Hidup Untuk Allah Dipuji

14 Juli 2018

Efesus 1:12 
supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya

Ketika wisuda, seorang yang  berprestasi lulus dengan pujian diperkenalkan dirinya. Dalam memperkenalkan orang yang berprestasi tersebut, diperkenalkan pula orang tuanya dan dimohon berdiri. Pada saat itu semua hadirin tepuk tangan memberi hormat. Tentu saja orang tuanya akan bangga. 

Tentu tidaklah sebatas wisuda, itu hanyalah contoh kecil dan  momen sesaat saja. Dalam waktu yang panjang, secara alami nama baik orang tua selalu akan terbawa oleh perangai dan prestasi anak-anaknya. Itulah sebabnya mengapa sering orang tua menjadi susah pikirannya, bahkan jatuh sakit disebabkan hidup anak-anaknya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Sebaliknya jika anak-anak baik-baik hidupnya, tidak menyusahkan serta hidup wajar dan normal, maka dipanjangkan rasanya usia orang tuanya. Anak-anak akan membawa semerbak aroma harum ke sekitar.

 Image result for ephesians 1:12

Kita adalah anak-anak Allah yang telah ditebus. Allah adalah Bapa kita. Apakah kehidupan kita menjadikan orang-orang sekitar kita memuliakan Allah?

Kemuliaan Allah tidak bergantung kepada siapapun. Dia tidak berubah oleh apapun. Namun aroma kemuliaan-Nya yang tak berubah itu akan nampak dan semerbak melalui hidup kita. 

Oleh karena itu mari kita menjalani hidup ini sebaik mungkin sajauh kita bisa. Perhatikan terus perilaku dan sikap kita. Biarlah Allah Bapa kita dinyatakan kemulian-Nya melalui gaya hidup kita. Inilah sesungguhnya tujuan hidup kita.

Semoga!

Selamat beraktifitas.
Selamat berlibur.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Dewasa Rohani itu Maju Terus Dalam Segala Kondisi

13 Juli 2018

Mazmur 94:12
Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu.

Seorang bapak sedang sakit parah. Kakinya lumpuh terserang penyakit yang rada aneh. Sudah dibawa ke dokter, tetapi belum jelas penyebabnya. 

Penyakit tersebut membuat dia harus di rumah, padahal dia seorang yang rajin olah raga jalan kaki, karena itu dia merasa semakin tertekan. Apalagi dia seorang hamba Tuhan yang rajin mengunjungi jemaatnya, dia merasa kehilangan. 

Banyak orang berdoa dan datang mengunjunginya untuk menguatkan. 

Namun ada satu hal yang luar biasa dari bapak ini. Kalau ada yang berkunjung, malah yang datang itu yang merasa dikuatkan. Dari bicaranya tidak keluar keluhan sebagaimana orang lain pada umumnya. Dari mulutnya selalu keluar kata yang membangkitkan semangat. 

Seorang jemaatnya bertanya,
“Saya lihat Bapak dalam kondisi ini semangat terus, apa rahasianya yang membuat bapak mampu bertahan dan tidak mengeluh dan tidak pernah kami dengar sekalipun bapak menyalahkan Tuhan ?”

 Bapak itu menjawab, 
“Dengan jujur saya harus katakan bahwa terkadang muncul juga pertanyaan dalam diri saya mengapa Tuhan mengijinkan hal ini terjadi dalam diri saya. Namun setiap kali pertanyaan itu datang, selalu seolah Tuhan membawa saya datang ke Golgota dan melihat apa yang terjadi di sana. Dengan hal itu saya rasanya tak tahan lagi dan ingin berkata… Tuhan itu baik !. Saya bersyukur dan memuji Tuhan karena DIA tidak akan pernah keliru dalam semua keputusanNYA. Tuhan merasa saya layak dan dianggap mampu mengalami penyakit seperti ini.”  

Mendengar itu tidak ada lagi pertanyaan lanjutan, yang ada hanyalah jemaatnya ikut terhibur dan dikuatkan jadinya.

Pengalaman hamba Tuhan yang sedang sakit dalam kisah di atas mengingatkan kita akan salah satu prinsip kebenaran dalam iman kita, yaitu: 

Bahwa kondisi yang tak menguntungkanpun dapat menolong kita memahami apa maksud dan rencana Tuhan. 

