Mempersembahkan dengan Merendahkan Diri dan Hati

9 Desember 2018

Matius 2:11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Orang Majus datang kepada Yesus. Mereka yang begitu terhormat dan dihormati banyak orang. Namun orang-orang terhormat tersebut sujud menyembah Yesus. Padahal Yesus pada saat itu masih kecil dan posisi Yesus dikatakan bersama Maria, ibu-Nya. 

Karena masih kecil dan dianggap tidak mengerti apa-apa, maka secara sosial, Yesus belum diperhitungkan.

Namun demikian, apa yang dilakukan orang Majus tersebut menunjukkan SIAPA sesungguhnya Yesus. Bahwa Yesus adalah Tuhan yang harus disembah.

Orang Majus itu juga mempersembahkan persembahan kepada-Nya. Kata ini sangat menarik. Mempersembahkan berbeda dengan memberi. Jika memberi, berarti tangan kita di atas. Kalau mempersembahkan artinya tangan kita di bawah.

Orang Majus itu dalam posisinya yang terhormat menempatkan dirinya di bawah Yesus. Mereka begitu santun meletakkan dirinya di bawah Yesus.

Apa yang dilakukan orang-orang Majus itu mengajarkan kita untuk menyembah Yesus. Kita sepatutnyalah merendahkan diri dan hati sepenuhnya di bawah kaki Yesus.
Terpujilah Yesus kekal selama-lamanya.

Selamat hari Minggu.
Sekamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan melengkapi kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tempuhlah Jalan Orang Baik dan Benar

8 Desember 2018

Amsal 2:20
Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.

Hidup ìni adalah sebuah perjalanan. Karena itu penulis Amsal ingatkan kita untuk menjalaninya dengan berpedoman kepada orang yang baik dan benar sebagai teladan. Kita disuruh menempuh dan memelihara apa yang telah mereka hidupi dan lakukan.

Apapun yang dilakukan dengan baik dan benar, pastilah ujungnya kebahagiaan dan kedamaian. Paling tidak kita merasa puas dengan apa yang telah kita lakukan bila kita hidup baik dan benar. 

Tidak akan ada penyesalan di ujung hidupnya bagi setiap orang yang melakukan apa yang baik dan benar. Tidak ada perasaan bersalah.

Siapakah orang baik dan benar yang menjadi teladan kita?

Tentulah tidak ada manusia sempurna. Namun kita bisa belajar dari orang-orang yang senantiasa berjuang untuk hidup baik dan benar. Walau mereka juga jatuh-bangun dalam hidup mereka, tetapi mereka selalu bangkit lagi untuk hidup berkemenangan.

Mari kita meneladani orang-orang yang terus rindu mengenal Yesus Kristus, sebab di dalam Yesus bersemayam kebaikan dan kebenaran. Yesus tidak hanya mengajarkan apa yang baik dan benar, tetapi Yesus adalah KEBENARAN. Yesus SUMBER dari apa yang baik dan apa yang benar.

Bersama dengan orang yang rindu untuk diubahkan Yesus kualitas hidupnya, mari kita bersama-sama mereka melanjutkan perjalanan hidup ini. 

Seberapapun sisa hidup kita... masih banyak atau tinggal sedikit lagi... tempuhlah dan selesaikanlah serta tuntaskanlah itu dengan kualitas hidup yang baik dan benar berdasarkan standar firman Allah. Roh Kudus akan menolong dan memberi kekuatan untuk itu. 

Tinggal kitalah yang harus memutuskan mau atau tidak untuk hidup baik dan benar. Itu adalah pilihan. Yang jelas penulis Amsal sudah mengingatkan dan mengajak kita menempuh jalan orang baik dan memelihara jalan orang benar. Itulah mestinya jalur hidup kita.
S e m o g a!!!

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus berkati... Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Serahkanlah Kuatirmu Kepada Tuhan

7 Desember 2018

Mazmur 55:22
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Tuhan senantiasa menjaga dan memelihara kita. 

Ada berbagai cara Tuhan dalam menjaga dan memelihara kita...

