Hubungan Pribadi Dengan Tuhan Yesus

Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Terbayang kalau kita berada di satu rumah yang indah dan sangat menyenangkan, tetapi kita tidak mengenal dengan baik sang pemilik rumah, hanya kenal begitu-begitu saja, tentulah tidak sempurna senangnya.

Bayangkan kita sedang makan semeja dengan pemilik rumah itu, kita diam-diaman saja jadinya. Kita hanya fokus kepada makanan saja. Bagi orang yang tujuannya hanya makan, mungkin tidak persoalan, tidak ada masalah. Namun tentu saja hal ini tidak normal. Semestinyalah ada suasana hangat.

Begitulah diumpamakan jika srseorang meyakini sudah diselamatkan, namun biasa-biasa saja... tidak bertumbuh mengenal Yesus yang telah menyelamatkannya. Hubungan terasa tidak harmonis.

Dalam doa Yesus tersirat suatu pemahaman bahwa kehidupan yang kekal haruslah ditandai dan dibangun oleh suatu pengenalan akan Allah di dalam Kristus. Jadi tidaklah sekedar beroleh bebasnya kita dari hukuman dosa, tetapi lebih dalam dari itu adalah adanya dan terciptanya relasi dan pengenalan yang kuat dan dalam akan Tuhan.

Oleh sebab itu, marilah kita terus membangun hubungan yang kuat dengan Kristus. Itulah yang mestinya menjadi kerinduan kita. Kita tidak hamya yakin akan keselamatan; tetapi lebih dari itu adalah hubungan pribadi kita yang intim dengan pribadi Kristus. Itulah doa Yesus... itulah kerinduan-Nya. Biarlah itu juga menjadi kerinduan kita bersama. Kita dekat dengan Dia.

Selamat belajar.
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas. 
Selamat melayani.

Tuhan beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
✈✈✈✈✈

Menyadari Kasih Yesus

14 November 2018

Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Persoalan kita sering adalah merasa kurang dikasihi... kurang diperhatikan. Merasa kurang dikasihi oleh pasangan... oleh orang tua... oleh teman. Bahkan kita merasa kurang diperhatikan oleh Tuhan.

Sering kita berpikir...
• Mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa saya?
• Mengapa Tuhan tidak memberi apa yang saya inginkan? 
• Mengapa Tuhan tidak melepaskan saya dari susah hidup dan sengsara? 
• Mengapa Tuhan tidak memenangkan perkara saya? 
• Mengapa Tuhan tidak melepaskan saya dari kehidupan seperti ini? 
• Mengapa Tuhan tidak menyembuhkan penyakit saya? 
• Mengapa Tuhan  tidak ... ...  ?

Ya... 
Terlalu banyak pertanyaan negatif kata tidak terhadap Tuhan.
Terlalu banyak kata mengapa dalam hidup kita terhadap Tuhan, dan merasa tidak ada jawabannya.

Akibatnya kita berkesimpulan Tuhan tidak adil dan Dia tak berpihak kepada kita. 
Kita merasa jauh dengan Tuhan. 
Kita memiliki pemikiran yang tidak pas terhadap Tuhan. 
Yang namanya tidak pas, pastilah terasa tidak nyaman. Hubungan kita dengan Tuhan terasa tawar dan hambar.

Akibatnya hidup ini terasa jenuh dan membosankan. Sukacita hilang. Banyak khawatir datang dari berbagai segi. Merasa takut. Bahkan penyakit fisik muncul dalam berbagai bentuk.

Namun Tuhan Yesus mengatakan kepada para murid-Nya... kepada kita semua... bahwa Dia mengasihi kita. Bukti kasih-Nya adalah nyawa-Nya. Apa yang paling mahal dalam diri Yesus, sudah diberikan-Nya kepada kita. Itulah kasih terbesar. Itulah puncak dari keberpihakan Yesus kepada kita. 

Jadi kita mau berkata apa lagi?
Apakah masih banyak pertanyaan mengapa dari kita dan seolah tidak ada jawabannya?