Hal tersebut sangat erat hubungannya dengan kedewasaan rohani seseorang. Kedewasaan bertumbuh bila dekat dengan Tuhan. Bila kita memahami maksud Tuhan atas hidup kita, disitulah muncul kebahagiaan sejati. Hati menjadi damai. 

Siapapun tentu ingin keadaan yang lebih baik. Kitapun tentu berdoa agar terhindar dari penyakit dan berharap memperoleh rejeki melimpah. Namun bila ukuran bahagia diletakkan atas apa yang dapat dilihat oleh mata saja dan hanya dapat dirasakan secara fisik saja, kebahagiaan seperti itu dangkal. 

Sesungguhnya orang yang paling berbahagia di dunia ini dan di dunia yang akan datang dalam kekekalan adalah orang yang telah menerima Yesus Kristus... orang yang telah lahir baru, dan secara totalitas dalam hidupnya;

1. dia dengan rendah hati dapat menerima kenyataan hidup apa adanya,
2. dia memahami rencana serta panggilan Tuhan atas hidupnya, dan dengan tulus hidup dalam rencana-Nya itu,
3. dia sepenuhnya memegang dan meyakini janji-janji Alah,
4. dia hidup taat.

Bagaimana dengan kita? 

Bila kita sering gelisah berkepanjangan tanpa henti, cobalah cek keyakinan dasar kita akan *“lahir baru” dan periksa daftar nomor 1 hingga 4 tersebut di atas dalam keseharian kita.

Agar kebahagiaan kita melimpah, maka berdasarkan Mazmur 94:12 di atas, mari kita selalu siap diajari Tuhan melalui firman-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai, memberkati dan melindungi kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Sehati Sepikir Setujuan

12 Juli 2018

1 Korintus 1:10 
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Pernah kejadian di sebuah gereja, ada dua pihak yang berselisih. Perselisihan memuncak dengan keluarnya kata-kata tak patut dan kasar dari masing-masing pihak.

Persoalannya sederhana saja sebetulnya. Mereka kurang sepakat dengan pilihan warna seragam perayaan. Mereka sampai panas-panasan dan bersikukuh dengan pendapat masing-masing. Suasana menjadi hangat dan panas. Sampai selesai acara rapat, tidak ada kesepakatan.

Apalah arti seragam kalau hal itu membuat kita pecah. Itu soal selera saja. Mengalah sajalah. Banyak hal sering menjadi soal yang membuat kita tidak sehati... soal selera... soal makanan... soal warna... soal waktu... dan banyak soal sepele lainnya. Kita sering takluk ke soal-soal sepele. Martabat kitapun sebagai anak-anak Tuhan jadi turun. Perpecahan kita membuat iblis diuntungkan.



Rasul Paulus menyerukan agar kita sehati, sepikir dan setujuan. Dengan demikian daya dan kekuatan kita jadi semakin besar. Tujuan dan rencana Allah atas dunia ini semakin tergenapi melalui kesehatian kita. Kita dipakai Allah optimal. Hati kitapun damai dan diliputi sukacita. Bukankah ini yang semestinya terjadi di antara kita? Seharusnyalah kita setuju dan berkata, "iya". Karena itu mari kita lakukan.



Meski sehati sepikirpun kita, sering beban kita masih terasa berat, apalagi kalau kita terpecah belah.



Mulai dari keluarga sebagai unit kecil, mari kita sehati sepikir mewujudkan keluarga sejahtera yang harmonis.

Sebagai anak-anak Tuhan yang baik dan bagian dari jemaat Tuhan, mari kita bersatu padu dan sehati sepikir untuk saling membangun menjadi kuat. Ini akan menjadi kesaksian hidup kita.

Sebagai warga negara yang baik, mari kita wujudkan persatuan dan persaudaraan kita. Mari membangun negeri kita.

Dalam konteks lebih luas, sebagai manusia ciptaan Allah yang telah ditebus Kristus dan telah lahir baru, mari kita bina kebersamaan kita untuk membawa terang Kristus di manapun kita berada. Mari kita bertolong-tolongan membawa jiwa kepada Kristus. 