àTuhan memberi kemudahan dan kelancaran dalam urusan kita agar kita meyakini bahwa Tuhan baik dan berkuasa.

à Pada saat lain, Tuhan tidak memberi kemudahan, tetapi justru Dia mengijinkan kita berada dalam situasi sulit agar kita tetap bersandar kepada Dia.

à Pada saat tertentu kita berada dalam situasi seolah kita sendirian agar kita datang kepada Dia untuk mempererat tautan hati kita dengan Dia. Agar kita sadar bahwa kita butuh Tuhan.

à Terkadang kita berada dalam perasaan tidak aman dengan lingkungan kita agar kita berlindung kepada Dia... bahwa di dalam Tuhan saja kita tenang, aman dan nyaman.

à Sering Tuhan memberi kepada kita tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan harap-harapkan. Hal ini dimaksudkan agar kita meyakini bahwa Tuhan yang mengendalikan hidup kita secara total. Di samping itu kita diingatkan bahwa tidak selamanya apa yang kita pikirkan itu baik buat kita... justru kata Tuhan ada yang lebih baik dan Dia yang tahu apa yang terbaik bagi kita.

à Kita sering merasa dilupakan orang, bahkan mungkin kita dipersulit dan dikecewakan oleh sahabat sendiri. Hal ini dimaksudkan agar kita bertumbuh dalam kerendahan hati. Kita juga diingatkan bahwa Tuhan sajalah yang tak pernah mengecewakan kita. Tuhan sahabat sejati kita.

Bagaimana situasi kita masing-masing saat ini?

Apapun situasi kita, yakinlah bahwa Tuhan tidak akan pernah melakukan pembiaran terhadap kita. Serahkanlah segala bentuk kekhawatiran kita kepada-Nya.

Tuhan akan senantiasa menjaga dan memelihara anak-anak-Nya sehingga tidak goyah... tetapi tetap teguh dan kokoh.

Selamat bekerja.
Selamat ujian.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita dalam setiap situasi. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Apakah Orang Mengucap Syukur Atas Imanmu?

6 Desember 2018

Efesus 1:15-16 
Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku

"... ... setelah aku mendengar tentang imanmu ... ..."  kata Rasul Paulus. Hal ini menunjukkan betapa dia senantiasa mengamati dan ingin tahu serta berharap akan pertumbuhan iman dari orang-orang Efesus.

Nah bagaimana dengan kita, apakah orang-orang yang mengenal kita bersyukur atas pertumbuhan iman kita atau malah merasa sedih?...
Seandainya Rasul Paulus masih hidup, dia juga akan menyempatkan waktunya untuk menulis betapa dia bersyukur melihat iman kita bertumbuh.
Apakah kita demikian?
Semoga !

Harapan Paulus akan jemaat yang bertumbuh dalam iman, merupakan kehendak dan keinginan Tuhan Yesus. Yesus adalah Tuhan yang mengetahui tentang perjalanan hidup kita secara pribadi dan detail. Tuhan Yesus selalu melihat kita... Dia mengerti kita!

Sebab itu andaikan Tuhan Yesus menulis surat kepada kita tentang iman kita, gambaran iman seperti apa gerangan Dia ungkapkan kondisi perjalanan iman kita?

Oleh karena itu marilah kita tetap berjuang bersama Yesus dan kuat kuasa Roh Kudus, agar kita bertumbuh dalam iman yang semakin teguh terhadap Dia dan semakin mengenal Dia.

Pertumbuhan iman dan pengenalan akan Tuhan yang akan mengubah diri dan hidup kita untuk berbuah dan berarti bagi dunia ini... inilah kehendak dan kerinduan Yesus bagi kita semua. Biarlah hal ini menjadi nyata dalam hidup kita masing-masing.

Selamat ujian.
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Ujilah Pekerjaanmu Sendiri

5 Desember 2018

Galatia 6:4
Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

Apa yang kita kerjakan haruslah kita senantiasa mengujinya. Begitu pesan Rasul Paulus.  

