanya, bahkan jauh di bawah dari seadanya.

Ketika kita tidak mencapai sesuatu apa yang semestinya harus dicapai sebagai tanggung jawab kita, maka sering alasan yang kita beri, atau alasan menjadi dalih agar kita dimengerti atau dimaafkan orang.

Karena kebiasaan menunda, maka sering kita melakukan sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita terburu-buru... serasa terpaksa. Amsal 12:24 mengatakan kita dalam kondisi kerja paksa. Mengerjakannyapun pastilah tidak nyaman. Kalau mengerjakannya sudah tidak nyaman maka kebayanglah hasilnya seperti apa... 
Jika kita malas-malasan akibatnyapun kontra positif.

Sebaliknya, orang yang rajin, pekerjaannya akan optimal. Kita sendiri akan puas dengan pekerjaan kita jika tidak diburu-buru. Kita dapat lebih teliti.Terasa lebih menikmati dalam prosesnya. Orang yang berhubungan dengan kita akan merasa puas dan lebih respek. 

Dalam karir, kerajinan dapat membuat posisi kita lebih baik dan naik ke atas. Kita mungkin diberi tanggung jawab lebih besar. Inilah yang dimaksudkan panulis Amsal bahwa orang rajin memegang kekuasaan
Berusahalah capailah ini. 
Dengan demikian KEYAKINAN dan SIAPA yang kita percayai dapat lebih diterima orang.

Sahabat...
Kemampuan dan skill kita mungkin terbatas, tetapi keterbatasan kita itu dapat diimbangi dengan sifat rajin

Mari kita terapkan di tahun 2019 ini, agar kondisi kita secara pribadi, keluarga dan masyarakat menjadi lebih baik.

RAJIN PANGKAL KAYA
MALAS PANGKAL MISKIN

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita. 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Jangan Kendor tapi Menyala-nyala

2 Januari 2019

Roma 12:11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Kita pasti setuju dan sepakat bahwa ketekunan dan kerajinan sangatlah perlu. Keberhasilan dan sukses seseorang dalam banyak hal ditentukan oleh faktor ini.

Namun sering terjadi kerajinan dan ketekunan kita menjadi berkurang. Semangat hilang. 

Diingatkan agar kerajinan kita tidak kendur. Kita senantiasa dalam situasi ON... roh menyala-nyala. Rasul Paulus kaitkan semangat tersebut dalam melayani Tuhan. 

Melayani Tuhan sangatlah luas artinya... tidak dibatasi oleh dinding gereja. Maksudnya adalah bahwa melayani tidak hanya dalam kotak rohani. Semua yang kita lakukan dalam dunia kerja, dalam keluarga, dalam bisnis, dalam semua hal... semua itu merupakan pelayanan. Oleh karena itu kita lakukanlah semua itu dengan bergairah dan antusias.

Jika kita tetap bersemangat dalam semua tanggung jawab kita apapun itu, dilandasi oleh kasih karunia Allah, maka pasti kita akan merasa puas dengan hidup kita. 

Awal tahun ini sebagai titik acuan, mari kita terus bergerak maju ke depan. Mungkin salah satu titik lemah kita di tahun 2018 adalah masalah kerajinan. Biarlah kerajinan kita dalam semua pekerjaan baik meningkat di tahun 2019 ini.

Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita. 
Biarlah Tuhan membangkitkan semangat kerja kita. 
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Yakinlah, Tuhan Berjalan Di Depan Kita

1 Januari 2019

Ulangan 31:8
Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."

Yosua akan tampil menggantikan Musa, untuk itu Musa menguatkan Yosua akan penyertaan Allah... bahwa Allah akan ada di depan Yosua untuk menyertai. 

Yosua belum tahu apa yang akan terjadi, sehingga penyertaan Tuhan sungguh sangat dia perlukan untuk memimpin umat pilihan Tuhan. 

Kita baru saja meninggalkan tahun 2018. Kita tidak memahami apa yang akan terjadi di tahun 2019. Ada yang optimis ada yang pesimis. 

Sebagai orang percaya, kita sepenuhnya yakin akan pertolongan Tuhan. Kita hidup di dalam pengharapan.

Tuhan tetap setia. Dia tidak akan membiarkan kita. Dia tidak akan meninggalkan kita. Itu janji-Nya. Kitalah yang sering di dalam ketidakyakinan cenderung meragukan kuasa dan kepedulian-Nya terhadap kita.

Sebagaimana Tuhan menguatkan Yosua dalam peralihan kepemimpinan Musa terhadap Yosua, maka kita juga meyakini hal yang sama yaitu bahwa Tuhan akan terus memimpin hidup kita dalam peralihan  tahun 2018 ke 2019. Dengan demikian kita dapat melangkahkan kaki dengan penuh iman akan janji penyertaan Alah.