Andaikan hati kita dibedah dan pikiran kita dibelah, isinya adalah hati yang berbelas kasih dan terbeban membuat orang percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Untuk itu kita perlu dan sangat butuh sehati.

Semoga!!

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan senantiasa memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teririnh salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Setiap Manusia Punya Peran

11 Juli 2018

Roma 12:4-5   
Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Jika ikan diperlombakan berenang dengan elang tentu pastilah ikan yang menang.
Sebaliknya bila diperlombakan terbang, bagaimana?
Tentu ini pertanyaan bodoh... pastilah elang yang juara!

Tidak bisa dibandingkan dan dipertandingkan antara ikan dan elang dalam dua mata uji berbeda: berenang dan  terbang. Masing-masing ahli dalam bidangnya masing-masing.
Begitulah juga kita, masing-masing memiliki kelebihan dan sekaligus kekurangan juga.

Sering masalah kita adalah merasa apapun bisa atau merasa tidak bisa apa-apa. Sering kita menilai diri berlebihan dan di atas orang lain, atau merasa tidak berharga dan di bawah orang lain.

Siapapun kita, pasti ada sesuatu yang bernilai, berharga dan bermanfaat dalam diri kita yang bisa kita berikan. Soal besar atau kecil sumbangsih kita... itu tidak masalah. Semua berdasarkan kapasitas kita yang Tuhan beri. 

Yang penting dalam memberi adalah kita harus tulus dan ikhlas serta tidak membangkit-bangkit jasa. Dan tidak marah walau dilupakan orang budi baik kita. Atau orang lupa berterima kasih... tenang sajalah, Tuhan yang ingat! Ingatan Tuhan tajam.



Terutama bagi kita anak-anak Tuhan… kita satu tubuh walau fungsi kita beda-beda. Semua kita harus saling membangun.

Sebuah mobil bagus keluaran baru tampak gagah meluncur di jalan raya. Mesinnya kuat. Warnanya menawan dan menjadi perhatian banyak orang. 

Tetapi kemudian mobil itu menjadi tertawaan orang... dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas. Orang kesal dan ada yang marah. Mobil itu mogok tak bisa jalan. Harus berhenti.

Apa masalahnya? Rupanya bannya kempes. Pentilnya rusak. Harganya murah, siapapun sanggup membelinya. Tapi sayangnya barang itu tidak ada. Toko masih tutup. Tukang ban belum buka. 

Yang punya mobil mau membeli pentil ban itu segera walau mungkin harganya dibuat lebih mahal berlipat-lipat karena sangat butuh. Apalagi dia harus mengejar waktu ke bandara. Takut ketinggalan pesawat.

Begitulah kita sesungguhnya. Semua kita dibutuhkan dan kita membutuhkan orang lain juga. Kita harus melekat erat satu dengan yang lain untuk saling mebangun. Itulah salah satu kebenaran firman Tuhan yang harus kita ingat, kita jaga, kita ajarkan dan kita lakukan.

Semoga !!

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa dalam kasih-Nya yang kekal,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Dorongan Doa

10 Juli 2018

Roma 9:3-4
Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.

Saya terkenang Ibu saat masih kecil ketika saya sakit. Ibu katakan maunya dia saja yang sakit menggantikan saya. Dia lakukan apa saja demi kesembuhan saya, anaknya.

Paulus sangat bersedih melihat bangsanya... bangsa lsrael yang tidak percaya kepada Yesus. 

Paulus berkata bahwa dia siap dihukum dan dia rela dihukum demi bangsanya... demi bangsa lsrael. Bangsa Israel disayang Tuhan. Dalam rencana keselamatan, dengan bangsa inilah Allah berencana dan berjanji. Allah teken MoU dengan bangsa lsrael untuk kelahiran Yesus. Tetapi bangsa ini tidak mengerti dan tidak mau percaya, bahkan mereka membunuh Yesus. Menyedihkan!

Karena itulah Rasul Paulus menangisi bangsanya. Sampai dia katakan dia rela dikutuk asalkan bangsa Israel selamat. Paulus serius!