Pekerjaan kita bukanlah sekedar bertujuan beroleh uang atau upah. Pekerjaan kita sesungguhnya mewujudkan pengabdian dan pelayanan. 

Dengan pekerjaan kita, ada orang yang tertolong... ada orang yang bebannya menjadi lebih ringan... ada orang merasa dihiburkan... ada orang yang merasa haknya diperjuangkan... ada orang menjadi lebih cerdas... ada orang merasa lebih terangkat naik ke atas... dan sebagainya. 

Hal tersebut sesuai dengan talenta dan kapasitas kita. Bagi kita yang telah percaya dilengkapi dengan karunia rohani yang dianugerahkan Allah. Kita bermegah dengan ucapan syukur atas karunia rohani dari Allah tersebut dan mengoptimalkannya dalam hidup kita dengan tidak menganggap lebih rendah/tinggi karunia rohani orang lain.

Begitulah mestinya kita memandang dunia kerja kita. Kita harus menguji apakah kita seperti itu.

Betapa sering kita mengukur kerja kita berdasarkan berapa tinggi gaji kita... seberapa tinggi jabatan dan kuasa kita. Ukuran kita terhadap orang lainpun seperti itu juga. Sehingga kita sering adu posisi dan adu kekuatan. Merasa orang lain saingan... bukan teman. Hidup penuh kompetisi... bukan kolaborasi. Walau kita tidak katakan, tetapi itu yang sering ada di hati kita. Akibatnya kita stress, bersaing tidak sehat, saling berebut pangaruh, mementingkan apa yang tidak penting dan melupakan apa yang perlu.

Kemegahan kita sering adalah apa kata orang dengan merindukan serta ingin decak kagum orang. 
Apakah ini salah?
Persoalan kita bukan soal salah atau tidak, tetapi apakah kita sedang melakukan apa yang benar menurut Tuhan. Inilah yag harus kita uji, harus kita periksa, harus kita nilai diri kita. Jika berkenan terhafap Tuhan... itulah kemegahan kita. Jika tidak berkenan di hati Tuhan, meski merasa diuntungkan... buat apa??

Jadi mari kita menilai apa yang sudah kita kerjakan... apa yang sedang kita kerjakan... dan apa yang kita akan kerjakan. Apakah kita bermegah karena berkenan di hati-Nya?

Sekamat ujian.
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Mendengar Berita Tentang Mesias

4 Desember 2018

Yohanes 4:25-26  
Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Dalam percakapan seorang perempuan Samaria dengan Tuhan Yesus, perempuan itu mengungkapkan apa yang dia ketahui tentang Mesias yang akan datang.

Beruntung dan berbahagialah perempuan itu karena apa yang dia ketahui menjadi nyata. Dia mendapat kunjungan yang istimewa. Yesus Kristus secara khusus datang menemui dia untuk diselamatkan.

Mungkin bagi perempian itu, perjumpaannya dengan Yesus kebetulan dan biasa-biasa saja awalnya. Bahkan dia heran mengapa Yesus dari Israel datang menemui dia, karena orang Israel dengan orang Samaria tidak bersahabat. Rasanya ada sesuatu yang tak lazim seolah Yesus melanggar sebuah kebiasaan antara kedua suku bangsa ini.

Pada hari itu terjadilah keselamatan besar bagi perempuan Samaria. Dia mendapat belas kasih Allah yang luar biasa... jiwanya diselamatkan melalui pertemuan langsung dengan Kristus.

Berbagai cara Tuhan untuk mempertemukan diri-Nya dengan kita. Kita tidak seperti perempuan Samaria itu yang bercakap-cakap langsung dengan Yesus.

Mungkin di antara kita meyakini Kristus sebagai Juruselamat dengan cara biasa-biasa saja nampaknya, dimana ada seseorang membagikan Injil, lantas kita percaya dan buka hati menerima Yesus.

Mungkin ada yang percaya kepada Yesus melalui pergumulan berat, melewati penyakit, dan sebagainya.

Mungkin ada yang percaya karena dilahirkan dari keluarga Kristen dan dibukakan baginya rahasia keselamatan, lantas mengakui secara pribadi Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Mungkin di antara kita ada yang melalui pengalaman ajaib yang tidak biasa. Melalui pengalaman supranatural. 