SELAMAT TAHUN BARU 2019

Tuhan memberkati.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Eben Haezar - Sampai di sini Tuhan Menolong Kita

31 Desember 2018

1 Samuel 7:12
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita."

Dalam pertempuran melawan orang Filistin, Tuhan menolong bangsa Israel dengan mengacaukan musuh mereka. Tuhan sungguh berperan aktif menyokong umat pilihan-Nya. Hasilnya adalah kemenangan.

Samuel membuat  tanda kemenangan dengan sebuah batu dan menamainya: Eben Haezar... Sampai di sini Tuhan menolong kita.

Sahabat yang kekasih...
Kita telah sampai di titik akhir tahun ini. Tentu ada banyak kejadian dan pengalaman telah kita lalui... 
• ada yang menyenangkan... ada yang menyedihkan,
• ada yang kehilangan... ada yang beroleh sesuatu,
• ada yang harus dilepas... ada yang muncul untuk digenggam,
• ada yang pergi... ada yang datang,
• ada yang naik pangkat... ada yang stag begitu-begitu saja, bahkan ada yang pensiun,
• ada peristiwa membuat kita menangis... ada kejadian membuat kita tertawa ria,
• ada yang menerima ucapan dukacita... ada yang menerima ucapan sukacita,
• dan sebagainya.

Begitulah pengalaman kita yang penuh rangkaian kisah dan cerita di tahun 2018. Sebagai orang percaya, kita yakin bahwa Allah mengendalikan setiap situasi kita dalam susah dan senang.

Oleh sebab itu kita tetap dapat terkendali. Kita berterima kasih dan mengucap syukur kepada Tuhan. Kita tidak perlu membuat tanda batu seperti Samuel, tetapi biarlah kita juga berseru, Eben Haezar!,  artinya kita meyakini Tuhan telah menolong kita hingga akhir tahun ini.

Bangsa Israel memiliki musuh bangsa Filistin, sementara kita memiliki musuh bukan manusia, tetapi pergumulan dan tantangan hidup. Walaupun tantangan mungkin berat, namun Tuhan telah mengantarkan kita sampai akhir tahun ini. 
P U J I   T U H A N  ! !

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.
Selamat menantikan tahun 2019.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita... 
EBEN HAEZAR !
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berusaha Hidup Sesuai Kehendak Allah

30 Desember 2018

1 Tesalonika 2:12
dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Kita yang telah percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang telah dipanggil untuk diselamatkan. Bagi kita yang telah dipanggil untuk diselamatkan, diminta untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Hidup sesuai dengan kehendak Allah... itulah yang semestinya terus menjadi pilihan hidup kita, dan sekaligus itu pulalah yang menjadi pergumulan berat kita setiap hari.

Tentu saja harus kita akui bahwa masih banyak yang belum berkenan di hadapan Tuhan akan kehidupan kita. Banyak gagalnya kita. Banyak yang harus kita sesuaikan lagi model-model hidup kita dengan kerinduan Tuhan. 
Semua itu adalah proses. 
Jangan putus harap!

Yang penting jagalah agar proses hidup kita tetap terpelihara dan terjaga serta fokus menuju kepada apa yang Allah inginkan. 
Teruslah maju !

Tanpa terasa tahun ini akan segera kita lalui sama seperti akhir tahun-tahun sebelumnya. Di akhir tahun ini, kita mungkin sedang mengevaluasi hidup kita. Mungkin kita sedang atau sudah menilai kinerja orang, dan kitapun sedang atau sudah dinilai orang dalam profesi, pekerjaan dan aktifitas yang lain.
Apa hasilnya? 
Bagaimana nilainya?

Ada yang memuaskan dan pastilah juga ada kekurangan yang terasa di sana-sini. Tidak apalah... mari kita tetap optimis bergerak maju... 
Jangan pesimis dan jangan mundur !

Marilah juga kita ambil waktu untuk melihat dan menilai ulang sebisa kita untuk mengevaluasi perihal kualitas relasi kita dengan Tuhan. 

Kiranya pesan Rasul Paulus dalam 1 Tesalonika 2:12,  menyemangati dan menjadi perhatian serius kita... agar hidup kita sesuai dengan kehendak Allah, yang telah memanggil kita ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Mari kita berkomitmen untuk hidup sesuai dengan kehedak Tuhan, sebab itulah hal terbaik di antara perkara yang baik yang semestinya kita lakukan.

Dan harus kita sadari bahwa kita tidak bisa jalan sendiri. Kita butuh kekuatan Roh Kudus... dan di samping itu kita butuh teman dan kita juga dibutuhkan teman kita. Karena itu marilah kita saling mengingatkan, saling menyemangati, dan saling mendoakan.
S E M O G A   ! ! !

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus kiranya semakin meneguhkan panggilan kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...