Tentu tidaklah bisa Paulus ditumbalkan untuk keselamatan lsrael. Keselamatan sudah jelas hanya melalui Yesus Kritus. Tetapi hati Paulus sudah transparan dan terang benderang terlihat dengan pernyataannya bahwa dia sungguh menyayangi bangsanya. Korban yang layak bagi umat manusia dan tentu bagi umat lsrael... untuk menghapus dosa hanyalah Yesus Kritus... tidak ada yang lain.

Apakah kita juga terbeban mengabarkan dan menyatakan bahwa Kristus adalah Juruselamat?
Apakah kita ikut prihatin dan manangis dalam doa-doa kita akan orang-orang yang belum percaya kepada Yesus? 

Paling tidak dalam doa-doa kita, apakah kita masih semangat berdoa bagi keselamatan bangsa-bangsa?... Mungkin berdoa bagi sahabat kita. Atau mungkin bagi anggota keluarga besar kita yang belum percaya kepada Yesus? Atau orang-orang dekat kita?

Semoga beban-beban itu masih ada dalam hati kita, dan kita tergerak untuk pergi atau melakukan sesuatu yang dapat kita lakukan agar orang bertobat dan percaya kepada Yesus.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati. Amin.

Salam kasih dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Kolesterol Rohani

9 Juli 2018

Filipi 4:9
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Jemaat Filipi;
• telah mempelajari,
• telah menerima,
• telah mendengar,
• telah melihat,
kebenaran yang disampaikan Rasul Paulus.
Bahkan hidup Paulus menjadi teladan bagi mereka.
 Image result for phil 4:9
Karena itu jemaat diingatkan untuk melakukan apa yang telah mereka terima.  Ada 4 kali kata telah dalam ayat tersebut. Artinya jemaat ini sudah cukup dibekali... mereka sudah cukup modal  hidup sebagai pelaku kebenaran. Gizi rohani mereka sudah cukup. Karena itu jemaat Filipi didorong untuk melakukan.

Kita juga sudah banyak tahu. Sudah cukup gizi rohani yang kita miliki. Sekarang waktunya bagi kita untuk melakukan apa yang kita ketahui.

Sama halnya dengan makanan. Bila kita banyak makan, tapi jika tidak ada aktifitas, kurang bergerak dan diam saja, maka kita bisa sakit. Gizi over membuat kolesterol rohani meningkat sehingga berbahaya.

Jika kita tidak melakukan apa yang baik yang telah kita ketahui, maka akan terjadi penumpukan kolesterol rohani dalam diri kita dan ini tentu tidak baik bagi kesehatan rohani kita.

Mari kita memiliki keseimbangan antara apa yang masuk ke dalam hati dan pikiran dengan apa yang kita lakukan. Dengan demikian rohani kita sehat dan kuat.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Yesus Pasti Datang Lagi, Siapkah Anda?

8 Juli 2018

Yohanes 14:28
”Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”

Kristus pasti akan datang kembali, sebab itu janji-Nya. Oleh karena itu, seandainya saat ini Kristus datang, apakah kira-kira bagian yang kita terima?  Apakah kita mendapat predikat sebagai orang yang setia kepada Kristus? 

Dia tahu sejauh mana hati dan kesetiaan kita. Kelak pada kadatangan-Nya yang kedua, semua apa yang terlihat dan tak terlihat akan dibukakan dan Dia akan menjadi Hakim Agung mengadili semua umat manusia tanpa kecuali. 

 Image result for john 14:28

Karena itu bersiaplah senantiasa. Sadar atau tidak sadar, sesungguhnya setiap saat Dia hadir dalam hidup kita. Berilah respons yang terbaik kepada-Nya selama ada kesempatan bagi kita. Biarlah kehidupan kita menjadi cerminan bahwa kita sungguh-sungguh mengenal dan mencintai Yesus. Bukalah dan lapangkanlah hati untuk menerima kebenaran Firman-Nya, Tetaplah siap melakukan apa yang Dia kehendaki. 

Bila kita menyadari bahwa selama ini masih banyak sisi hidup kita tidak berkenan kepada Tuhan, mari kita berbenah  dan berubah. Siapkan hati dan teruslah melakukan apa yang kita yakini bahwa itulah yang dia suruh lakukan. 

Setialah kepada-Nya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan sanantiasa Dia memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...