Doaku...
Ya Allah ... betapa sering hatiku begitu kecil dan kerdil meyakini-Mu sebagai Bapa yang baik. Seolah Engkau tidak peduli kepadaku. 
Sesungguhnya Engkau  mencintai dan mengasihiku sepenuhnya sesuai  kebesaran-Mu. Buktinya nyawa Yesus sudah Engkau peruntukkan bagiku.
Buatlah aku semakin meyakini kasih-Mu, sehingga berkuranglah pertanyaan mengapa dariku... seolah aku yang kecil ini meragukan cinta-Mu padaku.
Amin

Selamat belajar.
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas. 
Selamat melayani.

IMMANUEL... Tuhan beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Hidup Yang Menyatakan Kemuliaan Allah

13 November 2018

Yohanes 11:4
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."

Tuhan Yesus mendapat kabar bahwa Lazarus sakit. Setelah mengetahui kabar itu Yesus mengatakan bahwa penyakitnya itu tidak akan membawa kematian.

Karena penyakitnya itu, Lazarus kemudian meninggal dunia. Ketika Yesus datang, Lazarus dibangkitkan dan hidup kembali. Sehingga benarlah kata Yesus bahwa penyakit Lazarus tidak membawa kematian, walaupun memang Lazarus mengalami kematian sejenak, tetapi dia bangkit. 

Melalui kebangkitan Lazarus, orang takjub kepada Allah. Tampak kuasa dan kemuliaan Allah. Inilah tujuan dari peristiwa kematian dan kebangkitan Lazarus. Allah menggunakan peristiwa kematian Lazarus sebagai alat untuk memperlihatkan kehormatan dan kemuliaan-Nya.

Mungkin saat ini kita tidak mengalami seperti suasana keluarga Lazarus. Atau bisa juga mungkin persis seperti halnya Lazarus mengalami suasana dukacita. Mungkin saja masalah kita adalah pergumulan berat sehingga dapat disamakan beratnya seperti suasana berkabung dukacita.

Dalam hal ini, bila kita melihat dari sisi Allah, maka seperti apa yang dikatakan Yesus bahwa ini adalah suatu kesempatan dinyatakannya kemuliaan Allah... walau terasa berat.

Kemuliaan Allah dinyatakan dalam hidup kita tidak sama dengan tercapainya apa yang kita mau, atau tidak selalu dalam suasana gembira seperti bayangan dan gambaran orang pada umumnya. Kemuliaan Allah justru sering dinyatakan atau kita rasakan dalam suasana dimana kita sedang mengalami tekanan berat juga.

Oleh karena itu marilah kita dengan hati terbuka menerima setiap peristiwa dan keputusan Tuhan atas kita. 

Biarlah dalam setiap situasi hidup kita kemuliaan Allah menjadi nyata. Baik dalam susah atau senang Allah senantiasa ditinggikan dan dimuliakan. Bila ini terjadi, maka sesungguhnya kitalah orang yang paling sukses dan paling berbahagia sebab Allah "berhasil" menggunakan kita mencapai maksud-Nya.

Selamat belajar.
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas. 
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Berdoa Tak Putus-Putus

12 November 2018

Efesus 3:16
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.

Rasul Paulus berdoa agar Tuhan meneguhkan dan menguatkan jemaat Efesus. Doa adalah salah satu kebutuhan pokok jemaat untuk bertumbuh.

Hal yang sama juga kita butuhkan. Kita butuh berdoa bagi orang lain dan juga berdoa bagi diri sendiri. Kitapun perlu didoakan oleh orang lain. Kita saling mendoakan. Itu kita lakukan agar pertumbuhan iman kita tetap terpelihara dan tidak jenuh dengan rutinitas hidup ini.

Bila tidak mungkinkan bagi kita memiliki waktu khusus secara khusuk berdoa, sebetulnya di tengah-tengah kesibukanpun kita bisa menaikkan doa-doa kita. Tuhan dengar semua doa kita di dalam nama Yesus.

Oleh sebab itu saat ini juga mari kita ambil waktu sejenak untuk berdoa menyembah Tuhan... memuji-muji Dia. Bersyukurlah kepada-Nya. Setelah itu panjatkanlah doa bagi orang lain dan doakan diri kita.