Ada berbagai cara Tuhan memanggil kita. Yang penting bukanlah caranya, terserah cara apa saja. Paling pokok adalah kita percaya serta memutuskan membuka hati menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Paling penting adalah meyakini kepastian keselamatan sebab nama kita sudah tercatat dalam KITAB KEHIDUPAN.

Bagi kita yang telah menerima Kristus, mari kita lanjutkan untuk tetap bertumbuh di dalam Kristus dan berbuah... buah Roh (Galatia 5:22-23).

Dalam pertumbuhan kita, marilah juga kita siap bersaksi untuk menceritakan Kristus kepada siapa saja yang Tuhan taruh beban itu dalam hati kita. 

Biarlah melalui kita ada banyak orang berjumpa dengan Kristus sebagaimana perempuan Samaria itu bertemu Yesus. Mari kita doakan dan lakukan itu, agar Tuhan buka jalan dimana jiwa-jiwa diselamatkan oleh anugerah Allah melalui hidup kita.

Sekamat ujian.
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Bicara Soal Surga

3 Desember 2018

Yohanes 3:13
Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Informasi tentang sebuah tempat layak dipercaya jika informasi itu diberikan oleh orang yang pernah pergi ke tempat itu..
Ini sangat logis!

Informasi tentang Surga akan menjadi terang benderang jika diinformasikan oleh SIAPA yang pernah ke sana. Yang pernah ke Surga adalah Yesus.

Tuhan Yesus bukan hanya pernah ke SANA, tetapi memang Dia dari SANA asal-Nya... Dia turun dari Surga. Tuhan Yesus pemiliknya. Dia yang menciptakan Surga. Yesus datang ke dunia menjadi manusia yang sama seperti kita, namun bedanya adalah ... Dia berasal dari Surga sedangkan kita berasal dari debu tanah bumi ... Dia manusia tidak berdosa sedangkan kita manusia penuh dengan dosa.

Selain Yesus, orang-orang hanyalah pintar bercerita saja tentang Surga... terlepas dari benar atau tidak. 

Hanyalah penjelasan Yesus saja yang tepat dan benar tentang Surga, sebab Dialah Penguasa di Surga. Dia juga yang menyiapkan Surga untuk kita tempati kelak. 

Selain Yesus, tidak ada yang punya wewenang dan tidak ada yang berhak untuk mengatur-ngatur siapa yang bisa masuk ke SURGA MULIA.

Hal ini diungkapkan lagi kepada kita bukanlah dimaksudkan agar terus banyak bicara soal Surga, sebab ada banyak juga orang mengatakan, Jangan terlalu banyak bicara soal Surga... bicara sajalah soal real di dunia ini!"

Terserah bagi kita masing-masing. Sesungguhnya tidak apa-apa juga kita banyak bicara soal Surga, karena memamg ke SANAlah tujuan akhir kita. Surgalah DESTINASI AKHIR kita. Dunia ini akan kita tinggalkan juga pada akhirnya kan?

Bicara soal Surga membuat kita semangat hidup di tengah-tengah banyaknya tantangan dan pergumulan hidup. 

Bicara soal Surga membuat kita tetap mampu bertahan dalam setiap rasa sakit di tubuh serta penderitaan lain.

Bicara soal Surga membuat kita tidak takut dan tetap teguh berpengharapan, sebab itulah JANJI YESUS untuk kita pegang erat.

Dan yang paling penting dan terpenting adalah bahwa ketika kita berbicara soal Surga, hal itu akan membuat kita semakin kagum, hormat dan menyembah Yesus. Hati, pikiran dan jiwa kita terangkat kepada Yesus. Hal itu juga membuat kita bersukacita  dan menolong kita semangat hidup untuk semakin produktif berkarya... sebab kita akan berprinsip semua untuk dan bagi Yesus. 

Hidupku dan matiku untuk Yesus. Bagi Dialah kupersembahkan yang terbaik apa yang aku bisa.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...