Teruslah lakukan hal itu. Biarlah kita senantiasa berdoa dengan segenap beban yang ditaruh Tuhan dalam hati kita.

Efesus 6:18b
Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.

Selamat belajar.
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas. 
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Tuhan Pembela Orang-orang yang Dikasihi-Nya

11 November 2018

Mazmur 35:1  
Dari Daud. Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah dengan aku, berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku!

Jika kita tidak memahami siapa Daud dalam kedekatan dan kerinduannya akan Allah, seakan-akan ayat di atas menyiratkan bahwa Daud seorang yang cengeng. Seolah-olah Daud kekanak-kanakan... dia melibatkan Tuhan dengan masalahnya. Begitu beraninya Daud menyuruh-nyuruh Tuhan menghadapi orang yang melawan dia. Sepertinya Tuhan miliknya pribadi.

Akan tetapi jika kita memahami hati Daud dalam kerinduannya akan Tuhan, maka ayat di atas menjadi berkat dan menginspirasi kita untuk dekat dengan Tuhan. Daud mengandalkan Tuhan sepenuhnya.

Daud sebagaimana kita pada umumnya, dia juga penuh pergumulan dan pernah berbuat kesalahan seperti kita. Daud tidaklah sempurna. Alkitab begitu gamblang memaparkan dosa Daud. Alkitab tidak menutup-nutupi kesalahan Daud.

Akan tetapi Daud sungguh senantiasa bangkit dan bangkit dari gagalnya dia. Dia tidak berdiam ketika dia menyadari bahwa dia salah dan berdosa. Dia berseru kepada Tuhan.

Kita juga... dalam berbagai keterbatasan kita, marilah kita juga bersikap dan bertindak seperti Daud. Mari kita terus memperbaharui hubungan kita dengan Tuhan. 
Add caption

Tuhan SANG PEMILIK memiliki kita sepenuhnya. Tuhan Allah Bapa kita. Sebab itu sesungguhnya kitapun dapat bersikap seperti Daud... bahwa Allah itu seolah milik kita secara pribadi. Kita intim dengan Dia. Kita diijinkan berkeluh kepada-Nya. Kita dapat mengadu kepada Dia untuk membela kita. Tuhan adalah alamat dan tempat kita berteduh. Tuhan... dan hanya Tuhan yang dapat memuaskan kita.
Terpujilah Engkau Tuhan...!!!

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan PEMBELA kita senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa.
Alamta Singarimbun-Bandung

Jangan Meneruskan Info Menyesatkan - Hoax

10 November 2018

Efesus 5:6
Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.

Dewasa ini informasi tentang apa saja begitu mudah kita dapatkan. Bahkan orang sedang makan apa dan di mana, kita mengetahuinya. Sebelum makan, difoto dulu apa yang dimakan lalu dikirim kepada orang-orang tertentu. 

Beberapa aktifitas difoto dan diberi komentar, lantas dikirim. Tentu hal ini tidaklah apa-apa. Di satu sisi ada positifnya karena dapat mempererat kita yang berjauhan. 

Hanya saja yang sering menjadi masalah adalah banyak informasi yang salah yang kita terima. Tanpa pertimbangan penuh kita termakan dan tersesat. Informasi itu bahkan sering langsung kita kirim juga sehingga menyebarlah ke semua pelosok. Berita hoax adalah salah satu kesesatan yang marak dimasa kini. Hoax merupakan berita yang tidak benar dan cenderung memutarbalikkan fakta tentunya menyesatkan jika pendengar/pembaca berita percaya dan ikut menjadi penerus hoax jika menyebarkan berita itu.

Tanpa kita sadari kita jadi tersesat dan ikut berpatisipasi menyesatkan.

Rasul Paulus menegaskan agar kita jangan disesatkan oleh apapun dan oleh siapapun. Paulus mengingatkan agar kita tidak termakan dan tidak terseret oleh kata-kata hampa... kata-kata kosong. Terlebih tentunya kitapun jangan menyesatkan orang. 

Memamg kita tidaklah bermaksud membuat orang tersesat, kita tidak mengarang-ngarang kabar-kabar dusta. Akan tetapi kemungkinan menyesatkan melalui ikutnya kita mengirim kabar bohong tanpa pertimbangan sangat bisa terjadi. 

Sebab itu kita harus hati-hati. Rasul Paulus katakan berkaitan dengan hal itu adalah: mendatangkan murka Allah... Allah melarang.

Sebab itu marilah kita waspada dan peka...
• Jangan mau disesatkan.
• Jangan menyesatkan.
• Jangan berpartisipasi menyebarkan penyesatan.

Ingatlah bahwa ciri-ciri kita sebagai anak-anak Allah adalah membuka diri terhadap kebenaran dan hidup dalam kebenaran serta menyampaikan kebenaran. Itulah gaya kita. Itulah tanggung jawab kita. Begitulah semestinya tampilan dalam dan tampilan luar kita.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan berkati... Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Takut Kagum Hormat Kepada PENCIPTA

9 November 2018

Mazmur 104:24
Betapa banyaknya perbuatan-Mu, ya Tuhan, sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaanMU

Bumi yang nampaknya besar, tetapi bila dilihat dari besarnya tata surya, sungguh amat kecil. Jika dibandingkan dengan galaksi, terasa lebih kecil lagi, sekecil virus barangkali. Apalagi bila dibandingkan dengan alam semesta ini... apalah yang akan kita katakan tentang betapa kecilnya bumi ini?... 
Ya ampun... betapa kecilnya saya ! !

Orang banyak bertanya dimana sesungguhnya batas alam semesta ini. Seandainya batas itu ditemukan, mungkin muncul pertanyaan selanjutnya, “Apa yang ada setelah batas itu ?” 

Sungguh hal ini pertanyaan yang sulit untuk dijawab dan mungkin tak akan pernah terjawab. Berdasarkan data yang ada, ada suatu ukuran sampai dimana telah terdeteksi dimensi alam semesta ini, dan dimensi itu mungkin akan bertambah terus seiring bertambahnya kemajuan ilmu yang terkait. Jadi tidak akan pernah tertemukan dimana batasnya. 

Kekaguman kita akan besarnya alam semesta ini, tentu kita akan lebih kagum lagi kepada SIAPA yang membuatnya. 

Ada berbagai pendapat tentang terbentuknya alam semesta ini, tetapi tetaplah pertanyaan penting: SIAPA di balik itu yang menciptakannya ?  

Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa alam semesta, dimana bumi ada di dalamnya, diciptakan oleh ALLAH. Allah menciptakannya dengan berfirman. Allah membuat semuanya teratur. 

Sadarkah kita bahwa saat ini kita berada dalam sebuah planet bumi yang terus menerus bergerak?

Dalam perhitungan kasar dan sederhana, kecepatan bumi kita mengelilingi matahari adalah  sekitar 298,71 m/detik = 1.075 km/jam. Lebih besar dari kecepatan pesawat terbang. Sama besarnya dengan sekitar 10 kali kecepatan jika kita berkendaraan di jalan toll dengan kecepatan 100 km/jam. 
Luar biasa Allah kita !!!

Jika bumi ini meleset dari peredarannya dan menabrak planet lain, apalagi menabrak matahari, menjadi apakah kita? Kita akan hancur lebur.  

Tetapi Allah yang memelihara kita sehingga kita aman terus menerus berpiknik ria dengan “pesawat bumi” ini. Seandainya kita harus membayar, berapa tagihan yang harus kita bayar setiap bulan? 

Tidak itu saja.  Allah juga menyediakan sarana lain agar kita dapat nyaman hidup di bumi ini. 

Menyadari fakta ini, sudahkah kita takut dan kagum serta hormat kepada Allah sebagaimana mestinya? 

Selamat belajar.
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas. 
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

RENUNGAN

KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB

11 April 2024   KRISTEN PROGRESIF vs AJARAN ALKITAB   Beberapa hari ini kita dimarakkan dengan viralnya video yang menayangkan wawancara den...